Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 222


__ADS_3

Selepas isya hujan deras turun Dan itu membuat Tri gundah gulana Karna ia masih teringat pada Yuni


" De pasti kau kedinginan disana " kata Tri sedih Karna ia masih membayang kan Yuni masih hidup Dan saat mereka pernah kehujanan bersama


" Tri ..... ada apa le " kata mbok membawakan teh hangat untuk Tri yang ikut sedih mendengar kabar dari Yusuf .


" Tidak ada mbok " kata Tri terisak


" Menangis lah le, bila itu bisa mengurangi rasa sedih mu " kata mbok Yang juga ikut sedih Karna tahu apa yang terjadi pada Yuni Padahal baru kemaren Tri ingin mengajak mbok menemui Yuni


" Mbok ........." kata Tri yang menangis di pangkuan mbok Karna masih teringat pada sang istri Dan mbok hanya bisa mengusap usap pelan punggung Tri Yang terguncang tanpa suara .


Di luar hujan mulai deras Dan petir menyambar nyambar membuat Lery gelisah dan mondar mandir melihat jam di dinding yang makin merangkak naik


" Jam sepuluh " kata Lery Yang bergegas ke dapur mengambil sekop dan cangkul Lalu memasang mantel jas hujannya .


Di luar sana hantu bocil memegang payung besar Agar hujan tak merembes Dan hantu bocil terisak di tanah pemakaman .Hantu tanpa kepala berjejer di bawah atap samping rumah Lery menatap pilu pemakaman Yuni Yang terguncang guncang Membuat hantu bocil kaget


Sret... Sret......sret .....


Pyar ....... Petir pun berbunyi nyaring Dan terlihat kilat melewati mereka


" Mba .... Kasihan sekali kau " kata hantu bocil lirih Mengira Yuni sudah meninggal


Jam 11 malam Lery keluar dari rumah Paijo dan Swan anjing pemburu itu mengikuti nya Membuat hantu bocil kaget lalu menyingkir


" Siapa yang memakai payung ini Tolong payungi kami " kata Lery yang merasa ada hantu di sekeliling nya


Benar saja Payung itu berdiri tegak di atas Lery Yang membawa lampu patromak sebagai penerang Dan Lery mulai mengali kubur Yuni


Pyar .... pyar ......


Bunyi petir tak di hirau kan Lery Paijo pun bersama Swan membantu mencakar tanah ....


Sssh........


Pyar.........duarr.........


" Ayo cepat " kata Lery yang sudah melihat kain kafan Yuni Lalu mengangkat tubuh Yuni


" Ayo bawa payung nya " kata Lery bergegas naik setelah berhasil mengangkat tubuh Yuni Dan membawa nya keteras rumah nya Dan membuka kain kafan .yang kotor


" Swan bawa ini ke gudang !!! " kata Lery

__ADS_1


" Paijo buka pintunya dan pintu kamar nya juga ... cepat !! " kata Lery


" Guk...... Guk......." gonggong Paijo mendorong pintu lalu berlari ke kamar membuka pintu kamar


Lery mengangkat tubuh Yuni menuju kamar Setelah Lery masuk Paijo menutup pintu depan Dan lalu berlari mengambil kotak tempat obat di dapur Bersama Swan yang mengambil selimut Kedua anjing itu seperti mengerti tanpa di suruh Karna memang sedari kecil Yuni lah yang mengajarkan mereka


" Trimakasih " kata Lery membaringkan Yuni tengkurap Lalu melepas pakaian nya yang basah Dan menuju kamar untuk berganti pakaian Lalu kembali lagi ke kamar dimana Yuni tengkurap Lalu menghidupkan lilin Dan lalu memasang sumbu sumbu api bekam dan menaruh tiap gelas di atas tubuh Yuni .


Setelah penuh dengan gelas bekam Lery pun memijat titik syaraf Yuni Yang membuat Yuni terbatuk batuk


" Uhuk.... uhuk..... uhuk.........


Yuni pun terbatuk batuk sadar Dan Lery langsung memberikannya air putih


" Minum lah agar nafas mu kembali normal " Kata Lery mendudukkan Yuni Agar bisa minum


" Aku di mana om ? " kata Yuni melihat sekelilingnya


" Di rumah om, suami mu itu tak bisa di andalkan " kata Lery


" Pasti karna hujan " kata Yuni Tahu apa yang sudah terjadi Karna alam bawah sadar nya masih bisa mendengar kan semua kejadian itu .


" Mhem dia .....cemen biar aku datangi malam ini " kata Lery yang hendak berdiri .


" Astaga nanti dia akan mengira mu sudah mati " kata Lery


" Memang itu takdir nya om , ini yang harus kami alami Dan biarkan takdir kami mulai dari awal lagi . Seperti yang kakek katakan Salah satu diantara kami ada yang harus mati Dan biarkan dia menganggap ku sudah mati Dan aku tak akan mencarinya Dan dia juga tidak akan mencari ku Tapi bila takdir itu kembali mempertemukan kami Itu lah jodoh kami om. Aku hanya melawan takdir .Bagi ku lebih baik dia hidup Tapi kami berpisah Dari pada dia mati di ambil sang khalik Dan aku tak bisa menjangkau nya lagi Yuni yakin kami akan bertemu lagi suatu hari nanti Dan saat itu lah kami mulai dari awal Karna ada ikatan takdir di antara kami " kata Yuni mengusap perutnya .


Lery pun terdiam tak bisa berkata apa apa lagi Lalu duduk kembali Untuk melepaskan gelas bekam api Yuni .Dan setelah melepasnya Lery menggosok nya dengan minyak bubut


" Baiklah , sekarang istirahat lah om juga mau beristirahat Jo Swan ayo tidur di dapur !!!." kata Lery keluar dari kamar tamu itu Dan Yuni kembali rebahan di atas kasur


Ting........


"Bocil ....!!!" kata Yuni kaget melihat beberapa hantu juga datang


" Kami mengira mba sudah mati " kata bocil manyun


Yuni tersenyum , lalu menggapai bayangan bocil Dan mengengam tangan nya


" Aku baik baik saja , hanya mati konyol oleh pengaruh herbal ." kata Yuni Karna tak mungkin luka pisau kecil bisa membuat orang mati Karna luka itu tak terlalu dalam Lalu Yuni melihat dan meraba luka sayat kecil di pinggang nya Yang di perban rapi oleh perawat puskesmas itu .


"Ade baik baik saja kan ,mulai hari ini kita tak bisa melihat ayah mu lagi nak Sampai takdir membawa kita kembali bertemu Dan saat itu kita akan hidup bahagia Jadi bersabar lah " kata Yuni mengusap perut nya Yang sedikit gendut karna sudah berusia 3 bulan

__ADS_1


*********


Sedangkan di mess Ferdi tidur dengan gelisah Ketika melihat banyak hantu mengelilingi nya .


" Kau ..... harus mati ....." kata hantu tanpa kepala mendekati Ferdi


" Kau membunuhnya !!"


" Kau jahat........"


" Tidak ......tidak aku tidak sengaja melakukan nya " kata Ferdi menjauh dari para hantu itu


Ger......... srek ...... mati ....kau harus mati " kata hantu itu mendekati Ferdi Dan mengulur tangan nya untuk mencekik Ferdi ..


" Tidak ...... aaa..........aku tidak membunuhnya ." Teriak Ferdi keras


Yang membangun kan seisi kamar nya Lalu Adi langsung mengguncang guncang tubuh Ferdi


" Bang ..... bangun bang .... bangun bang " kata Adi menepuk nepuk pipi Ferdi dan ......


" Hah...... hah ......hah...... "


Ferdi langsung terduduk Karna kaget Nafas nya tak beraturan karna terengah egah .


" Aku mimpi buruk ....." Kata Ferdi kaget dengan nafas ngos ngosan


" Sudah ..... abang tenang ya Ini minum dulu " Kata Adi memberi air putih mineral Agar Ferdi bisa tenang


Sedangkan Tri yang terbangun karna teriakan Ferdi duduk sambil beristigfar


Yusuf yang juga ikut terbangun duduk sambil menatap Tri


" Dia hanya bermimpi buruk , tidur lah lagi " kata Pardi yang masuk kamar dan kembali berbaring di tempat tidurnya Setelah ke kamar Ferdi melihat apa yang terjadi


Tri kembali berbaring dan memejamkan matanya Sambil membaca zikir Karna masih mengingat Yuni Dan terlihat mata Tri masih bengkak bekas menangis


" Tri ada apa dengan kalian berdua ?" kata Pardi . Yang mendengar dari mas Kentung kalo Tri menghajar Ferdi habis habisan


Tri tak menjawab dan hanya diam Begitu juga Yusuf Yang tak mau menambah masalah Karna itu murni sebuah kecelakaan .


" Tidur lah Par, jangan bertanya itu bukan hal yang penting " kata Yusuf


" Hah...... ngak penting gimana ?" kata Pardi Karna ia mendengar Ferdi berteriak tak sengaja membunuh orang Yang membuat semua orang bertanya tanya . Tapi hanya Yusuf mbok dan Adi yang tahu Dan mereka hanya diam Tak mau memberi tahu siapa pun atas permintaan Tri .Karna janji nya pada Yuni

__ADS_1


__ADS_2