Atmosphere

Atmosphere
Venus


__ADS_3

Happy Reading All.


***


“Pembelajaran hari ini selesai sampai di sini, selamat sore anak-anak,” ucap guru yang mengajar di kelas Adhara menyelesaikan pembelajaran mereka hari ini.


Adhara dengan tidak bersemangat membereskan semua alat tulisnya yang berserakan di mejanya. Adhara masih begitu mengantuk karena ulah Chan yang malah mengajaknya keluar kota dan baru sampai saat jam sudah menunjukkan pukul setengah tiga.


“Kenapa lo lemes banget?” tanya Ariel dengan kerutan di dahinya saat melihat Adhara yang tak seperti biasanya. Gadis yang begitu aktif seperti Adhara tiba-tiba saja menjadi begitu pendiam dan murung seharian.


“Berantem sama Chan?” tanya Elara yang juga merasa penasaran dengan apa yang terjadi dengan Adhara. Adhara menghela nafasnya kasar lalu menjawabnya dengan gelengan.


Tentu saja bukan karena ia berantem sama Chan, justru karena ia yang terlalu akur sama Chan akhirnya membuat ia mengantuk hari ini. Untung saja hari ini hari jumat dan besok libur jadi ia bisa tidur sepuasnya setelah ini.


Kini Adhara hanya berharap Chan tidak mengganggu hari liburnya seperti hari libur sebelumnya, laki-laki itu malah mengajaknya lari pagi dengan matanya yang terasa masih begitu cepat.


“Gue duluan,” ucap Adhara tanpa menjawab pertanyaan kedua temannya itu.


“Eh eh main pergi aja lo,” ucap Elara yang kembali menarik tali tas Adhara membuat gadis itu mendengus lalu berbalik menghadap Elara dan menatap temannya itu tajam.


“Kenapa?” tanya Adhara dengan kerutan di keningnya. Ia kini ingin cepat pulang dan merebahkan tubuhnya di kasur kesayangannya karena ia sudah begitu lelah.


“Besok main yuk,” ajak Elara membuat Adhara mendengus lalu mengangguk. Ia hanya menjawab dengan anggukan, malas mendengar temannya itu memaksanya dan menunda Adhara untuk pulang jika ia menolak temannya itu.


“Jam sepuluh, ketemuan di café aja,” ucap Adhara yang setelahnya langsung pergi dari kelasnya dan berjalan ke parkiran untuk menghampiri Chan.


Hari ini ia begitu malas hanya untuk berjalan ke halte dan menunggu Chan di sana. Ia benar-benar begitu lelah hari ini.


Saat sampai di parkiran ternyata Chan tengah berbincang bersama Antariksa dan Arche. Namun karena terlalu lelah Adhara langsung masuk ke mobil tanpa menyapa ketiga laki-laki itu dan langsung tidur di mobil Chan.


Arche yang melihat sikap Adhara tersebut dibuat kebingungan begitupun dengan Antariksa. Walau Antariksa hanya akan bertengkar jika sudah bersama Adhara namun ia mereka aneh dengan sikap gadis itu.


“Gue duluan,” ucap Chan pada kedua sahabatnya itu lalu segera memasuki mobilnya hingga dapat ia lihat Adhara yang sudah memejamkan matanya.

__ADS_1


Chan yang melihat hal tersebut hanya tersenyum sambil menggeleng, ia tahu Adhara pasti begitu mengantuk dan tak akan bisa diganggu setelah ini. Chan akhirnya melajukan mobilnya menuju apartemen dengan kecepatan sedang.


“Sengantuk itu ya?” tanya Chan dengan kekehannya. Adhara yang tidak sepenuhnya tertidur membuka matanya lalu menatap Chan dengan kesal.


“Lo pikir? Harusnya lo malam minggu aja ngajak gue kan biar berasa punya pacar gue malam minggu keluar sama cowok,” gerutu Adhara yang semakin membuat Chan terkekeh.


Setelahnya tak ada yang membuka suara sampai akhirnya mereka sampai di apartemen Adhara. Adhara segera membuka matanya lalu melihat ke sekeliling saat merasa mobil yang terhenti.


“Sudah sampai?” tanya Adhara yang segera membuka seat belt nya lalu segera keluar.


“Tidur aja, malam ini gue yang masak,” ucap Chan sebelum melajukan mobilnya entah kemana.


Adhara menghela nafasnya kasar, ia begitu penasaran dengan apa yang sebenarnya laki-laki itu lakukan setiap sepulang sekolah? Tak mau berpikir terlalu lama Adhara memutuskan untuk segera naik ke unit apartemennya dan mengistirahatkan tubuhnya di kasur yang ia rindukan.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 dan Adhara masih begitu nyaman dengan tidurnya hingga suara bising dari dapur membuat Adhara akhirnya memilih untuk bangun. Gadis itu sudah siap jika yang masuk ke dapurnya adalah maling.


Namun bukannya maling ia malah melihat Chan yang tengah memasak dengan menggunakan tutup panci untuk menutupi wajahnya agar tidak terkena minyak panas saat menggoreng ikan. Adhara yang melihatnya hanya bisa di buat terkekeh.


“Udah lo duduk aja, tunggu hasilnya aja. Di jamin enak,” ucap Chan mengusir Adhara dengan senyumannya yang begitu membanggakan dirinya.


Adhara hanya bisa menggeleng dan memilih untuk segera ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Lalu setelah itu segera kembali menuju dapur menghampiri Chan yang ternyata sudah selesai memasak dan tengah meletakkan makanan masak nya di atas meja.


Adhara melihat hasil masakan Chan yang ternyata laki-laki itu masak adalah ikan goreng dengan tumis kangkung dan tempe goreng. Adhara segera mengambil nasik nya juga nasik untuk Chan dan mulai mencicipi makanannya.


“Gimana?” tanya Chan sambil menatap Adhara dengan tatapannya yang begitu menunggu penilaian Adhara terhadap masakannya.


Adhara terdiam sambil mencicipi tumis kangkung masakan Chan hingga matanya berbinar merasakan masakan tersebut. Adhara mengacungkan kedua jari jempolnya pada Chan.


“Wah gak nyangka ternyata lo bisa masak juga,” ucap Adhara dengan senyumannya. Chan yang mendengar hal tersebut juga ikut tersenyum senang karena ternyata kemampuan memasaknya masih ada.


“Tentu saja,” ucap Chan lalu ikut memakan makanannya dengan begitu lahap begitupun juga dengan Adhara karena memang ia merasa begitu lapar setelah tertidur begitu lama.

__ADS_1


“Lo emang bisa masak?” tanya yang dibalas dengan anggukan oleh Chan.


“Mama suka masak, karena gue gabut dan deket sama mama jadi gue sering ikut mama pas masak,” ucap Chan dengan senyuman senduhnya yang entah mengapa malah membawa luka untuknya. Adhara yang melihat hal tersebut berdehem lalu segera memilih untuk mengalihkan pembicaraan.


“Em besok gue mau main sama Elara,” ucap Adhara yang entah mengapa malah mengalihkan topik malah dengan meminta izin pada Chan.


Mengapa ia harus meminta izin? Tanya Adhara pada dirinya sendiri sambil memukul mulut nya beberapa kali karena seketika ia menjadi orang yang begitu tak tahu berbicara di saat seperti ini.


“Tumben banget minta izin,” ucap Chan dengan kerutan di dahinya begitu pas dengan apa yang Adhara pikirkan.


“Em ya kali aja ntar lo malah bingung nyariin gue,” alibi Adhara yang setelanya langsung  memakan makanannya dengan cepat menghiraukan Chan yang masih dengan kebingungannya.


Setelahnya tak ada lagi yang memulai pembicaraan, mereka saling terdiam dalam waktu lama sampai saat mereka selesai makan Adhara bertugas membersihkan meja makan sedangkan Chan langsung menuju ruang tamu untuk menonton televisi.


Adhara terus merutuki dirinya sendiri karena mulutnya yang tidak bisa diajak berkompromi tersebut.


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2