
FYI "Planet Kesembilan adalah sebuah planet besar hipotetika di luar jauh Tata Surya\, yang pertama kali dinyatakan pada 2014\, yang berada pada konfigurasi orbital tak biasa dari kelompok objek trans-Neptunus[4][5][6] yang sebagian besar mengorbit sabuk Kuiper."
happy Reading All.
***
Hari ini adalah hari keberangkatan Adhara untuk kembali ke indonesia. Dan karena hal tersebut sedari tadi Chan terus saja tak bisa lepas dari Adhara. Bahkan kini saat Adhara tengah mencuci piring bekas sarapan mereka Chan terus saja memerlukan darah dari belakang membuat gadis tersebut beberapa kali menghembuskan nafasnya kasar.
Tingkah manja kekasihnya tersebut membuat darah tak habis pikir bagaimana bisa laki-laki yang terkenal begitu cuek dan begitu dingin kini malah bertingkah begitu manja. Namun ia mengerti Chan bersikap manja hanyalah padanya. Jika di luaran sana tidak mungkin laki-laki tersebut yang itu menjaga kharisma nya akan melunturkan citra yang sudah dibangun oleh laki-laki tersebut.
"Kamu yakin nggak mau lebih lama lagi di sini? Liburan kamu masih lama kan,” ucap Chan yang sebenarnya masih tidak ingin jika Adhara harus cepat kembali ke indonesia. Ia masih merindukan gadisnya tersebut dan ingin lebih lama lagi bersama gadis tersebut. Namun Adhara malah hanya bisa berada di inggris selama 1 minggu. Waktu satu minggu bagi Chan begitu sebentar.
"Nggak bisa Chan, meskipun aku libur banyak kegiatan yangharus aku ikutin apalagi sebentar lagi lagi aku udah masuk semester 5. Sekarang itu kegiatan lagi banyak banyaknya sebenarnya mangkanya aku enggak bisa untuk terlalu lama dari sini,” ucap Adhara menjelaskan pada Chan yang kini menghembuskan nafasnya kasar mendengar penjelasan dari gadisnya tersebut.
Jika saja kali ini ia juga memiliki waktu libur mungkin ia akan ikut bersama dengan Adhara. Namun sayang sekali kali ini ia tidak memiliki waktu libur dan ia juga harus mempersiapkan skripsinya mulai sekarang mengingat ia mengambil percepatan kuliah.
"Lagian kamu juga harus kuliah kan kamu nggak bisa terus-terusan buat nemenin aku jalan-jalan,” ucap Adhara sambil membalikkan tubuhnya dan kini menghadap ke arah laki-laki yang terus saja memeluknya dari belakang dari tadi tersebut.
Adhara bahkan kini tersenyum dengan begitu lembut saat melihat bagaimana wajah cemberut Chan yang kini menatapnya dengan tak ingin gadisnya tersebut untuk meninggalkannya. Namun ia juga tidak bisa untuk tetap menahan garisnya tersebut jika Adhara sudah mengatakan ia tidak bisa tinggal maka gadis keras kepala tersebut akan tetap saja untuk kembali ke indonesia.
"Sekarang kamu itu udah mulai skripsi, jadi kamu harus benar-benar buat nyiapin skripsi kamu biar cepet lulus dan kita bisa sama-sama lagi di indonesia,” ucap Adhara yang berusaha menenangkan Chan sambil mengelus wajah laki-laki tersebut. Chan menghembuskan nafasnya kasar namun tetap saja akhirnya laki-laki tersebut menganggukkan kepalanya.
Kali ini Adhara benarIaharus cepat-cepat lulus agar Ia dan Adhara bisa untuk bersama lagi tanpa ada jarak yang memisahkan mereka.
Bahkan Chan juga merencanakan untuk melanjutkan kuliahnya di tempat Adhara kuliah. Dan mulai memegang salah cabang perusahaan milik ayahnya yang berada di bandung.
"Aku pasti bakalan kangen banget sama kamu, jangan lupa untuk selalu hubungin aku dan minta izin ke manapun kamu pergi. Aku harus tahu semua kegiatan kamu apalagi tentang Antares,” ucap Chan memberi peringatan pada Adhara yang kali ini menghembuskan nafasnya sambil menganggukkan kepalanya. Ia mengerti pasti laki-laki tersebut masih merasa cemburu pada Antares jadi ia tidak akan mempermasalahkan itu.
Karena Ia memang akan mengatakan pada Chan kemanapun ia pergi dan apa yang dilakukan antara. Adhara tidak ingin jika ada lagi kesalahpahaman diantara mereka yang membuat hubungan mereka kembali renggang.
__ADS_1
Paparazzi yang selalu mengirimi Chan foto-fotonya saat bersama dengan Antares benar-benar membawa dampak buruk pada hubungannya jadi ia harus lebih berhati-hati pada orang tersebut.
Chan dan Adhara kini saling berpelukan, setelahnya Adhara segera melepaskan pelukannya dan memilih untuk segera bersiap karena ia memilih penerbangan pagi.
***
Setelah libur satu bulan lebih kini akhirnya Adhara sudah kembali kuliah lagi. Gadis tersebut bahkan kini sudah terlihat begitu rapi dengan celana panjangnya juga kaos yang digunakannya. Gadis tersebut kini tengah berada di parkiran menunggu Nora yang tengah memarkirkan motornya.
Hari ini Adhara emang berangkat bersama dengan Nora dengan motor yang dibawa oleh gadis tersebut. Selama liburan kemarin cara memilih untuk kembali ke jakarta dan semakin mendekatkan hubungannya dengan keluarganya yang berada di sana. Kini ia merasa begitu beruntung karena memiliki keluarga yang bisa menerimanya.
Sedari kecil ia tidak pernah merasakan yang namanya kasih sayang seorang ayah, dan setelah ibunya meninggal ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Namun kali ini tidak hanya merasakan kasih sayang seorang ayah juga kasih sayang seorang ibu ia juga merasakan kasih sayang seorang kakak seorang kakak yang begitu baik dan selalu ada untuknya.
Baginya arche bukanlah hanya seorang kakak tapi juga seorang yang membuatnya kini bisa merasakan kasih sayang keluarga. Ia begitu beruntung karena memiliki kakak seperti arche yang bukannya membencinya saat mengetahui jika ibunya adalah selingkuhan dari ayahnya yang tega menyakiti ibu laki-laki tersebut. Arche malah begitu baik padanya dan begitu menyayanginya.
"Jadi gimana selama di inggris?” Tanya Nora saat ia sudah berada di dekat Adhara. Kini mereka sudah berjalan bersama menuju kelas mereka. Karena sebelum mereka masuk kuliah mereka memang sudah menentukan KRS.
"Baik, sekarang hubungan gue juga Chan sudah mulai membaik. Dan sesuai yang lu bilang emang ada yang ngirimin Chan foto-foto gue sama Antares,” ucap Adhara pada Norah yang kini menganggukkan kepalanya.
"Adhara,” suara teriakan tersebut sontak membuat Adhara juga Nora menoleh ke arah samping melihat ke arah laki-laki yang kini berjalan ke arah mereka sambil merentangkan tangannya.
"Nora,” suara yang terdengar memanggil Nora tersebut sontak membuat Nora juga menoleh ke arah sumber suara yang ternyata dari laki-laki yang mereka tentu saja mengenalinya.
Mereka adalah Antares juga Izar yang kini tengah berlari ke arah Adhara juga Nora sambil merentangkan tangannya membuat kedua garis tersebut mengerutkan keningnya sebelum sebuah pelukan menyapa mereka. Namun dengan segera kedua garis tersebut berusaha melepaskan pelukan tersebut. Bagi mereka tidak aman jika hal ini berada di luaran seperti ini mengingat ada mata-mata yang terus mengawasi Adhara.
"Apaan sih lu meluk meluk gue?” Tanya Adhara dengan nada tidak sukanya pada Antares yang kini malah mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan gadis.
"Biasa aja dong muka lu gatel nih tangan gue pengen mukul,” sentak Adhara pada Antares yang kali ini akhirnya bersikap biasa saja dan tersenyum dengan lebar ke arah gadis di depannya tersebut.
"Besok malam ada acara ulang tahun pernikahan orang tua gue, jadi gue mau ngajak lo buat dateng sama gue,” ucap Antares dengan begitu tegasnya pada Adhara seolah ia tidak menerima penolakan. Adhar yang mendengarnya malah menggelengkan kepalanya. Selain tidak suka datang ke pesta ia juga tidak ingin jika ada mata-mata yang malah akan melaporkan hal ini pada Chan dengan memfitnah dirinya lagi.
__ADS_1
"Ayolah ra, kalau lo gak mau gue bakalan nyulik lo,” ucap Antares yang kini malah membuat Adhara memelototkan matanya mendengar hal tersebut.
"Berani lo nyulik gue?” Tanya Adhara dengan tatapan tajamnya pada Antares yang kini kembali mengerucutkan bibirnya. Sedangkan Nora kini malah sudah di tarik oleh Izar entah kemana laki-laki tersebut akan mengajaknya.
"Gue bakalan ngelakuin apapun biar lo ikut,” ucap Antares tegas yang membuat Adhara menghembuskan nafasnya kasar mendengarnya. Ia tahu bagaimana Antares dan jika laki-laki tersebut sudah berkata seperti itu pasti ia benar-benar akan melakukan apapun agar Adhara mau ikut dengannya.
"Ck ya udah gue ikut,” ucap Adhara akhirnya. Sebelum ada mata-mata yang melaporkannya pada Chan, Adhara harus lebih dulu memberitahu kekasihnya tersebut agar tidak ada lagi kesalahpahaman di antara mereka.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Yang suka rasa sakit dan cerita yang penuh emosi kalian bisa nih buat baca cerita ku yang satu ini.
__ADS_1