
Fyi "Supermoon adalah fenomena ketika bulan tampak lebih besar, terang, dan dekat dari biasanya. Fenomena supermoon terjadi karena bentuk orbit terhadap bumi bukan bulat, melainkan elips. "
Happy Reading All.
***
Adhara menatap SIM di tangannya dengan senyuman bangganya sambil berjalan bersama dengan Sky yang kini berjalan di samping nya sambil melihat Adhara dengan tatapan herannya, melihat Adhara yang kini terlihat begitu senang hanya karena sudah mendapatkan SIM nya.
“Seneng banget ya?” tanya Sky pada Adhara yang hanya bisa menganggukkan kepalanya sambil menciumi SIM tersebut. Sky bahkan hari ini rela tidak datang kelas pagi hanya untuk mengantar Adhara untuk membuat SIM nya. Padahal Adhara baru saja bisa menaiki motor Sport nya dua minggu yang lalu tapi ia malah begitu tak sabar untuk membuat SIM nya. Meskipun memang yang digunakan bukan motor Sport untuk tes nya.
“Banget lagi, gila aja kagak seneng,” ucap Adhara dengan senyuman bangganya yang membuat Sky menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya tersebut yang memang ada saja tingkah.
“Motor yuk,” ajak Adhara dengan santainya seolah yang ingin ia beli bukanlah hal yang besar. Sky bahkan yang mendengarnya kini menatap Adhara dengan tatapan tercengangnya.
“Enteng banget lagi ngomongnya, berasa beli kerupuk,” ucap Sky sambil menggelengkan kepalanya menatap Adhara yang sekarang dengan sombongnya malah mengeluarkan semua kartu atm yang dimilikinya bahkan di sana juga ada kartu hitam nya membuat Sky kini menghembuskan nafasnya sambil menggelengkan kepalanya melihat hal tersebut.
“Kapan lagi bisa gue pake kan? tenang aja setelah ini gue beliin tas yang lo pengen,” ucap Adhara pada Sky yang kini langsung tersenyum dengan begitu senangnya mendengar ucapan tersebut. Jika sudah diberikan tawaran seperti ini? Tentu saja Sky jadi tidak bisa menolaknya.
“Ayo naik,” ajak Sky sambil memberikan helm nya pada Adhara yang dengan segera diambil dan dipakai oleh gadis tersebut.
Sky yang kini begitu semangat karena tawaran dari Adhara sambil lupa untuk mengatakan agar Adhara berpegangan. Dan ia malah meng gas motornya dengan kencang membuat Adhara langsung terdorong ke depan merasakan Adhara yang membenturnya Sky menghentikan laju motornya. Sambil tertawa mendengar Adhara yang kini meringis.
“Si bego, sialan. Gak ada aba-aba dulu,” ucap Adhara setelah menoyor kepala Sky dengan begitu keras nya yang membuat Sky kini merasakan sakit dikepalanya. Memang susah sepertinya memiliki teman bar-bar apalagi kalau akhirnya malah sama-sama bar-bar begini.
“Sorry Ra, semangat banget gue,” ucap Sky dengan kekehannya yang membuat Adhara menghembuskan nafasnya kasar lalu segera berpegangan pada Sky.
***
Chan kini tengah begitu sibuk dengan urusan kantornya. Pekerjaannya kini begitu menumpuk selama ia tinggal selama beberapa waktu karena Adhara yang sering memintanya untuk menemani wanita tersebut atas permintaan anaknya itu.
Suara notifikasi dari ponselnya membuat Chan dengan segera membuka ponselnya tersebut. Membuka kacamatanya sambil memijat pangkal hidungnya. Kepalanya kini terasa begitu pusing akibat dari pekerjaannya yang menumpuk tersebut.
__ADS_1
Namun saat melihat notifikasi yang masuk laki-laki tersebut dengan segera memakai kacamatanya kembali takut jika yang dilihatnya salah. Namun setelah memakai kacamatanya kini laki-laki tersebut memelototkan matanya saat di lihatnya notifikasi yang memberitahukan jumlah pengeluaran yang baru saja ia dapat.
“Ini gak salah liat kan?” tanya Chan pada dirinya sendiri saat melihat pengeluaran dari ponselnya tersebut yang menunjukkan jumlah yang fantastis.
Chan dengan segera menelpon asistennya untuk memintanya menyelidiki pengeluaran tersebut dari mana berasalnya. Namun yang ia ingat jika yang menggunakan kartunya tersebut adalah Adhara. Sebelumnya tapi Adhara tak pernah untuk memakai kartu tersebut dengan alasan ia masih memiliki uangnya sendiri. Bahkan dari awal pernikahan mereka Adhara tak pernah memakainya namun sekarang sekali memakainya kini begitu membludak.
Tak beberapa lama berselang kini notifikasi di ponselnya kembali terdengar. Chan dengan segera melihatnya dan kali ini ia mendapatkan jumlah yang lebih besar dari sebelumnya.
“Permisi pak” ucap Asisten Chan sambil mengetuk pintu beberapa kali yang segera di persilahkan oleh Chan untuk masuk.
“Penggunakan tersebut ternyata pengeluaran dari belanja Mrs. Adhara,” ucap Asisten Chan yang membuat Chan kini menghembuskan nafasnya mendengar hal tersebut. Entah apa yang dibeli oleh wanita tersebut hingga menggunakan uang dalam jumlah besar.
“Cari tahu apa yang dia beli,” ucap Chan pada Asistennya tersebut. Namun sekarang pintu ruangannya malah terbuka menampilkan Adhara yang datang bersama dengan Sky dengan senyuman yang terlukis indah di wajah kedua gadis tersebut. Asisten Chan yang melihat hal tersebut segera keluar dari sana memberikan ruang untuk Chan juga istrinya tersebut.
“Tara,” ucap Adhara dengan senyuman bangganya memperlihatkan kunci motor barunya juga SIM nya. Melihat hal tersebut Chan menganga melihat motor apa yang Adhara beli. Dari kuncinya saja ia sudah tahu itu motor apa jadi tak heran jika Adhara menghabiskan banyak uang jadi semua itu karena motor tersebut.
“Kamu beli motor?” tanya Chan yang dijawab dengan senyuman dan anggukan oleh Adhara yang kini terlihat begitu bahagia.
“Bentar deh aku beli ini juga kembaran sama Sky," ucap Adhara sambil memperlihatkan tiga tas yang memiliki model yang sama. Chan kini semakin di buat tercengang melihat hal tersebut.
"Aku beli tiga biar samaan sama Nora juga," ucap Adhara yang kini semakin membuat Chan memijat pangkal hidungnya yang semakin di buat pusing melihat hal tersebut.
"Bentar deh emang kamu bisa naik motor sport?" Tanya Chan pada Adhara yang kini menjawabnya dengan anggukan semangatnya.
"Sky ajarin," ucap Adhara sambil menunjuk ke arah Sky yang membuat Chan kini memelototkan matanya ke arah Sky. Kini gadis tersebut hanya bisa menyengir saja melihat tatapan tersebut.
"Gak usah melotot gitu deh," ucap Adhara pada Chan yang setelahnya segera menetralkan tatapannya lagi.
"Lo kagak kuliah?" Tanya Chan pada Sky yang dengan entangnya menggelengkan kepalanya membuat Chan ikut menggelengkan kepalanya melihat kenakalan dua perempuan di depannya tersebut.
"Udah ya aku balik dulu, aku kesini mau pamer ini doang," ucap Adhara dengan begitu santainya lalu segera menggandeng tangan Sky dan membawa gadisnya tersebut untuk keluar dari ruangan Chan.
__ADS_1
Melihat hak tersebut Chan menjadi tidak tega dan khawatir pada Adhara. Jadilah ia memilih untuk menyusul Adhara. Hingga saat di depan dapat ia lihat Adhara yang terlihat kesusahan dengan motor nya yang tinggi karena tinggi badannya pun tak terlalu tinggi.
Chan akhirnya segera mengikuti kedua perempuan tersebut untuk mengantar Adhara pulang. Saat di lampu merah Chan bahkan di buat terkekeh dengan cara Adhara menyeimbangkan motornya. Sky kini bahkan mengejek Adhara dengan mengikuti gaya Adhara menyeimbangkan motornya.
"Orang pendek aja pede banget," ucap Chan dengan kekehannya melihat tingkah istrinya tersebut.
"Mau heran tapi ini bini gue," ucap Chan lagi bermonolog dengan dirinya sendiri.
Chan terus saja mengikuti Adhara sampai ke rumah nya memastikan jika istrinya tersebut akan baik-baik saja.
***
Hi semua, ketemu lagi sama aku dengan cerita yang udah kalian tunggu-tunggu.
Aku harap kalian akan suka sama cerita ini. Jujur aja sebenarnya berat sih mau lanjut cerita ini. Aku takut malah cerita ini gak sebagus season pertama. Jadi aku harus kalian bisa kasih kritik dan saran agar aku bisa memperbaiki kalau ada yang salah ya.
Maaf ya kalo masih ada typo dan feel kurang dapet.
Oh iya jangan lupa vote dan koment ya guys.
Follow juga akun aku ya, dan ig aku @hilmiatulhasanah dan @wphilmiath
Dukungan kalian semangat ku😉
Thanks for Reading All.
See You Next Chapter.
Jangan lupa tinggalin jejak ya
Tunggu dulu deh, sambil nunggu Adhara cs aku saranin kalian buat baca cerita ku yang gak kalah kece nih. Ini karya baru yang aku tulis nih Guys. Tentang gadis yang memiliki Self injury namun tetap bertahan dengan segala beban dan rasa sakit yang di tutupi dengan sebuah senyuman. Yuk, langsung baca aja.
__ADS_1