
Fyi "Para astronom mengatakan bahwa Orionids ini mempunyai kaitan dengan komet Halley. Radiant meteor-meteor ini berasal dari konstalasi Orion. Orionids adalah hujan meteor tahunan yang selalu muncul di minggu ketiga Oktober."
Happy Reading All.
***
Arche dan Sky kini tengah berada di cafe yang biasa Arche kunjungi, sedangkan Chan kini tengah ada urusan di kantor ayahnya yang berada di sana, sedangkan Adhara dan Nora kini masih ada kelas jadilah kini mereka hanya berdua saja cafe tersebut.
“Gimana di singapura?” tanya Arche pada gadis di depannya yang kini tengah sibuk memakan makanannya dengan begitu lahap. Sky mengalihkan makanannya pada Arche yang kini mengajaknya berbicara.
“Gak ada yang istimewa, tapi ya gue sedikit bisa ngelupain kakak,” ucap Sky dengan senyuman sendunya. Jika mengingatnya masih saja ia merasa terluka dan merindukan kakaknya tersebut.
Arche menggenggam tangan Sky sambil tersenyum ke arah gadis tersebut. Tak hanya Sky bahkan ia pun sampai saat ini masih saja merindukan sahabatnya tersebut.
“Lo gak sendiri. Ada gue, Chan, Adhara, dan Nora,” ucap Arche dengan senyuman menenangkannya pada Sky yang kini tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Kakak lo gak cuma Antariksa. Gue sama Chan juga kakak lo,” ucap Arche mengingatkan. Karena bagaimanapun ia juga sudah menganggap Sky sebagai adiknya sendiri.
“Makasih kak,” ucap Sky dengan senyuman harinya yang membuat Arche menjawabnya dengan anggukan.
“Udah gak usah sedih lagi,” ucap Arche sambil mengelus puncak kepala Sky dengan sayang.
Tanpa mereka tahu sedari tadi ada yang terus memperhatikan mereka dengan perasaan yang terluka.
“Gue ke toilet dulu,” ucap Sky pada Arche yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya gadis tersebut segera pergi menuju toilet.
Gadis yang sedari tadi terus memperhatikan mereka segera berjalan ke arah Arche dengan senyumannya lalu duduk di kursi kosong yang berada di sana.
“Delia,” sapa Arche dengan senyumannya saat melihat kedatangan gadis yang memang selalu menemaninya saat ia sedang berada di cafe tersebut.
Delia tersenyum ke arah Arche lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna biru dari dalam tasnya dan memberikannya pada Arche, membuat laki-laki tersebut mengerutkan keningnya melihat kota tersebut.
“Buat kakak,” ucap Delia sambil menyodorkan kotak tersenyum pada Arche yang semakin di buat bingung pasalnya ia sedang tidak berulang tahun, lalu untuk pada gadis tersebut memberikannya kotak tersebut.
__ADS_1
“Ehm kakak aku mau jujur, kalau aku suka sama kakak,” ucap Delia yang kini sontak membuat Arche tersenyum lembut, sebelumnya ia sudah menduga semua ini namun ia tak menyangka jika gadis tersebut akan mengungkapkannya.
“Gue hargai rasa suka lo juga keberanian lo buat ngungkapin ke gue, tapi sorry gue gak bisa Delia, gue gak bisa maksain perasaan gue dan membohongi diri gue sendiri kalau gue nerima lo. Sorry banget,” ucap Arche sambil menyerahkan kembali kotak tersebut yang sepertinya berisi jam tangan.
“Kenapa kak?” tanya Delia pada laki-laki tersebut yang kini menipiskan bibirnya dan menatap gadis tersebut dengan serius.
“Gue gak bisa bilang, tapi sorry gue gak bisa,” ucap Arche pada Delia yang kini hanya menundukkan kepalanya mendengar ucapan Arche tersebut.
“Gue duluan ya,” ucap Arche sambil membawa barangnya juga milik Sky.
Lalu menghampiri Sky yang kini menunggunya di depan cafe, sepertinya gadis tersebut tak ingin mengganggunya jadilah ia memilih menunggu di depan cafe. Delia yang melihatnya berusaha menahan sesak di dadanya saat Arche yang bersama dengan gadis lain, bahkan kini bisa Delia lihat betapa lembutnya Arche pada gadis tersebut.
“Aku gak akan nyerah Kak,” ucap Delia dengan tegasnya. Ia sudah berjanji tak akan menyerah begitu saja dan akan tetap berjuang untuk mendapatkan Arche.
***
“Jadi kalian mau balik ke Jakarta besok?” tanya Adhara pada ketiga orang di depannya tersebut yang kini menjawabnya dengan anggukan.
Kini Adhara dan sahabatnya juga kekasihnya tengah berada di cafe sebuah mall yang cukup terkenal di kota mereka. Sekedar untuk berkumpul melepas rindu setelah lama tak bertemu.
Adhara menghembuskan nafasnya kasar. Ia mengerti pasti sahabatnya tersebut merindukan orang tuanya jadilah ia hanya bisa menerima jika sahabatnya harus segera kembali ke Jakarta. Kali ini Arche juga ikut ke Jakarta karena hari liburnya juga hanya tersisa beberapa hari dan ia juga ingin menemui orang tuanya. Tak hanya itu Nora juga akan ikut bersama mereka untuk kembali ke Jakarta karena Arche yang memaksanya. Ia hanya ingin mendekatkan hubungan orang tuanya juga Nora.
Mengingat setelah mereka berbaikan Nora lebih memilih untuk pergi kuliah di tempat Adhara kuliah. Selain Arche yang memintanya semua itu juga permintaan dari Nora sendiri yang tak ingin tinggal bersama keluarganya, ia masih merasa tak terbiasa dengan keluarga barunya tersebut. Namun setiap Arche datang laki-laki tersebut akan mengajaknya untuk pulang dan bertemu orang tua mereka.
“Lo harus sering-sering ke Indo Sky,” ucap Adhara pada Sky membuat senyuman gadis tersebut mengambang dan menganggukkan kepalanya.
“Gue usahain,” ucap Sky dengan senyumannya.
“Udah gak usah pada mello, mending sekarang kita ke pasar malam aja yuk. Dari pada diem-diem gini,” ucap Adhara pada sahabatnya tersebut yang segera dijawab dengan anggukan oleh sahabatnya yang lain menyetujui ajakan Adhara.
Mereka akhirnya memilih untuk segera pergi, Adhara dan Chan di mobil Chan sedangkan ketiga sahabatnya yang lain berada di mobil Arche.
Tak membutuhkan waktu lama mereka akhirnya sampai di sebuah tempat yang dijadikan sebagai tempat pasar malam berada.
__ADS_1
Adhara segera turun dari mobil, berjalan ke arah kedua sahabat perempuannya. Meninggalkan dua laki-laki tersebut di belakang mereka. Kini ketiga gadis tersebut sudah saling bergandengan, mereka kini bahkan seperti bocah yang di lepas pengawasan dari orang tuanya. Berjalan kesana kemari dengan begitu bahagianya. Tanpa peduli dengan kedua laki-laki di belakang mereka.
“Masuk rumah hantu yuk,” ajak Adhara dengan begitu semangatnya saat melihat jika di sana terdapat rumah hantu.
“Gue ngeri ngajak dua cewek itu masuk rumah hantu, kepikiran sama hantunya gue,” ucap Arche berbisik pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan setuju. Pasalnya mereka sudah begitu mengetahui bagaimana bar-bar nya kedua gadis yang kini mengapit Sky tersebut.
“Sky mah aman, lah pacar lo sama adek gue. Yang ada babak belur hantu yang gangguin mereka,” ucap Arche melanjutkan Chan kembali menjawabnya dengan anggukan.
“Kalian ngapain bisik-bisik?” tanya Sky menatap curiga kedua laki-laki tersebut yang kini dengan kompak menjawabnya dengan gelengan.
“Ayo masuk,” ajak Chan akhirnya yang membuat Arche memelotot mendengarnya. Bagaimana Chan bisa mengajak mereka untuk masuk padahal laki-laki tersebut tahu sendiri bagaimana Adhara dan Nora yang kalau kaget atau kesal langsung memukul.
Mereka akhirnya masuk ke rumah hantu tersebut bersama-sama dengan yang berjalan lebih dulu dan Arche yang berjalan dengan Sky. Sedangkan di belakang ada Adhara dan Chan.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.