Atmosphere

Atmosphere
S2 Meteorit Batuan


__ADS_3

Fyi "Mayoritas temuan meteorit adalah meteorit batuan, sebagian besar terdiri dari mineral silikat."


Happy Reading All.


***


Chan tak pernah melepaskan rangkulan nya dari Adhara. Sebenarnya ia sangat tak ingin membawa gadisnya tersebut ke tempat seperti ini. Namun ia juga tak ingin membuat gadisnya tersebut salah paham dengan datang ke tempat seperti ini dengan resiko ada gadis lain yang menggodanya lalu ada orang yang mengirimkan fotonya bersama dengan gadis tersebut pada Adhara.


“Kamu harusnya gak berteman sama temen kamu ini, liar banget sampek berani buat acara ulang tahun di tempat seperti ini. Mencerminkan banget kalau dia suka tempat seperti ini,” ucap Adhara dengan tatapan tajamnya pada Chan yang kini meneguk salivanya susah payah saat melihat tatapan gadisnya tersebut.


“Asalkan aku bisa jaga diri dan gak masuk dunia dia gak papa dong Yang,” ucap Chan yang masih saja membela dirinya.


Adhara menaikkan sebelah alisnya lalu menipiskan bibirnya dan menganggukkan kepalanya mendengar ucapan Chan. Chan benar tak ada salahnya berteman dengan siapapun namun mawas diri dalam berteman itu penting.


“Ya, aku harap kamu memang gak terjerumus dengan pergaulan seperti itu,” ucap Adhara pada Chan. Mengingat bagaimana bebasnya negara yang kini menjadi tempat kekasihnya tersebut menimbah ilmu.


“Iya sayang,” ucap Chan dengan begitu lembutnya lalu segera mengecup puncak kepala gadisnya tersebut sayang.


“Inget ya aku ini kuliah jurusan HI, aku bisa kerja keluar negeri dan dapet pacar bule yang lebih ganteng dari kamu kalau sampai kamu selingkuh dari aku,” ancam Adhara pada Chan yang malah membuat laki-laki tersebut terkekeh mendengar ancaman dari gadisnya tersebut.


“Aku gak akan pernah ngelepasin kamu,” ucap Chan yang membuat senyuman Adhara mengembang mendengarnya.


“Temen kamu mana? biar cepet pulang. Kamu tau aku gak suka asap rokok, mana bau alkoholnya keras banget lagi,” ucap Adhara pada Chan yang sedari tadi terus mencari keberadaan dari temannya tersebut. Sedang Adhara sedari tadi tak ada hentinya terus saja menggerutu kesal di samping Chan.


“Nah itu dia,” ucap Chan pada Adhara yang segera membawa Adhara menuju temannya berada. Seorang laki-laki yang kini tengah dikerumuni pada gadis dengan segelas minuman beralkohol di tangannya. Wajah tampan yang malah membuat Adhara kesal melihatnya.


“Weh, gue kira lo gak bakalan dateng,” ucap laki-laki yang kini bersalaman ala laki-laki pada Chan dengan senyuman lebar yang mengembang di wajah laki-laki tersebut.


“Harusnya gitu,” singkat Chan dengan wajah datarnya. Sangat berbeda saat ia tengah bersama dengan Adhara atau sahabatnya yang lain.


“Jadi ini cewek yang buat lo nolak semua cewek?” tanya laki-laki tersebut sambil melihat ke arah Adhara dengan senyuman nya pada Adhara.


“Kayak yang lo liat,” ucap Chan sambil mengeratkan rangkulannya pada Adhara. Adhara tersenyum ke arah temen Chan tersebut sekedar menyapa laki-laki tersebut.

__ADS_1


“Buat lo, Happy Birthday,” ucap Chan singkat sambil memberikan kado yang sudah ia siapkan untuk temannya tersebut. Laki-laki tersebut segera mengambilnya dan menyerahkannya pada laki-laki yang sepertinya pelayan laki-laki tersebut.


“Gue balik duluan, have fun,” ucap Chan sambil menepuk pundak temannya tersebut yang malah memelototkan matanya mendengar ucapan Chan.


“Lo baru nyampek, gila aja udah mau balik. Bahkan lo belum ngenalin cewek lo,” ucap laki-laki tersebut pada Chan yang kini sudah membalikkan tubuhnya kembali menghadap temannya tersebut.


“Pertama cewek gue gak bakal mau kenalan sama lo, kedua gue gak mau cewek gue kenalan sama lo, ketiga ini salah lo ngadain acara di tempat kayak gini, gue gak mau cewek gue masuk tempat kayak gini lama-lama,” ucap Chan dengan tegas dan wajah datarnya yang membuat laki-laki tersebut mengerjapkan matanya beberapa kali mendengar ucapan temannya tersebut, ini kali pertama ia mendengar Chan berbicara begitu panjang lebar seperti itu.


“Wah, lo keren bisa buat Chan banyak bicara,” ucap temen Chan yang bernama Alto tersebut pada Adhara dengan wajah takjubnya, bahkan sama sekali tidak peduli dengan ucapan menusuk dari Chan.


“Aneh,” ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut.


“Gue balik dulu,” ucap Chan lalu segera merangkul Adhara untuk segera pergi dari sana. Ia sudah benar-benar tak tahan berada di sana lebih lama lagi apa lagi dengan membawa Adhara bersamanya,


Sesuai yang telah mereka rencanakan Chan benar mengajak Adhara untuk makan malam bersama di sebuah restoran mewah yang ada di kota tersebut, bahkan Adhara begitu dibuat takjub dengan restoran tersebut yang begitu mewah.


Memang bersama dengan Chan ia banyak melakukan hal yang sebelumnya pernah ia lakukan. Tak hanya Chan, bersama dengan sahabatnya, Adhara banyak melakukan hal hebat dan mewah. Bahkan masuk ke restoran mahal seperti ini baru bersama Chan ia melakukannya. Mengingat ia bukanlah gadis dari keluarga kaya dan hanya gadis yang terlahir dikeluarga yang sederhana.


“Apapun asal kamu bahagia,” ucap Chan dengan senyumannya yang membuat Adhara ikut tersenyum. Tentu saja ia bahagia, Chan bukan hanya sumber kebahagiaannya namun laki-laki tersebut selalu menjadi seseorang yang melakukan apapun untuk kebahagian Adhara.


Ia hanya berharap jika hubungan mereka akan terus berada dalam keadaan baik-baik saja. Jika kata orang hubungan tanpa masalah seperti kopi tanpa gula, hanya memiliki satu rasa dan tidak bisa merasakan rasa apapun. Maka Adhara siap menanggung satu rasa itu asalkan hubungannya dengan Chan tak menemui masalah yang membuat mereka kehilangan satu sama lain.


***


Antares kini tengah berdiri di sebuah ruangan yang dipenuhi dengan kaca sambil menatap ke arah bawah, tepatnya ke arah lantai satu yang kini begitu banyak orang di sana yang terlihat begitu sibuk dengan kesenangan mereka.


“Apa lagi ada acara?” tanya Antares pada laki-laki di sampingnya yang tak lain adalah Izar, sang pemilik tempat yang kini menjadi tumpuannya. Tempat yang tak lain adalah sebuah club malam mewah dan berkelas.


“Acara ulang tahun,” ucap Izar yang membuat Antares mengangguk mendengarnya. Laki-laki tersebut masih saja melihat ke arah tempat acara ulang tahun tersebut diadakan.


Hingga tatapan matanya segera tertuju pada seorang gadis dengan dress berwarna biru yang kini berada dalam rangkulan erat seorang laki-laki yang diketahui sebagai kekasih dari gadis tersebut.


“Adhara,” ucap Antares menajam kan matanya takut jika yang ia lihat saat ini salah.

__ADS_1


Izar yang mendengarnya segera melihat ke arah apa yang dilihat sepupunya tersebut. Dan benar saja di sana ia dapat melihat Adhara yang tengah dirangkul oleh laki-laki yang tak asing baginya.


“Ceilo?” tanya Izar dengan gumamannya mengingat laki-laki tersebut yang memang terasa tak asing baginya.


“Lo kenal?” tanya Antares kini menatap Izar dengan tatapan seriusnya pada Izar.


“Penerus tunggal Alba company juga Cassiopeia company,” ucap Izar yang membuat Antares kaget jika laki-laki tersebut adalah orang yang begitu berpengaruh. Ia tak menyangka jika Adhara bisa berhubungan dengan orang seperti itu. Alba adalah perusahaan turun temurun keluarga  Chan, sedangkan Cassiopeia adalah perusahaan yang begitu berkembang pesat milik orang tua Chan. Perusahaan milik ayah Chan yang bergabung dengan perusahaan milik ibu Chan membentuk perusahaan besar yang begitu berpengaruh besar, bahkan perusahaan Alba kalah besar dengan perusahaan Cassiopeia yang baru ada sejak kedua orang tua Chan menikah.


Antares terdiam sambil melihat ke arah Adhara dan Chan dengan tatapan datarnya.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.


__ADS_1


__ADS_2