
Yuni hanya diam .Tak bicara sedikit pun Membuat Yusuf dan Adi hampir tak percaya kalo itu fakta nyata .Apa yang mereka kira selama ini hanyalah sebuah kebetulan Teryata Yuni memang masih hidup dan menjadi sosok orang lain .
" Ya ampun mbok kami pikir Tri memang menikahi janda Yang hanya mirip mba Yuni mbok " kata Yusuf
" Iya bagaimana bisa , pantas saja mas Tri anteng anteng saja Dan mas Tri membenarkan semuanya tanpa memberi kami penjelasan " kata Adi
"Lalu aku harus bagaimana lagi ?" kata Tri menyahut
" Ya kan bisa di jelaskan mas baik baik supaya kami ngak kaget Dan juga ngak salah paham " Kata Adi menatap Tri
"' Kurasa ngak perlu , toh kalian akhirnya dengan sendirinya juga tahu kan Kalian mau tahu kanapa aku menyembunyikan semua ini Agar aku bisa melihat perangai orang orang yang akan mengejek ku Karna mereka merasa senang Dengan melihatku kehilangan Yuni Mereka bisa puas menertawakan ku juga merendah kan ku " kata Tri Yang membuat Yusuf dan Adi saling padang
" Ya kau benar kang Mereka pasti senang melihat penderitaan mu "' kata Yusuf Bahkan barusan saja Adi bercerita Kalo Danang berniat ingin mengambil Yuni Jadi istri karna Tri sudah meninggal .
" Ya mas Tri benar , kita bisa melihat kemunafikan orang orang Yang selama ini menertawakan kita Mereka akan mengejek kita Dan senang melihat sisi lemah kita Dan mencari celah Agar kita semakin terpuruk dan hancur " kata Adi menimpali
" Itu tahu , kenapa kalian harus protes " Kata Tri menatap Adi dan Yusuf
" Mas..... sudah jangan ngobrol terus Kalian makan dulu ya mbok Ayo mas di ajak makan dulu sana " kata Yuni
" Lah Akhtar mana ndu " kata mbok
" Di sini mbok lagi main " kata Akhtar
" Sama siapa le ?" kata mbok inem
" Sama om hantu tanpa kepala nih .... Mereka lagi lomba joget goyang dombret " kata Akhtar
" Hi....... jangan macam macam le " Kata mbok Sumi kaget dan bergidik ngeri
" Ngak satu saja macamnya mbok Kan tetap Akhtar " kata Akhtar Yang membuat Adi dan Yusuf tersenyum
" Rupanya turunan ya Tri " kata Yusuf
" Iyalah ....." kata Tri yang melihat Akhtar menggoyangkan kepalanya Seakan mengikuti irama .
" Mba itu benaran ?" tanya mbok Sum
__ADS_1
" Anu mbok , Cuma khayalan Akhtar saya mbok " kata Yuni Agar mbok Sumi tidak takut Apabila di tinggal di rumah sendiri
" Tapi bukan sekali ini saja mbok lihat Akhtar gitu mba Kadang di teras juga ngobrol dan tertawa sendiri " Kata mbok Sumi takut
" Oh .... Itu biasa mbok Kalo anak kecil kan biasa Dia punya imajinasi sendiri Jadi dia membayangkan sendiri mbok Jangan di ambil hati ya mbok Kan Akhtar masih kecil " Kata Tri membantu Yuni Agar mbok Sumi tidak takut
" Ya mas "' jawab mbok Sumi .
Sedangkan Mbok Inem dan Yusuf juga Adi Sudah biasa dan tahu Akhtar bisa melihat mahluk kasat mata Karna bukan hal aneh lagi Kalo Akhtar bisa bicara pada para hantu
" Eh .... ya de , Ini mbok sama mas Arga sudah sampai di kantor " kata Tri
" Suruh bawa kesini saja mas Kan sudah banyak makanan disini Sekalian istirahat Tadi siang kamarnya sudah di bersih sama mbok Sum mas " Kata Yuni
" Ya sudah biar mas telpon Rendi dulu ya " Kata Tri
" Ya mas , suf Adi mbok makan dulu Ya baru pulang Atau mau menginap . di sini bareng bareng " Kata Yuni
" Pie mbok nginap ngak ?" kata Adi
" Kita pulang pagi saja ya le, Mbok masih kangen sama mba Yuni " Kata mbok tersenyum
" Ya ayo " kata Yusuf
Tri lalu menemani para tamunya untuk makan malam Begitu juga mbok Sumi . Sedangkan Yuni menemani Akhtar yang bermain dengan para hantu yang habis makan Yang sedang asyik ikut berjoget bersama para hantu sambil tertawa
*************
Di camp km 30 Sandi baru saja keluar dari kantor pa Karno Setelah selesai sholat gaib bersama teman temannya Agar mereka bisa cepat menemukan Tri dan Yusuf
" Sandi..........Sandi.........." kata sebuah suara membuat Sandi menoleh dan
"' Aaaa............... hantu ........" Teriak Sandi langsung berlari ke mess karyawan Yang tak sengaja menabrak mbok Surti
Prang.........
" Mas Sandi apaan sih " kata mbok kaget Yang membawa gelas bekas pengajian Untung hanya satu dua yang pecah
__ADS_1
" Kenapa sih ?" kata Rani dan Rena Yang juga ikut kaget
" Ada hantu tanpa kepala disana " Tunjuk Sandi menujuk pepohonan bambu
" Huh .... ngak aneh kan mas , lagian itu sudah biasa kalo ada penampakan " Kata Rani mengelengkan kepala
" Tapi dia memanggil namaku " kata Sandi
" Ya ........jelas dia manggil namamu San Dia mau ngajak kamu masuk kedalam kubur tuh, Karna lho jahat " Sindir Tikno
" Kurang ajar kamu Tik, aku memang salah Tapi kalo sudah terlanjur mau apa lagi Kan bukan aku yang mencelakai mereka " kata Sandi kesal
" Oh ya kau yakin San . Satu Niat jahat saja dalam hati mu itu sudah di catat sama malaikat San. Apalagi niat ingin mencelakai teman " kata Tikno
" Sudah Tik, ini sudah malam Ngak usah di bahas lagi Toh semuanya sudah terjadi Dan kita tak akan bisa mengubah takdir " Kata Vian Yang tak mau ribut Karna kasihan pada Sandi Yang juga sudah di pojokan Apalagi tadi siang Sandi juga hampir di pecat Kalo tidak pa Fauzi Menimbang kinerja Sandi minta untuk tidak mempersalahkan semua itu Karna pa Fauzi berharap Tri dan Yusuf masih hidup dan kembali
" Kamu membelanya yan " Kata Tikno
" Tidak Tik, nama nya kerja di lapangan penuh resiko kan Dan lagi saat itu Tri tak menolak berada di bawah ." kata Vian Karna mereka juga saat itu berada di bawah bersama Rusdi Tapi di sebelah sisi Kiri .Sedangkan Yusuf dan Tri sisi kanan
" Ya Tik , kita ngak perlu dendam Agar Tri dan Yusuf kembali Aku yakin mereka masih hidup Karna mereka pria tangguh pasti mereka bisa bertahan " Kata Rusdi Karna Rusdi tahu Tri dan Yusuf punya kemampuan bela diri .Dan tak mungkin mereka mati konyol begitu saja saat malam kejadian itu ..
Di kantor sampit Rendi dan Rudi sudah siap mengantar mbok ingin langsung ke tempat mbak Yuni
" Sebelum nya saya minta maaf mbok Bila kita ngak jadi kesana malam ini Tapi kita bertemu mantu mbok dulu Biar semua jelas Apa dia mengizinkan mbok pergi kesana atau tidak .Tadi mba Yuni bilang ia sudah menunggu di rumah " Kata Rendi
" Ya sudah mbok kesana dulu ya pa , kasihan cucu mbok " kata mbok dengan raut Sedih yang belum mau makan sama sekali memikirkan Tri Yuni dan Akhtar
" Ya sudah ayo kesana " Kata mas Arga
" Ya ayo pa Sugeng ikut kan sama mas Rusli .Biar staf kantor disini saja " kata Rendi pada pa Ryan dan Sheila juga Yesa dan pa Iswan Yang juga bingung Karna mereka tak bisa berbuat apa apa Selain mengucapkan ucapan belasungkawa pada mbok dan mas Arga
" Ya ayo , takut kita kemalaman Biar besok saja Rahman mengantar kita ke sana " Kata pa Sugeng
" Trus saya gimana pa " kata Rahman
" Kamu istirahat saja man, Karna tadi sudah jemput Besok pagi saja kita kesana man " Kata pa Sugeng Yang juga sudah lelah Karna perjalanan panjang hari ini
__ADS_1
" Ya pa siap " kata Rahman
Lalu mereka berangkat kerumah kontrakan Yuni tak jauh dari kantor dengan naik motor .