Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 141


__ADS_3

Tri pun lega melihat Yuni yang baik baik saja Begitu juga Azam dan Yusuf


" Kenapa pergi ngak bilang bilang sih de ? Kan mas bisa ngantar " kata Tri . Mendekati Yuni


" Ada urusan , bang ini surat dari teman abang .Yuni pulang dulu pa Burhan trimakasih ya " kata Yuni Sambil menatap Tri yang khawatir padanya.


" Ngak makan dulu ndu .Kan sudah malam " kata bi Narsih


" Di mess aja bi, sudah malam. Ayo pulang " kata Tri menarik tangan Yuni


"' Sabar Tri ini kan juga mau pulang" kata Yuni Yang ingin turun ke tanah


"' Kelamaan " kata Tri yang langsung mengambil mandau Yuni di pinggang Dan memberikan nya pada Yusuf lalu mengendong Yuni seperti karung beras


Menuju traktor


"' Tri..........turunin " kata Yuni berteriak Membuat semua orang tertawa Karna Tri tak perduli dengan teriak Yuni yang ingin turun


"' Hahaha....... wah parah Tri kalo marah bisa di sikat tuh " kata Ucok ikut tertawa


" Orang pergi sendiri ya jelas Tri ketar ketir nyariin Pasti nya Tri khawatir banget tuh anak hilang " kata bi Narsih


"' Ya nama nya juga bocah bi .Yang laki penginnya begini Yang perempuan pengen nya begitu " kata pa Burhan ikut tertawa tahu kalo Tri sudah lama menyukai Yuni


"' Tri apaan sih bikin malu " omel Yuni cemberut Ketika mereka sudah naik keatas traktor Dan Tri menaruh Yuni di sebelah nya Disusul Azam dan Yusuf yang ikut naik


" Untung kamu ngak apa apa bikin mas khawatir . Kenapa sih pake pergi kehutan segala Ngak kapok bahaya " omel Tri


" Lagian siapa suruh nyusul Tri . Aku kan bisa pulang sendiri " Jawab Yuni Sedangkan Yusuf sama Azam hanya diam dan saling pandang .Mendengar kedua berdebat di depan mereka


Tri pun lalu menghidupkan mesin traktor Dan menjalankan nya .Sambil menyetir tangan nya kirinya merangkul Yuni Dan menatap gadis itu lekat .


" Apa masih marah sama mas " kata Tri menatap Yuni


" Ya , besok besok ngak usah di susul " kata Yuni membuang muka kearah lain Yang membuat Tri tersenyum Karna Yuni ngambek .


" Kalo ngambek nanti mas cium Biar Yusuf sama Azam lihat ." kata Tri cuek


Yang membuat Yuni bergeser duduk Namun Tri menarik tangan nya cepat Takut Yuni terjatuh

__ADS_1


" Tri apan sih , aku mau pindah " kata Yuni ngambek lalu berdiri "


" Ngak usah ngambek de " kata Tri menarik Yuni duduk di pangkuan yang membuat Yusuf dan Azam tak percaya Apa yang di lakukan Tri .


" Diam disini !! nanti bisa jatuh kalo ngak anteng " kata Tri yang menyetir dengan satu tangan Yang sudah terbiasa Dan tangan kiri nya memeluk pinggang Yuni Agar Yuni duduk tenang


" Tri ....." kata Yuni menatap wajah Tri


" Jangan pergi sendiri, mas khawatir " Kata Tri Yang melihat babi hutan menyebrang jalan Lalu berhenti sebentar Dan tangannya menurun kan tubuh Yuni duduk di pakuan nya Hingga Yuni tak bisa bergerak dalam dekapan Tri. Dan Tri kembali menjalan kan traktornya sambil dagu nya diatas kepala Yuni .Yang memeluk Yuni dan Yuni hanya mendongak menatap wajah Tri


" Jangan pergi sendiri lagi " kata Tri


" Ya tapi jangan mengatur ku " kata Yuni menyadarkan kepala pada dada Tri


Yusuf dan Azam hanya diam melihat Apa yang di lakukan Tri


" Apa mereka pacaran " kata Azam pelan bertanya pada Yusuf .Yusuf hanya mengangkat kedua tangan nya Karna Yusuf tahu jangan kan pelukan Tidur saja mereka pernah berdua Yang membuat Yusuf yakin kalo Yuni juga punya perasaan yang sama .


" Kita cuma dianggap nyamuk Yuf " kata Azam lagi


"Ngak apa apa zam, live drama percintaan " kata Yusuf tersenyum menikmati traktor yang berjalan pelan karna gelapnya malam Jadi Tri membawanya cukup hati hati


Sedangkan Yuni duduk diam dalam pelukan Tri Dan ketika sampai di camp menjadi sorotan banyak mata Karna Yuni duduk di pakuan Tri .Namun Tri hanya cuek Karna ia tak perduli lagi apa perkataan orang padanya Dan traktor berhenti di halaman depan mess mereka


" Ayo makan dulu " kata Tri mengedong Yuni turun Dan menurunkan di depan teras Lalu menarik tangan Yuni kedapur


" Mbok kita mau makan " kata Tri Yang mencari mbok Yang membuat Mbok keluar dari kamar .


" Kami juga mbok "' kata Yusuf dan Azam langsung duduk di kursi meja makan .


" Ya le, mba Yuni ngak apa apa " kata mbok menyiapkan semua nya dimeja makan Karna semua sudah makan Dan hanya tinggal mereka berempat yang belum .


" Ngak pa pa mbok hanya Tri saja Yang berlebihan dia terlalu khawatir " kata Yuni Yang membuat Tri mengecup bibir nya Dan mbok yang melihat nya pun jadi berbalik badan langsung pergi kekamar .Tak jadi mengambil piring untuk keduanya


" Tri ......" kata Yuni mendorong Tri Tapi tak berefek apa pun Yang membuat Tri memeluk Yuni erat


" Jangan bikin mas khawatir lagi Mas tak bisa tenang kalo memikir kan mu dalam bahaya " kata Tri kembali mengecup lagi bibir mungil itu


" Tri nanti di lihat orang " kata Yuni Yang takut ketahuan

__ADS_1


" Tak masalah " kata Tri menatap mata Yuni dalam dan kembali mengecup bibir Yuni dan kali ini lebih lama pungutan Tri membuat Yuni terdiam menikmati ******* bibir Tri Yang membuat Yusuf melongo Melihat adegan live itu sambil menelan saliva nya .


" Tri Astagfirullah sudah kenyang ya , pantas mbok masuk kamar " kata Yusuf menegur Tri . Yang membuat Tri pun mengurai pelukan nya. Dan Yusuf mengambil sendok lalu kembali ke meja makan Duduk diam menikmati makannya


Yuni pun lalu mengambil piring dan duduk di meja makan Karna piring Tri tak ada Yuni pun memberikan piring nya Lalu kembali lagi kedapur untuk mengambil piring satu lagi bersama sendoknya


Kedua nya terdiam Dan Yusuf menatap Tri penuh tanda tanya. Azam menikmati makan nya dengan lahap.


"' Parang nya di depan ya mba , tas ranselnya di kamar mbok " kata Azam


" Ya zam trimakasih " kata Yuni Yang makan dengan lahap setelah selesai mereka bubar Dan Yuni kebelakang mencuci piring nya Dan lalu masuk kamar mbok untuk mengambil tas nya


Tri yang melihatnya menyusul masuk ke kamar mbok Dan lalu menguncinya


" Kok di kunci sih Tri " kata Yuni Ketika Ia ingin keluar Membuat mbok kaget


" Mas ingin bicara duduklah " kata Tri


" Masalah apa bicara langsung saja " kata Yuni yang lalu duduk di atas kasur mbok Sedangkan kan mbok rebahan di tempat tidur Hanya diam mendengar kan keduanya


" Mas bilangin , jangan suka pergi sendiri !! bahaya karna di hutan banyak hewan buas " kata Tri duduk bersila menghadap Yuni .


"' Tri aku hanya menolong orang , sudah selesai aku pulang .Kamu ngak perlu ikut campur " kata Yuni tegas


" Astaga de...... mas hanya khawatir tidak bermaksud ikut campur Bawa teman bila kau kehutan Biar kalau terjadi apa apa gampang memanggil orang "kata Tri


Menatap Yuni lekat .


" Ya sudah., sudah kan aku mau ke kamar kata Yuni berdiri dengan wajah cemberut .Yang membuat Tri langsung memeluk nya .


" Apa lagi sih Tri, ngak malu di lihat mbok " kata Yuni berusaha melepas pelukan Tri .


" Mbok merem , jangan lihat sini " kata Tri mengecup bibir Yuni


" Tri ....ih ..lepas " kata Yuni yang mendorong tubuh Tri Namun Tri hanya tersenyum .Karna tubuhnya tak bergeming Karna lebih kuat dan kokoh .Yang sudah biasa mengangkat barang berat dan berkerja kasar di lapangan Beda dengan Yuni yang mungil yang masih berbobot 45 kg.


" Lepas.... malu di lihat mbok Tri " kata Yuni Sedangkan mbok berbalik badan memunggungi mereka yang menghadap dinding Karna di suruh Tri untuk tidak melihat apa yang terjadi


" Kenapa biar saja, mbok juga pernah jatuh cinta " kata Tri cuek

__ADS_1


" Kau ini terlalu Tri ...... mpt mpt .....Tri "


Tri pun cepat membungkam bibir cerewet itu dan memeluk tubuh mungil Yuni erat Yang membuat Yuni lagi lagi tak berkutik Yang berusaha berontak .Namun kalah tenaga Karna jelas tetap akan menang Tri


__ADS_2