
Danang pun tersenyum berpangku tangan .Lalu pergi begitu saja
" Siapa yang hamil " kata Ferdi Yang tiba tiba muncul
" Ngak ada , mba Yuni cuma muntah " kata Aris mengandeng Yuni masuk kedalam .
" Hah..... muntah " kata Ferdi kaget
" Dia hamil Fer, anak Tri !!" kata Danang berbisik
" **** ... jangan bicara sembarangan " kata Ferdi menarik krah baju Danang Dan menghempaskan tubuh Danang ke lantai .
" Fer ..." kata Yuni kaget Begitu juga Aris yang menarik nafas dalam
" Makanya kalo bicara jangan sembarangan " kata Aris menatap Danang tajam. Karna itu bisa jadi Fitnah .
" Sudah sekarang makan lah " kata Ferdi pada Yuni
" Nanti saja Fer , perutku ngak enak " kata Yuni . Yang merasa lemas
" Biar ku antar kekamar " kata Ferdi
" Nanti sama aku aja Fer, sana kamu pergi Kan mau pergi ke sampit " kata Aris yang tahu Ferdi ikut rapat masalah pembunuhan mekanik . .
" Ya sudah aku tinggal ya " kata Ferdi pamit pada keduanya
" Ya Fer , hati hati " kata Yuni Yang merasa sedikit pusing membuat Yuni tak berselera makan Trus ia membawa piring nya dibantu Aris.
Tri yang belum berangkat pun Melihat Yuni dan Aris ke mess staf .Karna ia akan menyusul memakai motor bersama Yusuf Sedangkan Ferdi dan mekanik lain naik mobil inventaris Dan mereka langsung berangkat . Ferdi sempat melihat Yuni kembali ke mess bersama Aris .Namun ia cukup tenang Kalo .Yuni tak diantar Tri
" Tri jangan lupa jaket " kata bi Narsih yang baru datang bersama mbok dari kebun sayur perkebunan .
" Ya bi , mbok mana ?" kata Tri
" Disini kenapa le " kata mbok .
" Titip Yuni ya mbok , tadi Ferdi bilang Yuni muntah muntah Mungkin masuk angin " kata Tri
" Ya le, bukannya besok pagi kamu pulang Tri " kata mbok menatap Tri
" Lusa mbok kami jadi saksi dan juga mengirim jasadnya ke jawa " kata Tri Karna keluargga Ryan ingin jasad anak nya di bawa pulang Dan dimakam kan di tanah jawa. Dan para mekanik ikut untuk mengantar peti jenazah ke bandara memakai helikopter yang di sewa oleh perusahaan .
" Ya sudah hati hati "' kata mbok
" Ya sudah mbok assalamualaikum , aku sekalian pamit Yuni ya " kata Tri yang lebih dulu ke mess staf .Untuk berpamitan dengan Yuni
" Ya le, walaikum salam " jawab mbok Yang melihat Tri pergi . Sambil memasang jaketnya Lalu ke mess staf
" Tri ....." kata Aris yang ingin keluar
" Yuni ada ?" kata Tri .
" Dikamar tuh istirahat temui aja aku mau antar ini kekantor " Kata Aris
__ADS_1
" Ya " kata Tri bergegas lalu mengetuk pintu kamar Yuni
Tok....tok....tok.....
" Siapa ?" kata Yuni yang merasa kepalanya sedikit pusing .Lalu beranjak membuka pintu kamar
" Tri !!" kata Yuni kaget lalu melebarkan pintunya
" Kenapa ?" kata Tri melihat Yuni pucat
" Ngak apa apa , cuma pusing sedikit " kata Yuni tersenyum .
" Ya sudah istirahat, aku mau ke sampit Jaga diri ya " kata Tri
" Ya hati hati juga di jalan " kata Yuni tersenyum Dan Tri hendak melangkah Yuni pun limbung .
" Ndu .........kenapa " kata Tri menangkap tubuh Yuni . Yang hampir jatuh
" Aku ngak pa pa Tri , pergilah kasihan yang menunggu " kata Yuni mendongak menatap Tri yang memeluk nya . Tri pun mengangkat tubuh Yuni . keatas kasur dan menyelimutinya .
" Baik ....istirahat lah panggil orang bila butuh sesuatu " kata Tri menatap lekat wajah Yuni Tak tega meninggalkan gadis itu .
" Ya pergilah " kata Yuni berusaha tersenyum
Cup.......
Tri pun mengecup bibir Yuni Yang membuat Yuni kaget
" Tri ....." kata Yuni tak percaya Tri mencium nya
" Maaf aku harus pergi " kata Tri Dengan rasa bersalah Tapi ia tak perduli kalaupun Yuni marah pada nya Lalu bergegas pergi Dan menutup pintu
" Astaga ....aku bisa . gila " kata Yuni lalu mengunci pintu dan jendela kamar nya untuk beristirahat .Karna kepalanya tambah pusing Ketika Tri mencium nya Apalagi di bibir
" Aish.......sial sial, apa bibir ku menarik hingga kedua pria itu mencium nya seenak nya " batin Yuni makin pusing membayang kan mayat Ryan di pelupuk matanya . Di tambah Ferdi mencium nya paksa Dan kali ini Tri juga ikut mencium nya .
" Ah ngak usah diingat ..... ngak ada bekasnya ini " kata Yuni memejamkan mata nya Karna ia memang tak enak badan mengingat mimpi mahluk yang menyeramkan itu .Di tambah ia mimpi pembunuhan Ryan Yang membuat Yuni semakin shock.
Disisi lain Tri melajukan motornya dengan cepat karna galau .Ia tak tahu Yuni akan marah atau tidak padanya .Tapi ia harus menerima konsekuen nya Bila gadis itu marah padanya .Karna ia tak bisa lagi menahan perasaan nya . Dan Tri sengaja melakukan nya Karna ia tak ingin terlalu lama memendam perasannya
Sedangkan di kantor sampit Ferdi duduk terdiam memikirkan Yuni . Entah mengapa saat mendengar perkataan Danang ia merasa marah
" Apa Tri menyentuh nya " kata Ferdi dalam hati
" Fer ayo siap siap " kata pa Sugeng
Melihat Ferdi melamun .
" Apa Tri sudah datang " kata Ferdi .
" Tuh panjang umur mereka baru sampai " kata Wawan melihat Tri datang bersama Yusuf .Membuat Ferdi sedikit tenang Karna Tri tak di camp.
Mereka pun lalu berkumpul Dan menuju kantor polisi Karna jenazah Ryan di otopsi di sana .Dan mereka akan membawanya langsung kebandara.
__ADS_1
*******
Malam nya Yuni terbangun ketika angka jam di dinding kamarnya menunjukkan jam 8 malam Dan Yuni pun kaget lalu duduk dan masuk kamar mandi Lalu berwudhu dan menjamak sholat Yang tertinggal karna ia ketiduran Dan lalu membuka pintu kamar Dan kamar staff terlihat sepi .
" Yun ....." kata Andre .
" Mas kok sepi " kata Yuni
" Jangan keluar , bahaya tadi sore pa Burhan bilang banyak orang kesurupan di perkebunan sawit " kata Andre
" Ya mas , aku mau makan dulu dan makan obat " kata Yuni kembali masuk kamar nya .
" Kamu sakit ??" kata Andre
" Cuma pusing sedikit mas " kata Yuni
" Ya sudah sana istirahat " kata Andre .Dan tak lama Aris dan Moko pun datang . Sambil membawa rantang untuk Yuni .
" Mba nih titipan mbok " kata Aris yang mendorong pintu Yuni yang memang sudah terbuka .
" Ya ris, trimakasih " kata Yuni
" Wah ....enak tuh pake diantar , kamu sakit yun " kata Seto
" Ngak cuma pusing " sahut Aris .
" Lah kok bisa , wah jangan jangan ....." kata Umar
" Mba Yuni muntah muntah tadi siang mas " kata Aris .
" Weh....... Hamil anak ku noh " celetuk Andre asal .Yang membuat mata semua karyawan staf mengarah padanya
" Ngawur mas Andre mana ada .Aku ngak merasa tidur sama Andre " kata Yuni mencebik kan bibirnya .
" Ya kan kemaren kita ciuman " goda Andre terkekeh.
" Mana ada fitnah tuh " kata Yuni dengan muka masam Takut semua teman nya salah paham .Lalu cepat cepat menutup pintu kamar nya .Yang membuat Andre tergelak
" Sembarangan mas Andre nanti dikira betulan lho " kata Aris
" Ben dang di rabi . Daripada dia jadi rebutan sana sini biar tak nikahi sekalian " kata Andre terkekeh.
Namun belum selesai Andre tertawa suara pintu depan di gedor orang
Dok......dok......dok......
" Siapa tuh " kata Umar yang baru saja masuk dengan Seto selang beberapa menit menutup pintu
" Pa Tyiur paling " kata Moko
" Masa sih , orang pa Tyiur sudah berangkat dari sebelum magrib sama pa Fauzi " kata Aris .
Seto pun menatap umar Begitu juga Moko Andre dan Aris Namun tiba tiba
__ADS_1
" Aaaa..........." teriak suara Yuni membuat pintu kamarnya terbuka Dan Yuni berlari kekamar Andre . Yang membuat semua pria itu kaget Karna jendela kamar Yuni terbuka Dan terlihat mata merah Tapi sosok itu tak brani masuk Karna Moko langsung mengeluarkan senjatanya
" Gr.........gr ......gr....