Atmosphere

Atmosphere
B (Boron)


__ADS_3

Happy Reading All.


***


Adhara masih belum tersadar dengan keterkejutannya. Info yang baru saja Arche ucapkan tersebut tentu saja hal yang membuat semua orang pasti akan terkejut mendengarnya. Pantas saja selama ini Arche begitu baik pada Nora.


Namun kini yang membuat Adhara bingung adalah sikap ibu Arche pada Nora, wanita tersebut begitu membenci Nora membuat segala pertanyaan dan pikiran buruk bersarang di otak gadis tersebut.


“Tapi bagaimana bisa? Sikap yang lo kasih ke dia itu bukan sikap layaknya kakak,” bisik Adhara dengan begitu pelan, namun karena Arche yang memang berada di samping Adhara ia dapat mendengar ucapan Adhara walau samar.


Arche menghela nafasnya kasar lalu melihat ke arah Adhara yang kini masih bergeming di sampingnya.


“Terus gimana gue harus bersikap? Gue ngasih dia perhatian, baik ke dia. Bukan karena suka, tapi karena gue ingin dia bahagia dengan itu, dia gak bahagia dari kecil Ra. Selalu ada yang membuat dia terluka, baru setelah ketemu gue dia ngerasa bahagia dan senyumnya balik lagi,” ucap Arche dengan wajah sendu nya. Adhara yang melihat hal tersebut menjadi tidak tega dengan Arche membuat gadis tersebut mengelus pundak Arche berusaha menenangkan laki-laki tersebut dan memberikan kekuatan padanya.


“Sejak kapan lo tahu kalau dia adik lo?” tanya Adhara yang mulai penasaran dengan hubungan antara Archaea dan Nora.


Arche menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan tersebut, mengingat kembali pada sepuluh tahun lalu saat keluarganya terasa begitu hancur dengan fakta yang mereka ketahui.


“Sejak sepuluh tahun lalu,” ucap Arche dengan senyuman sinisnya. Laki-laki itu kembali terdiam begitupun dengan Adhara. Setelah beberapa saling terdiam baru Adhara akhirnya kembali membuka suara karena rasa penasaran gadis tersebut.


“Tapi kalau dia adik lo kenapa mama lo benci banget sama Nora? Dan gimana lo bisa tahu semua ini?” tanya Adhara dengan beruntun. Tanpa sadar gadis tersebut memberondong Arche dengan banyak pertanyaan membuat laki-laki tersebut terkekeh mendengarnya.


“Ih kok ketawa?” tanya Adhara dengan mengerucutkan bibirnya manja, jika yang melihat hal tersebut adalah Chan pasti ia sudah muntah melihatnya, jika yang melihatnya Arche pasti gadis tersebut sudah mendapatkan pukulan di kepalanya, beruntung yang melihatnya kali ini adalah Arche hingga hanya bisa terkekeh geli melihatnya.


“Lagian lo bawel banget sumpah,” ucap Arche membuat Adhara mendengus.


“Ok, jadi? Kenapa Mama lo benci banget sama dia?” tanya Adhara sekali lagi. Arche mengangguk yang malah membuat Adhara tak mengerti.

__ADS_1


“Karena dengan melihat Nora sama seperti membuka luka yang sudah lama mama sembunyikan, Mama juga sebenarnya tidak ingin membenci seseorang atas hal yang bukan kesalahannya, hanya saja mengingat Nora malah membuat mama sakit,” ucap Arche menjelaskan. Ya ia mengerti mengapa mama nya menjadi menggila hanya karena Nora yang berada di hadapannya. Karena ia memang tak ingin membuka luka lama nya.


“Dia bukan anak mama lo?” tanya Adhara yang dibalas dengan gelengan oleh Adhara. Sebenarnya pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang salah karena tentu saja Nora bukan anak dari Mamanya mengingat wanita tersebut begitu membenci Nora.


“Ya dia bukan anak Mama gue, dia anak dari selingkuhan Papa. Mangkanya Mama setiap melihat Nora selalu marah, karena mama saat melihat Nora hanya akan merasakan sakit akibat pengkhianatan yang papa lakukan,” ucap Arche menjelaskan mengapa mamanya begitu membenci Nora, tidak sebenarnya Mamanya tak membenci gadis tersebut karena Nora tidak salah yang salah adalah Mama gadis tersebut juga Papanya. Namun dengan melihat Nora mengingatkan Mama Arche akan luka.


“Jadi itu alasan Mama lo selalu marah saat ada Nora?” tanya Adhara yang dibalas dengan anggukan oleh Arche. Adhara menghela nafasnya kasar begitupun dengan Arche.


“Ya, karena Nora adalah bukti hidup perselingkuhan papa gue?”  jawab Arche membuat Adhara mengangguk mengerti. Mungkin ia jika berada di posisi Mama Arche akan melakukan hal yang sama. Namun dengan tidak bisa berdamai dengan masa lalu hanya akan membuat luka itu bersarang dengan abadi. Percayalah obat dari luka adalah luka itu sendiri.


“Kenapa lo bisa tahu semua itu? Dari mana lo tahu?” Tanya Adhara yang masih belum puas dengan rasa penasarannya. Arche terkekeh melihat gadis tersebut yang begitu penasaran, namun ia juga merasa senang karena dapat berbagi cerita yang selama ini ia pendam sendiri pada orang lain.


“Gue gak sengaja denger semua ini saat pertengkaran kedua orang tua gue….”


Flashback On


Namun Arche malah tak sengaja meninggalkan robot mainannya di ruang tamu segera turun, namun belum sampai di ujung tangga ia dapat mendengar ucapan yang membuatnya terkejut. Juga Mamanya yang sudah menangis dengan Mama Chan yang memeluknya erat, sedangkan papa Arche dan Chan saling bersitegang.


“Kamu gila Adam, bagaimana kamu bisa memiliki anak dengan gadis lain?” tanya Leo dengan wajahnya yang sudah memerah menahan amarah. Bagaimanapun ia juga adalah sahabat Miranda, mereka sudah bersahabat sejak lama bahkan mereka juga masih terikat hubungan saudara sepupu.


“Apa yang kamu katakan?” tanya Adam yang masih tak mau mengakui kesalahannya. Atau malah ia sudah melupakan gadis yang dulu pernah menjadi selingkuhannya tersebut, atau bahkan ia tak tahu jika gadis itu hamil.


“Kau tahu gadis yang tujuh tahun kau temui di bandung saat itu? Dia hamil anakmu dan saat ini ia telah meninggal, dan anak mu aku yang merawatnya,” ucap Leo yang berhasil membuat Adam terdiam. Leo melempar bukti yang dimilikinya, Miranda segera mengambilnya dan membaca semua bukti tersebut bahkan bukti foto-foto saat Adam bersama dengan wanita tersebut juga bukti tes DNA.


Dengan marah Miranda segera melempar kertas tersebut pada Adam dengan marahnya, air matanya sudah mengalir membasahi pipi wanita tersebut.


“Kau, berani sekali kamu selingkuh dari aku Adam. Semua nya sudah aku berikan padamu,” ucap Miranda dengan kemarahannya membuat Adam segera menghampiri Miranda dan menggenggam tangan wanita tersebut erat.

__ADS_1


“Maafkan aku Miranda, aku tahu aku salah. Namun aku melakukannya karena khilaf. Aku hanya hanya mencintai kamu, aku mohon maafkan aku,” pinta Adam memohon pada Miranda, namun wanita tersebut malah pergi meninggalkan Adam juga semua yang berada di sana.


Arche yang melihat hal tersebut dari jauh hanya diam terpaku, ia merasa kasihan dengan mamanya yang kini telah pergi. Arche saat itu tak bisa melakukan apapun selain mencari tahu siapa sebenarnya adik nya tersebut. Laki-laki itu begitu menginginkan seorang adik, dan saat ini ia benar memilikinya namun dengan cara yang salah.


“Aku mau kamu bunuh dia,” ucap Adam menghela nafasnya kasar dan segera duduk di sofa yang berada di sana.


Flashback Off


***


Hai Semua balik lagi nih sama aku.


Btw siapa nih yang udah nunggu Adhara bareng tiga cogannya?


Semoga kalian suka ya, maaf kalau feel kurang dapet dan masih ada typo.


Jangan lupa di tambahkan ke favorite, like, dan koment ya guys.


Follow ig aku ya @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Oh iya untuk update aku bakal update 2 bab perhari ya guys.


Stay healthy all.


Thank For Reading all.


See You Next Chapter All.

__ADS_1


__ADS_2