
Happy Reading All.
***
Chan baru pulang saat jam menunjukkan pukul sebelas malam. Laki-laki itu memasuki rumahnya dengan begitu lelah. Kini ia hanya berharap tak ada papa nya yang akan membuat nya semakin lelah.
“Dari mana saja kamu?” tanya sebuah suara yang tidak Chan harapkan saat laki-laki itu melewati ruang keluarga.
Chan menghela nafasnya kasar sambil membalikkan tubuhnya menghadap ke arah papanya.
“Aku capek,” ucap Chan dan hendak pergi dari ruang keluarga tersebut untuk meninggalkan papanya.
“Papa lagi ngomong sama kamu Chan,” ucap Leo dengan nada tegasnya membuat Chan menghentikan langkahnya dan menatap Papanya datar.
“Apalagi?” tanya Chan ketus. Ia benar-benar tidak berminat untuk bertengkar dengan papanya itu di tengah malam seperti ini.
“Kenapa kamu ninggalin Titania sendiri di mall?” tanya Leo yang sudah Chan duga laki-laki itu pasti akan mengatakan hal tersebut.
“Di mall itu rame,” ucap Chan menjawab ucapan Papanya tersebut santai yang membuat Leo memelototkan matanya mendengar ucapan anaknya tersebut.
Tidak salah bukan apa yang Leo katakan? Memang di mall sangat ramai, yang sepi itu kuburan. Jadi ia tidak meninggalkan Titania di mall itu sendiri, melainkan bersama pengunjung lainnya.
“Chan kamu,” tunjuk Leo murka yang tidak Chan pedulikan.
Bukannya berjalan menuju kamarnya laki-laki itu malah keluar dari rumah tersebut, kini ia benar-benar butuh waktu untuk menenangkan pikirannya yang terasa begitu kacau.
“Mau kemana kamu?” teriak Leo pada putranya tersebut yang sudah lebih dulu keluar.
“Ketempat yang gak ada papa,” ucap Chan sambil berteriak pada Leo yang sudah memelototkan matanya mendengar hal tersebut.
Chan memilih untuk menuju club malam, sekedar untuk menenangkan dirinya dengan minuman beralkohol.
Chan melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata menuju klub malam yang biasa didatanginya. Tak membutuhkan waktu lama untuk Chan sampai ke tempat tersebut.
Suara dentuman musik yang menyapa telinga laki-laki itu membuat Chan terganggu. Bahkan bau asap rokok dan alkohol bagai sudah menjadi teman baginya.
Laki-laki itu langsung menuju meja bar yang berada di sana dan segera memesan satu gelas minuman beralkohol.
“Chan,” sapa sebuah suara yang segera duduk di samping Chan dengan senyuman menggodanya.
Chan segera melihat ke arah gadis tersebut yang ternyata adalah Titania, gadis itu terlihat begitu seksi dengan baju nya yang menampakkan sebagian dadanya.
“Lo jadi ****** baru di sini?” tanya Chan dengan seringainya yang malah di balas dengan tawa oleh Titania.
“Apa gue serendah itu di mata lo?” tanya Titania yang dibalas dengan gidikan bahu oleh Chan.
__ADS_1
“Satu tequila,” ucap Chan kembali memesan minuman beralkohol tersebut yang segera disajikan oleh bartender yang berada di sana.
***
Adhara baru saja selesai membersihkan wajahnya dan bersiap hendak menonton drama korea yang belum selesai ditontonnya. Lagi pula malam ini adalah malam sabtu dan besok adalah hari libur.
Rencananya untuk bermain billiard dengan teman-temannya terpaksa dibatalkan karena pertengkarannya dengan Chan, membuat mereka membatalkan acara mereka.
Gadis tersebut menonton dengan begitu serius hingga tak sadar jika jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari.
“Sudah jam satu aja, selesaikan satu episode lagi deh baru tidur,” ucap Adhara dengan senyumannya dan kembali serius menonton drama tersebut di ponselnya.
Suara notifikasi dari aplikasi pesan membuat Adhara berdecak kesal karena mengganggu ketenangannya, dengan kesal gadis itu menggeser notifikasi tersebut agar tidak mengganggunya namun ternyata ia malah memencetnya hingga mengarah pada pesan tersebut.
“Ck segala kepencet,” ucap Adhara kesal, baru saja hendak mengeluarkan pesan dari nomor tidak dikenal tersebut. Pesan baru kembali masuk dan menampilkan sebuah foto yang membuat tangan adhara mengepalkan tangannya.
Adhara memejamkan matanya melihat foto yang menampilkan Chan yang berada di club malam bersama dengan Titania, bukan keberadaan gadis itu yang membuat Adhara marah namun posisi mereka yang saling berpelukan tersebut membuat Adhara marah.
Tanpa sadar air mata gadis itu mulai mengalir membasahi wajah nya.
“Gue gak tau kenapa lo bisa kayak gini Chan, harusnya lo putusin gue kalau udah gak mau sama gue Chan,” ucap Adhara sambil menundukkan wajahnya dengan air matanya yang sudah mengalir. Hati nya kini begitu sakit melihat foto tersebut.
“Apa tujuan lo tetap mempertahan gue Chan?” tanya Adhara pada dirinya sendiri.
Tak mempedulikan jam yang sudah menunjukkan pukul satu dini hari, ia hanya merasa membutuhkan udara segar untuk menenangkan pikirannya.
Saat Adhara tengah duduk di kursi taman sambil melihat air mancur yang berada di sana.
“Sendiri?” tanya sebuah suara sambil duduk di samping gadis itu membuat Adhara menoleh ke arah sampingnya.
“Engga, berdua sama lo,” ucap gadis itu membuat laki-laki di sampingnya tersebut tertawa mendengarnya. Ternyata gadis di sampingnya tersebut memang berbeda dari gadis lainnya, tak heran jika ketiga pangeran tersebut menyukainya.
“Udah jam segini ngapain di luar?” tanya laki-laki di samping Adhara dengan mengerutkan keningnya bingung.
“Lagi nunggu tuyul gue belum pulang, takut ketangkap warga,” ucap Adhara yang kembali membuat laki-laki tersebut tertawa mendengarnya.
“Lo pelawak ya?” tanya laki-laki tersebut pada Adhara yang dibalas dengan gelengan oleh Adhara.
“Bukan, gue kang jotos orang,” ucap Adhara dengan begitu santai.
“Btw lo kayak nama lo ya Angkasa, ada di mana-mana,” ucap Adhara membuat Angkasa tertawa mendengarnya.
“Kebetulan lewat saja,” ucap Angkasa membuat Adhara mengangguk mendengarnya.
“Lo pacaran sama Chan?” tanya Angkasa yang dibalas dengan anggukan oleh Adhara.
__ADS_1
“Bukannya dia tunangan sama Titania?” tanya Angkasa membuat Adhara menatap Angkasa dengan tatapan menyelidiknya.
“Lo cowok tapi suka gosip ya,” ucap Adhara membuat Angkasa dibuat gelagapan oleh gadis itu.
“Mereka hanya dijodohkan, lagian Chan udah cinta banget sama gue,” ucap Adhara dengan bangganya menyembunyikan rasa sakit di hatinya yang kini tengah bertanya-tanya, benarkah laki-laki itu begitu mencintainya?
“Lo gak masalah dia punya tunangan?” tanya Angkasa yang membuat Adhara terdiam mendengarnya.
Ingin rasanya ia menjawab jika ia tidak masalah, namun hatinya menyatakan keberatan. Memangnya siapa yang rela membagi laki-laki yang dicintainya? Tidak akan ada wanita yang rela.
“Lo cewek kan Adhara, harusnya lo gak egois dengan perasaan lo,” ucap Angkasa yang kini membuat Adhara menatap laki-laki itu dengan tajam.
“Lo gak berhak ikut campur masalah gue, disini yang ngambil Chan itu Titania. Jangan sok bijak Angkasa, lo gak tau apapun,” ucap Adhara dengan mengepalkan tangannya lalu segera pergi dari sana meninggalkan laki-laki tersebut.
Niatnya untuk menenangkan pikiran kini malah ia harusnya semakin merasa kesal akibat ulah Angkasa.
“Adhara, kalau putus kasih tau ya biar gue bisa berjuang juga buat dapetin lo,” ucap Antariksa dengan berteriak membuat Adhara tersenyum dengan sinis.
“Gak tau malu,” ucap Adhara sinis. Tetap berjalan memasuki apartemennya tanpa mau menghiraukan Angkasa di belakangnya.
“Kalau mau putus dari Chan juga gue bakal cari yang lebih baik, bukan orang yang mulutnya asal ceplos aja,” ucap Adhara menggerutu dengan kesal. Ia benar-benar merasa kesal dengan ucapan Angkasa tersebut.
Setelah mengatakan hal buruk padanya laki-laki malah menyatakan perasaannya. Entah dimana urat malu laki-laki itu berada.
***
Hai Semua balik lagi nih sama aku.
Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?
Kalau kalian ada pertanyaan silahkan di ajukan ya, nanti aku jawab. Menerima kritik dan saran.
Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo
Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.
Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Tim Interaksi udah aku aktifkan nih, yuk guys join.
Stay healthy all.
Thank For Reading all.
See You Next Chapter All.
__ADS_1