Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 102


__ADS_3

Mbok pun berteriak memanggil yang lain Takut melihat ular besar itu Sedangkan Aris langsung mengambil lingis dan parang besar Lalu mengangkat panci besar itu Dan benar saja Ular besar masuk panci besar itu sambil bertelur


" Ya ampun mbok kui ular manak " Teriak Aris


" Mana ?" kata Kentung yang datang bersama Danang


" Tuh....!! gede tenan " kata Aris


" Yah......ayam nya di pangan ris padahal baru di sembelih tadi " Kata kentung


Yang menaruh Ayam sehabis direndam untuk di cabuti bulunya untuk makan malam Dan mbok menutupnya dengan panci sementara mengangkat jemuran


" Oalah le le ,yo mangan karo tempe noh nanti malam " kata mbok lirih Ayam nya habis di makan ular .


" Hadeh..... mas urus tuh , aku mau kasih makan si para krucil tuh Untung mereka lihat kalo ngak mbok yang disambar " kata Aris Karna mbok baru saja ingin mencabuti bulu ayam nya


" Iya juga ya, sini ris mbok bantu. Mas urus itu ya sama Danang " kata Mbok Yang bergegas pergi Lalu menemani Aris memberi makan anak anjing itu. Karna geli melihat nya Tapi bagi pria sudah biasa bagi mereka di proyek berurusan dengan berbagai jenis ular , babi hutan dan orang hutan juga owa owa dan jenis hewan lain .


" Hi.....geli aku mbok " kata Aris membagi mangkok mangkok kecil itu hingga anak anak anjing itu makan dengan tenang


" Ada apa kok di dapur ribut ris ?" kata Andre


" Ulo mas , gede " kata mbok


" Heh..... tenan nan mbok , iya ris?" kata Moko memastikan


" Iya mas masuk panci, makan ayam dua ekor Nanti malam kita ngak punya lauk cuma tempe karo sambal ya ngak mbok " kata Aris


" Iya mas, maaf ya mas Andre mbok ceroboh " kata mbok minta maaf pada Andre


" Ora popo mbok sing penting kita makan " kata Umar .


" Apa ada ular ?" kata pa Tyiur kaget keluar dari ruangannya


" Iya pa , gede habis akan ayam dua ekor " kata Aris


" Hi....... Kok bisa " kata pa Tyiur


" Nama nya musibah pa, untung yang di santap ayam Lah kalo mbok pie kita nya " kata Aris


" Heh ..... kok iso " kata Andre


" Gini mas tadi mbok istirahat angkat jemuran dulu abis godok air panas buat cabut bulu ayam .Setelah itu mbok taruh di panci besar . Nah mbok tinggal sebentar .Setelah itu pas mau cabuti bulu ayam Aris minta mangkok buat wadah Karna para krucil pada menggonggong semua kita kaget Dan benar saja ibunya langsung datang Dan berdiri di depan Aris .Dan Aris sudah siap parang sama linggis pas kebuka tuh tutup panci Ulo ne gede mas, segede batang pahanya mas Moko " jelas mbok Yang membuat Umar Seto dan Andre bergidik ngeri mendengarnya


" Yuk lihat yuk " kata Moko


" Sana mbok ogah geli " kata mbok


" Iya kalian di situ aja mbok Jaga tuh para krucil mba Yuni . Bejo mereka ngasih tahu kalo ngak masuk dapur bahaya " kata Seto .Yang lalu ikut pergi melihat ular besar di dapur

__ADS_1


" Eh parjo jangan nakal nih masih banyak " kata Aris memanggil anak anjing yang sedikit besar dari yang lain


" Ris kok bisa ya mereka betah di sini Tuh ibu nya aja santai " Kata mbok


" Iya betah lah mbok , kan anaknya di kasih makan kalo ibunya disedot terus jadi kurus Makanya mba Yuni belikan tuh makanan nya 3 karung buat mereka " kata Aris


" Heh...... banyak sekali " kata mbok kaget


" Trus mbak Yuni kapan pulang ?" kata mbok


" Kata Rahman besok pagi, ngak tahu kalo berubah lagi " kata Aris


" Ya mudahan ngak berubah lagi ris mbok kangen sama mba Yuni " kata mbok


" Aris juga kangen ya jo, kan ngak ada bidadarinya yang bikin heboh jadi sepi " kata Aris


" Iya juga ya le, biar rame jadi rebutan Pas ngak ada sepi Semua gigit jari " Kata


mbok terkekeh


" Iya mbok .....pasti Ferdi sama Tri heboh disana " kata Aris


" Ben lah , malah kalo disana tambah genes mereka Kan dikota banyak saingan " kata mbok


" Hahaha.......iya mbok betul itu , Aris bisa bayangkan wajah Ferdi bisa tambah kisut " kata Aris tergelak Karna ia tahu Ferdi pencemburu.


**************


" Wah.....sore begini rame ya yun para pemuda pemudi tuh asyik santai " kata Raya


" Kita juga, sayang nya Nugrah sama Rani ngak turun turun biar bisa bareng kita nongkrong " kata Yuni


" Iya tuh sepi tampa kabar mereka " kata Raya yang asyik makan kentang goreng pesanan mereka .


Cukup lama mereka duduk sambil makan Setelah itu mereka melihat lihat pakaian dan jaket Juga celana panjang Dan juga makanan ringan


" Yun, lumayan ini mau beli ngak " kata Raya pada Yuni


" Aku ngak suka celana jean tebal Ray, susah geraknya " kata Yuni Yang lebih suka semi jeans .Dan hari ini Yuni terlihat keren Karna memakai sepatu dan hoodie putih dan topi yang terlihat lucu dan cantik begitu juga Raya Mereka berpakaian ala abg


" Hai .....cewek godaan kita dong " kata anak anak pria sma yang sedang asyik nongkrong Yang membuat Yuni dan Raya tersenyum Dan setelah melewatinya mereka tertawa bersama


" Ada ada saja tuh anak anak , emang mereka kira kita doyan Aish ... ngak punya modal kok minta di goda " kata Raya terkekeh


" Biasa Ray , mereka kurang pekerjaan " kata Yuni .


" Eh ke salon yuk mumpung sepi " kata Yuni


" Ngapain ?" kata Yuni

__ADS_1


" Potong rambut dikit creambath dan dandan skali skali lah Ray, gue yang bayar " kata Yuni


" Ok siapa takut sekalian make over ya " kata Raya


" Boleh aku pengen lihat muka gue kalo dandan " kata Yuni .Lalu keduanya pun kesalon .Dan memotong rambut sedikit lalu berdandan cantik alami Yang membuat mereka tampil beda


" Ci jangan tebal tebal ya " kata Yuni


" Ya mba kita bikin natural kok " kata si perias yang mendadani Yuni begitu juga dengan Raya .


Dan hampir dua jam di salon mereka pun selesai dan Yuni membayarnya Tidak terlalu mahal untuk ukuran mereka Karna paket lengkap


" Wow ....cantik mba " kata Yuni melihat Raya dan menyuruh Raya bercermin


" Lho juga lumayan jadi pangling lihat muka sendiri kalo dandan " kata Raya Yang jarang berdandan Yang terlihat asing Karna melihat wajah mereka sendiri Seperti orang lain .


" Yun mau lihat karyawan yang di rumah sakit ngak nih Beni sama Rendi besuk " kata Raya memamerkan sms Beni .


" Mampir bentar yuk Tapi belanjaan kita gimana ?" kata Yuni


" Nginap di hotel aja yuk , biar seru besok pagi baru kita pulang " kata Raya Memainkan alisnya


" Boleh nanti izin bang Beni sekalian " kata Yuni .


" Ok yuk " kata Raya .


Lalu keduanya pun mencari hotel terdekat tak jauh dari pasar Yang lumayan bagus Dan hanya 200 ribu permalam . Dan mereka mendapat kan sarapan pagi gratis Dan kamar cukup luas Setelah menyimpan semua belanjaan Mereka pun pergi ke rumah sakit sambil disepanjang jalan mencari makanan di yang bisa di beli


" Tuh martabak atau buah " kata Raya


" Boleh dua duanya " kata Yuni yang menghentikan motornya Dan membeli


Martabak manis dan asin Sambil menunggu mereka berdua membeli buah yang tak jauh dari tempat itu


" Hai ... cantik " goda seorang pria membuat Raya dan Yuni menoleh


" Astaga......" kata Yuni melirik Raya


" Boleh kenalan ngak " kata Tan bersama Bastian


" Yang membuat Yuni hampir tertawa kalo pria itu tak mengenalinya Begitu juga dengan Raya .


" Tan sama Bastian ya!!" kata Yuni


" Hah...... Kok kalian tahu nama kami " kata Bas kaget Begitu juga Tan


Yang membuat Yuni menyenggol Raya Dan berbisik " kita kerjaan saja lumayan dapat gratisan " kata Yuni


" Ya atur manis " Angguk Raya setuju

__ADS_1


" Ya boleh " kata keduanya kompak


__ADS_2