Atmosphere

Atmosphere
S2 Konjungsi Planet


__ADS_3

Fyi "Bukan hanya satu planet, kamu bahkan bisa melihat beberapa planet berjajar rapi membentuk satu garis lulus di dekat bulan atau membentuk pola segitiga dari langit bumi."


Happy Reading All.


***


Seorang wanita kini tengah bersenandung ria sambil menyirami taman bunganya dengan senyuman yang menghiasi wajahnya. Wanita tersebut tak lain adalah Adhara, kini tak ada yang bisa Adhara lakukan selain merawat taman bunganya juga ikan peninggalan Antares.


“Lagi sibuk hm?” tanya suara di belakang Adhara yang kini sontak membuat Adhara melihat ke arah sumber suara yang tak lain adalah Chan. Adhara di buat bingung melihat Chan yang sudah pulang padahal kini jam baru menunjukkan pukul 15.10


“Tumben udah pulang,” ucap Adhara dengan senyumannya sambil mematikan air nya dan berjalan ke arah Chan lalu segera memeluk suaminya tersebut. Semenjak kehamilannya ia memang menjadi begitu manja pada Chan. Dan Chan tentu saja tak merasa keberatan akan hal tersebut justru ia begitu senang karena Adhara yang manja padanya.


Wanita bar-bar seperti Adhara sangat jarang akan bermanja-manja jadi selagi ada kesempatan seperti ini ia akan menggunakannya dengan baik. Tak hanya menjadi manja Adhara malah menjadi begitu cengeng namun ia mengerti jika itu adalah efek dari kehamilannya. Kini usia kehamilan Adhara sudah memasuki usia tiga bulan namun mereka sudah merasa tak sabar menunggu anak mereka tersebut lahir.


“Lagi pengen pulang awal aja,” ucap Chan pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya Adhara dengan segera mengajak Chan untuk segera masuk ke dalam rumah mereka.


“Makan dulu atau mandi dulu?” tanya Adhara pada Chan yang kini terlihat tampak tengah berpikir.


“Mandi dulu deh,” ucap Chan lalu Adhara segera mengajak Chan untuk masuk ke dalam kamarnya dan menyiapkan air mandi untuk laki-laki tersebut. Setelah nya ia menyiapkan pakaian untuk Chan, hanya kaos dan celana selutut terlihat santai namun  pasti akan keren jika dipakai oleh laki-laki tersebut.


Tak beberapa lama setelah selesai dengan kegiatannya dengan segera laki-laki tersebut berjalan ke arah Adhara yang kini tengah sibuk dengan ponselnya.


“Ngapain sih?” tanya Chan pada Adhara sambil duduk di samping Adhara dan mengelus perut istrinya tersebut yang sudah terlihat membuncit.


“Lagi liat-liat foto maternity, bagus deh Yang,” ucap Adhara sambil memperlihatkan foto-foto ibu hamil pada Chan yang segera menjawabnya dengan anggukan.


“Nanti aja pas abis tujuh bulanan,” ucap Chan pada Adhara yang hanya menjawabnya dengan anggukan. Karena memang itulah rencananya.


“Lagi pengen sesuatu gak?” tanya Chan pada Adhara yang kali ini terlihat berpikir sebelum menjawabnya dengan gelengan.


“Kalo pengen juga gak bakal di kasih,” ucap Adhara pada Chan dengan berdecak membuat Chan tak terima mendengar jawaban dari Adhara tersebut.


“Kapan aku gak ngasih?” tanya Chan pada Adhara dengan tatapan menantangnya yang membuat Adhara kini berdecih mendengar ucapan Chan yang begitu percaya diri.

__ADS_1


“Jangan lupa ya aku minta durian bukannya kamu cariin malah kamu tinggal tidur di mobil bareng Arche,” ucap Adhara pada Chan yang kali ini menghembuskan nafasnya mengingat hal tersebut.


Saat itu ia malah bangun kesiangan hingga Adhara malah melihatnya yang tertidur di mobil bersama dengan Arche. Bahkan setelah itu tetap saja sampai sekarang Chan belum memberikannya.


“Lagi gak musim Yang,” ucap Chan pada Adhara yang hanya bisa berdecak mendengar jawaban dari Chan tersebut. Karena memang saat ini Durian memang begitu susah dicari mengingat belum musim durian. Jadi apa harus Chan membeli durian mentah untuk Adhara?


“Udah lah, ayo kamu katanya mau makan,” ucap Adhara akhirnya memilih untuk mengakhiri perdebatan tersebut. Adhara dengan segera menarik Chan untuk segera menuju ruang makan.


***


Sky kini tengah fokus dengan materi yang disampaikan oleh dosen di depannya. Gadis tersebut memang begitu serius soal pembelajarannya mengingat jika ia memang ingin untuk cepat lulus. Sky kini tengah sibuk memperhatikan sambil mencatat yang perlu dicatat.


Antares kini tengah ke kamar mandi jadilah kini Sky hanya sendiri mengingat ia di kelas memang tak dekat dengan siapapun kecuali Antares.


Saat sedang serius dengan materi di depannya ia tiba-tiba saja merasakan rambutnya terkena cairan yang tumpah di atas rambutnya tersebut. Dengan segera Sky memeriksa rambutnya dan menyadari jika rambutnya sudah basah juga lengket dengan cairan berwarna merah yang seperti nya minuman.


“Aish sial,” umpat Sky pada orang yang sudah dengan berani untuk menuangkan cairan tersebut padanya. Sky segera menoleh kebelakang dan melihat seorang gadis yang kini tengah tersenyum kemenangan melihat hal tersebut. Kini seluruh tatapan penghuni kelas tersebut sudah tertuju pada kedua gadis tersebut dengan tatapan tak percaya karena ada yang berani mencari masalah dengan Sky.


Antares yang baru saja datang dibuat terkejut dengan hal tersebut. Tangannya sudah mengepal dan hendak untuk menghampiri orang yang dengan berani untuk membully tunangannya tersebut. Namun langkahnya terhenti saat melihat Sky yang kini sudah berjalan kebelakang lalu merampas minuman botol tersebut yang masih sisa separuh.


“Rambut gue lo kasih minuman beginian?” tanya Sky sambil memperlihatkan minuman tersebut dan menelitinya dengan begitu tenang.


“Tenggorokan gue yang biasa makan seblak pinggir jalan aja kalo di kasih minuman kayak gini auto batuk. Apa lagi rambut gue yang biasanya konsumsi shampo mahal. Auto radang nih rambut gue,” ucap Sky sambil menggelengkan kepalanya dan menatap miris pada rambutnya tersebut.


“Tapi lo harus cobain sih ini, tenggorokan lo udah biasa minum beginian jadi gue yakin rambut lo bakal tambah sehat sih,” ucap Sky sambil menuangkan minuman botol tersebut pada gadis yang tak lain adalah Lucine tersebut. Kini gadis tersebut berhasil dibuat menganga mendengar ucapan dan apa yang Sky lakukan tersebut namun mereka tak lagi terlalu terkejut karena mengingat bagaimana Sky.


Sky menggapai gunting yang berada di meja seberang lalu memberikannya pada Lucine dengan senyumannya sinisnya.


“Kali butuh kan,” ucap Sky dengan sinis lalu segera keluar dari sana setelah Antares meminta izin pada dosen yang mengajar.


Antares menatap tajam pada Lucine lalu segera merangkul pinggang Sky untuk membawa gadisnya tersebut m,menuju kamar mandi. Tapi sebelumnya mereka lebih dulu berjalan ke arah loker mereka yang di sana memang sengaja mereka simpan baju hoodie mereka sebagai ganti jika dibutuhkan dan siapa sangka jika akhirnya malah akan dibutuhkan.


“Untung nyimpen ini,” ucap Sky dengan senyumannya lalu memberikan pada Antares juga satu hoodie untuk Antares karena ia memang membeli baju tersebut couple.

__ADS_1


“Pake juga nih, tunjukin sama calon pelakor gimana kompaknya kita,” ucap Sky pada Antares yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya mereka segera menuju ke arah kamar mandi untuk berganti pakaian juga membersihkan rambut Sky yang kotor.


Setelah selesai dengan kegiatannya kini Sky segera keluar dari kamar mandi yang ternyata di depan sana sudah ada Antares yang menunggunya.


Setelahnya mereka segera berjalan bersama menuju kelas mereka dengan hoodie hitam couple yang mereka kenakan juga kacamata hitam yang mereka gunakan. Kini malah lebih terlihat sebagai model dari pada mahasiswa yang akan menuntut ilmu.


Saat melihat kedatangan sepasang kekasih tersebut sontak mereka dibuat ternganga melihatnya. Melihat bagaimana aura kesombongan terlihat jelas di sana. Sky menurunkan sedikit kaca matanya lalu menatap Lucine dengan sinis. Kini gadis tersebut juga sudah berganti pakaian dengan rambut yang terurai.


“Waw gak salah emang gue berguru sama Adhara,” ucap Sky dengan kekehannya yang membuat Antares yang berada di samping Sky dan mendengar apa yang Sky katakan tersebut menggelengkan kepalanya. Ia jadi berpekir memangnya sebar-bar apa Adhara saat masih SMA dulu.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.


__ADS_1


__ADS_2