
Mahluk itu langsung menghilang Dan Aris dengan cepat menutup jendela Karna kuncinya rusak ia pun memaku nya dengan cepat .
" Hi......tuh mahluk tahu aja mba Yuni pulang " kata Aris ngedumel
" Iya tapi kok kaya king kong ya " kata Umar bergidik ngeri
" Wah ....Yun kali lho diculik .Di kawini anak nya pada berbulu begitu semua " kata Seto
" Hi......amit amit nauzubillah mas ngak sudi gue kawin sama mahluk begituan Mending sama mas Andre " kata Yuni duduk meringkuk
" Heh..... benaran ayo sini " kata Andre meraih tangan Yuni
Plak ...plak......
" Auw apaan sih ko !! " Kata Andre kaget
" Yuni itu terpaksa ngomong gitu karna di pojokkan Seto Lagian mana mau dia sama mas Andre " kata Moko
" Iya tuh mas Andre seriusan aja, kita bercanda lagi mas " kata Aris lalu duduk disebelah Yuni
" Serius juga ngak apa apa " kata Andre
" Ya ampun mas ,kita ini lagi berduka dan kena musibah Di tambah mahluk itu ikut usil Malah ngak peka kalo mba Yuni itu ketakutan Tuh badan nya masih hangat " kata Aris memegang kepala Yuni dengan punggung tangan nya
" Yuni nya aja santai . kok lho yang serius ris , Lho ikut suka sama Yuni juga . Nanti kalo ribut lagi kaya Ferdi dan Tri bagaimana ?? " kata Seto
Ikut duduk berkumpul
" Aku ngak lho mas, kalo mereka ribut aku ngak ikutan Kan aku sudah bilang ngak mau pacaran di sini . Aku sudah punya pacar " kata Yuni mempertegas
" Nah lho , patah hati berjamaah dong " kata Aris terkekeh
" Kan janur kuning belum melengkung Yun, sah sah saja bila bisa merayu kamu buat jadi pacar " kata Andre
" Yuni ngak nyari pacar mas, tapi suami " kata Yuni jujur .Yang memang tak pernah pacaran Tapi ia banyak punya sahabat pria Dari itu Yuni tak memberi harapan pada siapa pun Karna ketika sahabatnya mengatakan akan melamarnya ia pun menerimanya
Dengan senang hati
" Jadi kamu sudah dilamar Yun !!" kata Umar
Yuni mengangguk .Sambil menatap Umar
Dan Andre lalu hanya bisa me manyun kan bibir nya Karna lamaran bukti keseriusan seorang pria Dan Yuni pun memamerkan cincin di jari manis nya
__ADS_1
" Itu ... ..apa ??" kata Aris
" Aku punya teman sejak SMA dulu . Kami berteman cukup lama ngak pernah pacaran Tapi ketika dia pergi melanjutkan studinya Ia melamar ku Dan memberikan cincin ini padaku " kata Yuni Yang memang sudah memakai cincin itu sudah sejak datang ke camp
Membuat Andre dan yang lainnya saling pandang . Dan semua terdiam Sambil mendengar suara jangkrik malam di luar mess Yang biasa berbunyi di malam hari .
Cukup lama mereka terdiam Lalu mengatur kasur untuk tidur bersama
Karna memang sudah mengantuk .
Yuni pun ikut tidur Karna lelah apalagi ia sempat pusing .Dan tanpa sadar ia pun ikut tertidur di jaga ke lima teman nya itu
Dini hari Yuni bangun ingin sholat Lalu ia langsung berwudhu Dan sholat subuh .Walau tak ada suara adzan berkumandang Setelah selesai sholat Yuni pun keluar dari kamar Untuk membangunkan teman temanya .Yuni yang keluar ke kamar Moko . Tanpa sengaja melihat parang besar di dekat pintu Yang disiapkan Moko disana. Karna untuk jaga jaga seperti tadi malam
Tok ... tok .... tok .....
Suara pintu pun di ketuk Membuat Yuni kaget Dan langsung mengambil parang Ia teringat akan mimpi mengerikan itu .
" Kalo ia masuk aku harus membunuhnya .Kalo tidak ia akan mencari tumbal lain " kata Yuni mengengam erat parang itu sambil membaca doa .
Tok.....tok.....tok.......
Yuni pun mendekati pintu itu Dan membukanya. Dan ketika pintu terbuka ada Ariesta berdiri di depan pintu
" Hai sayang aku ngantar makanan sama teh hangat dari mbok " kata Ariesta tersenyum .
" Akh . ....Rista awas !!! Yuni berteriak keras mencoba berontak Lalu menghujamkan parang itu dada mahluk itu Dengan serangan bertubi tubi Yang membuat mahluk itu berteriak keras Karna kaget di serang Yuni
Aaa.......aum......aum .....
Yuni yang takut tapi tetap nekat melawan Dan kembali menghujam kan Parang itu di dada mahluk besar itu Hingga menancap dalam Dan tiba tiba mahluk itu menghilang seketika.
Ariesta dan Aris hanya terpaku Melihat keberanian Yuni .Begitu juga Andre dan Moko .Di tambah Umar dan Seto Yang kaget mendengar dan melihatnya .
Huh .......huh......huh ....... Nafas Yuni tersengal sengal karna lelah Karna ia melawan keras untuk bisa membunuh Mahluk itu .
" Sayang kamu ngak pa pa kan " kata Ariesta mendekati Yuni Dan melihat darah berceceran di lantai Dan parang itu hilang terbawa
" Ngak apa apa , tapi aku sudah membuatnya terluka " kata Yuni terduduk lemas
" Sudah masuk sana tuh darah banyak banget. Cepat mandi dan sarapan " kata Aris melihat Yuni gemetaran Lalu membantunya berdiri bersama Arista .
" Iya sayang ayo " kata Ariesta yang memapah Yuni kekamarnya .
__ADS_1
Andre dan Moko pun lega Melihat Yuni berani membela dirinya Dan pastinya Mahluk itu bakal kapok .
********
Disisi lain seorang pria berotot terluka parah Dan mencabut parang mandau di dadanya .
" Akh sial sial ........" katanya kesal Karna tak bisa menculik gadis itu Dan malah ia terluka parah .
" Ada apa dengan gadis itu " guman pria itu Sambil mengobati luka nya.
" Kau terluka kenapa bang " kata seorang pria menatap pria yang terluka itu dengan heran
" Gadis itu menusuk dadaku " kata pria itu geram
" Berarti sekarang kau tak bisa berubah lagi Dia melukai mu tepat sasaran " kata pria itu
" Tidak mungkin , aku harus menumbalkan gadis itu Sebelum bulan naik tanggal 13 " kata pria yang terluka itu
" Kau terlambat , Ilmumu semua lebur Kau tak akan bisa menyempurnakan nya Karna kau salah memilih tumbal " kata Pria itu lalu memberikan ramuan obat
" Apa maksudmu " kata pria itu menatap tajam saudaranya .
" Dia bukan gadis biasa , seperti gadis gadis lain " kata saudara pria itu mengoles luka tusuk yang cukup banyak
" Hahaha .... Kau bercanda kesaktian ku tak akan hilang , aku akan menjadi sakti mandraguna Dan akan menguasai daerah ini " kata pria itu tertawa Meremehkan perkataan saudara nya
" Terserah kau saja percaya atau tidak itu hak mu . Tapi satu hal harus kau tahu Kau tak bisa lagi menjadi orang hutan " kata saudara pria itu serius
" Jangan bercanda, aku tidak percaya " kata pria itu .Yang memang belajar ilmu hitam untuk bisa mengalahkan musuh musuhnya Dan juga ilmu kebal Namun entah mengapa hari ini ia sangat sial Bisa terluka karna parang mandau gadis itu Yang membuat tusukan dalam di dada nya .
" Mhem........ya terserah kau saja, Ini minum obat nya .Aku mau berangkat kerja " kata saudara pria itu
" Tuah ....untuk apa kerja uang kita sudah banyak " kata pria itu
" Itu uang mu bukan uang ku " kata Tuah berlalu pergi meninggalkan saudaranya sendiri .
" Dasar bodoh untuk apa bekerja, uang hasil rampasan ku saja sekarung ." kata Pria itu mengeleng .
Sedangkan di mess karyawan Ariesta baru saja makan bersama mbok Sambil bercerita kejadian tadi subuh
" Apa mahluk itu menyeramkan " kata mbok
" Iya mbok pasti dia kapok diserang Yuni " kata Ariesta yang baru turun dari hutan untuk mengambil pakaian nya .
__ADS_1
" Ih .......kok bisa sih tuh mahluk datang mau menculik mba Yuni " kata mbok ngeri mendengar sosoknya Walau hanya mendengar cerita Ariesta
" Ya memang aku melihatnya dekat mbok, untuk Yuni berani . Kalo ngak pasti ia sudah di bawa pergi " kata Ariesta yang kaget .. Rupanya Yuni berani melawan mahluk itu Dan mengamuk menghujam kan parang nya Hingga mahluk itu terluka parah.