Atmosphere

Atmosphere
R2: jarak rata-rata planet 2 ke matahari


__ADS_3

Happy Reading all.


Guys menurut kalian apa yang kurang dari cerita ini? coba kasih saran dong kalau ada yang salah atau kurang.


***


Jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, makan malam pun sudah selesai Adhara siapkan namun Chan belum juga pulang setelah sarapan mereka tadi. Jujur saja kini Adhara begitu khawatir dengan laki-laki itu karena Chan memiliki masalah lambung dan kini laki-laki itu melewatkan makan siangnya.


Apa lagi terakhir kali Chan pulang malam laki-laki itu pulang dalam keadaan mabuk dan besoknya langsung jatuh sakit, hal itu tentu saja membuat Adhara semakin merasa khawatir sekaligus merasa bersalah atas ucapannya tadi pada Chan.


Suara pintu terbuka membuat Adhara yang semula tengah menonton tv segera berjalan menuju pintu hingga terlihat Chan yang pulang dengan wajah lelahnya.


“Lo dari mana aja? Jam segini baru pulang?” tanya Adhara dengan amarahnya ia sangat khawatir dengan laki-laki tersebut dan sekarang akhirnya ia bisa bernafas lega karena Chan baik-baik saja.


“Gue capek, gue mau mandi dulu abis itu makan,” ucap Chan dengan wajah datarnya lalu segera menuju kamarnya untuk mengambil handuk setelahnya laki-laki itu segera menuju kamar mandi.


Adhara menghembuskan nafasnya kasar lalu segera menuju dapur untuk menghangatkan makanan nya lalu menunggu Chan di meja makan dengan memainkan ponselnya. Tak lama Chan keluar dari kamar mandi dengan wajah segarnya.


Chan segera duduk di depan Adhara sambil menatap makan malamnya yang hanya tersaji telur dadar dan sayur sop juga tempe goreng. Adhara yang melihat hal tersebut memperhatikan Chan.


“Kenapa gak suka?” tanya Adhara dengan begitu lembut sangat berbeda dari biasanya yang selalu judes.


Chan hanya membalasnya dengan gelengan lalu segera duduk dan mulai memakan makanannya dengan khidmat begitupun Adhara. Tak ada yang memulai pembicaraan, Adhara yang ingin menanyakan kemana laki-laki itu pergi mengurungkan niatnya karena takut melihat Chan yang saat ini hanya diam dengan wajah datarnya. Sama seperti Chan yang pertama kali ia temui.


“Arche ngundang lo ke acara ulang tahunnya,” ucap Chan akhirnya membuka suaranya setelah selesai dengan makanannya. Adhara mengalihkan tatapannya pada Chan menatap laki-laki tersebut yang tengah meneguk air minumnya.


“Kapan?” tanya Adhara yang akhirnya juga membuka suaranya.


“Lusa,” jawab Chan sambil meletakkan gelasnya lalu segera membawanya untuk mencuci bekas makannya.


Adhara hanya membalasnya dengan anggukan namun di hatinya kini tengah memikirkan hadiah apa yang akan ia berikan pada Arche mengingat kini ia merasa begitu miskin dan tidak memiliki uang karena pengeluaran yang akhir-akhir ini begitu banyak karena ia juga harus membayar akan Chan.


Adhara menatap Chan lalu mendengus. Chan yang sudah selesai dengan kegiatannya menoleh ke arah Adhara yang ternyata tengah menelungkupkan wajahnya di atas meja dengan bibir yang mengerucut.


“Kenapa lo?” tanya Chan mengerutkan keningnya. Mendengar ucapan Chan Adhara segera menegakkan tubuhnya.

__ADS_1


“Bingung mau ngasih kado apa,” ucap Adhara dengan dengusannya. Chan hanya bisa menggeleng lalu duduk di depan Adhara.


“Jangan maksain kalo gak ada kasih yang murah tapi bermanfaat atau bisa buatan tangan lo sendiri yang sedikit biaya,” saran Chan membuat Adhara memikirkan ucapan Chan tersebut yang ada benarnya juga.


“Nora juga bakalan dateng,” ucap Chan membuat Adhara yang semula merosot kembali menegakkan tubuhnya.


Ia tak percaya gadis itu masih memiliki nyali untuk datang ke acara Arche setelah apa yang telah ibu Arche lakukan padanya. Sungguh tekadnya begitu kuat.


“Tapi gimana sama Mama Arche? Terakhir kali di acara Arche semua gak berjalan baik kan,” tanya Adhara pada Chan. Ia tak ingin memusuhi Nora ia hanya khawatir dengan gadis tersebut. Takut dipermalukan oleh ibu Arche.


“Nora akan pergi sama kita,” ucap Chan yang memang memiliki koneksi yang cukup bagus. Memangnya jika Nora pergi sebagai pengawal Chan siapa yang akan melarangnya masuk?


Setelah mengatakan hal tersebut Chan segera pergi menuju kamarnya meninggalkan Adhara yang masih bergelut dengan pikirannya kini ia berharap semoga tak akan terjadi sesuatu yang membuat gempar di acara tersebut karena itu adalah hari bahagia Arche.


Tak mau memikirkannya terlalu jauh Adhara segera membersihkan bekas makannya baru setelahnya ia juga memilih untuk masuk ke kamar.


***


Sepulang sekolah Sky memaksa Adhara untuk menemaninya membeli kado untuk Arche dengan imbalan Sky juga akan membayarkan apapun yang Adhara beli. Bukan maksud Adhara untuk memanfaatkan pertemannya dengan Sky namun jika Sky memaksa ia bisa apa selain menerimanya.


Kini mereka sudah berada di sebuah mall terkenal yang berada di kota tersebut. Sedari tadi mereka tak ada lelahnya memilih hadiah untuk Arche namun belum ada juga yang menarik perhatian mereka. Selain mereka tak tahu akan memberikan apa pada Arche harapan mereka pada hadiah tersebut cukup tinggi membuat mereka juga kebingungan ingin memberikan hadiah apa.


“Gue juga gak tau mau ngasih apa,” ucap Adhara dengan dengusan lelahnya karena memang ia sudah cukup lelah berkeliling mall sejak dua jam yang lalu namun tak tahu akan membeli apa. Bahkan seperti nya penjaga lift sudah bosan melihat kedua gadis itu yang terus turun naik lift sejak tadi.


“Sky gue capek,” keluh Adhara yang sudah duduk berselonjor di lantai. Sky yang melihat hal tersebut memelototkan matanya dan segera menarik Adhara untuk segera berdiri.


“Malu-malu in aja lo sumpah,” ucap Sky sambil menggelengkan kepalanya lalu segera menarik Adhara untuk duduk di salah satu kursi yang berada di sana.


Sky tentu saja tidak merasa lelah karena ia juga sering menemai mamanya berbelanja hingga berjam-jam. Berbeda dengan Adhara yang begitu mager (malas gerak) Adhara adalah tipe orang yang begitu malah saat sedang malah namun sangat rajin saat sedang rajin. Jika sedang malas bahkan hanya untuk menggerakkan kakinya satu langkah saja ia malah, namun saat sedang rajin apartemennya bisa begitu bersih tanpa noda.


“Gue tuh pengen kasih hadiah yang begitu membuat Arche terkesan, biar nanti pas dia udah tua pas liat tuh benda dia langsung ke inget gue dan kangen gue,” ucap Sky menyampaikan hadiah yang ia ingin berikan pada Arche.


“Batu nisan aja, pas udah tua pasti bakalan dia inget,” ucap Adhara dengan senyuman jahilnya.


“Mulut lo pinter banget di suruh bicara yang gak bener,” ucap Sky kesal sedangkan Adhar hanya membalasnya dengan kekehan.

__ADS_1


“Tapi saya bangga,” ucap Adhara dengan tawanya sedangkan Sky hanya bisa menggeleng melihatnya.


“Lo bener gak ada saran yang bagusan dikit apa?” tanya Sky yang mulai lelah memikirkan hadiah apa yang akan ia berikan pada Arche.


“Gue aja masih bingung gimana mau ngasih lo saran?” tanya Adhara dengan dengusannya. Kini kedua gadis itu dengan kompak menghela nafasnya kasar.


“Tapi ya Ra gue khawatir deh sama ulang tahun Arche kali,”


***


Halo semua Happy New Year 2022 All.


Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.


Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.


 


 


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


 


 


Stay healthy all.

__ADS_1


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.


__ADS_2