Atmosphere

Atmosphere
S2 Kepler-36c


__ADS_3

Fyi "Kepler-36c adalah planet misterius yang keberadaannya bertentangan dengan teori planet dan teori pembentukan planet saat ini."


Happy Reading All.


***


Adhara kini tengah merebahkan tubuhnya sambil bersandar di dada bidang Chan. Kini jam baru saja menunjukkan pukul 20.15 namun sepasang suami istri tersebut kini malah memilih untuk bersantai di kamar mereka dengan Adhara yang kini menceritakan jika ia tadi tak sengaja melihat Izar yang tengah terlihat marah pada seorang perempuan.


“Orang gak di kenal aja kali godain dia makangkanya marah,” ucap Chan yang menanggapi cerita wanitanya tersebut, mendengar hal tersebut Adhara tanpa berpikir sebentar sebelum menjawabnya dengan anggukan. Mungkin saja apa yang Chan katakan benar.


“Emang kalau kamu di godain perempuan kamu bakal marah?” tanya Adhara pada Chan yang menjawabnya dengan anggukan.


“Untuk berdekatan dengan perempuan lain aja aku gak mau, kamu harus tanya sama Rigel gimana aku yang langsung memecat pegawai perempuan yang berada di sekitar aku,” ucap Chan pada Adhara yang kini langsung mendongakkan kepalanya pada Chan mencari kebohongan pada ucapan laki-laki tersebut namun ia tak menemukannya. Sepertinya besok ia memang harus mengajak Rigel untuk bergosip.


“Aku pengen jalan-jalan naik motor deh, kemana aja gitu,” ucap Adhara akhirnya kini menegakkan tubuhnya sambil menatap Chan dengan tatapan memohonnya. Kini Chan menatap Adhara dengan serius sebelum akhirnya tersenyum dan menjawabnya dengan anggukan.


Melihat reaksi tersebut membuat Adhara begitu senang hingga gadis tersebut segera turun dari ranjangnya dan memilih untuk segera mengganti pakaiannya. Chan yang melihat hal tersebut hanya bisa terkekeh sambil menggelengkan kepalanya melihat wanitanya tersebut yang begitu bersemangat.


Namun akhirnya ia ikut bersiap. Hingga tak lama mereka sudah selesai bersiap. Adhara hanya memakai kaos juga celana panjang, membuat Chan yang melihat hal tersebut hanya bisa menggelengkan kepalanya lalu memilih untuk mengambilkan jaket untuk Adhara dan memakaikannya pada wanita tersebut.


“Biar gak masuk angin, kasian anginnya kalo masuk ke dalam badan kamu yang banyakan bar-bar nya yang ada anginnya di pukulin di dalam sana,” ucap Chan dengan candaannya yang membuat Adhara yang awalnya sudah tersenyum senang mendapatkan perhatian dari Chan kini menghilangkan senyuman tersebut dan digantikan dengan wajah datarnya.


“Jokes bapak-bapak, skip lah,” ucap Adhara sambil mengibaskan rambutnya yang terurai ke arah wajah Chan membuat nya terkekeh mendengar hal tersebut sedangkan Adhara malah ikut tertawa juga.


Setelah siap mereka segera berjalan ke arah depan rumah mereka dan Chan yang terlebih dulu ke arah garasi untuk mengambil motornya. Setelahnya ia segera menghampiri Adhara memakaikan helm pada wanitanya tersebut lalu membantu Adhara untuk naik setelah membukakan injakan kaki untuk wanitanya tersebut.


“Udah?” tanya Chan pada Adhara yang di jawab dengan anggukan oleh gadis tersebut sambil memeluk pinggang Chan dengan begitu erat.


Meskipun tak tahu kemana tujuan mereka akan pergi namun Adhara begitu menikmati malamnya ini. Menikmati malam kota sambil memeluk Chan dengan begitu erat di atas motornya. Kini gadis tersebut bahkan memilih untuk menyandarkan kepalanya pada bahu bidang laki-laki di depannya tersebut.


“Aku pengen belajar naik motor gede gini deh, biar nanti kita bisa motoran bareng gitu,” ucap Adhara pada Chan dengan senyumannya yang mengembang begitu lebar.

__ADS_1


“Gak, bahaya. Biar aku aja yang bawa motornya,” ucap Chan pada Adhara yang kini membuat Adhara mengerucutkan bibirnya merasa kesal dengan jawaban dari suaminya tersebut yang memang begitu posesif apalagi jika menyangkut keselamatan Adhara.


“Gak seru,” ucap Adhara kesal yang sama sekali tidak Chan pedulikan. Kini ia tetap mengemudikan motornya membawa motornya tersebut menuju sebuah taman kota yang memang begitu ramai saat malam hari. Menikmati kebersamaan mereka selagi masih berdua dan belum memiliki anak, walau bagaimanapun mereka juga ingin memiliki pelengkap dalam rumah tangga mereka.


***


Sky kini mengerucutkan bibirnya dengan begitu menggemaskan sambil memutar-mutar kursi kebesarannya. Di depannya kini sebenarnya begitu banyak dokumen yang menumpuk dan menunggunya untuk segera dikerjakan. Namun bukannya mengerjakan pekerjaannya kini gadis tersebut malah sibuk untuk memutar-mutar kursinya.


Sudah hampir satu minggu ia mulai bekerja dan tetap saja ia masih merasa malas untuk mengerjakan pekerjaannya. Mengerjakan pekerjaan yang tak diinginkan tentu saja ia mengerjakan tanpa niat hingga kini pekerjaannya sudah menumpuk.


“Hwaa kak Anta kenapa lo harus pergi? gue gak mau jadi penerus perusahaan, gue mau jadi model. Capek-capek gue buat badan gue sebagus ini kalau gue gak jadi model,” ucap Sky dengan sendunya. Gadis tersebut menyandarkan tubuhnya pada kursinya tersebut.


“Gue gak tahan lagi,” ucap Sky lalu segera mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruangannya. Biarlah pekerjaannya tersebut ayahnya yang mengerjakannya yang terpenting sekarang ia bisa bebas.


Gadis tersebut akhirnya memilih untuk pergi dari kantornya tersebut meninggalkan pekerjaannya itu. Tak memiliki tujuan kemana ia akan pergi akhirnya ia memilih untuk datang mengunjungi Antares. Lagi pula jika mengunjungi laki-laki tersebut ia akan memiliki alasan untuk ia berikan pada orang tuanya.


Tak membutuhkan waktu lama kini ia sudah sampai di depan kantor Antares. Sky segera masuk ke kantor tersebut dengan santainya ia berjalan menuju ke arah lift untuk menuju ruangan Antares. Kebetulan sekali kantor laki-laki tersebut tak memerlukan kartu karyawan atau kartu khusu untuk bisa masuk.


Namun baru saja ia akan menaiki lift ia baru ingat jika ia tak tahu di mana letak ruangan Antares, jadilah ia kembali ke resepsionis untuk bertanya letak ruangan Antares.


“Saya nanya ruangan Antares bukan nanya bagaimana penampilan saya,” ucap Sky dengan sinisnya pada resepsionis tersebut yang langsung berdehem mengendalikan ekspresinya.


“Maaf Bu sebelumnya, apa Anda susah memiliki janji dengan Pak Antares?” tanya resepsionis yang lain menanyakan pada Sky yang kini membuat Sky menggelengkan kepalanya. Jika sudah seperti ini pasti akan ada drama ia yang tak diperbolehkan masuk.


Jadi lebih baik ia meminta Antares untuk menjemputnya. Beruntung sebelumnya laki-laki tersebut pernah memberikan nomor ponselnya.


“Saya tunggu Antares nya aja,” ucap Sky yang akhirnya memilih untuk duduk di salah satu sofa yang berada di sana.


Hingga tak beberapa lama akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga. Terlihat Antares yang datang dengan kerutan di keningnya melihat kedatangan Sky yang tak biasanya datang.


“Tumben banget lo kesini, mau apa?” tanya Antares langsung pada Sky karena ia tahu jika tak penting gadis tersebut tak akan datang menemuinya.

__ADS_1


“Gue lagi males kerja jadi gue ke sini biar gue punya alasan buat gak kerja,” ucap Sky dengan cengirannya yang membuat Antares menggelengkan kepalanya mendengar ucapan gadis di depannya tersebut yang selalu ada saja tingkahnya.


Menjadikannya sebagai alibi sepertinya permulaan awal dari gadis tersebut yang mungkin saja setelahnya akan menjadi kebiasaan. Dan ia tak menginginkan hal tersebut.


“Udah ayo balik ke kantor lo, gue bantuin dan gue ajarin,” ucap Antares akhirnya sambil menggiring Sky untuk pergi namun Sky segera melepaskan rangkulan Antares dan memilih duduk di sofa yang tadi ia duduki.


“Gak mau, gue tuh gak mau kerja Res,” ucap Sky pada Antares yang kali ini menghembuskan nafasnya kasar melihat tingkah gadis tersebut.


Dengan terpaksa akhirnya Antares menggendong Sky yang membuat Sky memelototkan matanya melihat hal tersebut. Tak hanya Sky yang terkejut bahkan kini para karyawannya juga dibuat terkejut dengan hal tersebut yang akhirnya menjadi gosip besar di antara mereka.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah seru dari Atmosphere ini. Yang pasti cerita ini juga bagus, jadi langsung aja yuk di cek judulnya "True Love".

__ADS_1


Baca juga yuk cerita temen ku yang gak kalah seru ini.



__ADS_2