Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 60


__ADS_3

Hujan deras baru reda Ketika matahari redup di ufuk barat Dan semua karyawan staf makan bersama pagi ini , termasuk Yuni . Sedangkan Ferdi dan Tri ikut makan duduk di kamar mbok


" Masa bisa hantunya mau menculik lagi Tri " kata mbok ikut duduk


" Ya mbok mungkin Yuni mau dijadikan tumbal " kata Ferdi


" Ih kok seram......" kata mbok bergidik ngeri mendengar cerita tadi malam


" Ngawur kamu Fer, mana ada dia baik baik saja kok " kata Tri


" Iya baik baik saja biar kamu bisa dekat kan Tri !!" kata Ferdi


" Kamu cemburu le, wajar kalo Tri dekat wong mba Yuni itu harus di buat jinak dulu .Orang kamu ajak ribut melulu ya jelas menang Tri le !! " kata mbok


" Sudah mbok tapi kok susah " kata Ferdi


Menatap Tri seperti mencari pertanyaan


" Dia tak bisa kau kasari Fer, dia sangat sensitif " kata Tri sambil menyuap makanannya Dan mbok menunggu dua pemuda itu makan sambil ngobrol


" Iyo le, mba Yuni itu memang tomboy Tapi aslinya sangat halus Dia tak bisa kau kasari Dan lagi kenapa sih kamu senang banget cari ribut dengan nya " kata mbok menatap Ferdi


" Entah lah mbok karna aku gemas dengan nya Rasa nya pengen aku cium saja. Mana cerewet kalo lagi marah " kata Ferdi ngedumel


" Hahaha ..... kapok noh..... Makanya jangan banyak tingkah kalo sama perempuan le, dulu aja lho senang banget mainin anak orang. Saiki kena batunya Gede lagi batu ya ngak Tri " kata mbok tertawa


" Ben mbok , biar dia juga merasa patah hati. Kan dia slalu cemburu lihat Yuni dekat sama aku mbok .Mata nya selalu mendelik " kata Tri menyindir


" Ck ......ngak usah ngadu Tri " kata Ferdi


Berdecak kesal merasa di sindir


" Kenyataan nya memang begitu kan " kata mbok tersenyum . Kalo marah kui sana pergi kehutan tuh robohin pohon di goyang goyang biar puas Lalu teriak teriak " kata mbok terkekeh


" Mbok aku bukan orang hutan , atau gorila masa aku di kon goyang pohon sih mbok kaya orang gila noh " kata Ferdi manyun


Hahaha .......... ide bagus tuh mbok , kan biar ngak kena orang ya ngak mbok " kata Tri tertawa .Karna memang marah perlu pelampiasan .Ketimbang orang jadi sasaran Saran mbok lumayan jitu pikir Tri Yang kadang juga bisa marah dan kesal Tapi langsung pada orang yang bertangung jawab atau bersangkutan


*********


Siangnya di kantor staf heboh Karna ada alat berat Yang tak bisa keluar dari hutan . Padahal mereka harus pindah ke lokasi lain .

__ADS_1


Yuni yang asyik dengan laporan nya Tak ambil pusing karna itu bukan bagian nya Karna ia juga harus menyelesai pekerjaan nya .


" Pa nanti sore izin ya pa mau antar laporan " kata Yuni pada pa Tyiur


" Brani sendiri ke kantor sampit Yun " kata pa Tyiur melirik Yuni


" Nanti ada mobil turun pa, sekalian aku ikut sama Nugrah mau ambil Atk . " kata Yuni


" Ya terserah kamu Yun, perasan baru kemaren kamu ke sampit .Malah hari ini kesana lagi ??" kata pa Tyiur


" Saya juga izin pa mau nengok teman sakit " kata Ferdi yang nongol bersama Tri sambil mengantar senter


" Hah...... emang muat " kata pa Tyiur


" Kita di bak belakang pa, sekalian ngambil baut baut untuk alat berat yang rusak " kata Tri .


" Emang siapa yang sakit Fer " kata Yuni


" Ryan " jawab Tri


" Oh mekanik yang pendiam itu" kata pa Tyiur Yang memang banyak tahu para mekanik .


Sorenya setelah menunggu lama Mobil pun datang menjemput Yuni Dan para mekanik yang ikut Para mekanik duduk di bak mobil belakang Karna hanya 5 orang saja bisa didalam mobil . Karna Nugrah turun ke kantor sampit bersama atasan nya . Kalo Yuni atasan nya pa Tyiur dan Pa Fauzi beda dengan Nugrah yang punya satu atasan saja karna Nugrah memegang dua pekerjaan .


Yuni tak banyak bicara di dalam mobil Ia juga sempat mampir ke rumah sakit Untuk melihat Ryan yang terkapar lemas di ruang rawatnya . Yang menengok nya bersama Ferdi Yusuf dan Tri juga beberapa orang lainnya Karna atasan Nugrah turun di kantor lebih dulu


Yuni duduk bersama Nugrah pun bicara sebentar sebelum pulang .Karna hanya ada satu teman Ryan yang menemani nya


" Allahuakbar " kata Yuni hampir terpeleset Ketika ingin melangkah keluar Dan tangan nya di tahan Ferdi Dan tanpa sengaja Yuni melihat orang berpakaian putih berdiri di samping Ryan dengan penutup kepala.


" Yun " kata Ferdi yang melihat Yuni terpaku


" Eh iya .....ada apa ?" kata Yuni menoleh pada Ferdi Dan ketika ia melihat pria berjubah putih itu Sudah tak ada lagi di dekat Ryan


" Jangan melamun " tegur Yusuf


" Ya , mana dia " guman Yuni pelan


" Siapa " kata Tri menepuk bahu Yuni


Yang membuat Yuni tersenyum

__ADS_1


" Malaikat maut " jawab Yuni spontan . Yang membuat semua orang yang membesuk kaget Dan menatap Yuni penuh tanda tanya


" Hust .... aneh aneh saja kamu Yun " kata Nugrah


" Benaran aku melihatnya tadi di samping Ryan " kata Yuni .


" Hah..... jangan bercanda ndu , Ini rumah sakit " kata pa Sugeng yang juga ikut menengok Ryan . Karna ngak aneh Kalo di rumah sakit banyak hantu .


" Ngak pa saya serius , Tadi dia berdiri disini dekat Ryan " kata Yuni serius Karna memang Yuni melihat jelas pria berjubah putih itu memakai tudung kepala Dan memegang tongkat


Semua nya terdiam Dan saling pandang Entah percaya atau tidak Memang mereka tahu Yuni bisa melihat hantu dan bicara dengan hantu Dan kali ini ketika Yuni bilang melihat malaikat maut itu bukan bercanda .Karna Yuni memang terlihat serius..


Dan semua orang hanya diam Tak bicara apa pun sampai mereka pulang Ke kantor untuk mengambil barang Begitu juga Yuni yang mengantar laporannya ke Raya .Dan malam nya mereka langsung kembali pulang setelah magrib dan makan malam.


*********


Seminggu berlalu dengan cepat Ketika hujan panas berserta gerimis turun di waktu siang .Dan para mekanik terlihat sibuk hari ini Hingga yuni tak sempat bertanya pada Tri Apalagi Yusuf dan Ferdi dan yang lainnya


" Kok para mekanik pada sibuk kenapa ris " kata Yuni ketika melihat mas kentung berlari lari membawa tabung gas Dan memasukan nya kemobil bak belakang cepat cepat .


" Mekanik Ryan meninggal Mayatnya baru ketemu pagi tadi...Dan tangan kakinya di buat putus " kata Aris


" Inalilahi wainalilahi rojiun " kata Yuni kaget Mendengar berita yang mengerikan itu . Dan Aris mengatakan ia di bunuh seorang sopir buldoser di lapangan kerja saat memperbaiki alat berat . Kaki nya dipotong dan tangan putus lalu di kubur di lahan sawit .Pelakunya orang flores . Padahal istrinya sedang hamil tua


" Ya Allah ku tega sih ris " kata Yuni ngeri mendengarnya .. Mungkin itu lebih mengerikan dari tragedi sampit Karna ada orang tega membunuh teman nya sendiri Hanya karna emosi . Dan Yuni terduduk lemas Ketika ia ingat melihat malaikat maut minggu kemaren .


" Sudah mba yuk makan , aku lapar " kata Aris mengajak makan siang


" Yuk " kata Yuni dan mereka pun ke ruang dapur untuk makan .


Sesampai nya di meja makan Yuni pun ingin makan Namun perutnya tiba tiba mual


" Hoek........hoek ....." Yuni pun bergegas lari ke belakang untuk memuntahkan isi perutnya .


" Mbak Yuni kenapa ?" kata Aris yang mengikuti Yuni


" Hamil kali " kata Danang


" Hah.. ......" kata Yuni dan Aris kaget


Menatap Danang yang berdiri di depan pintu dapur .

__ADS_1


__ADS_2