Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 265


__ADS_3

Mbok pun lalu duduk tenang Dan melap air matanya Karna sedih Dan lalu minta Adi untuk mengantarnya ke sampit Karna ingin bertemu Akhtar


" Pasti anak itu akan sedih Tahu ayahnya sudah tidak ada " kata mbok


" Biar saya jadikan istri mbok ben senang " kata Danang


" Ck..... mana sudi nang Istri nya Tri mau sama kamu Orang kamu jahat kok " Kata Febri


" Astaga kan aku cuma bercanda biar ngak sedih bro .Lumrah manusia itu mati . Dan kecelakaan itu hanya sebab dan musabab saja..Lagian kan impas Tri menyusul Yuni " Kata Danang


" Astaga mulut mu ya nang Rasanya pengen aku sumpal sama sapu iki lho Ngak pake otak kalo ngomong Bikin orang naik darah " Kata Kentung


" Yo sumpal tung biar dia tahu rasa " Kata pa Budi ikut turun dari hutan Karna malam ini Mereka semua pulang berkumpul ke mess karyawan Setelah mendengar kabar Tri dan Yusuf hilang


" Pa Budi , syukur sudah datang Ayo siap siap yasinan habis magrib sekalian Isya berjamaah " kata mas kentung


" Yo yo , mbok ayo kita berangkat mumpung sore Nanti kita bisa sholat disana saja " kata Adi


" Ya itu sudah ada bi Narsih dan minah yang bikin teh Salam yo buat mba Sinar istri mas Tri " Kata Yunia


" Ya ndu, ya sudah le jaga istrimu ya " kata mbok Yang rindu ingin bertemu Akhtar dan juga penasaran siapa ibu Akhtar


Dan mbok berangkat bersama Adi Karna mbok ingin berbelasungkawa pada istri Tri di rumah kontrakan nya Yang sudah di beri tahu Rendi siang tadi pada Adi


************


Tri dan Yuni keluar untuk mencari makanan buat mbok dan mas nya Karna tahu pasti sehabis Isya mereka sudah sampai Dan mbok sum Sudah membersihkan kamar depan untuk mbok


" Mas martabaknya dua ya sama yang manis " Kata Yuni yang juga membeli buah juga untuk di rumah


" Ade kok beli banyak " kata Tri


" Takut ada tamu juga ,kan kaya tadi untung ade di jalan beli gorengan Sampai mereka kelaparan " kata Yuni


" Ya sudah " Kata Tri yang khawatir uang Yuni habis Karna Tri belum gajian

__ADS_1


Karna sudah masuk akhir bulan .


Di sisi lain Adi yang mencari rumah Tri pun lalu melihat lihat rumah yang pojok yang terlihat sepi Namun cukup besar karna teras nya cukup luas


" Apa yang itu ya mbok , mas Rendi bilang nya rumah cat hijau " kata Adi .


" Iya kali le , ayo kesana " Kata mbok


" Ya mbok " kata Adi lalu mengucap kan salam Ketika sudah di depan pagar Dan tak lama terlihat Akhtar keluar bersama mbok Sum


" Om Adi mbok ......" Teriak Akhtar senang Karna hari ini banyak orang datang kerumah mereka .


" Teman mas Tri ya, motornya masukan saja mas ke halaman . Ayo masuk mas mbok " kata mbok Sumi


" Ya assalamualaikum " kata Adi masuk rumah


" Walaikum salam " Jawab Yusuf membuat Adi kaget


" Kang Yusuf " kata Adi langsung memeluknya erat dan senang dengan matanya berkaca kaca


" Ngak mewek di, kang Yusuf baik baik saja " Kata Yusuf Yang membuat mbok ikut memeluk mereka berdua Dan ikut menangis memeluk Yusuf


" Lagi beli makanan mbok sama mbak Yuni " Kata Yusuf Menyuruh mereka duduk di sofa Sambil menunggu Tri dan Yuni datang


Lalu mbok pun bertanya apa yang terjadi Yang membuat Yusuf mau tak mau menjelaskan nya . Dan Adi cukup kaget Lalu mengatakan kalo di camp sedang di ada tahlilan di mess untuk Tri dan Yusuf


" Agar kalian bisa kembali dalam keadaan hidup hidup " kata Adi


" Bilang sama mereka terimakasih sudah mendoakan kami Kami pasti akan pulang dalam keadaan hidup " Kata Yusuf tersenyum .


"' Hehehe...... Itu sudah jelas kang " kata Adi terkekeh .


Tak lama Yuni dan Tri pulang kerumah Dan membuat mbok cepat memeluk Tri Membuat Akhtar tersenyum melihat mbok menangis


" Mbok jangan menangis , kan sudah besar Bunda aja ngak menangis " Kata Akhtar Yang membuat Yuni tersenyum dan duduk di dekat mbok

__ADS_1


" Mbok sehatkan " kata Yuni Yang membuat mbok beranjak Lalu berbalik badan Mengenali suara itu


" Ndu ..... Ini kamu ndu hua........ hiks ...hiks " kata mbok makin nyaring Yang membuat Yusuf dan Adi melongo Melihat mbok tiba tiba menangis istri Tri Bagaimana bisa ia tak mengenali wajah wanita itu Yang memang Yuni asli bukan kaleng kaleng


" Hua....... kenapa tega sama mbok ndu kenapa ngak mau bertemu mbok " kata Mbok memeluk Yuni erat Dan menangis sesenggukan Seperti orang kesurupan


Yusuf yang melongo pun bingung Karna mendengar perkataan mbok Begitu pula Adi Karna yang mereka tahu Yuni yang sekarang adalah Yuni kw yang hanya mirip mba Yuni Yang dulu Namun mbok yang paham betul Siapa Yuni tak akan bisa di tipu . Dan Tri yang melihat itu hanya terdiam Tak bisa berkata apa apa lagi Apa lagi berkelit


" Kue iki keterlaluan yo le, kenapa mbok ngak di kasih tahu le le puk puk ..." kata mbok Sambil memukul mukul bahu Tri Namun Tri hanya diam


" Mbok aku ......." kata Tri menggantung Karna melihat Yuni mengangguk


" Kenapa kamu bohong toh ndu Sampe kamu bisa di bilang mati .Mbok ngak tahu kejadian nya Tapi Yusuf bilang kamu di tusuk pisau sama Ferdi Dimana ndu?" kata mbok


" Mbok , ini mba Sinar mbok bukan mba Yuni kita mbok Cuma nama nya saja yang sama " jelas Yusuf pada mbok


" Iki mba Yunita sinar purnama suf orang Yang sama di bunuh Ferdi Yang kalian bilang mati Kalian bisa salah mata bisa di bohongi Tapi mbok tidak Akhtar itu anak kandungnya Tri suf . Iki mbak Yuni asli mba Yuni yang dulu Mba Yuni staf " jelas mbok membuka takbir Yuni sebenarnya Yang membuat Adi dan Yusuf tambah kaget .


" Tri ...." kata Yusuf menatap Tri tak percaya


" Tri tak akan mau cerita sama kalian . Dia pasti ingin menyimpan ini sendiri Tapi mbok ngak akan bisa kamu bohongi Tri " kata mbok menangkup wajah Yuni Karna itu lah mata tajam seorang mbok Yang sangat mengenali Yuni dengan baik .Walau Yuni memakai gamis Tapi tak mengurangi penglihatan mbok Karna bagi nya Yuni tetap lah Yuni


"' Tri ........" kata Yusuf


" Maaf suf , di ini hanya kalian yang tahu Jangan beri tahu yang lain " kata Tri pelan sambil menunduk


" Astaga Tri jadi mba Yuni....... Bagaimana bisa Tri " kata Yusuf tak percaya


" Iya mas bagaimana bisa Itu semua benar kan mas Kita mengubur nya mas Kita juga mengafaninya Dan melihat mba Yuni terbujur kaku tak bernyawa iya kan kang " kata Adi Tak habis pikir Karna itu seperti mimpi


Karna jelas Adi melihat Tri menangis benaran Dan sedih benaran Bukan bermain drama korea


" Iya Adi benar Tri ngak mungkin kan Yuni bangkit dari kubur " Kata Yusuf Masih belum yakin Kalo itu Yuni yang mereka kenal dulu


" Dia memang bangkit dari kubur " Kata

__ADS_1


Tri


" Allahuakbar " kata Yusuf kaget tak percaya .Yang membuat Adi ternganga Mendengar perkataan Tri


__ADS_2