
Yusuf yang panik lalu mengejar Tri Sedangkan Ferdi di bantu Adi bangun Yang kaget karna pisau itu mengenai Yuni bukan Tri Yang membuat Ferdi merasa bersalah Karna tanpa sadar ia melukai Yuni Yang tadi nya hanya ingin memberi pelajaran pada Tri .
Tri yang memeluk erat Yuni membawa motor dengan tangan kanan
" Ade harus bertahan " kata Tri dengan perasaan panik merasakan darah Yuni terus merembes di baju nya
" Jangan hukum dia Tri , lepaskan dia jangan dendam padanya .Janji padaku ya mas " kata Yuni dengan suara lemah Yang menaruh kepalanya di caruk leher Tri Yang dipeluk Tri erat dengan tangan kirinya yang kekar
" Ya , tapi ade harus bertahan" kata Tri memacu motornya Dan tak lama Mereka sampai di puskesmas Dan bergegas mengendong Yuni kedalam
" Mba tolong istri saya mba " teriak Tri
" Mba cepat " Kata Tri yang melihat Yuni lemas Dan membaringkan nya diatas brankar dengan perasaan khawatir
"' De... bertahan de ...." kata Tri mengengam tangan Yuni yang terasa sangat dingin
Dan seorang perawat langsung berlari menghampiri Tri Dan lalu memeriksa Yuni Yang tak lama mantri wanita juga datang membawa peralatan nya Dan mereka mencoba memompa jantung Yuni Yang sudah terdiam dengan mata terpejam Dan nafasnya mulai lemah
Mantri itu panik ketika Yuni sudah tak bernafas lagi Dan Tri terdiam berharap Yuni baik baik saja Sampai mantri itu memeriksa denyut nadi Yuni yang hilang ...
" Maaf kan kami mas, ibu dan bayi nya tak selamat " kata Mantri itu dengan bibir gemetar
" Tidak mungkin ,coba lagi mba " kata Tri tak percaya
" Mba nya sudah tak bernafas lagi mas ...maaf " kata Mantri itu memastikan Dan memeriksa Yuni sekali lagi
" Ngak.....de bangun de.... Jangan tinggal kan mas de...... " kata Tri mengguncang guncang tubuh Yuni yang tak bergerak lagi Terdiam kaku tanpa bernafas
" De........ ayo bangun .....de please .....de ini mas bangun jangan pergi " kata Tri lirih dengan air mata yang mengalir deras mencium wajah Yuni Yang tak beraksi sama sekali
" Aaaa........ tidak .....ya Allah...... Kenapa tega ..... de bangun ini mas ....." Teriak Tri Yang berusaha mengerakkan Yuni Yang membuat hatinya hancur berkeping keping .Ketika melihat Yuni tak merespon sama sekali
Dua wanita medis itu terpaku melihat Tri menangisi Yuni yang terbujur kaku Begitu juga Yusuf dan Ferdi Yang menyusul mereka ke puskemas
" De... kenapa?" kenapa de ... bangun ....de mas sayang ade ... mas cinta ade " kata Tri mencium wajah Yuni Dan memeluk tubuh Yuni erat yang tak lagi bergerak
" Hua........hiks........hiks......"
Tangis Tri pecah Yang membuat hati siapa pun miris mendengarnya Menangisi orang yang sangat ia cintai Merenggang nyawa di depan nya .Tanpa bisa berbuat apapun
__ADS_1
Sedangkan Ferdi terkulai lemas di lantai dengan berlutut Ketika Tri menangisi tubuh Yuni yang tak bergerak Dengan perasaan bersalah ia terdiam tanpa suara Menyesali perbuatanya
Yusuf juga terdiam mematung Melihat Tri menangis pilu meratapi Yuni Yang di nyatakan meninggal oleh para medis
" De..... jangan pergi de...... Ini mas mas sayang ade " ratap Tri masih memeluk tubuh Yuni Dan berusaha mengguncang tubuh Yuni
*********
Tri mengendong tubuh Yuni ke sebuah liang lahat Terbalut kain kafan putih dengan mata sembab. Lery menepuk bahu nya pelan Dan menatap Tri seakan memberi isyarat .Untuk menguburkan nya segera Karna hari sudah hampir magrib Yusuf dan Adi membantu pemakaman itu Dengan mengali lubang tak jauh dari rumah Lery Sedangkan Ferdi kembali ke camp atas permintaan Yusuf Agar tak ada masalah saat pemakaman Dan membiarkan Tri bisa tenang melepaskan kepergian Yuni .
Setelah proses pemakaman selesai Adi dan Yusuf langsung pulang Tapi Tri masih berjongkok menatap gundukan tanah tanpa bunga itu .
" Tri kami pulang duluan ya " kata Yusuf Yang iba pada sahabatnya itu Karna mata Tri masih menetes kan air mata Tanpa menjawab perkataan Yusuf
" Om kami pamit " kata Yusuf pada Lery
" Ya hati hati " kata Lery yang terlihat santai .Dan yusuf pulang bersama Adi.
Sedangkan Lery kembali kerumah nya sambil mengisap rokoknya ia duduk santai di teras rumah
Cukup lama Tri berjongkok di dekat gundukan tanah pemakaman yang masih basah itu Sambil terisak merasakan sesak di dadanya Karna ia kehilangan dua nyawa sekaligus Disaat ia sayang sayang nya Karna mereka baru merasakan kebahagian cinta mereka
" Kalo aku mati lebih dulu apa mas akan setia pada ku ?" kata Yuni Yang di anggukan Tri saat itu sambil tersenyum
" Kalo aku tidak mati , maka mas yang akan mati . Dan itu takdir kita " kata Yuni menatap lekat Tri .Dan perkataan itu kini membenarkan takdir mereka Yang ia kira hanya sebuah rekayasa semata .
" Maafkan mas de..... mas akan kesini lagi besok " kata Tri mengusap batu nisan itu tanpa nama .
Tri lalu berdiri dan berjalan pelan menuju teras rumah Lery .Dan melihat Lery duduk santai di kursi malas nya
" Om Tri pulang " pamit Tri lirih dengan wajah sendu
" Ya hati hati , tapi ingat kesini lagi jam 12 malam " kata Lery
" Hah...... " kata Tri kaget Menatap Lery Yang terlihat santai Karna tak ada raut kesedihan dan duka di wajahnya
" Sudah ....pulang sana istirahat Jangan lupa jam 12 malam tepat waktu " kata Lery mengigat kan Tri
" Ya om " Kata Tri melangkah ke motornya Dan meninggalkan rumah Lery Lalu menaiki motornya untuk pulang kembali ke camp
__ADS_1
***********
Selepas magrib mas kentung datang menghampiri Tri di kamarnya Dan memberikan surat pada Tri Karna tadi siang surat itu di titipkan pada Lala saat ke kantor sampit
" Tri nih kamu pindah tugas, besok pagi kamu di panggil kekantor Disuruh membawa semua barang mu " kata mas kentung Yang tidak tahu musibah yang menimpa Tri
" Ya " kata Tri tanpa menoleh
Yang tak berselang lama Ferdi masuk Ke kamar Tri .Lalu mendekati Tri
" Tri aku minta maaf " kata Ferdi
" Pergi dari sini Fer, aku tak sudi melihat mu lagi !!!" kata Tri ketus
" Aku salah Tri, tapi aku tak sengaja " kata Ferdi Yang membuat Tri tak bergeming
" Pergi ......." usir Tri marah
" Ada apa ini " kata mas kentung bingung Karna ia tak tahu apa pun yang terjadi diantara keduanya
" Tri ..... maaf " kata Ferdi lagi
Namun Tri langsung bangun dan menghajar Ferdi dengan rasa marah nya Dan menyerang Ferdi dengan membabi buta . Tapi sedikit pun Ferdi tak melawan Karna ia merasa bersalah pada Tri Dan membiarkan Tri memukulnya
Mas kentung yang melihat Tri mengamuk Mencoba menahan nya Namun Tri tak perduli Dan Yusuf yang mendengarkan itu langsung memeluk tubuh Tri untuk tak menghajar Ferdi lagi Karna Ferdi sudah babak belur
" Cukup Tri ... Ingat kau tak perlu membalasnya Kau akan sama seperti nya Bila kau membunuh nya " kata Yusuf memperingat Tri . Yang membuat mas Kentung bergegas memapah Ferdi keluar dari kamar Tri
" Sudah ... cukup istighfar Tri " kata Yusuf Memeluk tubuh Tri Dan Tri langsung membanting tubuh Yusuf
Brak.....
"' Ah......" kata Yusuf meringis menahan sakit
" Kau sama saja, gara gara kau yang memberitahukan nya Istriku tak bernyawa lagi " kata Tri terduduk sambil menyugar rambutnya Dan tertunduk di lantai dengan memeluk lutut nya menangis pilu Hingga badan Tri berguncang hebat .
Membuat Yusuf merasa bersalah dan hanya diam Ketika Tri meratapi kepergian Yuni Yang masih seumur jagung Karna pernikahan mereka belum menginjak setahun
Sedangkan kentung mengobati Ferdi Karna luka lebam di wajahnya Terlihat bibir Ferdi sobek dan mengeluarkan darah
__ADS_1
" Ada apa dengan kalian ?" kata mas kentung Membuat Adi hanya terdiam tak bersuara Ketika Kentung menatap Ferdi dengan seribu pertanyaan .