Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 247


__ADS_3

Sedangkan di kamar Tri rebahan di tempat tidur setelah magrib . Yuni sedang melipat sajadahnya setelah selesai mengaji Lalu kepalanya nya melongo di pintu kamar Untuk melihat Akhtar yang sedang makan di suapi mbok Sumi Sambil nonton tv di ruang tengah .


" Mas mau makan sekarang ?" kata Yuni mendekati Tri


" Nanti saja habis isya , mas tadi sudah ngopi Alhamdulilah kerjaan di camp sudah selesai jadi ngak perlu kesana lagi besok Biar Ferdi yang bawa motor pulang " Kata Tri


" Syukurlah " Kata Yuni yang ikut berbaring di sebelah Tri Lalu merebahkan kepalanya di bantal


" Ade ikut jualan juga di pasar " Kata Tri memeluk tubuh Yuni dan mencium bibir nya Sambil membalikkan tubuh Yuni menghadapnya.


" Ya kan menemani karyawan, kenapa kok tumben mas bertanya " kata Yuni


" Tadi pagi ada yang nyari ade , tapi mas bilang saja untuk ke pasar Apa dia bertemu ade "' kata Tri


" Oh itu mas Fahmi dulu yang kerja di kebun sawit Dia mengira ade masih kerja di basecamp " kata Yuni


" Apa dia tahu ade pernah meninggal .?" kata Tri menatap Yuni lekat


" Ya tahu, kan ade kesana ambil barang di mess staf sebelum kejakarta Jadi orang di perkebunan semua tahu Kalo ade cuma mati suri " Kata Yuni tersenyum .


" Aish kau ini de, ngak usah di bahas Mas jadi merasa bersalah " Kata Tri


" Kenapa kan mas nanya ?" kata Yuni heran


" Jangan mancing de" kata Tri


" Siapa yang mau mancing Kan ade sudah punya lauk di meja " kata Yuni


" Hehehe ........" Tri pun terkekeh Dan memeluk tubuh Yuni erat Lalu mencium pucuk kepala istrinya itu cukup lama Karna ia tahu Yuni mengajak nya bercanda .


Lalu keduanya membahas tentang hal lain Sambil berpelukan menunggu waktu sholat Namun tiba tiba ....


" Maling ....... maling ......maling " teriak mbok dari luar Yang terdengar nyaring


Sedangkan Akhtar memegang kayu panjang Ketika orang itu melompat pagar rumah mereka


" Ada apa mbok ?" kata Tri yang keluar bersama Yuni ke pintu depan


" Itu mas, tadi ada orang di teras ngintip Dan mbok teriakin dia kabur melompat pagar " kata mbok


" Astagfirullah " Kata Tri bergegas keluar melihat memang ada orang naik motor Yang menjauh di ujung jalan .

__ADS_1


" Huh .....siapa sih ?" batin Tri lalu kembali masuk rumah Dan menutup pintu rapat lalu menguncinya


" Sudah mbok masuk saja " kata Tri masuk keruang tengah menyusul mbok .


Di ruang tengah Akhtar dan Yuni tertawa bersama mendengar hantu bocil dan kunti bercerita Namun tersenyum . ketika mbok dan Tri ikut bergabung


" Ada apa kok tertawa begitu " kata Tri


" Orangnya itu mau ngintip kita yah Tapi sudah di kerjain Sama om hantu dan tante kunti Sampai orang nya terkencing kencing lalu pingsan " Kata Akhtar tertawa


" Hah...... hantu !!!" Kata mbok kaget Yang membuat Yuni melirik Akhtar


" Ups ..... bukan mbok maksud Akhtar itu yang di film drama " kata Akhtar meralat ucapan nya Karna hanya Akhtar dan bundanya saja Yang tahu ada hantu di rumah mereka


" Oh gitu , mbok pikir hantu yang nakuti orang tadi " Kata mbok kembali duduk di sofa bersama Akhtar Yang memandang wajah Yuni dan Tri bergantian . Namun Yuni hanya tersenyum Begitu juga Tri


" Mas kita makan yuk ayo mbok " kata Yuni


" Ya sudah ayo " Kata Tri Yang berjalan menuju meja makan bersama Yuni


"' Saya sudah mba Tadi bareng Akhtar " kata mbok sedikit keras


*************


Di camp Danang yang masuk pintu dapur langsung baru buru masuk menuju kamar nya Ketika mbok membuka pintu kamar nya hendak kedapur


" Nang dari mana ?" kata mbok sambil bersungut sungut mencium bau aneh


" Dari beli jajanan mbok " kata Danang cepat cepat menjauh pergi dan masuk kamar nya Lalu buru buru berganti celana Karna kalo ia ketahuan ngompol Pasti akan jadi bahan tertawaan teman teman nya Lalu buru buru kedapur untuk menaruhnya di teras belakang di ember .


" Huh.....sial tuh hantu pasti mereka penunggu rumah itu" kata Danang yang kembali masuk kamarnya dan rebahan di tempat tidur


" Dari mana nang " Kata Febri Yang baru masuk kamar


" Tuh beli makanan " jawab Danang


" Kok lama kang, aku cari cari kok ngak ada " Kata Azam


" Kan nongkrong dulu " kata Danang


" Ke rumah perempuan itu lagi ?" kata Azam

__ADS_1


" Hah...... mana ada ? Ngawur kamu zam ." kata Danang


" Heh..... Ngeseks lagi hi...... seram kang " kata Febri keluar dari kamar Danang Menuju kamar Yusuf lalu ikut duduk bergabung dengan para mekanik .


" Lah kok balik " kata Adi


" Malas tuh si Danang pulang dari tempat maksiat itu lagi " bisik Febri pelan


" Astagfirulah Aladzim , hi.... biarlah Feb ngak usah di pikir Yang penting bukan kita " kata Yusuf Karna menurutnya ngak aneh bila para pria yang kesepian Yang sudah pernah merasakan masalah hubungan suami istri Pasti akan mencari pelampiasan di tempat pelacuran


Walau tidak semua orang Tapi bagi yang tak kuat menahan pasti punya pelarian ketempat seperti itu .


" Dasar sedeng tuh anak Di suruh punya istri ngak mau Giliran kesana rajin tuh duit ya eman mending kasih kan ke bini " Kata Mas kentung


" Ngak usah di bahas mas , ngomong yang lain saja Ngak penting ngak mutu " kata Adi Yang asyik menguyah kacang kulit


" Iya ngapain juga dipikir Tuh pikir perut mas kentung yang hamil belum lahir lahir " kata Pardi


" Hahaha ........ Ini korban rayuan mbok par Makanya bulat begini " Kata mas kentung


" Iya lah , dia rela menampung sisa sisa makanya hamil tanpa ada yang tangung jawab " kata Febri


" Tapi Tri kok ngak mas, padahal istrinya masak nya enak enak mas .Kemaren saja aku nginap sana .Wah makannya mantap mas beuh.......sampai perutku kekenyangan .." kata Yusuf


" Tri olah raga malam nya tersalurkan suf Kalo gue kan bini jauh Jadi nya gigit jari untung ngak macam macam " kata mas Kentung


" Hahaha .... ngak apa apa mas yang penting enjoy lagian kita bisa bikin lagu buat tuh perut " kata Adi


Aku hamil tujuh bulan korban rayuan Perbuatan mbok yang masak enak ..... Ngak tertahan kan


" Hahaha....... cocok .....tuh di " gelak Pardi mentertawakan Adi yang bernyanyi lagu dangdut dengan lagu Rhoma irama Yang di buat lagu plesetan


" Hahaha ........tapi kok bisa ya mas Tri perutnya tetap sixpack begitu .Pantas kalo banyak cewek yang mau sama mas Tri Sampai mba Lala aja masih mengharap banget Karna badan nya mas Tri bagus " kata Febri


" Ya karna pola makan Tri itu teratur Feb " kata Yusuf Karna walau makan Tri slalu banyak bergerak Dan olahraga pagi Berlari kalo ngak sit up sendiri


Mereka pun ngobrol sebentar Sebelum mengantuk Setelah itu bubar dan tidur Karna besok mereka akan kembali berkerja lagi Sedangkan Danang di kamarnya gelisah mengingat hantu kunti Yang tadi memeluk nya Dari belakang membuatnya gila memikirkannya kunti itu Yang sempat mencium tengkuk nya hingga membuatnya sampai ngompol di celana Dan saat ia terbangun ia di teriaki maling oleh seseorang wanita


" Hi.........kenapa tuh hantu seram amat sih hi......" Kata Danang merasakan bulu kuduknya berdiri lagi membayangkan kunti itu Lalu cepat memejamkan matanya untuk tidur Karna tak ingin mengingat nya .


.

__ADS_1


__ADS_2