
Fyi "KELT-9b Planet ini sangat panas sehingga sering terlihat menguap. Planet ini memiliki suhu siang hari 7.800 derajat Fahrenheit."
Happy Reading All.
***
Sky menatap orang yang berlalu lalang di sekitarnya dengan tatapan polosnya. Kini bahkan gadis tersebut terlihat seperti gadis polos yang tak mengetahui apapun tentang dunia luar, begitu berbeda dengan Sky pada kenyataannya.
Kini ia tengah menunggu Antares yang sedang membelikan minuman untuknya. Ya, Antares dan Sky kini tengah bersama. Sepasang anak cucu adam tersebut kini tengah menikmati waktu libur mereka di Taman Mini Indonesia Indah, tentu saja semua itu atas ajakan Antares yang memaksanya untuk ikut.
Entah bagaimana namun kini hubungan mereka sudah semakin dekat, bahkan di hari minggu mereka sering menghabiskan waktu bersama. Tak hanya itu mereka memang sering ke kantor masing-masing, atau lebih tepatnya Sky yang datang ke kantor Antares dan akhirnya Antares harus membujuk gadis tersebut agar mau kembali bekerja.
“Nih,” ucap Antares sambil menyerahkan minuman yang di bawanya pada Sky yang sontak membuat gadis tersebut segera mengambilnya dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.
“Gak usah senyum,” ucap Antares sambil membekap mulut Sky yang membuat Sky dengan segera melepaskan bekapan tersebut.
“Kenapa? takut diabetes ya?” tanya Sky pada Antares yang sontak meledakkan tawanya mendengar ucapan tersebut. Gadis di depannya tersebut ternyata memang begitu percaya diri. Antares bahkan sampai bertanya-tanya apa yang sudah di makan oleh ibu gadis tersebut saat tengah hamil Sky hingga gadis tersebut memiliki tingkat kepercayaan dirian yang begitu tinggi.
“Takut yang diabetes langsung sembuh liat lo, kadar gula lo terlalu rendah soalnya,” ucap Antares pada Sky yang kini hanya menaikkan sebelah bibir bagian atasnya malas mendengar ucapan Antares. Merasa kesal dengan laki-laki tersebut akhirnya ia berjalan lebih dulu meninggalkan Antares di belakangnya yang kini hanya bisa menggeleng melihat tingkah gadis tersebut.
Kini gadis tersebut bahkan sudah seperti bocah yang lepas dari genggaman orang tuanya, ia terlihat begitu bahagia dengan dunianya sendiri. Melihat hal tersebut Antares hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu segera mensejajarkan jalannya dengan Sky.
“Lo suka ke tempat kayak gini?” tanya Antares pada Sky yang kali ini segera melihat ke arah Antares sambil menganggukkan kepalanya.
“Lo pikir dengan sikap abang gue yang super duper kasar dan posesif itu gue bisa kemana? Bahkan cuma ke mall sama temen-temen gue aja udah di cariin sma dia, sampai gak ada yang berani temenan sama gue karena abang gue. Ya meskipun abang gue ngelakuin semua itu karena dia peduli sama gu dan gak pengen gue dimanfaatin sama temen-temen gue itu,” ucap Sky menjelaskan pada Antares yang kini menjawabnya dengan anggukan.
“Main lo kemana?” tanya Antares lagi pada Sky. Ia hanya ingin mengetahui Sky, hanya sebatas teman tak lebih karena menurutnya berteman dengan Sky juga seru.
“Mall, itupun sama Mama gue,” ucap Sky yang membuat Antares merasa iba pada gadis tersebut.
“Tapi semenjak ada Adhara gue di ajak ke banyak tempat bagus juga sama dia,” ucap Sky dengan senyumannya yang membuat Antares kini menoleh ke arah Sky dengan bingung.
__ADS_1
“Kakak lo gak marah?” tanya Antares bingung pasalnya Sky begitu dijaga dari gadis lain yang berteman dengannya, namun dengan gadis bar-bar seperti Adhara malah tidak melarangnya, ya walau ia tahu jika Adhara adalah gadis yang baik.
“Siapa yang berani sama dia? Lo tau Abang gue, kak Arche, dan kak Chan itu gak ada yang berani sama Adhara,” ucap Sky menjelaskan, info tersebut tentu saja membuat Antares terkejut melihatnya.
“Lo tau bahkan mereka bertiga pernah kek anak lagi di marahin sama emaknya pas Adhara marah gara-gara mereka main ke club abis balapan,” ucap Sky dengan tawanya saat mengingat masa-masa SMA nya yang begitu penuh warna setelah kedatangan Adhara.
“Adhara semengerikan itu dulu?” tanya Antares pada Sky yang menjawabnya dengan anggukan.
“Enak gak Res?” tanya Sky saat melihat Sky yang meminum minumannya. Rasa yang dibelinya memang berbeda dengan Antares. Mendengar pertanyaan tersebut Antares menjawabnya dengan anggukan.
“Coba dong,” ucap Sky lalu segera mencoba minuman laki-laki tersebut lalu menganggukkan kepalanya sambil mengacungkan jari jempolnya.
“Enak,” ucap Sky pada Antares yang menjawabnya dengan anggukan.
Mereka melanjutkan jalan mereka dengan keisengan Sky yang menendang pantat Antares dengan kaki yang jauh dari Antares, dari belakang. Merasakan ada yang menendang pantatnya Antares menoleh ke belakang namun tidak mendapati siapapun di sana.
Mereka kembali melanjutkan jalan mereka dan Sky tetap saja melancarkan aksi jahilnya membuat Antares lagi-lagi menoleh ke belakang dengan tatapan bingungnya.
“Kenapa sih Res?” tanya Sky lagi yang berusaha menahan tawanya. Melihat hal tersebut Antares menyipitkan matanya curiga pada Sky hingga tawa gadis tersebut menggelegar dan ia segera berlari dari sana meninggalkan Antares yang kini memelototkan matanya dan mengejar gadis tersebut.
Karena terlalu serius berlalu dan sesekali melihat kebelakang Sky tanpa sengaja menabrak seseorang.
“Sorry sorry,” ucap Sky meminta maaf pada orang yang ia tabrak tersebut, namun saat ia melihat siapa yang ia tabrak ia dibuat terkejut karena ternyata orang tersebut adalah Arche.
“Kaka Arche,” ucap Sky dengan terkejutnya dan bersamaan dengan itu Antares datang menghampiri mereka.
“Sky, Antares,” sapa Nora yang juga ada di sana . Karena hari ini Arche memang mengajak Nora untuk jalan-jalan dan menghabiskan waktu bersama namun kini mereka malah tak sengaja bertemu dengan Sky juga Antares.
“Kalian di sini juga? wah makin deket aja nih,” ucap Arche menggoda adik sahabatnya tersebut yang kini terlihat salah tingkah dengan pertanyaan Arch tersebut. Melihat hal tersebut Arche hanya terkekeh walau sebenarnya ia begitu bahagia karena akhirnya Sky kini memiliki teman yang selalu ada untuknya, sosok kaka, juga sahabat yang akan mnemaninya, ia begitu berharap agar pertunangan tersebut sampai ke jenjang pernikahan.
“Kita cuma temen kok, Gue sama dia sama kek kalia, cuma sahabat,” ucap Sky dengan tegasnya pada Arche yang kini terlihat meremehkan sambil menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
“Kaka Arche,” ucap Sky seperti merajuk pada Arche yang membuat laki-laki tersebut kini meledakkan tawanya.
“Iya Sky, Iya,” ucap Arche yang malah semakin membuat Sky cemberut karena ucapan laki-laki tersebut.
“Udah ayo main bareng,” ajak Arche akhirnya sambil merangkul pundak gadis tersebut dan membawanya untuk jalan-jalan di sana.
Antares yang melihat hal tersebut hanya mengikuti dari belakang sedangkan Nora berjalan di samping Sky juga hingga gadis tersebut kini diapit oleh Arche juga Nora. Mereka pun akhirnya memilih untuk berlibur bersama. Sambil membicarakan Adhara dan Chan yang kini berada di China, dengan pikiran yang begitu bingung untuk meminta oleh-oleh apa pada sahabat mereka tersebut.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1