
Fyi "Eris adalah sebuah planet katai yang ditemukan pada hari Jumat, 29 Juli 2005 oleh tiga astronom dari Amerika Serikat"
Happy Reading ALl.
***
Hari ini Chan sudah mulai masuk ke kantor nya seperti biasanya. Ia akan datang ke kantornya setelah pulang kuliah atau saat ia sedang libur kuliah. Dan hari ini kebetulan Chan sudah mulai masuk kuliah hanya untuk absen, mengingat ia juga sudah menyelesaikan skripsinya hanya menunggu sidang juga wisuda nya.
Saat Chan datang terlihat di depan ruangannya sudah ada laki-laki yang sepertinya sekretaris nya yang baru. Di samping ruangannya juga sudah terlihat asistennya yang kini juga sudah terlihat begitu sibuk dengan pekerjaannya. Sepertinya laki-laki tersebut tidak mengetahui jika Chan sudah mulai ke kantor lagi setelah ia mengatakan akan libur beberapa minggu pada Rigel. Jika ia tahu jika atasannya tersebut sudah kembali masuk mungkin kini ia akan menunggu dan menjemput Chan di depan kantor.
“Selamat pagi Mr. perkenal saya Kale, asisten baru Mr. Chan,” ucap laki-laki tersebut memperkenalkan dirinya pada Chan yang kali ini terlihat menganggukkan kepalanya mendengar ucapan tersebut.
Setelahnya Chan memilih untuk segera menuju ke arah ruangan Rigel untuk menanyakan pekerjaan selama ia tak berada di kantor. Tak membutuhkan waktu lama setelah mengetuk pintu beberapa kali Rigel segera berjalan untuk membukakan pintu untuk atasannya tersebut.
“Selamat pagi Mr. Chan, saya pikir Anda masih berada di LA oleh karena itu saya tidak menjemput Anda di depan, maafkan saya Mr.” ucap Rigel pada Chan yang kali ini hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Rigel kali ini berhasil dibuat terkejut dengan sikap Chan yang terlihat lebih santai dari sebelumnya yang memang terkenal kasar.
“Sudahlah tak perlu dipermasalahkan, dan ya apa saja yang terjadi di kantor selama tidak ada saya?” tanya Chan pada Rigel sambil duduk di sofa yang berada di ruangan asistennya tersebut.
Rigel dengan segera menghampiri Chan sambil membawa iPad nya untuk di berikan pada Chan melaporkan semua tentang kantor yang ia pegang selama dua minggu ini.
“Semua dokumen yang perlu di tanda tangani sudah saya serahkan pada Tuan besar, Tuan. Sedangkan semua jadwal tuan mulai hari ini sudah saya atur ulang.
“Baik, setelah ini kirim semua jadwal saya ke email,” ucap Chan pada Rigel yang menjawabnya dengan anggukan.
Setelahnya Chan segera keluar dari ruangan Rigel dan berjalan menuju ke ruangannya sendiri untuk menyelesaikan pekerjaannya yang pasti sudah menumpuk setelah ia tinggalkan begitu lama. Meskipun ada ayahnya yang membantunya menyelesaikan pekerjaannya selama ia tinggalkan namun pasti kini ada pekerjaan nya yang menunggu.
Saat baru memasuki ruangannya di atas meja kerjanya sudah ada tumpukan dokumen yang harus ia tanda tangani dan ia kerjakan. Chan menghembuskan nafasnya kasar, setelah berleha-leha dan bermanja-manja selama dua minggu bersama dengan Adhara, kini ia sudah harus kembali pada pekerjaannya.
***
Antares kini terlihat begitu sibuk dengan dokumen di depannya saat suara ketukan pintu membuat laki-laki tersebut menoleh ke arah pintu setelah Antares mempersilahkan orang di luar sana untuk masuk.Hingga terlihat ibunya yang kini berjalan ke arahnya dengan senyumannya yang mengembang.
“Mama, ada apa Ma?” tanya Antares pada ibunya tersebut yang kini berjalan ke arah Antares dengan senyumannya lalu segera memberikan foto pada Antares yang membuat Antares menghembuskan nafasnya kasar melihat hal tersebut.
__ADS_1
“Apalagi ini Ma?” tanya Antares pada ibunya tersebut yang kini terlihat begitu bersemangat menyerahkan foto-foto tersebut pada Antares.
“Ini foto anak temen Mama, cantik kan. Mama mau jodohin kamu sama dia,” ucap Elara pada anaknya tersebut yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
“Ma. Aku bisa cari sendiri, jadi mama gak perlu pusing mikirin itu,” ucap Antares pada ibunya tersebut yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
“Ok dua minggu, kalau kamu gak bisa dapet pacar selama dua minggu mama akan langsung menikahkan kamu,” ucap Elara pada anaknya tersebut yang kini membuat Elara memelototkan matanya mendengar hal tersebut.
“Ma cari pacar itu bukan kayak kayak belanja online yang tiga hari langsung dateng,” ucap Antares pada ibunya tersebut yang kini terlihat cemberut mendengarnya.
“Mama gak mau tau, dua minggu batas waktu kamu, atau kamu akan langsung mama nikahkan,” ucap Elara dengan seriusnya yang membuat Antares menghembuskan nafasnya kasar mendengar paksaan dari ibunya tersebut.
“Ok ma ok, dua minggu,” ucap Antares akhirnya memilih untuk mengalah dan menuruti ucapan ibunya tersebut dari pada terus berdebat dengan wanita tersebut jadi lebih baik ia memilih untuk menurutinya saja.
“Pesen online kali aja ada yang jual. tenang aja ma,” ucap Antares yang sukses membuat Elara segera memukul kepala anaknya tersebut suka asal berbicara.
“Bercanda Ma bercanda,” ucap Antares yang membuat Elara menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
“Ya udah lah mama pergi dulu,” ucap Elara pada anaknya tersebut yang kali ini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan ibunya tersebut.
***
Namun saat sampai di depan hotel tersebut ia dikejutkan dengan keberadaan ibunya yang kini tengah berkacak pinggang padanya sambil menatap tajam pada Sky.
"Uang kamu belum habis ya sampai gak pulang-pulang?" Tanya Arpina pada anaknya tersebut yang kini malah menyengir menampilkan deretan gigi putihnya yang terlihat begitu rapi.
"Ayo pulang sekarang," ucap Arpina dengan tegas sambil menarik tangan anaknya tersebut untuk segera berjalan menuju mobil mereka namun Sky malah begitu kuat menahannya.
"Aku ikut pulang tapi janji dulu mama gak akan ngejodohin aku," ucap Sky pada ibunya tersebut mencoba untuk bernegosiasi dengan Arpina yang malah menggelengkan kepalanya tegas.
"Gak bisa, mama akan tetap jodohin kamu. Kalau kamu gak mau pulang terpaksa mereka yang bawa kamu pulang dan mama juga akan mengatur pernikahan kamu," ancam Arpina pada anaknya tersebut yang kali ini sudah mengerucutkan bibirnya mendengar ancaman dari ibu nya tersebut.
"Apa susahnya sih pulang. Lagian masalah perjodohan kamu juga masih bisa milih mau yang mana. Semua atas kehendak kamu," ucap Arpina pada anaknya tersebut yang kali ini kembali menghembuskan nafasnya kasar.
__ADS_1
"Ma aku udah punya pacar aku gak mungkin nyakitin pacar aku," ucap Sky yang sebenarnya hanya ingin membuat alibi agar ibunya tersebut tidak menjodohkannya lagi.
"Ok kalau begitu mama kasih kamu kelonggaran ajak pacar kamu ke rumah dan kalau dia lolos di mata mama, mama akan setuju sama dia," ucap Arpina yang kini berhasil membuat anaknya tersebut terkejut mendengarnya.
Sky hanya mengatakan hal tersebut sebagai bentuk alibi lalu bagaimana bisa ibunya malah memintanya membawa laki-laki yang sebenarnya hanya khayalannya saja itu?
"Udah sekarang kita pulang," ucap Arpina tegas sambil menyeret putrinya tersebut yang kini sudah seperti patung, yang hanya diam saat Arpina membawanya menuju mobil.
Pikiran Sky kini tengah begitu sibuk berpikir bagaimana caranya ia mendapatkan kekasih secepat mungkin sebelum ibunya tersebut berubah pikiran.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".
Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.
__ADS_1