
Fyi "Baptistina merupakan nama salah satu keluarga termuda asteroid di sabuk asteroid."
Happy Reading All.
***
Dua orang gadis di dalam mobil hitam kini tengah menunggu seseorang yang mereka tunggu dengan amarah yang siap meledak kapan saja. Dengan tatapan tajamnya kini mereka menunggu di depan sebuah kampus yang merupakan tempat orang yang mereka cari menimba ilmu.
“Jam berapa Ra? Masih lama gak ya dia kelarnya?” tanya salah satu gadis tersebut yang tak lain adalah Nora. Gadis yang kini memakai setelan serba hitam dengan jaket kulit hitam juga celana jeans hitamnya. Rambut gadis tersebut diikat kuda menambah kesan sangar padanya.
“Udah jam dua belas bentar lagi yang cewek keluar,” ucap wanita yang berada di sana yang tak lain adalah Adhara. Wanita yang mengenakan jaket bomber berwarna hitam juga jins hitam. Kini mereka sudah seperti sindikat gelap yang menggunakan pakaian serba hitam.
“Nah itu dia, siap-siap Nor,” ucap Adhara saat melihat sebuah mobil merah yang begitu ia kenali kini melaju meninggalkan pekarangan kampus.
Melihat mobil tersebut dengan segera Adhara yang mengemudikan mobilnya segera melajukan mobilnya meninggalkan posisi mereka semula. Di sampingnya Nora tengah memeriksa pistol yang dibawanya membuat senyuman sinis tercetak jelas di wajah mereka.
Dengan tatapan seriusnya kini kedua perempuan tersebut tengah fokus dengan apa yang akan mereka lakukan. Kini mobil mereka sudah melaju melewati jalanan sepi yang akan menuju rumah wanita yang tengah mereka kejar. Wanita yang tak lain adalah Lucine.
Adhara dan Nora memang sudah mengetahui masalah yang terjadi pada Sky karena tadi mereka tak sengaja mendengar pembicaraan Sky dengan Chan juga Arche, jadilah kini mereka akan memberikan pelajaran bagi Lucine juga Antares. Namun karena Antares belum pulang dari kampus jadilah terlebih dulu kini mereka akan memberikan pelajaran untuk Lucine.
“Sekarang Nor,” ucap Adhara pada Nora yang kini sudah menyembulkan kepalanya lewat jendela mobil bersiap dengan pistolnya untuk menembak sasarannya.
Dengan sekali tembakan peluru tersebut berhasil mengenai ban mobil Lucine, dan sekali tembakan lagi kini kedua ban belakang mobil Lucine sudah meletus membuat tawa kedua perempuan tersebut meledak. Jika saja Lucine tak pandai mengendalikan mobilnya mungkin kini ia sudah oleng.
Adhara melajukan mobilnya lebih dulu dari mobil Lucine yang kini sudah berhenti. Tepat saat Lucine kuliar untuk memeriksa ban mobilnya di belakang. Nora dengan begitu teganya malah menembak dua ban mobil bagian depan milih Lucine. Juga kaca depan mobil wanita tersebut membuat Lucine sontak berjalan ke depan untuk melihatnya lalu melihat mobil Adhara. Namun Adhara juga Nora malah hanya menunjukkan jari tengahnya dengan begitu kompak.
__ADS_1
“Sialan lo siapa?” tanya Lucina dengan berteriak berharap Adhara juga Nora mendengarnya namun jelas kedua gadis tersebut tak menghiraukannya dan kini mereka lebih memilih melajukan mobilnya menuju ke arah restoran terdekat karena kini mereka sudah merasa lapar setelah lama menunggu Lucine.
“Gue pastiin kalian berdua akan nerima balasan atas perbuatan kalian,” ucap Adhara dengan senyuman sinisnya yang dibalas dengan anggukan oleh Nora.
***
Antares kini menganga melihat ban motornya yang sudah penuh dengan paku di bagian depan juga belakang. Tak hanya itu kini dua spion motornya juga sudah berpindah di bagian ban depannya dengan diikat menggunakan pita berwarna pink.
“Sial siapa yang udah bikin motor gue begini?” marah Antares sambil menendang ban bagian belakangnya dan di luar dugaan ban nya tersebut justru kini malah bergelinding membuat Antares menganga melihatnya. Entah siapa yang telah membuat motornya menjadi mengenaskan begini.
Antares menghembuskan nafasnya kasar lalu ia memilih untuk menelepon orangnya agar ia bisa meminta bantuan untuk membawa motornya ke bengkel. Kini ia memilih untuk segera memilih untuk menuju ke depan kampusnya untuk mencari taksi di sana.
“Antares,” ucap sebuah suara memanggil Antares membuat Antares dengan segera menoleh ke arah sumber suara yang ternyata adalah Adhara yang kini tersenyum dengan begitu lebarnya pada Antares membuat Antares kini mengerutkan keningnya bingung melihat hal tersebut.
Ia berpikir apa Adhara belum mengetahui jika ia dan Sky sudah putus dan ia yang sudah menjalin hubungan dengan Lucine? Namun dilihat dari reaksi perempuan tersebut Antares mengira jika Adhara tidak mengetahuinya.
Tadi memang setelah makan, Adhara kembali lagi ke kampus tersebut. Kini tujuannya untuk memberikan pelajaran pada Antares tengah berjalan. Dan ia jugalah yang sudah memberikan hadiah pada Antares dengan merusak motor laki-laki tersebut.
“Kenapa Ra?” tanya Antares saat ia sudah berada di depan gadis tersebut yang membuka jendela mobilnya.
“Lo ngapain sendiri? Sky mana?” tanya Adhara pura-pura tak mengetahui tentang apa yang dialami oleh sahabatnya tersebut. Sedangkan Antares kini sudah menghela nafasnya lega karena merasa Adhara belum mengetahuinya. Karena ia bisa sedikit beristirahat setelah tadi mendapatkan pukulan dari Chan juga Arche.
“Hm motor gue lagi rusak, dan Sky udah pulang duluan,” alibi Antares pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan.
“Masuk sini, gue anter lo balik,” ucap Adhara pada Antares meminta laki-laki tersebut untuk masuk ke mobilnya. Tanpa ragu akhirnya Antares masuk ke dalam mobil Adhara dan duduk di bagian depan. Sedangkan Nora kini duduk di bagian belakang kini tengah bersembunyi.
__ADS_1
Tak lama kini mobil Adhara mulai melaju meninggalkan depan kampus. Adhara kini terlihat fokus menyetir sedangkan Antares kini memilih untuk melihat ke arah luar jendela. Namun tak lama Antares mengerutkan keningnya saat melihat Adhara yang bukan mengambil jalan bukan menuju ke arah rumahnya.
“Ra kita mau kemana?” tanya Antares pada Adhara yang hanya tersenyum dengan licik dan tak lama Nora mulai keluar dari persembunyiannya dan segera membekap mulut dan hidung Antares dengan sapu tangan yang sudah ada obat biusnya.
“Adhara lo….” ucapan Antares terhenti karena ia sudah lebih dulu kehilangan kesadarannya dan kini hanya kegelapan yang menghampirinya.
Adhara dan Nora kini sudah bertos ria dengan senyuman mereka yang mengembang sempurna. Kini ia sudah tak sabar untuk memberikan pelajaran untuk laki-laki yang kini sudah tak sadarkan diri di sampingnya tersebut.
Adhara membawa Antares menuju ke arah hutan yang berada di daerah mereka. Kini mereka sampai di hutan yang begitu jauh dari pemukiman dan begitu sepi. Adhara dan Nora dengan segera mengeluarkan Antares lalu mengambil semua barang berharga laki-laki tersebut untuk memberikan pelajaran untuk laki-laki tersebut.
“Kasih seratus ribu, kasian buat naik taksi pulang,” ucap Adhara pada Nora yang memegang dompet Antares membuat Adhara dengan segera menyelipkan uang seratus ribu tersebut pada tangan Antares.
Setelah memberikan pelajaran pada laki-laki tersebut dengan memberikan satu kali pukulan untuk Antares mereka segera pergi meninggalkan laki-laki tersebut di hutan tersebut. Katakan saja mereka begitu tega, tapi menurut mereka ini sudah hukuman ringan untuk Antares yang sudah menyakiti sahabat mereka.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet. Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Dukungan kalian semangat ku😉
__ADS_1
Thanks for Reading All. See You Next Chapter.