Atmosphere

Atmosphere
S2 Perseids


__ADS_3

Fyi "Hujan meteor satu ini dijuluki Shooting Star. Mungkin dari banyaknya hujan meteor yang terlihat dari bumi, Perseids boleh dikatakan salah satu yang terindah."


Happy Reading All.


***


Seperti hari-hari sebelumnya kini Delia selalu saja datang ke tempat cafe yang biasa Arche kunjungi. Walau ia tak tahu kapan laki-laki tersebut biasa berkunjung namun tetap saja ia akan datang saat ada waktu senggang atau saat ia tak sedang berada di kampus.


Senyuman gadis tersebut kini mengembang saat melihat keberadaan Arche yang kini juga tengah berada di sana. Dengan segera gadis tersebut memesan makanan juga minuman, setelah memesannya gadis tersebut segera membawa pesanannya menuju meja yang sama dengan Arche.


“Hi,” sapa Delia dengan senyumannya pada Arche. Laki-laki tersebut segera melihat ke arah Delia dengan menaikan alisnya sambil tersenyum ke arah gadis tersebut.


“Apa ini kebetulan seperti terakhir kali?” tanya Arche dengan kekehannya. Ia tahu gadis tersebut sengaja datang untuk mencarinya. Sedangkan Delia kini sudah menggigit bibir bagian bawahnya karena merasa tertangkap basah oleh Arche jika ia sengaja datang untuk laki-laki tersebut.


“Hmm ini… aku…” Delia semakin menggigit bibir bagian bawahnya karena ia merasa gugup dan bingung harus menjelaskan bagaimana. Gadis tersebut menghembuskan nafasnya kasar sambil menundukkan kepalanya.


Arche yang melihat hal tersebut malah terkekeh melihat tingkah gadis di depannya tersebut yang saat ini terlihat salah tingkah karena ucapannya. Ia tahu maksud gadis tersebut terus datang mencarinya, namun sepertinya akan lebih baik jika gadis tersebut tak melakukannya karena ia juga tak akan menetap di kota ini.


“Udah duduk,” ucap Arche dengan senyuman lembutnya yang segera membuat Delia segera duduk di tempatnya yang berada di hadapan Arche.


“Lo gak kuliah? gue rasa ini masih jam kuliah?” tanya Arche pada Delia yang kini mengangkat kepalanya setelah dari tadi ia hanya menunduk saja.


“Kelas ku masih jam sebelas kak,” ucap Delia yang membuat Arche mengangguk mendengarnya setelahnya laki-laki tersebut kembali fokus pada ponsel di depannya.


“Aku liat kakak minumnya Coffee latte terus, kakak suka?” tanya Delia tiba-tiba yang membuat Arche kini segera menoleh ke arah Delia dan melihat ke arah minumannya dan tersenyum dengan begitu manis namun terlihat begitu sendu.


“Gak harus suka untuk menikmatinya kan?” ucap Arche dengan senyuman sendunya yang kali ini terlihat begitu sinis.


Delia yang mengerti jika Arche tak ingin lagi membahas tentang topik yang coba Delia tanyakan. Akhirnya gadis tersebut memilih untuk diam, sebenarnya kini ia berusaha untuk mencari topik pembicaraan dengan Arche namun ia malah bingung untuk mencari topik pembicaraan apa.


“Ehm sahabat kakak yang waktu di mall itu Adhara kan?” tanya Delia yang akhirnya membawa Adhara dalam pembicaraan mereka.


Arche mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Delia dengan menaikkan sebelah alisnya. Laki-laki tersebut menjawab pertanyaan Delia dengan anggukan.

__ADS_1


“Lo kenal?” tanya Arche pada Delia yang menjawabnya dengan gelengan sambil menyengir menampilkan deretan gigi putihnya.


“Cuma sekedar tau aja, kebetulan aku ada di fakultas yang sama cuma beda jurusan aja,” ucap Delia yang membuat Arche menjawabnya dengan anggukan.


“Terkenal banget ya kayaknya dia,” ucap Arche dengan kekehannya mendengar ucapan Delia yang kini ikut terkekeh.


“Malah terkenal cewek jadi-jadian,” ucap Delia yang membuat Arche ikut terkekeh mendengar ucapan gadis di depannya tersebut.


“Di SMA jauh lebih bar-bar, gak takut sama apapun,” ucap Arche dengan senyumannya sambil menggelengkan kepalanya saat mengingat bagaimana masa-masa sekolah mereka yang penuh warna. Saat mereka masih saja bersama. Tidak seperti sekarang tak hanya berbeda negara mereka juga berbeda dunia sekarang. Mengingat hal tersebut membuat senyuman sendu terlihat di wajah tampan tersebut.


Tak beberapa lama suara dering ponsel lagi-lagi mengganggu mereka membuat Delia diam-diam menghembuskan nafasnya kasar, karena saat mereka sedang bersama selalu saja suara ponsel yang mengganggu mereka.


“Sorry gue jawab dulu,” ucap Arche yang dijawab dengan anggukan oleh Delia yang sebenarnya merasa tak rela jika Arche menjawab panggilan tersebut karena ia tahu jika setelah ini Arche pasti akan pergi.


“Hey, Sky,” ucap Arche dengan senyumannya saat panggilan video masuk dari sahabat nya tersebut.


“Miss me?” tanya suara gadis di seberang sana membuat Delia yang bisa mendengarnya menjadi semakin tak tenang ada perasaan panas yang begitu membakar.


“Sangat,” ucap Arche dengan senyumannya. Senyuman dan tatapan yang menyatakan seberapa rindu laki-laki tersebut pada orang yang meneleponnya tersebut.


“So, lo nyusul kita?” tanya Arche pada gadis tersebut yang kini hanya menjawabnya dengan kekehan.


“Seperti yang lo liat,” ucap Sky dengan senyumannya yang mengambang.


“Gue otw,” ucap Arche dengan senyuman bahagianya. Ia benar-benar begitu merindukan sahabatnya yang satu itu karena semenjak gadis tersebut pergi ke luar negeri mereka sudah tidak pernah bertemu secara langsung.


Arche segera membereskan barang-barangnya merasa begitu bahagia karena kedatangan Sky, bahkan ia sampai melupakan keberadaan Delia di sana karena terlalu bahagia dengan kedatangan sahabatnya tersebut.


Delia yang melihat hal tersebut menghembuskan nafasnya kasar sambil tersenyum dengan begitu sinis. Ia pikir setelah Adhara yang ia lihat kemarin bersama dengan laki-laki lain ia tak akan memiliki saingan lagi namun nyatanya kini ia masih saja kalah dengan gadis lain untuk mendapatkan Arche.


“Delia sorry gue harus pergi,” teriak Arche dengan senyuman bahagianya membuat Delia ikut tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Senyuman yang jelas hanya ia paksakan saja.


Arche kini merasa begitu bahagia karena kedatangan Sky segera menghubungi sahabatnya yang lain agar ikut bersamanya ke bandara dan menunggu Sky di sana. Sahabat-sahabatnya tak kalah senang mendengar hal tersebut.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang memakan waktu kini Arche sudah sampai di parkiran bandara bersamaan dengan sahabatnya yang juga sudah sampai di sana. Mereka akhirnya segera berjalan memasuki bandara untuk mencari keberadaan Sky.


Hingga tak jauh dari mereka, dapat mereka lihat seorang gadis dengan celana pendek dan baju crop ditambah topi nya yang terlihat tengah memainkan ponselnya.


“Sky,” teriak Adhara pada gadis tersebut membuat gadis yang dipanggil namanya segera menoleh dan mereka berlari untuk saling berpelukan. Sahabat mereka yang melihat hal tersebut dibuat berdecak sambil menggelengkan kepalanya merasa malu dengan tingkah kedua gadis tersebut.


“Gue kangen,” ucap Adhara dengan wajah sendunya dan matanya bahkan sudah berkaca-kaca.


“Gue juga Ra,” ucap Sky lalu mereka kembali berpelukan.


Setelah puas berpelukan dengan Adhara kini Sky berganti memeluk sahabatnya yang lain. Mereka kini saling melepaskan rindu setelah lama mereka tak berjumpa dan kini akhirnya mereka kembali bersama.


Walau masih saja ada yang kurang di antara mereka namun mereka tetap bersyukur karena mereka kini sudah berkumpul bersama.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.



__ADS_2