
Tri pun menarik nafas dalam Karna ia berharap istrinya itu cepat hamil Dan bisa tinggal di rumah . Lalu berusaha tenang Karna tak ingin Yuni tahu ia membuang pil anti hamil itu Dan Tri kembali mengatur nafas nya Sambil berjalan menuju ruang tengah
" Nih biskuitnya " kata Tri meletakan di atas meja
" Yah cocok ini " kata mba Ayu langsung membukanya
" Enak de, beli dimana ?" kata mba Ayu
" Di jakarta mba pas Yuni mampir toko oleh oleh ." kata Yuni .
" Mas mau ?" kata Yuni
" Mau di suapi ade " jawab Tri
" Cih ......aleman kebalik kui " kata mas Arga protes
" Dih bilang mas kalo ngiri Itu tanda nya pengen Tapi di cuekin sama mba Asih " kata Tri meledek .
" Hehehe......iya lah yo ora de " kata Arga
" Lah wis tue masa masih aleman mas Kan ade mu masih baru nikah Wajar manja nah kita sudah tue masa masih ngiri " kata mba Asih .
" Iya tuh mba di sunah wae " kata Tri tergelak
" Hust ..... Ya habis dong Tri ,masa sunat dua kali " kata mbok Membuat semua nya tertawa .
" Emang mas Tri mau di sunat juga " kata Yuni tertawa
" Ih .....ngak lah , kalo di sunah ade ngak masalah kalo tega sama mas " kata Tri terkekeh
Hahaha.......ada ada saja mas Tri kan nanti habis ngak ada sisanya " kata Yuni . Yang membuat Yuni berbaring di pangkuan Tri .
" Ayo tidur di kamar de , mas ngantuk " kata Tri mengusap kepala Yuni
" Yuk ade juga ngantuk " kata Yuni bangun dan berdiri
" Mbok mba mas kita duluan ya " kata Tri berdiri merangkul Yuni
" Ya sana mbok juga mau masuk kamar Ga .... Nanti di cek lagi pintu pintu nya le " kata mbok
__ADS_1
" Yo mbok " kata Arga
Lalu mbok pun bergegas menuju kamarnya Karna memang sudah ngantuk dan lelah Karna membantu ibu Nugrah di dapur
Sedangkan Tri dan Yuni berbaring sambil berpelukan menatap satu sama lain Dan Tri menatap lekat wajah polos itu
Sebenar nya Tri ingin membahas dan menanyakan masalah pil anti hamil itu
Tapi di urungkannya niat nya Karna takut Yuni punya alasan untuk menunda kehamilan nya .
" Mas kenapa ?" kata Yuni menatap .Tri yang terdiam menatap nya
" Ngak apa apa , emang ada yang aneh " kata Tri balik bertanya
" Ngak cuma aneh saja mas kok diam begitu Apa ada sesuatu yang mau mau tanyakan " Kata Yuni penasaran
Deg.....
" Ngak ada " kata Tri lalu mengecup bibir Yuni .
Tadi kata nya ngantuk , kok cium cium ade " Kata Yuni memainkan alis nya Membuat Tri tertawa dan memeluk istrinya itu Sambil mengusap punggung Yuni Karna tak ingin istri nya tahu ia sedang bingung .
" Mas kenapa sih ?" kata Yuni bingung
" Ngak kenapa napa ?" kata Tri yang sengaja membuat Yuni bingung .Lalu tersenyum memeluk nya
Tri pun mencium kembali bibir Yuni Tapi kali ia ********** Yang memang ingin menenangkan perasaannya Karna gundah dan Yuni hanya bisa mengimbangi nya saja Sampai mereka larut dalam keheningan bersama Hanya ******* pelan yang terdengar . Membuat ada suara geraman di luar kamar
" Mas ......suara itu ." kata Yuni kaget
" Biar kan saja dia iri " bisik Tri pelan Yang menarik selimut Untuk menutup tubuh mereka Karna Tri merasakan pasti mahluk itu ingin mengintip aktivitasnya bersama Yuni
" Biar tahu rasa, bojo ku iki , arep delo yo kono ben pusing dewe " batin Tri
Yang tak perduli pada hantu Yang bisa menyerupai dirinya. Karna Yuni istrinya sendiri Dan Tri hanya fokus pada permainan saja .
" Mas " desah Yuni
" Apa ade lelah , kita istirahat dulu " kata Tri yang tak ingin istrinya itu kelelahan Dan mengecup bibir nya Tanpa turun dari atas tubuh Yuni Dan membiarkan penyatuan itu berlanjut .
__ADS_1
"' Ngak kalo ade bilang ngatuk mas juga ngak berhentikan kan " kata Yuni memeluk tubuh Tri yang berkeringat
" Iya lah kan mas lagi tanam saham " Kata Tri tersenyum Dan kembali melanjut kan kegiatan panas nya .
Entah berapa lama mereka melakukan nya Hingga mereka terlelap saling berpelukan Dan Tri tak melepaskan pelukannya Karna tak ingin ada mahluk Yang mengusik sang istri ..
**************
Pagi nya setelah mandi dan sholat Tri dan Yuni berjalan santai mencari bubur Dan mereka asyik duduk di warung biasa tempat mereka nongkrong sambil makan bubur dan menyesap teh hangat Yang membuat keduanya bisa menikmati suasana kota itu sambil makan
" Mas mbok di belikan juga sama mba Asih mba Ayu dan mas Arga " kata Yuni
" Cukup mbok aja de Biar mereka masak sendiri , Nanti kebiasaan kalo terus di belikan " kata Tri Yang ingin menabung untuk membangun rumah nya sendiri Lalu memesan satu bubur ayam lagi untuk mbok
" Terserah mas aja, ade manut Ayo kita pulang " Kata Yuni mengandeng tangan Tri setelah bubur di bayar
Kedua nya pulang hanya dengan berjalan kaki Karna untuk menghirup udara segar Mumpung pagi karna udara masih bersih Dan ketika sampai dirumah keduanya pun masuk rumah
" Mbok kok masih sepi ini bubur buat mbok " kata Yuni menaruh bubur di meja makan
" Pada belum bangun ndu kalian mau makan apa sebelum berangkat "kata mbok
" Ngak usah repot mbok kita nanti makan di kereta saja Mbok kan habis bantu bantu Istirahat saja dulu Untuk beberapa hari Dan ini uang buat pijat mbok ya " kata Tri memberikan amplop buat mbok takut nanti ia lupa
" Ngak usah le di simpan saja buat beli bahan bangunan rumah mu " kata Mbok Yang tak ingin merepotkan putra bungsu itu
" Masalah itu biar nanti Tri kirim mbok Nanti biar pak le yang ngawasin tukang nya sekalian di bangun " Kata Tri Karna ia bisa berhutang Dengan cicil gaji Agar membangun rumah sekalian ngak repot sisa nya bisa ia lanjutkan tiap pulang cuti kerumah .
" Ya terserah kalian le, mbok hanya mengingatkan saja Mumpung masih sehat bangun bisa buat rumah biar masa tuanya kamu ngak punya beban " kata mbok
Sedang Yuni duduk mendengar kan saja Tak mau ikut campur urusan ibu dan anak itu Karna ia hanya menantu dan seorang istri .
Siang nya setelah pamit Tri naik taxi bersama Yuni Karna mobil pak le di sewa tetangga pulang ke solo Dan mbok tak mengantar mereka begitu juga mas dan mba Tri .Mereka naik kereta agar lebih nyaman dan sedikit murah Karna naik pesawat akan sedikit boros
Dan Tri hanya dapat kelas ekonomi Karna kelas bisnis penuh
" Mas..... ade tidur ya " kata Yuni bersandar di bahu Tri
" Ya tidur lah " Kata Tri membiarkan Yuni tidur Karna ia belum mengantuk
__ADS_1
Sedangkan yuni bukan tidur benaran Tapi hanya untuk mengelabui mahluk yang mengikuti mereka dari rumah Tri Yang membuat Yuni tidak nyaman Dan ia tak mau Tri tahu dan kesal Karna mahluk itu terlihat jelas sangat mengerikan .