Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 158


__ADS_3

Yuni pun lalu bertemu Desi akuntan yang akan di ganti kan nya Karna mejanya sejajar dengan meja para staf keuangan . Dan setelah ngobrol banyak Yuni pun pulang sebelum makan siang


Yuni ingin menyebrang jalan Ketika melihat seseorang yang ia kenal Sedang asyik membeli asinan di pinggir jalan bersama pasangan nya


" Semoga kau bahagia Tom " kata Yuni bergegas naik taxi Dan pulang ke kost an Karna ia harus pulang ke Sampit besok Agar bisa masuk kerja tepat waktu


Sedangkan Tri masih dalam perjalanan ke Sampit Dan mobil mereka baru saja masuk rumah makan untuk istirahat Karna mereka baru setengah perjalanan Dan sopir berhenti untuk istirahat makan Sebelum melanjutkan perjalanan lagi


" Tri milih ayam apa ikan " kata Sandi Menatap Tri sedangkan Beni sudah memilih Ayam bakar Karna Beni ikut mereka untuk bertugas kesana 1 bulan sebelum di kirim pulang ke nunukan .


" Ikan bakar saja " kata Tri Yang mengambil lauk dan makanan nya Sambil mencari tempat duduk Yang tenang Di meja yang kosong


" Apa kita nanti nginap di Sampit " kata Beni


" Iya lah masa langsung ke camp malam malam Paling besok baru kita pulang ke camp " kata Sandi


" Aku baru pertama kali kesana ,katanya kotanya angker Karna sempat kerusuhan Apa benar ? " Kata Beni


" Hust .... ngak usah di bahas , kalo masalah angker mah dimana mana ada " Kata Tri Yang menyuap makanan nya


" Iya nih, ngak usah di pikirin Ben Santai saja masalah hantu aman " kata Sandi terkekeh


" Oh ya Tri, apa Yuni satu camp sama lho Trus dia di jakarta ngapain " kata Beni penuh selidik


" Cuti Ben, Kan dia cuti sebelum aku training Jadi kita ketemu Karna dia satu kost sama Pipit pacarnya Rusli " kata Tri


" Hah...... Jadi Yuni teman nya Pipit Tri " kata Sandi Yang mengira Yuni berasal dari daerah .


" Iya kenapa ?" kata Tri heran menatap Sandi .


" Kok Nugrah bilang nya Yuni itu dari Banjarmasin Dan aku kira waktu itu Pipit cerita itu hanya bercanda Kalo Yuni itu teman nya .Trus lho benaran jadian sama dia Tri " kata Sandi penasaran


" Kita cuma teman kok San , masih tahap pedekate " kata Tri yang cukup hati hati bicara Takut dua temannya itu bercerita pada yang lain Lebih aman baginya mengatakan Yuni teman dekat Agar tak banyak orang yang ingin tahu hubungan mereka . Apalagi bila sampai ke telinga Ferdi dan Danang

__ADS_1


" Oalah aku pikir benaran " kata Sandi menatap Tri penuh curiga


" Memang kalo dekat ngak boleh San Kan sudah biasa Lagian kita satu camp Kita cuma jalan sambil ngobrol saja "


Kata Tri yang tak ingin jujur


" Tapi jadian juga ngak masalah Tapi apa dia mau sama lho Tri Kan kalo Rusli jelas dia mangkal di jakarta Kalo lho sama Yuni lho LDR an Tri Masa mau bercinta harus pulang dulu Atau nunggu cuti " kata Beni


" Tri pun terdiam .Karna perkataan Beni benar adanya Apa lagi Raya bilang Yuni ingin berhenti tak ada celah bagi nya untuk dekat bila ia masih pacaran Satu satunya menikah jalan yang terbaik Dan Tri harus bisa mencari keluargga Yuni di sampit


" Ya kau benar Ben, itulah sebabnya kita cuma sekedar dekat " kata Tri Sambil menikmati ikan bakarnya yang tersisa .


" Tapi kalo serius pejuang kan Tri kalo nanti lho naik jabatan minta pindah di jakarta saja di Dan kalo mau keluar kan bisa sebulan sekali Seperti pa Ali dulu juga kaya kita awal nya Sudah punya istri dia minta standby di kantor pusat " kata Beni


" Ya benar pa Fahri juga begitu dia bertugas di semarang Karna Alat berat akan di antar lewat laut " kata Sandi


" Entah lah aku ngak tahu Ben San belum pasti masih ngambang " kata Tri Yang juga belum bisa memutuskan Namun hatinya sudah terpaut dalam pada Yuni Kalau ia kehilangan gadis itu ia masih belum rela sepenuhnya


******


Sedangkan Yuni membawa tas ransel nya yang berisi uang untuk pergi .Sebagian sudah ia masukan bank Juga perhiasan ia simpan di lemari Dan di kunci rapat Agar ia tak repot membawanya .


Dan Yuni hanya membawa satu stel baju saja Karna di sampit ia masih punya stock pakaian


" Yun mau kemana ?" kata Tika melihat Yuni mengendong ransel nya


" Pulang ke camp " jawab Yuni


" Lah bukannya minggu depan , lho bilang masih cuti " kata Tika


" Gue sudah keterima di perusahaan baru itu Tik, makanya mau berhenti Dan ambil barang barang disana Bulan depan sudah pindah kantor baru " Jelas Yuni


" Gila lho cepat amat dapat kerja !! Trus si Tri lho tinggal nih " kata Tika

__ADS_1


" Ya mau gimana lagi ? gue malas disana Enakan ngumpul disini sama lho pada " kata Yuni


" Yah tamat deh lho , cowok imut gitu di tinggal buat gue aja ya , Lumayan ganteng lagi masa lho tinggal tega nian Yun padahal kayanya dia sayang banget sama lho Biar ngak setampan dan sekeren Tommy Tapi roso kaya nya pekerja keras " kata Tika yang suka pria jawa yang hitam manis ketimbang putih bersih takut kotor dan pemalas


" Sono ambil gih kalo dia mau Gue acungin jempol kalo dia mau sama lho " Kata Yuni tersenyum


" Sudah ya gue pergi dulu nyari tiket Kalo ada yang sore ini gue langsung berangkat Tapi kalo ngak ada pasti nanti balik gue pulang Bilang pipit ya Tik " Kata Yuni .Lalu melangkah keluar kost


" Ok hati hati " kata Tika Yang melihat Yuni pergi


" Gila tuh anak gampang amat cari kerja dan pacar, giliran gue kudu ribet " kata Tika


" Itu sudah rezekinya Tik, ngak usah iri kan orang bejo lebih hebat dari pada orang pintar . Bahkan ngalahin orang pintar .Makanya rajin rajin sholat . Kerja keras tidak menjamin lho kaya Tapi bila sholat lho perbaiki pasti Allah jamin rezeki lho lancar Tuh lihat Yuni dia biar kata anak desa rezeki nya lancar kaya gue dan pipit Nah lho anak kota kok bisa tuh rezeki ngacir terus " Kata Amel menyindir Tika yang baru saja pulang kerja


" Iya tahu , masalah nya dulu nyokap gue ngak tahu ingatan sholat jadi gue malas sholat " kata Tika .


" Besok lho juga gitu sama anak lho Tik , bila lho lalai anak lho bakal lalai kan kasihan " kata Amel mengeleng


" Aih......iya iya tahu mel, eh ngomong ngomong Ambar mana kok sepi Ngak pulang kerja bareng lho ?" kata Tika melihat kamar Ambar sepi tak ada suara dan penghuninya di kamar


" Dia lagi pergi sama Alex gebetan baru nya Sudah move on dia " kata Amel masuk kamar


" Astaga ...." kata Tika menepuk jidatnya Lalu ikut masuk kamar .


Sedangkan Yuni langsung menuju ke bandara Setelah membeli oleh oleh Yang tak jauh dari kostan nya. Lalu naik taxi agar tak macet di jalan .


Dan sampai di bandara Yuni langsung mencari tiket Dan untung ada 1 tiket kosong di kelas bisnis yang membuatnya langsung membelinya Dan berangkat saat itu juga karna jam 3 sudah tinggal 15 menit lagi


" Alhamdulilah bisa pulang juga , aku telpon Pipit dulu ah " kata Yuni Yang lalu mengambil ponselnya sambil menuju ke dalam untuk ceking tiket


" Yuni........." Teriak seseorang memanggilnya .


Yuni pun menoleh dan ..........

__ADS_1


__ADS_2