Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 54


__ADS_3

Dan ketika keluar dari kamar Pria yang menjabat kepala mekanik itu pun Berpangku tangan menatap Ferdi


" Ada apa kaya setrikaan aja mondar mandir " kata pria paruh baya itu


" Ngak ada bang , cuma nunggu Tri pulang " kata Ferdi memberi alasan


" Trus mau ngapain " kata pria Menelisik wajah Ferdi.


" Tadi pesan makanan bang jadi aku pengen nungguin " kata Ferdi berbohong


Plak ........


" Aduh apaan sih bang " kata Ferdi ketika pipi nya di tampar pelan


" Pintar bohong kamu ya, mana ada kamu menunggu makanan. Tadi saja sudah makan .Apa menunggu yang lain " Kata pria paruh baya itu menatap Ferdi penuh selidik


" Ngak bang " kata Ferdi


" Hahaha .... wajah mu itu terlihat berbohong Fer, masih ngeyel bilang ngak " kata pa sugeng tertawa


" Emang ada tulisan nya bang " kata Ferdi bingung


" Hahaha ........dasar bocah muka di tekuk gitu . Mondar mandir trus gelisah gitu nunggu siapa hah ?" kata pa Sugeng tertawa . Karna sudah biasa baginya melihat anak muda labil semacam Ferdi mendekati cewek .Tapi kali ini gadis itu membuat Ferdi gelisah Pasti ada sesuatu yang tak biasa. Batin pa sugeng dalam hati


" Ngak ada bang .cuma . ......... " kata Ferdi menggantung Ketika melihat Tri datang berboncengan dengan Yuni .


Brum......brum .....brum .....


" Hai Fer nih kita bawa kan makanan " kata Wawan yang datang bersama Nugrah yang membawa kantong kresek


" Ya mana ?" kata Ferdi Sambil melirik Yuni yang baru turun dari boncengan Tri Dan pa sugeng melihat Tri yang juga turun .


" Kalian dari mana ?" kata pa sugeng pada Nugrah Karna ia belum kenal Yuni


" Sarapan pa, cari yang tak biasa " kata Tri santai lalu duduk di kursi depan mess .


" Tri aku masuk dulu ya " kata Yuni pamit . Ingin masuk ke dapur belakang Namun tangan nya langsung di tarik Ferdi yang membuat Yuni kaget begitu juga dengan orang yang melihatnya.


" Ikut aku , aku mau bicara sebentar ini penting " kata Ferdi


" Ih.... apaan sih Fer , nanti saja " kata Yuni menolak


" Ngak sekarang " kata Ferdi menarik Yuni menjauh dari Tri


" Fer , jangan di paksa " tegur Tri


" Pinjam sebentar Tri " kata Ferdi


Yang membawa Yuni menjauh mendekati bengkel Dan Tri pun langsung berdiri ingin menyusul kedua nya


" Tri ... biar kan saja , dia ngak bakal macam macam kok " kata pa sugeng yang tersenyum tipis . Tahu jawaban kegelisahan Ferdi


" Kau juga menyukai nya Tri " kata Pa sugeng Karna melihat wajah khawatir Tri


Yang juga terlihat tak tenang .


" Apa harus dijawab bang " kata Tri

__ADS_1


" Tak perlu sudah tahu " kata Pa sugeng memperhatikan Ferdi dan Yuni


" Emang ada apa dengan Ferdi dan Yuni Tri " kata Nugrah penasaran


" Tak ada apa apa hanya salah paham Masalah kecil " kata Tri menjelaskan


Pa sugeng tak bicara Tapi ia hanya mengamati wajah dua anak buah nya


Yang terlihat tak menyenangkan Sedangkan di bengkel Yuni menatap Ferdi penuh tanda tanya


" Aku sudah bilang kan, Kalo aku sudah memaafkan mu jadi kamu ngak perlu bertanya lagi " kata Yuni


" Ya aku tahu, aku hanya memastikan saja " kata Ferdi menatap lekat Yuni di depan nya


" Ya sudah kita ber teman jadi jangan mengangguku lagi " kata Yuni yang lalu melangkah meninggalkan Ferdi masuk


pintu dapur .


" Ya ...." jawab Ferdi membuang nafas kasarnya Lalu melangkah menuju kembali kedepan mess. Dimana Nugrah Wawan pa sugeng dan Tri duduk


" Kau bicara apa padanya ?" kata Tri


" Tanya saja sendiri , apa dia suka mengadu padamu " kata Ferdi menatap Tri sekilas Karna ia merasa cemburu Ketika tadi Yuni memeluk pinggang teman baiknya itu


" Kau pikir dia begitu , kau salah paham Fer . Aku hanya tak ingin kalian slalu bermusuhan " kata Tri


" Aku tak ingin memusuhinya Tri " kata Ferdi lirih


" Tapi kau slalu menganggu nya " kata Tri membuang nafas kasar


" Aku tak menganggu nya Tri , kau berlebihan Aku hanya berusaha untuk berbaikan " kata Ferdi kesal karna Tri slalu menyudutkan nya


Sedangkan Yuni membawa makanannya


masuk kantor Dan membagi kan nya


sebagian untuk ci Lily di atas meja Dan setelah itu ia masuk kamar Raya


Raya yang sedang tiduran pun langsung bangun Dan duduk di atas ranjang


" Nih Ray " kata Yuni menyodorkan plastik makanannya


" Kok lama " kata Raya


" Tuh tadi si Ferdi ngajak ngobrol dulu pas mau masuk " kata Yuni


" Bocah imut itu " kata Raya


" Dih ... bocah imut dari mana ? dari hongkong orang jutek gitu Dan pemaksa lagi seenak nya " kata Yuni kesal


" Hehehe .... tapi ganteng kan " kata Raya terkekeh


" Ngak biasa saja " kata Yuni Yang memang menurutnya Tak ada yang menarik dari Ferdi


" Ya sudah , enak nih apa cuma ini


saja " kata Raya .

__ADS_1


" Tuh masih ada laksa aku ambilkan mangkok ya " kata Yuni keluar kamar


" Ok thanks yun, aku lagi malas nih Makanya menunggu di kamar saja " kata Raya menikmati kue yang di bawa Yuni Dan tak lama Yuni kembali membawa mangkok untuk menaruh laksa


Dan Raya pun memakan semua laksa yang di bawakan Yuni .


Siang nya mereka memasak di dapur


Bersama sama . Karna tukang masak kantor baru datang nanti sore .Yuni ikut memotong motong sayur dengan Rena mereka menyiangi bayam dan sawi untuk dimasak Dan itu tak luput dari perhatian Ferdi yang duduk tak jauh di teras dapur Sedang asyik merokok bersama teman teman nya juga Tri


Yang sesekali melirik Yuni .Yang memasak untuk makan siang .


**********


Malamnya Yuni hanya di dalam kamar keluar Karna ia malas berkumpul Dan Yuni sedang menunggu telpon dari seseorang yang akan menghubunginya


Tepat jam 8 ponsel Yuni bergetar Ketika melihat nama nya ia langsung tersenyum senang . Karna itu yang ia tunggu. Sedang Raya dan Nugrah sedang di ruang tamu berkumpul dengan yang lain Sedang menikmati martabak manis dan asin Yang di belikan koh Asang


" Assalamualaikum " kata suara bariton dari sebrang sana


" Walaikum salam Tom " jawab Yuni


" Apa Yuni baik baik saja " suara Tommy terdengar jelas


" Ya Tom , Yuni baik Tommy gimana kabar disana Dan kapan pulang " kata Yuni lega bisa mendengar pemilik suara bariton itu


" Satu bulan lagi selesai kita bertemu ya di jakarta " kat Tommy


" Ya Tom , itu pasti " kata Yuni senang


" Tommy kangen Yun .....jepang lagi musim semi Kalo libur Tommy ajak kesini ya ." kata Tommy lirih


" Ya boleh itu bisa kita bahas nanti , Apa Tom akan bekerja disana " tanya Yuni


" Tidak enak si kampung sendiri Yun " kata Tommy


" Ya Tom , kan lebih nyaman ..Apa di jepang sudah bertemu dengan Rika Akana " kata Yuni bercanda mengingat Artis idolanya dalam Tokyo love story


" Ya Kanji Nagao juga Dia titip salam buat Yuni Yang sudah setia jadi penggemar setianya " kata Tommy tergelak .


" Ya dong salam balik Yuni mau kesana suatu hari nanti " kata Yuni


" Ya sambil bulan madu kan " kata Tommy bercanda


" Ya serius juga ngak apa Tom semoga saja bisa " kata Yuni senang .


Cukup lama mereka ngobrol bertukar kabar dan pengalaman Dengan pria lulusan UI itu Yang sudah cukup lama belajar di negara penjajah itu . Membuat Yuni rindu dengan teman semasa SMA itu. Sedangkan Yuni memilih bekerja setelah lulus kuliah .Dan berharap bisa bertemu dengan sahabat terbaiknya itu Yang akan pulang dalam waktu dekat .


Karna di akhir ujian kuliahnya Tommy sempat mengungkap kan perasaan nya pada Yuni untuk setia menunggu nya pulang Yang tak si tolak Yuni .Karna ia juga menyukai sahabat karibnya itu .


Sedangkan di luar Ferdi sesekali mencari sosok Yuni Karna gadis itu tak terlihat di antara teman teman nya yang sedang berkumpul


" Apa dia sudah tidur " batin Ferdi menyesap kopinya


" Fer , kenapa lagi ?" kata pa Sugeng


" Ngak bang cuma kopinya kurang manis " kata Ferdi

__ADS_1


" Yah....Iya lah kurang manis , orang manis nya hilang tak nampak . Pikirannya di mana hatinya kemana .Jadi kopinya terasa pahit ." kata pa Sugeng tertawa kecil Karna kopinya saja sudah manis Bagaimana bisa di bilang pahit dan kurang manis .Mungkin minum kopi pahit Ketika ada gadis cantik di depan akan terasa manis pikir pa sugeng tersenyum


__ADS_2