Atmosphere

Atmosphere
Crater


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Chan baru saja pulang ke rumah minimalisnya tersebut saat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Ia baru saja pulang mengantar Adhara, setelahnya ia pergi ke café nya untuk memeriksa café nya  tersebut.


Saat sampai di rumahnya tersebut terlihat di depan pintu seorang laki-laki dengan jas rapihnya yang menunggu di depan pintu, yang kini dijaga oleh teman-temannya. Chan segera menghampiri mereka dengan wajah datarnya.


“Papa lo gak mau pergi dari tadi,” ucap salah temennya membritahukan pada Chan yang di balas dengan anggukan.


“Biar gue yang urus, kalian boleh pergi. Btw thank ya,” ucap Chan yang di balas dengan anggukan oleh teman-temanya yang setelahnya segera pergi dari sana sambil mengangguk.


“Kita balik dulu,” ucap salah satu temannya sambil menepuk pundak Chan yang di balas dengan anggukan oleh Chan.


Setelah temannya pergi Chan menatap papanya dengan tatapan datarnya. Laki-laki itu berkacak pinggang di depan pintu rumahnya.


“Mau apa lagi Anda?” tanya Chan dengan datar pada papanya tersebut yang menghela nafasnya.


“Dimana Mama kamu?” tanya Leo dengan suara tegasnya yang membuat Chan mengerutkan keningnya saat mendengar papanya yang mencari mamanya tersebut.


“Mau apa? Mau ngancem aku dengan Mama lagi? Atau mau nyakitin Mama lagi?” tanya Chan dengan senyuman sinisnya pada Papanya tersebut yang kini menundukkan kepalanya.


“Biarin papa masuk dan ngomong sama Mama kamu,” ucap Leo yang dibalas dengan gelengan oleh Chan.


“Aku gak akan ngebiarin papa untuk nyakitin Mama lagi, mending sekarang papa pergi dari sini. Kalo anak lain gak ingin orang tuanya cerai maka aku anak yang begitu setuju atas perceraian mama sama Papa. Udah cukup Papa nyakitin Mama,” ucap Chan dengan mengepalkan tangannya. Ingatan pada kejadian saat usia nya yang masih menginjak empat tahun tersebut terus terngiang di otaknya.


“Papa gak akan mau cerai dari mama kamu, biarin papa ngomong sama mama kamu,” mohon Leo yang kini sudah menggenggam tangan anaknya tersebut memohon agar bisa bertemu dengan istrinya kembali.


“Buat apa Pa? apa papa belum puas nyakitin Mama?” tanya Chan yang di balas dengan gelengan oleh Papanya tersebut.


“Papa tau papa salah, biarin papa masuk dan bicara sama mama kamu,” ucap Leo yang masih memohon pada Chan namun dibalas dengan gelengan oleh Chan.


Suara pintu dibuka membuat kedua laki-laki tersebut menoleh ke arah pintu yang menampilkan seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Mira.


“Mending masuk dan bicara di dalam, gak enak di liat tetangga,” ucap Mira yang membuat Leo tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


“Ma,” protes Chan yang membuat Mamanya menggeleng memperingati anaknya tersebut agar tidak membuat keributan lagi.


Mira menarik tangan Chan untuk masuk lalu diikuti oleh Leo yang mengikuti mereka masuk. Leo melihat ke sekeliling rumah yang tak besar tersebut.


“Mira aku mau minta maaf sama kamu, aku gak mau kita cerai,” ucap Leo sambil menggenggam tangan Mira yang segera dilepaskan oleh wanita tersebut.


“Kenapa baru sekarang? Kenapa gak dari dulu minta maaf ya? Apa karena sekarang Mama udah berani untuk pergi, karena itu papa minta maaf setelah nya papa bakalan nyakitin mama lagi?” tanya Chan yang membuat Leo menggeleng mendengarnya.


“Aku salah apa sama kamu mas? Kenapa kamu tega banget buat nyakitin aku?” tanya Mira dengan air matanya yang sudah keluar dari matanya tersebut. Leo yang melihatnya segera menghampiri Mira yang menjauh darinya lalu berlutut di hadapan wanita nya tersebut.


“Saat itu aku marah sama kamu karena kamu yang khianati aku buat kembali sama Tio,” ucap Leo yang membuat Mira tertawa dengan hambar mendengarnya.


Chan yang merasa jika ia tak seharusnya berada di sana memilih untuk mengawasi mamanya di luar rumah tersebut sambil mencuri dengar pembicaraan kedua orang tuanya tersebut.


“Aku? Kamu yang mengkhianati aku dan malah pergi sama Rebecca Mas, kenapa kamu malah nyalahin aku?” tanya Mira yang membuat Leo menghela nafasnya kasar sambil menatap ke arah Mira.


“Kita dijebak sama Rebecca, dan aku baru tahu ini kemarin saat aku gak sengaja bertemu dengan Tio. Dia yang ngejelasin semua yang terjadi saat itu, Rebecca sengaja membuat kita bertengkar dan meminta Ian yang gak lain kakak Rebecca buat bantuin dia,” ucap Leo menjelaskan. Ian adalah ayah Titania.


“Ian saat itu datang ke aku dan meminta kamu, saat itu aku benar-benar di butakan oleh api cemburu yang membuat aku melakukan hal bodoh tersebut. Tidak hanya itu, papa yang juga kerja sama, sama mereka untuk menghancurkan keluargamu demi menambah asetnya dan memanfaat kan aku untuk itu,” ucap Leo dengan penyesalannya yang begitu mendalam. Entah bagaimana bisa ia dimanfaatkan oleh tiga orang sekaligus untuk menghancurkan rumah tangganya sendiri dan menyakiti orang yang dia sayang.


“Hanya karena cemburu dengan Tio kamu malah menjual ku?” tanya Mira yang membuat Leo menunduk dalam.


“Saat itu aku berpikir, untuk apa masih mempertahankan orang yang telah mengkhianatiku. Namun ternyata aku salah, aku gak bisa melukai kamu bahkan setelah Rebecca menghasut aku. Akhirnya saat itu aku yang meminta Bian dan Tio untuk membantu kamu, aku terlalu pengecut saat itu,” ucap Leo yang membuat Mira tertegun mendengarnya.


Entah yang dikatakan suaminya tersebut benar atau salah, namun hatinya seperti mempercayai apa yang Leo katakan, ia bahkan tak menemukan kebohongan dalam tatapan laki-laki tersebut.


“Maafin aku Mira, aku salah karena udah ngikutin ego ku dan kemauan Papa,” ucap Leo dengan atatapan sendunya. Mira menghela nafasnya kasar lalu segera membalikkan badannya.


“Penyesalan memang selalu datang terakhir Mas, maaf aku gak bisa buat kembali sama kamu,” ucap Mira yang setelahnya langsung pergi dari sana dan berjalan menuju kamarnya.


“Mira, aku salah sayang. Harusnya aku menyelidiki semuanya lebih dulu. Mira apa gak ada kesempatan buat aku?” tanya Leo sambil berusaha menahan Mira yang kini menggelengkan kepalanya dengan tegas.


Terlalu banyak rasa sakit yang kini diterimanya hanya karena sebuah kesalahpahaman. Lebih baik menyerah sampai di sini dari pada harus kembali dengan masa lalu yang menyimpan begitu banyak luka.


Mira menghempaskan tangan Leo kasar lalu segera berlari menuju kamarnya. Leo hanya bisa berlutut di lantai dengan sendunya. Ia begitu menyesali masa lalunya tersebut, bahkan menyalahkan takdir yang begitu jahat karena baru memberitahunya sekarang.

__ADS_1


Chan yang mendengar jika keributan di dalam sudah tak terdengar lagi segara masuk, takut terjadi sesuatu pada Mamanya tersebut. Namun saat ia masuk di dalam ternyata sudah tidak ada Mamanya, hanya Papanya yang kini terlihat begitu kacau.


“Papa sudah selesai bukan? Sekarang papa bisa pergi,” ucap Chan pada laki-laki paruh baya tersebut yang kini sudah menegakkan tubuhnya lalu menghadap ke arah Chan.


“Papa akan membatalkan pertunangan kamu dengan Titania,” ucap Leo yang membuat Chan terkejut mendengarnya. Kini ia seperti bukan berhadapan dengan papanya yang begitu gila harta dan jabatan.


“Jaga mama kamu dengan baik, tolong bantu papa agar Mama kamu mau kembali dengan papa. Papa tahu papa sudah banyak salah sama kalian, papa sudah menyesalinya Chan,” ucap Leo yang membuat Chan tersenyum dengan sinis lalu menatap papanya dengan tajam.


“Hanya karena cemburu papa menghancurkan banyak orang, sedangkan Mama? Mama hanya bisa bertahan di sisi papa saat melihat papa bermesraan dengan tante Rebbeca, apa ini adil untuk mama?” tanya Chan yang membuat Leo terdiam mendengarnya.


“Lebih baik papa segera pergi, Chan capek Pa,” ucap Chan lalu segera menuju kamarnya yang berada di samping kamar Mamanya.


Kini Leo hanya bisa berperang dengan penyesalannya. Laki-laki tersebut segera keluar dari rumah tersebut. Namun tekadnya untuk mempertahankan rumah tangganya tersebut masih sama.


***


Awali pagimu dengan permasalahan wkwk.


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2