Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 202


__ADS_3

Pintu ruangan itu pun terbuka sedikit Yang membuat Yuni kaget Karna ia tak sengaja ingin membukanya Tapi pintu terbuka dengan sendiri nya Dan Yuni tanpa sengaja melihat Mika duduk di pangkuan Dian .Yang membuat Yuni bergegas pergi diam diam dari tempat itu .


Di tempat lain Tri sedang duduk melihat langit langit kamar nya Ketika ia sampai di kantor sampit Tadinya ia ingin kembali langsung ke camp Tapi pa Sugeng menahan nya Karna ada alat berat yang akan berangkat nanti malam .


" Kenapa Tri kok bengong ?" kata Rendi Yang sudah tahu Tri menikah dengan Yuni karna kemaren ia langsung mengaju surat kk ke kantor pusat Dan berita itu langsung sampai ke kantor sampit Dan itu bukan kabar bohong semata


" Ngak apa apa , cuma kepikiran yang di rumah " Kata Tri


" Cih nikah diam diam mana ngak ngundang Pantasan kalo Yuni disini main ginap di hotel mulu " Sindir Rendi


" Nginapnya gratis Ren,bukan duit pribadi orang dari kantor Yuni "kata Tri menatap Rendi Yang duduk di sisi ranjang


" Ferdi pasti menunggu mu " kata Rendi


" Biarkan saja ,emang dia mau ngapain lagi . Orang sudah hak milik gue ini " kata Tri cuek


" Iya deh .... ngaku kalah kita Tri , lho yang menang Tapi kok di tinggal jauh . Ngak takut lho diincar yang lain " Kata Rudi Yang masuk ke kamar tanpa mengetuk pintu .


" Gue percaya dia bisa jaga diri " kata Tri teringat kata ustad jafar .


" Ya ya tapi kalo lho lengah namanya kesepian itu tetap bisa hilap Tri Apalagi berbulan bulan " Kata Rudi


" Jangan percaya " bisik seseorang di telinga kiri Tri yang membuat bulu kuduk Tri berdiri Karna tak ada orang lain selain Rudi dan Rendi


" Eh.....Ren Rud ayo ke masjid " Kata Tri bergegas turun dari ranjang Dan mengambil pecinya


" Yuk sudah waktunya " Kata Rudi Yang membuat hantu itu cemberut


" Ih kok gitu sih Padahal aku mau bertanya mba Yuni " Kata hantu bocil Yang lalu menghilang begitu saja .


Malam nya hujan turun Dan suasana sangat dingin Tri menarik selimut Karna hawa dingin menusuk kulit .Dan di luar ada tiga bayangan hitam berteduh sambil memegang kepalanya .


Srek .......srek.......srek......


Kret....... Kret........


Pintu jendelanya kamar Rudi terdengar berderit Karna angin Yang berhembus karna hujan lebat .Dan hantu bocil terbangun sebentar Lalu kembali memejamkan matanya lagi Yang tidur tak jauh dari ranjang mba Raya Karna ada Lala Sedangkan Rani juga Rena di kamar lain Dan kamar staf lain ada beberapa staf baru Yang juga sedang berkumpul Karna besok ada kegiatan tutup buku Yang tinggal sebulan lagi ada memulai laporan baru Yang harus mereka siap kan .


Ssh........ssh.........terdengar suara berdesis di kaki Rena sebuah tangan tanpa lengan mulai meraba kaki Rena Yang terbangun Dan melihat kebawah ...


" Aaa.............." Teriak Rena Yang membuat Rani ikut terbangun dan melihat hantu tanpa kepala berdiri di depan pintu kamar mereka .


" Aaa......... hantu........" Teriak Rani Yang membuat semua orang terbangun Termasuk bocil dan Raya juga Lala Yang bergegas menuju sumber suara .


Tri yang tidur bersama Rendi pun ikut terbangun Karna suara teriakan itu sangat jelas terdengar nyaring


" Ada apa ?" kata Rendi ikut terkejut

__ADS_1


" Ngak tahu , hanya ada teriakan " Kata Tri


" Ayo kita lihat !!" Kata Rendi Yang turun dari ranjang Begitu juga Tri yang lalu turun menuju kantor .


Pintu samping terbuka Karna pa Sugeng sudah disana Dan Tri dan Rendi ikut masuk melihat Rena dengan kaki bekas cakaran


" Ada apa ?" kata Tri


" Ada hantu tanpa kepala masuk kesini sama tangan putus " kata Rani


" Dia ganggu kalian ?" Kata Rendi


" Iya lah tuh lihat kaki Rena , Untung di cakar ngak berdarah " kata Rani


Membuat Rudi dan Rendi bergidik ngeri Sedangkan Tri terdiam Melihat bekas goresan itu .


" Mereka nakal , tadi siang mereka ngomongin istrimu Bilang kalo istri mu itu ****** liar ...." bisik seseorang di kuping Tri


" Astagfirullah " kata Tri bergumam


" Biarin dia tahu rasa " bisik suara itu .


" Ya sudah ayo bubar " kata koh Asang Yang merasa terkejut para karyawan itu bisa di ganggu hantu Padahal Raya yang bilang ada hantu di kamarnya saja Tak merasa terusik Yang membuat Raya bingung sendiri Lalu bertanya dengan bocil melalui surat .


****


******


Raya pun lalu terdiam Lalu teringat Nugrah yang besok pulang untuk kembali bekerja .


" Pasti Nugrah membuat cerita palsu " batin Raya Yang sudah bertanya langsung dengan Tri secara pribadi .


Raya pun lalu memejamkan matanya Seingatnya hantu bocil tak pernah menganggu orang Dan begitu juga hantu lain nya Karna selama ini Yuni juga tak pernah menjelek jelek kan teman teman nya sesama staf Kecuali berhadapan langsung face to face untuk bicara Dan lagi hantu bocil juga tak akan berbohong padanya pikir Raya


********


Pagi nya Tri pun ingin pulang Ketika Rena menghampirinya .


" Ikut ke camp ya " kata Rena


" Kamu naik mobil Rahman saja sama Lala tuh Lala aja naik mobil kok. La nih mba Rena di ajak " kata Tri


" Ya mas, tadi sudah aku tawarin tapi ngak mau katanya janjian sama mas " teriak Lala Yang membuat Tri kaget


" Aku ngak ada janji dengan siapa pun Maaf Ren aku mau pulang sendiri .Sana Ren ikut mobil saja . Aku bawa alat banyak tuh " Kata Tri Yang tahu Rena pasti ingin mengodanya .Karna dia tak membuat janji dengan siapa pun Dan Tri tahu pasti Akan ada gosip baru lagi Karna kemaren ia pulang Sudah ada gosip murahan tentang istrinya .


" Barang nya titip di mobil Tri , kan aku mau nyari angin biar semilir " Alasan Rena

__ADS_1


" Ya sudah kamu pake saja motor Aku naik mobil " Kata Tri Yang langsung mengangkat barang nya ke mobil .


" Tri apaan sih ,kok gitu apa cuma Yuni Yang boleh bareng lho " kata Rena sewot lalu naik kedalam mobil


" ****......" kata Tri kesal .


" Ada apa sih Tri " kata Rendi


" Pengen bareng Tri , Tapi maksa Ren orang lanang nya ngak mau kok main paksa Opo ngono model wedo saiki yo " Sindir pa Sugeng heran


" Ngak tahu pa, aku ya heran senang banget karo bojo ne wong kaya ngak ada Yang bujangan saja " kata Rendi


" Pikirnya bisa indehoy gratis kale Kan Tri naik pangkat Dan kalo yang lain duitnya masih tipis Ya kan Tri " Kata Rudi melirik Tri


" Yo tipis iman " jawab Tri cuek


" Hahaha....... Mergo ne kui Tri di sosor Di kira ora ono bojo ne ning keno iso di ajak main " kata pa Sugeng


" Main apa pa " kata Lala


" Main uget uget La ngerti ngak " kata pa Sugeng melirik Tri


" Gerti pa uget uget yang di got itu kan pa " Kata Lala


" Ya pintar kamu la , tuh tahu uget uget itu jentik nyamuk " kata Rendi terkekeh


Tri hanya tersenyum Karna kadang Lala bisa kurang konek bila tak mengerti


" Waduh sinyal nya kurang poll iki pa " kata Rudi


" Yo ben, malah asyik kan " kata pa Sugeng terkekeh


" Lah kok bisa mas hpnya kurang sinyal Kan disini sinyalnya penuh banget " kata Lala melihat ponselnya


" Hahaha....... Iya La punya mas lemot maklum karatan kurang di cas Karna cas nya ngak ada " kata Rudi


" Mau pinjam Lala mas, boleh ." kata Lala Yang membuat semua orang tertawa lepas


" Sana Rud di cas di kamar sama Lala biar ngak karatan " goda Rendi


" Asem kue Ren nanti ada yang ngamuk bisa perang batara yudha " kata Rudi Yang mendengar gosip Lala pacaran dengan Ferdi


" Kok bisa Rud, karo sopo ?" kata Tri


" Siapa lagi Tri musuh dalam selimut mu " Kata Rudi


" Hah ......Ferdi " kata Tri

__ADS_1


__ADS_2