Atmosphere

Atmosphere
S2 Transit Venus


__ADS_3

Fyi "Venus akan singgah di muka Matahari yang dalam astronomi dikenal sebagai transit Venus."


Happy Reading All.


***


Adhara mengerjapkan matanya beberapa kali saat merasakan lapar di perutnya. Dengan segera wanita tersebut menegakkan tubuhnya lalu melihat ke arah jam di dinding kamarnya yang kini sudah menunjukkan pukul 1.35 dini hari.


Adhara melihat ke arah Chan yang kini sudah terlelap di sampingnya. Wanita tersebut menghembuskan nafasnya kasar ia bingung antara ingin membangunkan Chan atau ia harus turun sendiri untuk memasak makanan untuknya. Adhara akhirnya memilih untuk segera turun untuk memasak makanan yang dapat mengganjal rasa laparnya tersebut. Ia merasa tak tega untuk membangunkan Chan yang terlihat begitu kelelahan.


“Udah lah masak sendiri aja, juga di bawah ada pengawal jadi gak usah takut. Lagian setan juga takut sama gue,” ucap Adhara dengan kekehannya mengingat ucapan para sahabatnya tersebut yang mengatakan jika bahkan setan pun takut pada Adhara.


Akhirnya kini Adhara menyalakan lampu di semua ruangan yang dilihatnya. Karena memang di beberapa ruangan lampu akan dimatikan saat sudah malam.


“Nyonya Anda mau kemana?” tanya seorang penjaga yang tengah jaga malam di depan lift saat Adhara baru saja keluar dari lift tersebut.


“Saya lapar jadi saya akan masak di dapur,” ucap Adhara dengan senyumannya pada penjaga tersebut yang menjawabnya dengan anggukan. Setelahnya ia segera berjalan ke arah dapur untuk membuat makananya, makanan sederhana untuk sekedar menghilangkan laparnya.


Saat sampai di dapur Adhara mengambil beberapa bahan yang ia butuhkan juga alat masaknya, ia hanya akan memasak nasi goreng ayam suwir. Juga mengeluarkan telur serta sayuran yang akan digunakannya.


Di lain tempat kini Chan sontak membuka matanya saat merasakan jika istrinya tak ada di samping nya. Chan segera bangkit dari tidurnya lalu segera mencari istrinya tersebut di sekitar kamar juga kamar mandi namun ia tak menemukan istrinya tersebut di sana membuat Chan khawatir dengan tidak adanya istrinya tersebut.


Chan mengambil ponselnya untuk menelepon penjaga cctv rumahnya untuk mengetahui keberadaan Adhara. Setelah mengetahui jika Adhara ada di dapur dengan segera laki-laki tersebut berjalan turun untuk menghampiri istrinya tersebut.


Saat sampai di dapur dapat ia lihat kini Adhara tengah memasak dengan begitu lihainya melihat hal tersebut Chan segera menghampiri Adhara lalu mengambil alih pisau yang dipegang oleh wanita tersebut. Adhara melihat ke arah samping, merasa terkejut saat ada yang mengambil alis pisaunya hingga senyumnya mengembang saat melihat Chan.


“Biar aku yang lanjut, kamu duduk aja,” ucap Chan pada Adhara. Kini ia hanya perlu memotong timun saja karena nasi gorengnya juga sudah matang.


Adhara hanya menjawabnya dengan anggukan lalu segera duduk di kursi bar yang berada di sana sambil menunggu Chan yang kini tengah menyiapkan teh hangat untuknya. Setelah selesai ia dengan segera meletakkan nasi goreng serta teh hangat tersebut di depan Adhara.

__ADS_1


“Silahkan di makan,” ucap Chan dengan senyumannya yang membuat Adhara ikut tersebut dan memakan makanannya.


Chan kini berjalan ke samping Adhara dan duduk di samping wanitanya tersebut sambil melihat Adhara yang tengah makan dengan lahapnya.


“Lain kali bangunin aku kalau kamu lapar,” ucap Chan pada Adhara memberitahu wanita tersebut. Ia hanya khawatir terjadi sesuatu pada Adhara.


“Iya,” ucap Adhara dengan singkatnya lalu kembali melahap makanannya tersebut hingga tandas. Setelah selesai dengan makanannya kini Adhara segera menegak minumannya hingga tandas.


“Kenyang banget,” ucap Adhara sambil mengelus perutnya membuat Chan terkekeh melihat tingkah wanitanya tersebut.


“Udah kan balik ke kamar yuk,” ajak Chan pada Adhara yang menjawabnya dengan anggukan.


Setelahnya mereka dengan segera kembali ke kamar untuk melanjutkan istirahat mereka mengingat kini jam masih menunjukkan pukul 2.15 dini hari.


Namun saat sampai di kamarnya Adhara kini masih saja tak dapat memejamkan matanya, ia hanya berguling ke sana kemari membuat Chan kini menegakan tubuhnya dan menatap Adhara dengan bingung.


“Kenapa?” tanya Chan pada Adhara dengan tatapan bingungnya.


“Ini masih malem Sayang, mana ada orang jualan durian jam segini?” tanya Chan dengan tatapan bingungnya melihat ke arah Adhara yang kali ini malah menatapnya dengan matanya yang berkaca-kaca, tatapan yang baru kali ini ia lihat dari Adhara saat meminta sesuatu. Biasanya wanita tersebut akan menatapnya begitu tajam.


“Ck, ok aku minta penjaga buat cari duriannya,” ucap Chan yang sudah hendak menelpon penjaga di rumahnya namun Adhara segera menahannya membuat Chan kini mengerutkan keningnya bingung. Kini ia berharap jika istrinya tersebut akan membatalkan permintaannya itu karena ingat waktu namun sepertinya ia salah dan terlalu berharap lebih.


“Aku mau kamu yang beli sendiri,” ucap Adhara dengan begitu santainya yang membuat Chan memelototkan matanya mendengar hal tersebut. Namun akhirnya ia memilih untuk menganggukkan kepalanya saat melihat tatapan Adhara yang kini menatapnya dengan tatapan sendunya.


“Ok aku jalan,” ucap Chan akhirnya yang membuat Adhara tersenyum mendengarnya.


Chan dengan segera memakai pakaiannya juga mengambil kunci mobilnya, tak lupa ia juga menelepon Arche untuk berbagi kesusahan dengan sahabatnya tersebut. Saat ia menelpon Arche terdengar suara Arche yang terdengar begitu serak khas orang baru bangun tidur.


Akhirnya kini Chan menunggu Arche di depan rumah laki-laki tersebut hingga tak lama Arche keluar dari rumah nya dengan celana pendek juga hoodie yang gunakan laki-laki tersebut. Terlihat kini wajahnya terlihat begitu mengantuk saat masuk ke dalam mobil Chan.

__ADS_1


“Gue baru tidur lo bangunin,” ucap Arche pada Chan yang kali ini menatap sahabatnya tersebut dengan matanya yang juga tak kalah mengantuknya.


“Udah lah, dari pada anak gue ileran,” ucap Chan pada Arche yang akhirnya menghembuskan nafasnya sambil memejamkan matanya dan memilih untuk tidur. Melihat hal tersebut Chan memelototkan matanya karena ia mengajak Arche untuk menemaninya berbicara agar tidak mengantuk namun kini Arche malah sudah tertidur.


Setelah berkeliling Chan tetap tak melihat ada yang menjual duren. Lagi pula siapa yang akan menjual durian di tengah malam begini? Jadi akhirnya Chan memilih untuk pulang dan tidur di mobilnya bersama dengan Arche di sampingnya. Lagi pula kini pasti Adhara sudah tertidur.


Di tempat lain kini Adhara merasa mengantuk karena menunggu Chan dan juga Arche tak juga datang. Entah kemana kedua laki-laki tersebut mencari durian. Adhara akhirnya memilih untuk tidur daripada menunggu kedua laki-laki tersebut yang tak kunjung datang.


“Awas aja ya dua cowok itu kalau datang gak bawa durian.Aku nunggu sampe ketiduran gini kalau gak dapet apa-apa aku kasih pelajaran ke mereka berdua,” ucap Adhara dengan kesalnya sebelum ia memejamkan matanya dan masuk ke alam mimpinya.


***


Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.


Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.


Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.


Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.


Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath


Dukungan kalian semangat ku😉


Thanks for Reading All.


See You Next Chapter.


Jangan lupa tinggalin jejak ya

__ADS_1


Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.



__ADS_2