Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 44


__ADS_3

Yuni terdiam mendengar cerita paman nya Kalo Lery juga paman Yuni dan Sania adalah tantenya .


" Kau bisa kesini nak , kalo libur " kata Ibu Sania menatap Yuni lekat


" Ya nek , maaf bila kedatangan nya saya menganggu paman dan tante " kata Yuni .


" Maafkan tante mu itu yang sudah bersikap kekanakan Karna biasa dia cari perhatian pada om Lery mu itu " kata ibu Sania .


" Hahaha...... biasa Yun, tantemu itu sok imut dan minta di manja .Memang sudah biasa kalo ia punya kelakuan begitu " kata Lery tertawa.


" Ya paman " kata Yuni .


Ya sudah ayo kita makan biar paman Edon mu nanti Yang mengantarkan mu pulang " kata Ibu Sania lalu mengajak mereka untuk makan siang bersama .


Di meja makan. Yuni duduk dengan tenang di sebelah sang pamannya Lalu paman nya menyodorkan telur rebus dan oseng sayur kacang pada Yuni .


" Kau tak boleh makan itu " bisik Edon Menujuk semua menu daging di meja .


" Hah.... kenapa om ?" kata Yuni


" B2 " bisik Edon lagi


" B2 apa ?" kata Yuni bingung Karna tidak tahu


" Itu daging Babi . Babi itu haram , atau kau ingin mencobanya " kata Edon menatap keponakannya itu .


Yuni mengeleng lalu ia pun tersenyum Karna memang ia berbeda keyakinan dengan paman nya juga kakek dan neneknya .Karna ibunya masuk agama muslim Dan menjadi seorang mualaf Itu sebabnya ia tak terlibat banyak dalam kehidupan keluargga sang ibu.Karna mereka masih asli pribumi dayak.


Edon pun membalas tersenyum Menjaga Yuni dan mengawasinya. Agar tak terlibat


masalah apapun .Karna Yuni memang sengaja gadis itu di jauh kan keluargga sang ibu Agar bisa menjadi gadis yang baik dan pintar..Dan bukan tanpa alasan atau terpaksa Tapi demi kebaikan Yuni sendiri Agar ia tumbuh besar tanpa paksaan dari siapapun


Dan ketika ia pulang kedesa pun sang kakek memisahkan seluruh perkakas dapur Agar Yuni bisa makan makanan tak bercampur babi dari makanan haram Karna ia lahir dengan agama muslim sejak lahir Dan kalo ia memilih itu hak nya bila ia ingin menjadi non muslim


" Ayo makan ini banyak daging " kata ibu Sania dan Sania yang ikut duduk .


" Iya nek trimakasih " kata Yuni basa basi


Sedangkan sang paman menjelaskan Yuni Tak makan daging babi Dan hanya makan sayur dan telur Yang membuat Sania menatap Yuni penuh selidik dan tanda tanya


" Apa benar dia tinggal di jakarta " kata Sania menatap Edon


" Ya dia sudah biasa hidup di kota besar " kata Edon tenang

__ADS_1


" Wah .... bagai mana rasa nya tinggal disana enak atau susah Pasti keren kan ." kata Sania penasaran


" Biasa saja seperti disini. Tergantung kita menyesuaikan nya ." kata Yuni Yang memang merasa biasa tak ada bedanya cuma uang saja menjadi tolak ukur untuk kota jakarta memang semua tersedia ada. Tapi juga ada uang ada barang .Sedangkan tinggal di daerah kita mengeluarkan sesuai kantong .Dan tak banyak makanan instan Karna semuanya alami dan tak harus membeli kalo bisa berkebun sayur sayuran itu lebih baik


" Jangan heran dengan tante mu Yun, dia sangat ingin pergi kesana Tapi kami belum punya uang " kata Lery


" Nanti kalo Yuni disana om dan tante boleh main kok " kata Yuni


" Benaran mau...... mau " kata Sania Yang membuat Edon terkekeh


" Kau seperti tarzan wanita lepas San kalo kesana. Karna di sana banyak mall Dan suruh Lery bawa uang satu karung kalo mau kesana " kata Edon tertawa Karna ia sudah pernah ke jakarta Untuk mengunjungi keponakan nya itu bersama sang kakak Membuat sang kakak kalap belanja .


" Aish itu gampang ya kan bang kita bisa jual tanah " kata Sania


" Ngak itu baru di tanami sawit kok Malah mau di jual Biar jadi duit dulu San " kata Lery yang memang ikut bagi hasil dengan koperasi


" Yah lama dong menunggu nya " kata Sania


" Tanam pohon duit aja tan, atau kerja di kebun sawit kan tante bisa menabung " kata Yuni .


" Ogah hitam kalo berjemur .Mending dirumah jualan daging babi Tuh paman mu suka berburu rusa dan babi di hutan makanya Aku bisa emas nih " kata Sania pamer .memperlihatkan emasnya


Yang membuat Lery mengeleng. Sedang Edon dan sang ibu hanya bisa diam Membiarkan saja Sania melakukan aksi pamernya pada Yuni hanya tersenyum tak berkomentar


" Turun berikan motornya " teriak salah seorang pria itu Yang menghadang mereka di jalan


" Tidak bisa ini motor kami " kata Edon Karna itu memang motor Lery yang ia pinjam untuk mengantar Yuni


" Yun pegangan biar kita ngebut " kata sang paman berbisik


" Jangan mimpi , turun !!! " kata seorang pria menaruh mandau di bahu Edon .


Edon pun turun dari motor Dan Yuni hanya diam .Namun ketika seorang pria memaksanya Yuni pun melawan membuat perkelahian pun terjadi Lalu Edon pun ikut menendang kesamping pria itu .Hingga yang lain ikut mendekati Edon Dan terjadi lah perkelahian


Dua melawan delapan orang . Membuat Yuni sempat kewalahan Tapi tidak dengan sang paman yang terlihat santai Melawan anak buahnya itu .


" Yuni siap siap " kata Edon ketika mereka berdekatan .


" Baik om " kata Yuni yang lalu melawan 3 pria yang menghadang nya ingin menaiki motor .


Edon yang melihat keponakan nya itu cukup lincah .Sangat tahu dari kecil Yuni pintar karate Karna ia memang sedikit tomboy Dan tidak kaget kalo ia melihat keponakan nya itu mampu berkelahi.


Dan terbiasa punya musuh anak pria. Hingga sekejap saja .Yuni bisa naik keatas motor nya .

__ADS_1


" Bug ...... bug.......


" Om ayo " kata Yuni me gas motornya Hingga berbunyi nyaring Dan setelah membereskan 5 pria itu . Edon pun naik ke boncengan Yuni dan mereka pun melesat pergi


Brum......brum.....brum.....


" Ayo kejar " kata seorang pria


" Jangan itu ketua " kata seorang pria Yang tersungkur di tanah


" Hah...... maksud mu " kata sang teman


" Aku baru ingat itu panglima ketua , bersama gadis yang dulu pernah datang ke sarang kita " kata pria itu


" Astaga kenapa dia bisa bersama gadis itu " kata temannya yang lain


" Itu kerabat nya , tapi dia sudah tak dianggap kerabat Karna ia sudah diasingkan sedari kecil itu yang ku dengar dari Lian " kata salah satu teman nya


" Astaga bagaimana bisa bukannya gadis itu juga punya kanuragan " kata sang teman


" Ia tapi mereka tak ingin membawanya terlibat. karna dia berdarah campuran bukan murni " kata pria yang lain


Sedangkan Yuni memacu motornya cepat Menuju camp perkebunan sawit Membuat sang paman tersenyum Karna tahu keponakannya cukup mandiri Dan masih tomboy. Bisa mengunakan motor


Trail pria dan megapro Yang terlihat


cukup menantang Karna Yuni bisa mengunakan nya dengan baik .


Padahal yuni sekali pun belum pernah naik motor di Jakarta Dia baru bisa naik motor saat di camp Karna tanpa sengaja ia bisa menaiki nya Karna disini lebih bebas bisa naik motor tanpa sim . Tidak seperti di kota besar ia hanya bisa naik mobil .


Tak lama mereka pun sampai di camp dengan aman Dan Edon menepuk bahunya turun


" Hati hati om pulang dulu " kata Edon


" Ya om hati hati.... sampai ketemu lagi trimakasih " kata Yuni


" Ya sama sama jaga dirimu ya " kata Edon lalu kembali naik motor Dan lalu meninggalkan Yuni di pinggir jalan masuk mess .Yang membuat Ferdi Yusuf dan Tri yang di bengkel terdiam menatap Yuni yang berjalan gontai menuju kantor.


" Gadis itu hobby banget gonta ganti cowok " kata Ferdi


" Suka suka dong mumpung laris dan masih asoy kenapa enggak "jawab Yusuf


" Cemburu " kata Tri menyindir

__ADS_1


Ferdi pun langsung terdiam Karna benar saja Tiap kali melihat Yuni bersama pria lain Entah kenapa darah nya serasa mendidih .Ingin membunuh siapa saja pria yang mendekati gadis itu.


__ADS_2