Atmosphere

Atmosphere
Er (Erbium)


__ADS_3

Happy Reading All.


Bentar aku mau nanya dong pendapat kalian tentang cerita ini.


Yuk jawab di koment ya


***


Seluruh kantin kini tengah memperhatikan meja bagian tengah kantin yang diisi oleh tiga laki-laki populer yang tak lain adalah para sang pangeran juga tiga gadis cantik dan satu gadis dengan cadarnya.


“Gimana Dhar nyaman gak?” tanya Arche dengan senyumannya yang begitu tulus. Sedari tadi laki-laki tersebut tidak pernah melepaskan tatapannya dari gerak-gerik Adhara yang terlihat kurang nyaman atau lebih tepatnya karena kepanasan dan bingung cara makan saat menggunakan cadar.


“Nyaman kok jadi bisa terhindar dari tatapan laki-laki buaya,” ucap Adhara sambil melihat ke arah Chan saat mengatakan kata buaya. Meskipun Chan bukan buaya malah terkesan seperti gay karena tidak pernah tertarik pada gadis.


“Apa?” tanya Chan dengan tajam membuat Adhara tersenyum hingga terlihat matanya yang menyipit.


“Gak gak becanda, kamu kan gay,” kekeh Adhara sambil melambaikan tangannya. Ucapan Adhara tersebut sontak membuat Chan melotot ingin sekali rasanya ia memukul kepala Adhara tersebut.


Namun jujur saja saat mendengar Adhara memanggilnya dengan sebutan “Kamu” hal tersebut berhasil memompa jantung Chan untuk berdetak lebih cepat dari biasanya. Memang Adhara mengatakan hal tersebut bukan hanya untuknya namun tetap saja membuatnya salting.


“Udah makan, ntar keburu dingin,” ucap Sky membuka suara. Tumben sekali gadis itu bisa bijak dalam menjadi penengah.


“Ini gue cara makannya gimana ya?” tanya Adhara lagi yang sontak membuat teman-temannya itu menertawakan kekonyolan Adhara. Chan hanya menggeleng sambil tersenyum. Memang gadis itu begitu ampuh menjadi obat saat badmood.


“Buka aja kali,” ucap Antariksa sambil memutar bola matanya. Ia yang melihat Adhara seperti itu malah ia yang merasa begitu ribet.


“Ya jangan dong, kan aku sekarang jadi anak sholeha,” ucap Adhara yang malah mendapatkan tatapan datar dari Antariksa.


“Terus mau lo gimana kunti?” tanya Antariksa dengan kekesalannya.


Adhara hanya mengedikkan bahunya lalu segera mengambil ponselnya membuat teman-temannya bingung dengan apa yang akan selanjutnya Adhara lakukan.


“Mau apa lo?” tanya Elara bingung sambil mengintip apa yang tengah Adhara cari di ponselnya. Bukannya ingin melihat privasi Adhara namun tak sengaja ia melihat jika Adhara membuka aplikasi berwarna merah tempat kumpulan banyak video tersebut.


“Mau cari tutorial makan saat memakai cadar,” ucap Adhara dengan santainya yang langsung membuat teman-temannya kembali dibuat tertawa oleh Adhara.


“Emang tinggal separuh otak pacar lo Chan,” ucap Sky masih dengan sisa tawanya. Chan hanya bisa menggeleng melihat kelakuan Adhara. Selama tinggal bersama Adhar memang ia sudah begitu tahu bagaimana tabiat gadis itu yang memang begitu konyol.


Setelah menemukan apa yang dicarinya Adhara memulai makannya dengan memasukkan sesendok makanannya ke dalam cadarnya. Benar-benar mengikuti apa yang ada di aplikasi tersebut. Adhara kini benar-benar bertindak begitu alim.


“Dhar gak panas?” tanya Ariel yang merasa gerah sendiri melihat Adhara.


“Ya pa….” baru saja Adhara akan menjawab tapi ucapannya lebih dulu di potong oleh Antariksa yang menyela ucapannya.


“Jelas panas lah maklum dia kan banyak setan nya,” ucap Antariksa yang memang sengaja memancing kemarahan Adhara. Memangnya kapan lagi membuat Adhara marah tanpa tangan gadis itu berjalan untuk memukulnya.


“Sabar ya Dhar ini ujian, ngadepin medusa emang harus sabar,” ucap Adhara sambil mengelus tangan kanannya yang terkepal begitu erat.


Temannya yang lain hanya bisa menggeleng melihat pertengkaran mereka yang tidak ada habisnya tersebut. Melanjutkan makanannya dengan celotehan Adhara yang begitu dominan.

__ADS_1


***


Adhara berjalan keluar kelasnya dengan santai walau ia sudah tidak sabar untuk membuka seragam panjangnya tersebut dan segera ngadem di depan kipas angin sambil rebahan di kamar apartemen tercintanya.


Namuan saat Adhara baru saja berbelok di koridor tangannya ditarik oleh seseorang membuat Adhara menoleh dan segera menepisnya saat menyadari jika orang tersebut adalah Chan.


“Kenapa?” tanya Adhara dengan kerutan di keningnya.


“Pulang bareng,” ucap Chan yang setelahnya langsung menarik tangan Adhara untuk pergi menjauh namun Adhara segera menepisnya.


“Kenapa?” tanya Chan dengan dengusannya.


“Bukan mahram,” ucap Adhara yang langsung berjalan lebih dulu dari Chan. Chan menghela nafasnya kasar berusaha untuk bersabar menghadapi Adhara yang tengah menjadi ukhti sholeha tersebut.


“Tunggu di depan gerbang, gue ambil mobil,” pesan Chan yang Adhara balas dengan anggukan karena menurutnya lumayan karena hemat ongkos jadi gapapa lah sesekali nebeng Chan.


Di depan gerbang ternyata di sana masih ada Elara yang tengah menunggu jemputan. Gadis itu segera menghampiri temannya tersebut dan menepuk pundak Elara.


“Belum pulang?” tanya Adhara yang dibalas dengan gelengan oleh Adhara.


“Kalo udah pulang gak mungkin gue disini,” ucap Elara karena memang pertanyaan Adhara sungguh tidak logis. Jika sudah pulang bagaimana bisa Elara berada di sampingnya sekarang.


“Kali arwahnya,” ucap Adhara dengan tawanya yang menggelegar.


“Astaghfirullah Ukhti gak boleh tertawa keras dan berbicara sembarangan” peringat Elara pada Adhara yang sepertinya lupa jika kini gadis itu tengah menjadi shoieha bukan sholehot.


“Eh iya, Astagfirullah,” ucap Adhara sambil mengelus dadanya sambil memejamkan matanya.


“Iya, kenapa?” tanya Elara tidak bersahabat. Ia hanya tak ingin jika gadis itu mencari temannya untuk menindas Adhara walau ia tahu jika tak mungkin ada yang bisa menindas Adhara.


“Adhara nya mana ya?” tanya Nora dengan kerutan di dahinya.


“Kenapa nyari aku kak?” tanya Adhara yang membuat Nora berjengit kaget lalu segera mengalihkan tatapannya pada gadis bercadar di depannya. Tatapannya begitu menyelidik pada Adhara.


“Apa sih?” tanya Adhara yang mulai kesal karena Nora memperhatikannya.


“Ini beneran kamu?” tanya Nora tidak percaya. Adhar memutar bola matanya malas lalu mengangguk.


“Nora?” tanya Chan yang datang menghampiri mereka.


“Tuan muda, Tuan mencari Anda,” ucap Nora yang membuat Chan menatap datar gadis di depannya itu.


“Katakan padanya aku tak ingin bertemu,” ucap Chan santai dan hendak menarik Adhara namun suara yang begitu familiar menahannya.


“Mengapa kau tak ingin bertemu denganku?” tanya Leo yang muncul dengan penampilan kerannya.


“Siapa nih?” tanya Elara berbisik pada Adhara.


“Sugar daddy,” ucap Adhara asal membuat Elara berusaha menahan tawanya.

__ADS_1


“Untuk apa kau mencariku?” tanya Chan dengan wajah datarnya menatap ayahnya tajam.


“Kau masih tak ingin pulang demi gadis ini?” tanya Leo yang sudah mendengar jika gadis bercadar tersebut adalah Adhara.


“Aku tak ingin kembali ke neraka tersebut,” ucap Chan datar membuat Leo terkekeh.


“Lalu apa apartemen kecil itu adalah surga?” tanya Leo dengan senyuman sinisnya.


“Kenyamanan rumah gak di ukur dari besar dan kecilnya tempat tinggal, tapi dari bagaimana orang di dalamnya bersikap. Percuma rumah besar bak istana tapi terasa begitu panas bagai di neraka,” ucap Adhara dengan santainya. Mendengar ucapan Adhara, Leo mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya.


“Sabar Dhar lo harus stay kalem,” ucap Elara mengelus punggung Adhara, Adhara menarik nafasnya dalam berusaha mengontrol dirinya agar tidak meledak saat itu juga.


“Aku tunggu kau malam ini di rumah, kakek sedang sakit,” ucap Leo yang segera pergi dari sana karena tak ingin menjadi pusat perhatian.


“Apa ini sudah saat nya pembagian warisan? Dan penandatanganan surat pindah kuasa?” tanya Chan yang berhasil membuat amarah Leo memuncak tapi berusaha Leo tahan dengan senyuman sinisnya.


Leo segera pergi dari sana begitupun Nora yang pergi dari sana. Chan menarik tangan Adhara untuk segera masuk ke dalam mobilnya meninggalkan Elara dengan kebingungannya.


***


Halo semua Happy New Year 2022 All.


Semoga impian yang belum terwujud di tahun 2021 bisa terwujud di tahun 2022 ini.


Tetap semangat ya apapun yang terjadi, di tahun ini harus bisa lebih kuat lagi. Kalian hebat bisa bertahan sejauh ini.


 


 


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Maaf ya baru bisa update sekarang.


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


 


 


Stay healthy all.


Thank For Reading.

__ADS_1


See You Next Chapter All.


__ADS_2