
Happy Reading All.
***
Chan melihat ke sekeliling tempat pesta, namun tak menemukan keberadaan Adhara membuat laki-laki itu merasa khawatir dengan gadis tersebut yang menghilang entah kemana. Chan memilih untuk mencari Adhara, khawatir jika gadis itu bisa saja melompat ke kolam ikan untuk bunuh diri.
Chan berjalan menyusuri ruangan yang dijadikan tempat pesta namun tak juga menemukan Adhara, gadis itu hanya melihat Sky yang tengah mengobrol bersama dengan salah satu teman sekelas Arche juga Antariksa yang tengah sendiri sambil menyecap minuman beralkoholnya.
Chan memilih menghampiri Sky untuk menanyakan keberadaan Adhara berharap gadis itu tahu di mana keberadaan Adhara. Karena biasanya gadis itu selalu mengikuti kemanapun Adhara pergi.
“Adhara mana?” tanya Chan langsung saat berada di depan Sky. Sky mengerjapkan matanya berkali-kali lalu melihat ke arah samping baru kemudian menunjuk dirinya sendiri.
“Gue?” tanya Sky yang bingung Chan berbicara pada siapa. Lagipula salahkan Chan yang tak ada salam pembuka saat berbicara. Siapa yang tahu jika laki-laki itu berbicara dengan orang lain.
“Ck Iya,” ucap Chan memutar bola matanya malas. Ia heran mengapa orang sepintar Antariksa memiliki adik yang begitu lemot dan berisik.
“Oh gue, ngobrol dong,” ucap Sky sambil mengangguk-angguk.
“Ya gak tau lah gue, lo kira dia pergi kudu laporan sama gue dulu?” sentak Adhara dengan wajah kesalnya sambil memutar bola matanya malas. Chan menghela nafasnya memang tak ada benarnya jika sudah berbicara pada Sky yang otaknya lemot kerjaannya ngegas mulu.
Daripada meladeni Sky lebih lama, Chan memilih segera pergi dari sana dan mencari Adhara di taman belakang berharap gadis itu benar ada di sana dan tidak melakukan hal bodoh karena patah hatinya.
Chan mengelilingi taman namun tak menemukan keberadaan gadis tersebut hingga matanya tertuju pada seorang gadis yang tengah duduk di salah satu kursi dengan memejamkan matanya. Chan menghela nafasnya lega melihat gadis yang tak adalah Adhara tersebut baik-baik saja.
Chan segera menghampirinya dan duduk di samping gadis tersebut dengan dengusan kasarnya. Adhara yang merasakan seseorang yang tengah duduk di sampingnya segera menoleh ke arah sebelahnya hingga terlihat Chan yang tengah duduk di sampingnya.
“Ngapain lo?” tanya Adhara dengan kasarnya. Ia hanya ingin memenangkan dirinya namun kini laki-laki yang selalu merecoki hidupnya itu malah datang dan mengganggu ketenangannya.
“Nemenin lo?” tanya Chan yang lebih sebuah pernyataan. Adhara terkekeh samar membuat Chan mengerutkan keningnya melihat tawa Adhara.
“Sarap lo?” tanya Chan membuat Adhara memelototkan matanya tajam. Lihatlah baru saja ia katakan jika Chan adalah pengganggu kini benar laki-laki itu mengganggunya dengan pernyataan konyol tersebut.
__ADS_1
“Ck kan ini, udah gue duga lo dateng pasti cuma mau cari masalah aja kan,” ucap Adhara dengan memicingkan matanya curiga. Chan menghela nafasnya lalu menatap Adhara dengan memutar bola matanya malas.
“Ok ok gue beneran temen lo,” ucap Chan dengan kekehannya. Adhara menghela nafasnya kasar lalu segera memejamkan matanya kembali untuk menenangkan pikirannya.
“Chan, apa Nora itu yatim piatu?” tanya Adhara dengan wajah seriusnya.
Sebelum menjawab pertanyaan gadis itu Chan menghela nafasnya kasar mengingat kembali bagaimana kerasnya hidup Nora.
“Dari yang gue tau dia Cuma piatu, sedangkan ayahnya gue gak pernah liat ya mungkin dia juga sudah meninggal. Karena saat bertemu dengan Nora kami hanya melihat Ibunya. Sedangkan setelah itu tak ada yang menanyakan lagi tentang keluarganya,” ucap Chan menjelaskan apa yang telah diketahuinya.
“Apa dia juga gak cerita atau nyari ayahnya?” tanya Adhara yang masih begitu penasaran dengan kehidupan Nora.
“Dia gak pernah cerita apapun tentang keluarganya, dan keluarga gue juga mungkin gak nyari tahu. Tapi entahlah bisa aja ayah gue tahu dan menyembunyikan fakta tentang keluarga dia,” jelas Chan yang membuat Adhara mengangguk.
Rasa penasaran Adhara masih saja belum selesai hingga gadis itu terus menanyakan banyak hal pada Chan.
“Terus pas dia kecil gimana?” tanya Adhara yang begitu penasaran.
Chan melihat ke arah Adhara dengan tatapan yang begitu dalam membuat Adhara malah salah tingkah mendapatkan tatapan dari Chan yang begitu dalam.
“Keluarga lo emang gila,” ucap Adhara sambil menggelengkan kepalanya. Chan membalasnya dengan anggukan bahkan ia sendiri juga menyadari dan tahu diri jika keluarganya memang begitu sadis pada Nora dan gadis itu dengan bodohnya hanya menerima setiap perilakuan dari keluarganya.
“Gue juga ngerasa gitu,” ucap Chan menyetujui ucapan Adhara.
Setelahnya mereka tak lagi membuka pembicaraan tak ada yang membuka suara mereka saling terdiam dengan pemikirannya masing-masing .
“Dhar, laper,” ucap Chan akhirnya membuka suaranya. Adhara melihat ke arah Chan sambil mendengus. Ia tahu laki-laki itu pasti sangat lapar mengingat laki-laki itu belum makan sedari mereka datang ke acara Arche tersebut hingga terjadi sesuatu yang sudah mereka duga sebelumnya.
“Ya udah makan sana,” ucap Adhara dengan wajah kesalnya. Lagi pula di sana sudah di sediakan berbagai jenis makanan dengan begitu banyak lalu untuk apa laki-laki itu malah merengek padanya.
“Lo gak makan?” tanya Chan karena takut jika gadis itu lapar setelah berpikir keras dan suasana hatinya yang buruk.
__ADS_1
Biasanya Adhara akan banyak makan jika suasana hatinya sedang hancur seperti saat ini. Lihatlah setelah tinggal bersama dengan Adhara, laki-laki itu jadi banyak mengetahui tentang Adhara begitu juga sebaliknya.
“Engga gue masih kenyang mending lo aja,” ucap Adhara mengusir Chan sambil menarik laki-laki itu untuk berdiri. Dengan malas Chan segera berdiri namun tak beranjak dari tempatnya membuat Adhara menghela nafasnya kasar.
“Ngapain masih di sini?” tanya Adhara yang masih mengerutkan keningnya melihat keberadaan Chan yang masih berdiri di tempatnya.
“Gue masih mau disini,” ucap Chan dengan wajah yang di buat cemberut membuat Adhara mengerutkan keningnya bingung melihat siap Chan yang berbeda dari biasanya.
“Katanya laper,” ucap Adhara menghela nafasnya kasar. Ia tak tahu jika Chan akan menjadi manja begini.
“Tapi lo gak mau makan juga kan,” ucap Chan membuat Adhara semakin di buat kebingungan dengan laki-laki tersebut.
“Emang lo peduli sama gue?” tanya Adhara membuat senyuman Chan mengembang lalu laki-laki tersebut mengedipkan matanya pada Adhara membuat gadis itu rasanya ingin terbang saat itu juga akibat ulah Chan.
“Chan sialan,” maki Adhara dengan semburat merah di pipinya.
****
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.
Stay healthy all.
__ADS_1
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.