Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 238


__ADS_3

Akhtar tersenyum lalu memeluk sang Ayah minta di pangku Karna ia ingin bermanja manja pada Tri Tri yang mengerti tersenyum memeluk erat tubuh mungil Akhtar yang membuat Tri bangga dan sangat bahagia bisa melihat putranya tumbuh dengan baik Karna dulu ia berpikir Yuni pergi bersama anak mereka yang belum sempat ia lihat wajahnya Tapi kini Tri bisa memeluk erat putra dan istrinya kembali Dengan perasaan yang tak bisa ia jabarkan Kalo anugrah terbesar yang ia dapat dan Tri luar biasa sangat bahagia


Sedangkan mbok dan Yuni membersih kan Dan mencuci bekas makan mereka di dapur


" Mbok habis ini istirahat sudah malam " kata Yuni


" Ya mba " Kata mbok Menaruh piring bersih Lalu memasukan semua makanan ke dalam kulkas Untuk di hangatkan besok pagi


" Mbok istirahat ya mba " kata mbok setelah semuanya beres


" Ya mbok " Kata Yuni yang kembali kedepan membawa teko dan buah kekamar takut Akhtar besar lapar Saat habis olahraga malam Karna suaminya itu Tak akan bisa tidur bila belum menyalurkan hobi nya .Yang membuat Yuni hanya bisa menuruti nya Karna itu kewajiban nya sebagai seorang istri


" Ayo bobo sudah malam " kata Yuni


" Mau bun , Akhtar mau mangga nya " kata Akhtar


" Ya bunda kupas di kamar ya" kata Yuni membawa masuk kekamar buahnya Dan menaruh buahnya di atas nakas . Lalu mengupasnya satu untuk Akhtar Dan Yuni menaruhnya di piring kecil dengan memberi garpu kecil Yang memang ia siapkan untuk putranya


Tri mengendong tubuh Akhtar Dan membaringkan nya di kasur Lalu mencium putranya itu sambil terkekeh


" Nih buah nya di makan , nanti ke buru ngantuk " kata Yuni Memberikan sepiring Yang membuat Tri ikut makan sambil menyuapi Akhtar


" Sudah , habis kan ayah " Kata Akhtar


" Hah...baru 10 potong de "Kata Tri terkekeh


" Tapi kenyang banget yah " kata Akhtar Yang sudah mulai mengantuk Membuat Tri terkekeh melihat mata putranya itu sudah tinggal 2 watt lalu mengusap punggungnya dan mencium kening nya juga berdoa Lalu meniupkan nya di ubun ubun Akhtar


**************


Di rumah kecil Ferdi memeluk wanita nya Yang sudah terlelap dan mengusap perut istrinya pelan . Sambil mengingat wajah Akhtar yang sangat mirip Tri


"' Astaga bagaimana bisa anak itu mirip Tri dan mata itu " Kata Ferdi yang berpikir itu mata milik Yuni Yang membuat nya merasa aneh Kenapa semuanya seperti sangat kebetulan.


Karna ia tak bisa melupakan mata itu Yang membuat Ferdi jatuh cinta Yang tak mungkin ia lupakan seumur hidupnya


" Astaga kenapa aku memikir kan nya Ngak mungkin dia hidup lagi Karna sudah dua tahun berlalu " Kata Ferdi memejamkan matanya Sambil memeluk tubuh Yunia dalam pelukanya .Karna hari ini Istrinya itu tidak rewel sama sekali ..


*************

__ADS_1


Pagi seperti biasa Tri sudah rapi dengan baju kerjanya Kaos hitam lengan panjang dengan celana jins Yang membuat Yuni tersenyum melihat suaminya itu sibuk menyiapkan Akhtar Yang ingin ikut ayahnya lagi ke bengkel


" De apa ngak ikut bunda saja " Kata Yuni .


"' Ndak ade kan cowok bun , masa suruh jualan kan Ade pengen kaya ayah aja di bengkel " Kata Akhtar


" Ngak Akhtar harus sekolah tinggi de Jangan kaya Ayah. Tapi kalo mau belajar untuk bekal mandiri ngak apa apa Tapi jangan sampai seperti Ayah capek ...de angkat berat Ade duduk manis saja di kursi kaya bunda dulu . Biar santai ngak pake kotor kotor " Kata Tri Yang tak ingin putranya itu berprofesi sebagai mekanik.


" Kenapa memangnya yah " kata Akhtar Sambil memakai jaketnya sendiri


" Kerja nya berat , ade belajar komputer saja ya . Biar ngak capek Tapi kalo belajar untuk memperbaiki motor dan mobil sendiri ngak masalah " kata Tri


" Ya " kata Akhtar mengangguk Yang membuat Tri mencium pucuk kepala Akhtar berkali kali .


Yuni yang melihat sikap Tri yang sayang pada Akhtar sangat terharu karna Tri pastinya ingin Akhtar mendapatkan hal yang terbaik dari paling terbaik


" Apa ade pergi sama mbok Sum " kata Tri menatap Yuni


" Ya mas " kata Yuni


" Nih bekalnya mas, ada rendang daging dan sambal hijau sama sayur dalamnya Yang ini buat mbok jajanan pasar Tadi ade beli sehabis subuhan tadi " kata Yuni


"' Ya mas " kata Yuni tersenyum. Karna belum bisa memutuskan untuk berhenti bekerja kecuali nanti Ketika mereka pulang ke tanah jawa


Tri tahu persis Yuni dulu sangat ingin berkuliah lagi Yang membuat pernikahan mereka jadi sandungan langkah Yuni Yang membuat Tri sangat merasa bersalah pada istrinya itu .Apalagi saat ia membaca pesan Raya yang menawar kan pekerjaan pada istrinya Dan posisi mentereng menjadi manajer keuangan Karna Raya sudah naik jabatan menjadi General manajer .Yuni hanya mengatakan tak bisa Karna Akhtar lebih penting Dan harus di dahulukan . Bukan ia tak butuh uang Tapi tak semuanya melulu di capai dan di kejar demi uang Tapi kasih sayang anaknya merupakan pondasi dasar Akhtar Agar bisa tumbuh jadi anak yang tangguh pintar dan sholeh


"' Sudah yah, bunda Akhtar kerja ya " kata Akhtar tersenyum


" Kamu ini , ya sudah jangan nakal ya Mas suruh tidur kalo capek " Kata Yuni


" Ya de " Kata Tri yang memasang jaket nya lalu menyiapkan semuanya di motor dan Yuni mengeluarkan motor nya untuk pergi bersama mbok


******


Tri sampai di bengkel tepat jam 8 pagi Yang membuat Tri lebih dulu mengantar Akhtar pada mbok .Mbok yang senang punya teman ngobrol Langsung mengedong bocah itu apalagi hari ini Akhtar terlhat tampan dengan rambut hitam nya. Yang membuat Ferdi ikut tersenyum melihatnya .


" Hai boy , ikut lagi " kata Ferdi


" Ya om , boy boy mau kerja " jawab Akhtar tersenyum

__ADS_1


" Hah ..... kerja apa bocah imut begini hah " kata mbok mencium pipi Akhtar


" Mbok...........ayah ..." Teriak Akhtar tiba tiba Yang membuat Tri yang menoleh dan berlari kembali ke mess karyawan


" Ade kenapa mbok ?" kata Tri


Yang membuat Akhtar mengulurkan tangan nya minta gendong Tri Melihat seorang pria tua lewat di jalan depan camp Membawa dua hantu menyeramkan Akhtar menyembunyikan kepalanya pada caruk leher Tri Yang tahu putranya itu pasti ketakutan Lalu mengusap punggung nya pelan dan mencium nya untuk menenangkan nya


" Ada apa Tri " kata Ferdi melihat pria bungkuk lewat Yang mulai menjauh


" Entahlah " kata Tri


" Ade ngak apa apa " kata mbok


" Seram mbok seram banget " Kata bocah itu lalu mencari sosok pria tua yang lewat tadi .


" Sudah lewat de. sudah jauh " Kata Tri Yang tahu Akhtar sama persis dengan istrinya. Yang akan takut bila melihat sesuatu yang menyeramkan.


"' Apa dia bisa melihat hantu " kata Ferdi Yang tak menyangka bocah mungil itu bisa melihat hantu .


" Ya " jawab Tri mencium putranya itu


"' Ya sudah sini sama mbok Ayah kan mau kerja Kita main di kamar ya " kata mbok tersenyum mengulurkan tangan nya meminta Akhtar lagi dari Tri


" Sama mbok ya de, nanti kalo ada apa apa panggil Ayah " Kata Tri


" Ya " kata Akhtar yang lalu berpindah ke gendongan mbok Membuat Ferdi tersenyum gemas pada bocah imut itu


" Pasti anakku juga akan mengemaskan seperti itu mbok " kata Ferdi


" Ngak akan sama Fer, kan beda cetakan " Kata Tri turun dari teras akan menuju bengkel


" Ya iyalah kan beda adonan " Kata Ferdi terkekeh .Sambil mengikuti Tri dari belakang .


Dan mbok membawa Akhtar masuk kamar sambil menenteng tas Akhtar yang lumayan berat


" Kok berat de , bawa apa ?"kata mbok


" Ada kue buat mbok dari bunda "bisik Akhtar pelan .Di telinga mbok Yang membuat Yusuf mendelik kan matanya ketika mendengarnya .

__ADS_1


" Hah...... kue ...... !!!" kata Yusuf


__ADS_2