
Mbok terbelalak melihat Yuni masuk Dan juga melihat anak yang di gandeng Tri
" Tri kui sopo le " kata mbok
" Yuni mbok , iki...putu ne mbok " kata Tri pada Akhtar dan menyuruh Akhtar menyalami mbok Begitu juga Yuni yang berlutut mendekati mbok
" Ini kamu benaran kamu ndu " kata mbok memegang wajah Yuni
" Iya mbok ini Yuni " kata Yuni memeluk mbok Yang membuat mbok menangis tersedu sedu
" Hua.......hiks.....hiks .... Kamu masih hidup ndu .... hiks.....hiks ..... Isak mbok Yang membuat Ayu dan Sari terpaku melihat mbok menangis pilu
Asih dan bule langsung sadar ketika mendengar tangis mbok sangat nyaring Sambil memeluk menantunya itu Membuat Akhtar memeluk sang Ayah erat Karna takut Karna eyangnya menangis
Arga dan Pur pun terpaku Begitu juga pak le Karna tak percaya Kalo orang yang di kata kan meninggal hidup lagi
Sini le, duduk sini " kata Ayu pada Akhtar Namun Akhtar masih memeluk leher Tri erat Karna belum merasa kenal
" Itu bude de, mba nya Ayah dan itu pakde " kata Tri Menjelaskan pada Akhtar Semua orang yang berada di situ Dan setelah mbok tenang Tri memeluk ibu nya dan menjelaskan semua nya ..Apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya dan Yuni Yang membuat semua orang melongo Mendengar cerita Tri saat menguburkan Yuni yang Tri kira sudah mati
" Puk puk ..... " kata mbok memukul bahu putranya itu .
" Pie le bisa bisanya kamu mengubur nya istrimu yang belum meninggal .." kata mbok kesal
" Lah pie Tri juga ngak tahu Kalo menantu mbok masih hidup Dia bisa bangkit dari kuburan Karna pamannya " kata Tri
" Hi...... lah trus teman mu itu yang jahat itu kok ngak di laporkan ke polisi de " kata Arga
" Ya kan ngak sengaja mas , lagian semuanya sudah selesai Dia juga sudah punya bayi sekarang " kata Tri
" Ya Allah ndu ndu , kue iki le bikin mbok jantungan wae . " Kata mbok merangkul Yuni
"' Sini le, sama eyang uti " Kata mbok ingin memeluk Akhtar cucu nya
Yang membuat semua orang lega Karna semuanya sudah clear Namun membuat Sari terlihat sedih lantaran ia tak bisa menjadi istri Tri benaran
" Sar ..... kok sedih " Kata Asih
" Ora mba , cuma ngak enak hati " kata Sari cemberut
" Jangan sedih Sar, 5 bulan lagi mas cuti ada yang mau datang kesini Yang kemaren pas kenalan di telpon " kata Tri mengingatkan Sari Ketika Tri menanyakan kabar mbok lewat Sari Yang sengaja untuk mengenalkan Yusuf
__ADS_1
" Kang Yusuf mas " kata Sari
" Iyo kan lumayan konco ne mas" kata Tri Yang membuat Yuni mendelik Tahu Tri menjodohkan Yusuf dengan Sari
" Mas Tri apaan sih ?' kata Yuni
" Hahaha...... Kan Yusuf yang minta sendiri de " kata Tri tertawa
" Astaga sejak kapan mas jadi biro jodoh " Kata Yuni mengeleng .
" Ya sejak ade jadi istri mas , masalah nya mereka akan mengusik mas bila ngak nikah nikah "kata Tri terkekeh
" Sudah ... cerita nya Ayu mana teh hangatnya ?" Kata mbok
" Ya mbok siap kok aku lali ya " kata Ayu Yang bergegas kedapur bersama Sari yang ingin berjalan
Bug........
" Sari ........." Teriak Asih melihat Sari pingsan
" Oalah kok pingsan nya belakangan sih Ini pasti gara gara sanggul nya " kata Arga Menyuruh Asih melepas sanggul Sari yang berat
" Ini karna mau menyambut suami mu de Kan dia naksir berat sama de Tri Karna dia mengira suami mu duda " kata Asih terkekeh
"' Astaga " Kata Yuni lemas Yang membuat Tri tersenyum lalu memeluk Yuni sambil tertawa
" Hahaha........... ada ada saja " Kata Tri
" Lagian mas kenapa ngak cerita kemaren sama pak le " kata Yuni
" Lah kan pak le ngak nanya de " kata Tri memeluk Yuni dan lalu merangkul mbok Yang duduk berjubel di dekat meja Sedangkan mbok mencium pipi Akhtar
" Eh Arif mana sih ?" kata mbok
" Tidur mbok " Kata Asih mas bawa sini . Biar bangun meh magrib loh pamali tidur waktu magrib " kata Asih
" Ya de " kata Arga yang membaringkan Sari di sofa Dan mereka pun lalu minum teh bersama . Sambil makan makanan yang sudah disiapkan di meja
" Bun.....ada hantu jelek bun mengintip kita "' Kata Akhtar berbisik ketika Yuni menyuapi Akhtar
" Biarkan saja dia itu penunggu rumah ini. Ade pura pura ngak lihat saja ya " Kata Yuni
__ADS_1
" Kalo ganggu gimana ?" kata Akhtar
"Kan ada Ayah " Kata Tri Yang mendengar kan obrolan istri dan anaknya itu
" Tapi seram yah " kata Akhtar
" Baca doa kan ngak bakal ganggu de " kata Tri mengusap kepala Akhtar
" Ya yah " Kata Akhtar tersenyum Makan dengan lahap bakso tetelan buatan sang bude Yang membuat Akhtar menyukainya
***************
Di sisi lain Ferdi gelisah Karna tak bisa tidur sambil melihat Istri dan anaknya Yang pulas Karna tadi pagi ia sempat melihat Istri Tri mirip Yuni yang asli
" Astaga bagaimana mereka bisa begitu mirip Apa mereka kembar " Kata Ferdi bingung Apalagi wajah Akhtar juga mirip Tri Dan itu persis mata Yuni yang menempel di mata Akhtar
" Tapi tak mungkin kan di bangkit dari kubur kan " Kata Ferdi bertanya tanya Karna merasa aneh bila Yuni hidup lagi
"' Astaga kenapa memikirkannya . Aku bisa gila membayangkan nya saja " kata Ferdi heran Dan masih bertanya tanya
Lalu memejam mata nya untuk tidur karna sudah malam Karna Ferdi akan mencari tahu nanti Apa bila ia punya waktu .Karna ia sangat penasaran pada Istri Tri dengan nama Sinar itu .Yang sempat membantu istrinya melahirkan Dan juga memberikan baju ganti untuk Istrinya Agar tak repot membeli
Tak lama Ferdi terlelap Karna ia juga lelah seharian bekerja Untung hari ini Nia sudah bisa berjalan pelan dan menyusui putranya itu pelan pelan Agar ia bisa menyesuaikan tempat
Dan subuh nya tangis Elang membangun kan Ferdi dan Nia Yang masih terlelap Hingga Nia langsung menggendongnya Dan menyusuinya di samping Ferdi
" Bang bangun sana mandi kan mau kerja " kata Nia
" Bentar lagi yang, abang ngantuk banget " Kata Ferdi yang lalu melihat putranya itu menyusu dengan lahap .
" Ya ampun ngak usah buru buru de papah ngak minta di pegang saja " kata Ferdi Sambil mengantuk berat
" Hush ....abang apaan sih " kata Nia memencet hidup Ferdi Karna mendengar Ferdi ngomong seenaknya .
" Bang ah....masa ngomong gitu sama Elang yang belum tahu apa apa " kata Nia mencium putranya itu
" Ya maaf " Kata Ferdi yang mencium kepala bayinya itu Karna kini Ferdi lega Sekarang ia sudah punya anak juga bisa menyaingi Tri Yang tak kalah tampan nya dengan Akhtar. Yang sangat lincah dan pintar
" Fer........." kata seseorang mengetuk pintu Yang membuat Nia dan Ferdi kaget
" Siapa itu ....!!!" kata Ferdi kaget menatap Nia Kenapa ada orang mencari nya subuh subuh begini
__ADS_1