
Fyi "Eksosfer merupakan lapisan terakhir yang menyelimuti Bumi. Jaraknya sekitar 800 sampai dengan 3260 kilometer. Interaksi antara gas di luar angkasa akan terjadi pada lapisan ini."
Happy Reading All.
***
“Chan aku pengen martabak deh,” ucap Adhara pada Chan yang kini tengah serius mengerjakan pekerjaan kantornya yang belum selesai. Kini sepasang suami istri tersebut tengah berada di ruang kerja Chan. Chan yang sibuk dengan pekerjaannya dan Adhara yang menemaninya.
“Harus sekarang banget?” tanya Chan pada Adhara yang dijawab dengan anggukan oleh gadis tersebut. Mendengar hal tersebut Chan segera membereskan pekerjaannya membuat Adhara tersenyum senang karena Chan yang mau untuk membelikan apa yang ia inginkan.
“Pake motor aja ya,” ucap Adhara pada Chan, karena malam ini ia ingin untuk menikmati angin malam bersama dengan laki-laki yang dicintainya tersebut.
“Pake jaket sana,” ucap Chan pada Adhara yang dijawab dengan anggukan oleh gadis tersebut yang setelahnya segera berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil jaketnya. Setelah selesai ia segera menghampiri Chan yang kini sudah menunggu di ruang tamu.
“Udah ayo,” ajak Adhara dengan senyumannya. Chan merangkul pundak Adhara membawa wanitanya tersebut menuju ke arah motor mereka. Setelahnya Chan segera membantu Adhara untuk menggunakan helm nya dan naik ke atas motornya.
“Aku pusing tau Chan pake helm,” ucap Adhara mengeluh pada Chan jika sebenarnya ia tak ingin menggunakan helm tersebut.
“Udah jangan banyak komen, semua juga demi keselamatan kamu,” ucap Chan pada Adhara yang kali ini mengerucutkan bibirnya mendengar jawaban laki-laki tersebut.
“Lagian aku yakin kalau sama kamu, kamu gak akan biarin aku kenapa-napa,” ucap Adhara pada Chan yang lebih memilih untuk mengabaikannya karena ia tahu jika ia melanjutkan perdebatan tersebut maka perdebatan tersebut tak akan selesai. Jadi, lebih baik ia tak lagi menjawab ucapan Adhara.
Merasa tak ada jawaban dari Chan, Adhara mengerucutkan bibirnya kesal. Sampai tak lama mereka akhirnya sampai di depan pedagang martabak tersebut.
“Pak martabaknya satu yang spesial ya,” ucap Chan pada penjual martabak tersebut memesan pesanananya.
“Baik Den, tunggu sebentar ya,” ucap penjual martabak tersebut. Adhara kini sudah duduk di tempat yang disediakan dan Chan menyusul untuk duduk di samping wanitanya tersebut.
“Gak nyangka ya akhirnya malah Sky sama Antares malah terjebak sendiri,” ucap Adhara dengan senyumannya pada Chan sambil tangannya menggenggam erat tangan suaminya tersebut.
“Ya namanya kalau udah suka. Aku sama kamu aja dulu juga gitu kan,” ucap Chan pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan.
“Aku seneng aja gitu akhirnya sahabat kita bisa punya pacar juga, modelan kayak Sky aku kira gak ada yang mau,” ucap Adhara dengan kekehannya yang membuat Chan kini menoleh ke arah Adhara dengan menaikkan sebelah alisnya.
“Sadar diri aja gak Yang, kamu aja lebih bar-bar dari dia loh,” ucap Chan yang kini malah mendapatkan cubitan manis dari Adhara membuat Chan terkekeh karenanya.
__ADS_1
“Gak usah ngeselin ya,” ucap Adhara yang membuat Chan terkekeh lalu mengelus puncak kepala Adhara dengan gemas.
Memang takdir tak ada yang tahu bagaimana akan membawa kita dalam perjalanan hidup. Entah rumit atau mudah tapi yang pasti di dalamnya akan ada masalah yang akan selalu menguji kita. Tak ada yang benar-benar mulus karena pasti akan selalu ada lika-liku di dalamnya.,
Sekuat apapun kita berusaha untuk tetap bersama dengan orang yang kita cintai jika akhirnya harus berpisah maka semesta akan bekerja sama pada takdir untuk membawa kita pada jalan yang berbeda. Begitulah semesta dan takdir bekerja sama untuk manusia di dalamnya.
***
Adhara kini tengah berada di rumah ibu mertuanya, menemani ibu mertuanya tersebut membuat kue yang tengah ia inginkan. Tadi pagi Adhara meminta Chan untuk mengantarnya ke rumah Mira karena ia ingin memakan kue yang pernah Mira bawakan untuknya dulu.
“Mama denger kamu kerja di kantor Chan,” ucap Mira pada menantunya tersebut yang kini tengah menuangkan adonan kedalam loyang yang berada di sana.
“Udah engga Ma,” ucap Adhara dengan cengirannya yang membuat Mira kini mengerutkan keningnya bingung mendengar jawaban dari menantunya tersebut. Padahal yang ia dengar dari Chan, Adhara begitu bersikeras untuk bekerja namun kali ini ia mengatakan jika ia sudah tak lagi bekerja.
“Kenapa?” tanya Mira dengan bingung.
“Akhir-akhir ini aku lagi males aja Ma,” ucap Adhara pada Mira yang menjawabnya dengan anggukan.
“Emang gak usah kerja aja Sayang, lagian hasil kerja Chan udah lebih dari cukup kan. Tugas kamu sekarang mending fokus sama kerjaan di rumah dan ngurus Chan juga cepet kasih Mama cucu,” ucap Mira dengan senyumannya yang membuat Adhara tersenyum dengan pipinya yang memerah mendengar ucapan tersebut.
Setelahnya mereka segera menyelesaikan pekerjaan mereka membuat kue tersebut. Adhara kini juga begitu bersemangat untuk menceritakan bagaimana ia juga Chan. Serta pekerjaannya selama di kantor. Mira menanggapinya dengan begitu.
“Maaf, Arche ada?” tanya Adhara pada seorang gadis yang berjaga di depan kantor Arche. Gadis yang sepertinya adalah sekertaris baru Arche, karena sebelumnya sekretaris laki-laki tersebut adalah laki-laki.
“Maaf, tapi jika Anda tak memiliki janji Anda tidak bisa untuk bertemu dengan Pak Arche,” ucap gadis tersebut yang membuat Adhara menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut.
“Adhara,” panggil Arche yang ternyata kini baru datang bersama dengan gadis di belakangnya.
“Tumben kesini,” ucap Arche pada sahabatnya tersebut yang kini malah menunjukkan kotak bekal yang dibawanya.
“Kalau ada di datang lagi, tak perlu di halangi. Jika saya tak ada, minta dia untuk menunggu di ruangan saya,” ucap Arche tegas pada sekretarisnya tersebut yang kini terlihat menundukkan kepalanya karena takut.
Setelahnya Arche segera membawa Adhara untuk masuk ke ruangannya. Di belakangnya Delia yang tadi menemani Arche makan siang kini hanya bisa tersenyum dengan begitu sinis saat melihat bagaimana Arche melupakannya karena kedatangan Adhara.
“Nih gue bawain ini buat lo, buat nyogok lo,” ucap Adhara dengan cengirannya sambil membuka kotak bekal yang ia buat tersebut.
__ADS_1
“Ada ya orang nyogok bilang-bilang,” ucap Arche dengan kekehannya sambil mengelus puncak kepala Adhara dengan begitu gemas.
“Tenang aja kali ini gak aneh-aneh, gue cuma pengen ngajak Nora buat main,” ucap Adhara dengan cengirannya yang membuat Arche menghembuskan nafasnya mendengar ucapan tersebut.
“Lo jangan jadi pengaruh buruk ya,” ucap Arche pada Adhara yang kini mengerucutkan bibirnya lucu pada laki-laki tersebut.
“Gue tuh sebenernya mau….” Adhara menggantung ucapannya dan membisikkan pada Arche membuat Arche terkejut mendengarnya.
“Gila lo,” ucap Arche pada Adhara setelah mendengar apa yang dikatakan oleh gadis tersebut.
“Ayo lah Ar,” ucap Adhara dengan tatapan memohonnya pada Arche yang membuat Arche menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Adhara tersebut.
“Udah lah sana, Nora ada di ruangannya,” ucap Arche pada Adhara yang membuat Adhara tersenyum senang mendengarnya.
“Gue anterin deh,” ucap Arche yang akhirnya mengantar wanita tersebut menuju ruangan Nora. Dan semua itu tak lepas dari tatapan Delia.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
__ADS_1
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.