
Pa sugeng Rendi dan Beni pun kaget Karena suara itu terdengar nyaring Yuni dan Raya pun berjalan sambil berlari mengejar para pria Kearah mobil terparkir
Rahman langsung memundurkan mobil ke arah jalan raya
" Ayo cepat mba, tuh ada kebakaran " kata Rendi menunjuk arah api
Yuni dan Raya pun lalu naik ke dalam mobil Dan Rahman membawa mobil
.menjauhi komplek tempat kumuh itu
" Mba Kita mau lihat atau mau pulang " kata Rahman
" Kita lihat dulu man " kata pa Sugeng
" Iya man lihat sebentar lalu pulang ya pa " kata Yuni Yang khawatir sudah malam apa lagi sudah dini hari
Rahman lalu mengarahkan mobil kearah TKP . Yang melihat api besar melahap rumah para warga
" Ya Allah kasihan " kata Yuni .Melihat si jago merah mengamuk
" Iya tuh , semua nya dilahap si jago merah , yuk pulang man ngantuk ini Dan lagi aku ngak tega lihatnya " kata Raya
" Ya ....sudah pa kita pulang ya .Aku juga ngatuk kalo lihat kebakaran Nanti bisa ngak tidur sampai pagi kita .Padahal tadi baru tidur sebentar " kata Rahman
" Ya sudah man ,Ayo kita pulang saja " kata pa Sugeng
"' Ya pa " kata Rahman Lalu memutar balik mobil Dan menuju ke kantor sampit .
Hampir jam 2 mereka sampai dikantor Yuni dan Raya pun bergegas masuk kamar untuk tidur Begitu juga dengan para pria Setelah menutup pagar dan menguncinya .
Yuni bangun ketika Arah jarum menujuk angka jam 9 pagi Begitu juga Raya yang juga baru bangun Karna mereka kesiangan
" Ray lho kita kesiangan " kata Yuni
" Ya habisnya aku ngantuk banget Yun makanya kita kesiangan " kata Raya
" Iya Ray, Mana lapar lagi , yuk mandi cari makan " kata Yuni turun dari tempat tidur
" Ya " kata Raya Yang ikut bangun lalu bergegas masuk ke kamar mandi
Yuni lalu merapikan tempat tidur mereka . Sambil menyiapkan pakaian gantinya
Setelah mandi dan rapi Yuni dan Raya pergi mencari sarapan di warung makan terdekat .Sedangkan para pria baru bangun .Ketika Yuni dan Raya pulang
Sebuah mobil berhenti di depan kantor
Raya dan Yuni melewatinya saja Karna mereka memang ingin cepat cepat sarapan karna sudah lapar Lalu bergegas masuk dapur untuk menyiapkan nya di atas meja
" Permisi " kata seseorang yang masuk kearah teras samping dekat bengkel
" Ya mas nyari siapa ya " kata Raya .
" Ini mba , mau antar paket buat mba Yuni. Apa orang nya ada " kata pria pengantar paket
" Oh paket .Yun tuh paket lho datang " kata Raya
" Hah paket apaan ?perasaan gue ngak pesan paket lho Ray " kata Yuni bingung lalu keluar melihat pria pengantar paket
__ADS_1
" Mas bawa aja sini , nih orang nya " kata Raya .Lalu pria itu pun pergi kemobil Untuk mengambil paket atas nama Yuni
Dan kembali lagi membawa paket besar
Yang membuat Yuni dan Raya kaget
Karna dus itu cukup besar Dan lagi Yuni tak pernah minta kirim apa pun juga tak memesan apa pun pada siapa pun
" Sudah ya mba saya permisi " kata si mas pengantar paket
" Ya mas terimakasih. Mas kok ngak ada namanya " kata Yuni curiga
" Ini nama mas Marwan mba yang mengirim nya " kata si pengirim paket
" Dari mana mas?" kata Yuni
" Dari kota sini juga mba, Tapi ngak ada alamat nya " kata pria itu
" Baik , teimakasih mas " kata Yuni bingung Karna ada seribu tanda tanya dalam hatinya .Sambil melihat kotak itu
" Dari siapa? Marwan siapa? Perasaan aku ngak pernah kenal dia ya ? " kata Yuni dalam hati kebingungan
Dan setelah mas si pengirim paket pergi .Raya dan Yuni pun saling padang Lalu melihat ke dus paketan itu
" Apa isinya "' kata Raya
" Mana aku tahu, yuk makan " kata Yuni Yang menuju meja makan
' Yuk , aku juga lapar Tapi kok aneh ya ada yang ngirim paket pagi pagi " kata Raya menarik kursi dan duduk untuk makan lontong opor ikan gabus masak merah khas kalimantan .
" Nasi kuningnya juga enak yun " kata Raya mencicipi makanan yang mereka beli
Lalu memakan nya dengan lahap.
Rendi yang baru turun bersama Beni pun kaget Melihat kotak besar di depan pintu masuk dapur
" Apa nih ?" kata Rendi
" Paket buat mba Yuni mas Tadi aku dengar orang nya yang bilang begitu " kata Rudi yang juga ingin kedapur sambil membawa makanan
" Hah..... sebesar ini isi nya apa ?" kata Beni Yamg lalu masuk kedapur menuju meja makan Dan melihat Yuni dan Raya sedang makan Mereka pun lalu ikut duduk bergabung
" Yun tuh paket didepan buat lho ?" kata Beni menatap Yuni
" Ya mas " jawab Yuni
" Dari mana ?" kata Rendi
" Ngak tahu " kata Yuni mengeleng
" Lah kok bisa , isi nya apa ?" kata Beni lagi penuh rasa penasaran
" Kita belum tahu Ben, kita juga kaget pagi tadi si masnya nyari Yuni Dia bilang ngantar paket Kita tanya isinya apa ? Dia juga ngak tahu kata nya " kata Raya
" Hi.......jangan jangan ......!!!" kata Rendi
Yang membuat semuanya saling pandang Dan ....
__ADS_1
" Ba........." kata Rudi .Membuat Yuni dan Raya terkesiap
Plak sebuah tangan menepuk bahu Rudi
" Aish kok di di pukul " kata Rudi menoleh pada Raya
" Jangan suka mengagetkan orang " kata Raya
" Iya Rud, kalo kita jantungan kan bisa repot " kata Rendi
" Hadeh ...... masih muda kok jantungan Belum juga aki aki mas " kata Rudi
" Kamu ngomongnya pas kamu ngak kaget Rud, Nanti kalo lho yang di kaget kan . Di balas begitu baru tahu " kata Yuni
" Hehehe ....... Iya mba maaf " kata Rudi
" Ayo makan, punya ku mana ?" kata Beni
" Tuh !!" kata Rendi Yang lalu makan bersama Dan mereka pun ngobrol santai Setelah itu Yuni dan Raya Langsung kembali ke teras samping Karna penasaran melihat paket apa yang di kirim
" Apaan Yun " kata pa Sugeng Yang berhenti di depan pintu masuk Ketika hendak pergi kedapur
" Paket pa " kata Yuni
" Hah ......paket?? Paket apa ? " kata pa Sugeng
Yuni hanya mengangkat kedua bahunya Begitu juga Raya .Dan pa Sugeng tak bertanya lagi langsung masuk dapur Dan Yuni pun membuka paket itu .pelan pelan
" Apa ya Ray ?" kata Yuni
" Hahaha........ Kamu yang dikirim aja bingung Apalagi aku " kata Raya tertawa Yang membuat Yuni tegang membukanya
Dan kotak itu pun mulai terbuka Dan Yuni lalu melihat nya
" Astaga ..... huh ......" kata Yuni membuang napas kasar
" Apa yun ?" kata Raya penasaran
" Bunga plastik Ray " kata Yuni Lalu membukanya sampai bawah Dan terlihat pohon bunga cantik berbuah jeruk Yang membuat Raya dan Yuni tergelak .
" Astaga aku pikir apa bikin tegang saja nih pohon palsu ?" kata Raya terkekeh
" Iya bikin orang penasaran Tapi ada kotak lagi Ray.... " kata Yuni Yang mengambil kotak ukuran kotak sepatu di dekat pot bunga Dan lalu membuka nya
" Ada suratnya Ray " kata membacanya dan ia pun mengingat hantu kepala Yang dulu ia tolong di gudang tak jauh dari sini Yang membuat Yuni membuka sesuatu di dalam bungkusan kain hitam
" Alhamdulilah rezeki gue Ray " kata Yuni Memperlihatkan uang dan sepatu ukuran kakinya. Yang terlihat bagus
" Yah dasar lho yun , baru juga buang duit semalam Sudah dapat aja balasan nya " kata Raya
" Iya Ray , ngak nyangka gue " kata Yuni senang Lalu menutup kotak Dan membawanya masuk .
" Yuk lihat kedalam " kata Yuni
" Ok .... Gue dapat uang dengar dan lihat kan " kata Raya terkekeh
" Ya buat kita nongkrong nanti malam " kata Yuni Yang lalu masuk kamar Raya
__ADS_1