
Fyi "Hektor sangat panjang, dengan dimensi panjang dan lebar sekitar 370×200 kilometer."
Happy Reading All.
***
Pagi-pagi sekali kini Adhara sudah berada di rumah Sky. Wanita tersebut sengaja datang begitu pagi hanya untuk sekedar menghibur Sky juga untuk mengajak gadis tersebut bermain. Kini Adhara sudah terlihat cantik walau menggunakan kaos yang dilapisi jaket kulitnya juga celana jeans dan topi yang berada di kepalanya menambah kesan cantik pada gadis tersebut.
“Sky, gue dateng,” ucap Adhara sambil berteriak dan mengetuk pintu kamar sahabatnya tersebut. Tak membutuhkan waktu lama Sky dengan matanya yang masih sembab juga penampilannya yang berantakan keluar dari kamarnya. Menatap Adhara dengan wajah bantalnya tersebut/
Adhara yang melihat penampilan sahabatnya tersebut bahkan di buat meringis. Sky yang biasanya begitu mengutamakan penampilan kini malah terlihat begitu mengenaskan.
“Kenapa?” tanya Sky dengan datarnya, kini gadis tersebut sudah seperti seseorang yang tak lagi memiliki semangat hidup membuat Adhara meringis melihatnya.
Adhara menghembuskan nafasnya kasar lalu menggiring sahabatnya tersebut memasuki kamarnya membuat Sky kini mengerutkan keningnya bingung sambil menghembuskan nafasnya kasar dengan tetap saja mengikuti langkah kaki Adhara yang membawanya untuk duduk di tempatnya.
“Ini udah tiga hari Sky, lo gak bisa kayak gini terus. Jadi sekarang mending lo ikut gue,” ucap Adhara pada Sky yang kini hanya mengikutinya saja sambil menghela nafasnya kasar mendengar ucapan tersebut. Memang ini sudah tiga hari setelah kejadian yang dialami oleh Sky dan sejak saat itu ia tak kuliah, memilih untuk mengurung dirinya di kamar.
Adhara yang melihatnya menjadi tak tahan hingga hari minggu ini ia memutuskan untuk mengajak Sky untuk jalan-jalan dan melupakan masalahnya sejenak. Adhara cukup bangga dengan Sky yang sudah berubah dengan tidak datang ke club malam untuk melupakan masalahnya. Walau ia juga cukup muak melihat Sky yang terus bersedih sedangkan Antares kini tengah berbahagia.
“Sekarang mending lo mandi,” ucap Adhara sambil menggiring Sky menuju kamar mandi. Sky kini hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar mendengar ucapan Adhara dan dengan langkah lelahnya ia segera menuju ke arah kamar mandi untuk mengikuti kemauan wanita tersebut daripada ia akan menjadi sasaran amarah oleh wanita hamil yang labil tersebut.
Adhara kini memilih untuk memilih pakaian untuk Sky. Hanya kaos yang dilapisi jaket jeans juga celana jeans panjang. Tak membutuhkan waktu lama kini Sky sudah keluar dengan kimono mandinya lalu setelahnya ia segera mengambil baju yang sudah disiapkan oleh Adhara lalu setelahnya ia segera kembali ke kamar mandi dan memakai pakaiannya.
__ADS_1
“Kita mau kemana sih Ra?” tanya Sky saat sudah keluar dari kamar mandi sambil melihat Adhara yang kini tengah memainkan ponselnya sambil merebahkan dirinya di sofa yang berada di sana.
“Udah lah, ikut aja,” ucap Adhara acuh dan tetap memainkan ponselnya. Sky menghembuskan nafasnya kasar mendengar hal tersebut lalu memilih untuk memakai make up tipis di wajahnya.
Tak beberapa lama kini ia sudah selesai dengan kegiatannya lalu berdiri di hadapan Adhara yang masih tak menyadari keberadaan Sky yang kini sudah berdiri di depannya dengan wajah datarnya.
“Udah selesai?” tanya Adhara pada Sky yang menjawabnya dengan anggukan. Adhara segera berdiri dan mengajak Sky untuk pergi.
“Mama, Adhara culik Sky dulu ya Ma,” ucap Adhara pada Arpina yang berada di ruang keluarga sambil menonton televisinya.
Adhara dan Sky segera berjalan ke arah wanita paruh baya tersebut lalu segera menyalami tangannya untuk berpamitan. Setelah mengucapkan salam dan mendapatkan jawaban dari wanita tersebut. Kedua perempuan tersebut segera pergi menuju depan rumah Sky yang kini sudah ada mobil milik Adhara yang terparkir di sana.
Setelah memastikan semuanya aman dengan segera Adhara melajukan motornya meninggalkan pekarangan rumah Sky dengan kecepatan sedang.
“Jangan terlalu dipikirin Sky, laki-laki ke gitu gak pantes untuk lo tangisin lagi. Udah cukup Sky,” ucap Adhara pada Sky berusaha untuk membuka pembicaraan agar tidak hening.
“Snapping one, two. Where are you?” lanjut Adhara melanjutkan lagu yang dinyanyikan oleh Sky hingga kini akhirnya mereka malah tertawa dan bercanda bersama juga melanjutkan lagu yang tengah mereka nyanyikan tersebut.
Tak membutuhkan waktu lama kini akhirnya mereka sampai di tempat tujuan mereka. Adhara kini membawa Sky menuju wahana bermain. Membuat Sky kini tersenyum dengan senyuman lebarnya saat Adhara mengajaknya ke tempat tersebut.
“Wah Adhara, gue suka nih. Ayo Ra,” ucap Sky pada Adhara merasa tak sabar untuk mengajak sahabatnya tersebut mencoba semua wahana yang berada di sana.
Sky rasanya hari ini begitu puas bermain dan bercanda bersama dengan sahabatnya tersebut. Ia begitu merasa beruntung memiliki sahabat seperti Adhara. Bahkan setelah ia dulu pernah membuat wanita tersebut berada dalam posisinya kini. Justru Adhara mau dengan lapang dada memaafkannya dan kini ia yang selalu ada untuknya saat ia berada di posisi Adhara saat itu karena ulahnya.
__ADS_1
Kini mereka tengah berada di wahana bermain, Adhara memang paling bisa untuk mengembalikan moodnya. Setelah lelah bermain kini mereka memutuskan untuk menuju stan es krim yang berada di sana. Namun dari kejauhan Sky malah mendapatkan pemandangan yang sangat membuat nya terluka.
Dari kejauhan kini Sky dapat melihat Antares yang tengah bergandengan tangan dengan Lucine dan berjalan ke arahnya.
“Sky lo mau yang rasa apa?” tanya Adhara saat mereka sudah semakin dekat dengan penjual es krim tersebut. Namun Sky malah tak menjawabnya yang membuat Adhara bingung melihatnya, ia segera mengikuti pandangan gadis tersebut hingga tatapannya tajam saat melihat Antares yang kini berjalan ke arah mereka bersama dengan Lucine.
“Gue gak bisa minta lo jangan nangis, tapi tunda dulu ya,” ucap Adhara Sky yang kali ini sudah tak bisa lagi menahan air matanya yang kini sudah mengalir membasahi wajahnya. Adhara yang melihat hal tersebut menghembuskan nafasnya kasar lalu setelahnya ia membuka topinya lalu memakaikannya pada Sky.
Dengan langkah besarnya ia berjalan bersama dengan Sky. Adhara menutupi mata Sky dengan topinya yang ia turunkan. Dengan tatapan tajamnya Adhara berjalan bersama dengan Sky yang hanya menundukkan kepalanya sedangkan Antares kini hanya menatap datar ke depan. Berbeda dengan Lucine yang kini tersenyum dengan bangga.
“Pengen gue sobek-sobek tuh mulutnya dia,” ucap Adhara bergumam pada Sky yang masih menunduk dengan air matanya yang kini masih mengalir.
Mereka akhirnya tidak jadi untuk membeli es krim dan lebih memilih untuk pulang karena ia tahu jika Sky kini membutuhkan waktu untuk sendiri dan gadis tersebut butuh waktu untuk melepaskan semua tangisnya tanpa siapa yang tahu.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Silahkan berikan kritik dan saran untuk cerita ini.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet. Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak ya. Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All. See You Next Chapter.