
Tri menghentikan motornya di pinggir jalan Dan turun menatap Yuni lekat
" Tri kenapa berhenti ?" kata Yuni heran
" Aku ingin kau menjawab pertanyaan ku de . Jawab dengan jujur " kata Tri
" Apa maksudnya ?" kata Yuni bingung
" Apa kau mencintai ku ?" kata Tri menatap manik mata Yuni dalam
" Tidak " jawab Yuni Yang membuang pandangan nya ketempat lain
" Kau berbohong de, mata mu tak bisa berbohong " kata Tri
" Aku........" kata Yuni gugup Karna Tri tahu kalo ia membohongi dirinya sendiri .
" Katakan pada ku apa alasan nya " kata Tri memegang dagu Yuni Agar menatap mata nya Dan Yuni menghindari tatapan Tri yang lekat padanya lalu tertunduk Dan berjalan duduk di bawah pohon .Di ikuti Tri yang ikut duduk di depannya Karna ia tahu Yuni menyembunyikan perasaannya
" Katakan de, biar aku tahu " kata Tri duduk menatap Yuni
" Aku takut kau akan meninggal kan ku suatu saat Tri " kata Yuni Yang lalu menceritakan kisah cinta orang tuanya Yang membuat nya menjadi yatim Dan juga perasaan nya
Tri terpaku mendengar nya. Karna memang ada orang yang percaya Dan juga ada juga yang tidak Tentang perhitungan weton dan aksara Namun
masyarakat jawa sebagian juga banyak yang mempercayainya . Agar tahu hari baik dan buruk sebuah kehidupan
" Apa ade percaya " kata Tri
Yuni mengangguk Karna Yuni juga tahu Allah menciptakan mahluk nya sesuai hari dan hitungan juga waktu yang ditentukan Dan Yuni juga pernah membaca itu dalam sebuah buku tentang asal mula terciptanya dunia. Milik seorang ulama besar .Karna ada tentang aturan dan juga hitungan penciptaan yang berkaitan dengan takdir manusia
Tri menghela nafas kasarnya Dan menatap lekat wajah gadis didepan nya itu Kini tahu perasaan Yuni padanya Namun faktanya Yuni tak mau melawan takdir nya sendiri
" Baiklah itu sudah cukup bagiku " kata Tri menangkup wajah Yuni Karna Yuni tak ingin anak anak nya tak punya figur seorang Ayah. Yang membuat Tri merasa kan dadanya sesak seketika
" Maaf kan aku Tri " kata Yuni
" Ya aku tahu, itu pilihan mu Tapi izinkan aku menjaga mu selama kau masih disini Dan sebelum kau pergi dari sini . " kata Tri mengengam tangan Yuni erat .
" Terimakasih " kata Yuni lalu memeluk Tri dengan mata berkaca kaca .Begitu juga Tri Yang meneteskan air matanya Lalu cepat menghapusnya Ketika Yuni mengurai pelukan nya
" Ayo kita pulang " kata Tri
__ADS_1
" Ya ayo " kata Yuni Yang kembali naik motor di boncengan Tri
Motor pun melaju dengan cepat menuju perkebunan Tak ada obrolan di antara kedua nya Karna Tri tak habis pikir dengan kenyataan cinta nya Kalo ia harus menerima kenyataan Bahwa cinta tak harus memiliki
Ironis memang tapi nyata Karna Yuni juga tak ingin merasa kepahitan hidup lagi Banyak cinta yang datang pada gadis itu Tapi nyatanya di balik senyum manis nya itu Tri tahu Yuni menyimpan duka nestapa Terbuang dari keluargga dan menjalani hidup sendiri .Terasing kan jauh dari keluargga Tapi ia tetap tegar untuk bertahan hidup mandiri Yang membuat nya kuat Bahkan ia masih bisa berbuat baik pada orang lain
" Ya Allah nikmat yang mana sudah aku dustakan. Sedangkan dia sudah menyimpan dusta untuk mencapai suatu kenikmatan " batin Tri menatap wajah sendu Yuni lewat kaca spion Yang membuat Tri benar benar ingin menangis Bahwa gadis dibelakangnya itu bisa menjalani hidup seorang diri Bahkan dengan keyakinan nya Tanpa keluargga kandung nya
Tak lama mereka pun sampai di camp Dan Yuni turun pelan Dan Tri menyambut tangan nya
" Istirahat lah " kata Tri menatap Yuni nanar
" Ya trimakasih sudah mengantar ku hari ini " kata Yuni
" Ya " kata Tri yang lalu membiarkan Yuni pergi ke mess staf Lalu Tri menurunkan barang nya di bengkel Setelah itu berlari cepat ke arah sungai .Dan terjun untuk mandi di arus yang deras .
"Aaaa..........." Teriak Tri
" Aaaa.............." Teriak Tri lagi lebih keras ..... Yang ingin melepaskan beban hati nya Dan menenggelamkan tubuhnya di sungai Lalu membiarkan tubuhnya mengapung Setelah itu duduk bersandar di tangga .Cukup lama Tri terdiam Karna ia tak tahu kepada siapa Ia harus marah dan mengadu Ketika perasaan nya kacau balau
" Tri ada apa ?" kata Azam yang mendengar teriakan Tri dari pintu dapur
Karna mbok sempat melihat Tri lari kesungai Dan memberi tahu Azam
" Tri ada apa, katakan ada masalah apa ? Tak biasanya kamu seperti ini Tri " kata Azam berjongkok di tangga
" Aku baik baik saja zam .Hanya ingin meluapkan amarah ku saja Aku ingin marah tapi tak tahu pada siapa ? Aku juga Ingin menangis Tapi kemana aku menumpahkan nya " kata Tri yang meraup air lalu membasuh wajahnya
" Apa karna cinta mu di tolak " kata Azam penasaran
" Mending kalo di tolak zam Kasus nya akan cepat selesai Tapi ini lebih rumit Dari mesin excavator yang berlapis lapis " kata Tri lirih
" Waduh ..... kisah cinta yang tak berujung dong Dan juga tak bermuara .." kata Azam
" Ya begitulah " kata Tri Yang kembali berendam di sungai
" Aish......kok aku ikut pusing ya " kata Azam yang duduk Sambil melempar tanah kedalam sungai.
" Sama siapa Tri ? Mba Yuni Nugrah atau Syifa " kata Azam Menatap serius raut wajah Tri .
" Astaga zam , kau mengawasi ku selama ini " kata Tri menatap Azam tajam
__ADS_1
" Tidak hanya sekedar tahu saja kang Kalau Syifa pasti sudah lewat kan .Kini hanya tinggal dua orang yang mana ? pasti salah satu nya kan " kata Azam
Tri tak menjawab dia hanya bermain air di dalam sungai Dan mencipratkan nya ke setiap sudut tanah
" Apa penting buat mu zam, atau kau juga tertarik " kata Tri melirik Azam
" Tidak ada kang , hanya ingin tahu saja kisah cinta akang .Asal jangan bunuh diri saja " kata Azam terkekeh
" Tri .........ono opo, iki mbok bawakan handuk .Tadi mbok lihat kamu lari kaya orang kesurupan ono opo toh le?" kata mbk yang turun membawakan handuk dan sabun mandi di ember . Karna mbok juga ingin mandi .
" Patah hati mbok, di tolak cinta nya mbok sama..... " kata Azam
" Ngawur.......ngak begitu mbok " kata Tri
" Oh ya mba Yuni ikut pulang kan .le, tadi kamu di cari sama Aris " kata mbok
" Yuni di kamarnya mbok , dia lagi istirahat habis melayat kami langsung pulang Dan hanya mampir makan siang dan ambil barang " kata Tri
" Kang apa tadi mampir ke kantor sampit . Nugrah kesini nyariin akang Tadi Yusuf sama Ferdi yang bilang " kata Azam melihat Tri yang masih betah berendam di sungai
" Aku sudah ketemu Nugrah disana " kata Tri
" Dia mau ngapain le?" kata mbok
" Ngajak kencan malam minggu " kata Tri Yang lalu mengambil sabun untuk menyabuni tubuhnya
" Wah gila lho kang bisa ya bikin cewek nempel Mana sama sama staf keuangan lagi " kata Azam .
" Tapi yang dipilih bukan itu zam " kata mbok ikut bicara
" Azam tahu mbok , tapi kalo yang disini susah susah gimana gitu Dan lagi banyak pesaing nya Apa kang Tri ngak merasa bingung ada 7 pria maju pas bareng bareng " kata Azam
" Hah !! ......7 pria zam dari mana kamu tahu ?" kata mbok melongo Sambil mencuci pakaian kotor
" Tahu lah kan Azam melihat " kata Azam santai
" Dia mengamati orang mbok , hati hati mbok sama Azam yang pengen tahu urusan orang " kata Tri
" Mana ada kang , kan cuma sering lihat aja " kata Azam
" Iya padahal kamu juga suka kan, tampang mu kalem zam Tapi juga ikut gerilya diam diam " Sindir Tri
__ADS_1
Yang membuat Azam mendelik menatap Tri karna kaget
" Apa !!! Ngak usah mendelik begitu zam bibir mu diam Tapi diam mu itu menghanyutkan " kata Tri Yang tahu kalo Azam dan Danang juga menyukai Yuni Tapi seperti bunglon Yang bisa berkamuflase Seakan tak menyukainya Yuni Dan bersikap munafik