
Yuni pun bergegas menuju warung untuk membeli sesuatu .Untuk mengalihkan perhatian seseorang sengaja ia duduk dengan Moko Alih alih untuk meminjam uang Padahal ia tadi melihat Ferdi Mengawasinya dari samping kantor. Jadi dia sengaja mendekati Moko
" Dasar pria ngak punya akhlak " batin Yuni yang tak menyukai Ferdi .
Lalu kembali pulang ke camp , Dan tak sengaja ia ngobrol dengan seorang ibu ibu yang sedang menyemai bibit sawit
Di jalan yang ia lewati menuju warung
" Mba kok sendirian saja " kata ibu ibu penanam sawit
" Iya bu ini beli jajan saja kok " kata Yuni melihat ada seseorang yang mengikuti nya dari belakang
" O....gitu ya , mba Yuni asli mana kok wajah nya putih biasanya Yang kerja di sini rata rata orang jawa Kaya mba Rena itu lho mba " kata ibu itu
" Saya dari jakarta bu " jawab Yuni
" O.....jakarta kok mau mba mau kerja di hutan sawit gini . Enakan juga disana mba , kerja ngak pake kotor kotor " kata Ibu itu
" Bisa aja ibu ini , Ya kan kesini lagi cari pengalaman bu . ya sudah slamat kerja ya bu saya mau kembali ke kantor dulu " kata Yuni tersenyum .Lalu melangkah menuju kantor. Dan orang yang mengikutinya bersembunyi di balik bibit sawit
" Ck..... cemen " bathin Yuni .
Yuni sebenarnya gadis yang tomboy
Tapi jago silat dan karate di sekolahnya
Yuni yang tinggal bersama pak de nya
Menetap di jakarta sejak dari SMP .
Dan Yuni besar tanpa seorang ayah karna Ayahnya meninggal karna sakit keras Sedangkan bunda nya ikut sang kakek didesa . Yuni belajar hidup mandiri Terpisah dari bundanya Karna Yuni masih punya dua adik laki laki Dan Yuni anak kedua dari 4 bersaudara
Sifatnya yang ramah tapi cuek Banyak
membuat orang penasaran Karna Yuni hanya kuliah D3 LP3i Ia mengambil kuliah jurusan komputer akuntasi Agar bisa cepat bekerja. Dan dua tahun bekerja di kantor kontraktor membuat
Yuni bisa menabung Karna Yuni ia ingin
Suatu hari nanti bisa membuka usaha sendiri bersama sang kakak. Yang selama 6 tahun belum ditemui nya .
Senja merah terlihat jelas Ketika Yuni selesai memberi makan kancil nya
Karna hanya itu hiburan nya .Selesai memberi makan Kancil ia pun bergegas pulang ke mess staf untuk mandi dan sholat. magrib .
Malam nya setelah makan dan sholat isya Yuni menunggu hantu yang mencarinya. Lalu ketika ia melihat
sosok hantu itu Yuni pun bergegas menemuinya di samping kantor
Yang dekat sungai tak jauh dari kantor
" Untuk apa kau mencariku " kata Yuni
" Bantu aku biar aku bisa pulang " kata
hantu tanpa kepala itu
__ADS_1
" Dimana ? lalu kau meninggal karna apa " tanya Yuni
" Mereka membunuh ku Karna aku memacari adik nya . " kata hantu itu
" Lalu " kata Yuni .
" Kami hilap dan dia hamil ,Tapi orang tuanya tak merestui kami Karna ia di jodohkan Dan akhir nya ia menikah
Dengan pria itu dan ketika aku menemuinya keluargga nya mereka tak setuju Lalu saudara nya membunuhku " kata hantu itu .
" Lalu apa yang harus ku lakukan " kata Yuni bingung
" Satu kan saja tubuh ku ada di bawah pohon sedang kan kepala ku di bawah batu besar mari ku tunjukkan tempatnya .
" Kata sosok hantu itu. Yang tak membuat Yuni takut lagi ..
" Baik aku ambil motor pergilah tunggu Aku di depan sana " kata Yuni
" Baik " kata hantu itu Lalu menghilang
begitu saja
Lalu Yuni bergegas menuju bengkel Dan mengambil motor nya yang ia dapat dari jarahan itu yang sudah di modifikasi Tri untuk di pakai mereka bergantian .
Lalu bergegas pergi setelah mendapat
Kunci motornya .
Tri yang melihat Yuni pergi sendiri mengawasi nya dari jauh Dan ia melihat Yuni membawa pisau besar dan sekop entah untuk apa
Yuni memacu motor nya kearah perkebunan sawit dan berhenti di jalan
Dan lalu menyebrang jalan sepi Dan lalu ngebut menuju batu besar . Di tempat hantu itu menunggu
" Disini " kata Yuni
" Ya " kata sosok itu berdiri tak jauh dari Yuni
Dan Yuni pun membongkar tanah dengan sekop dengan cepat Dan mencari kepala hantu itu
" Belum dapat " kata Yuni .
" Tapi Mereka menguburnya disitu " kata sosok hantu itu .
" Huh ......cukup susah juga sebentar " kata Yuni Yang lalu teringat cincin yang dipakainya Yuni pun mengarah kan cincin ke tanah Dan itu membantunya menemukan kepala hantu itu Dan setelah mendapatkan Yuni bergegas menggalinya
Lalu mengambil nya dan memasukan nya kedalam plastik hitam .
Setelah itu ia pun bergegas naik ke motornya. Sambil melihat sekeliling nya yang rimbun dengan semak semak .
Yuni kembali mengikuti hantu itu berjalan dan menuju sebuah jalan raya ke perkebunan sawit dan tak lama Hantu itu berhenti di bawah sebuah pohon besar di perkebunan lahan kosong
" Ini pohon besar aku tak bisa merobohkan nya " kata Yuni melihat sosok hantu itu
" Cukup kau gali pinggir nya saja " kata sosok itu Karna tahu Yuni tak mungkin merobohkan pohon randu besar itu
__ADS_1
" Baiklah berarti ini rumah mu " kata Yuni Yang lalu mengali tanah di sekeliling pohon itu dan menanam kepala itu di bawah pohon besar yang tinggi menjulang .
Pyar .............Pyar
Suara petir terdengar keras membuat Yuni kaget mendengar suara nya Karna langit terlihat sangat gelap Karna mau turun hujan
" Ya ampun mau hujan aku harus bergegas " kata Yuni yang bergegas mengubur kepala tengkorak itu .Dan entah mengapa Yuni tak punya rasa takut sedikit pun .Setelah selesai ia pun terduduk lemas diam karna lelah .
" Trimakasih kau sudah menolongku sekarang pulang lah Ada orang yang mengikuti mu ." kata hantu itu
" Ya ....aku pulang semoga kau sudah tenang di alam sana " kata Yuni
" Ya trimakasih " kata hantu itu tersenyum Dan terlihat kepalanya sudah menyatu . Membuat Yuni berdiri dan meninggalkan pohon besar itu .
Yuni memacu motornya dengan cepat Karna hujan mulai turun lebat dan menguyur tanah perkebunan . Yuni pun memacu motornya pelan Namun karna licin Yuni pun tergelincir di jalan
" Akh ..... apes gue " kata Yuni .yang terjatuh dua kali dan dari kejauhan lampu sorot motor datang menghampirinya .
" Ayo dirikan kita pulang " kata Tri
" Tri apa kau mengikuti ku " kata Yuni
" Ya .... ayo " kata Tri Yang lalu pelan pelan mengendarai motor nya di sebelah Yuni Dan mereka pun berkendara pelan
Menyusuri perkebunan di tengah hujan lebat Yang membuat kedua nya basah kuyup dan kedinginan
" Bawa sini " kata Tri ketika mereka sudah sampai di camp
" Ya ..... kenapa kau membututi ku " kata Yuni menatap Tri
" Aku tak mau kamu kenapa napa " kata Tri jujur Yang memang mengawasi Yuni
sedari sore
" Ayo ...." kata Tri Menarik tangan Yuni ke mess karyawan
" Aku mau kekamar ku Tri " kata Yuni
" Pintu sudah di kunci tidur di sini
saja " kata Tri menarik tangan Yuni
" Mana bisa aku perempuan " kata Yuni Yang berjalan diseret menuju pintu dapur mess karyawan
" Astaga kalian dari mana basah basah ?" kata mbok kaget ketika mereka berdua masuk
" Minta handuk mbok " kata Tri yang kedinginan .Dan mbok pun bergegas mengambil handuk Tri yang ada di kamarnya Karna memang Tri sering menitipkan jemurannya pada mbok .
" Nih pake " kata Tri memberikan satu handuk nya Lalu Tri pun menyeret Yuni masuk ke kamar mbok .Mbok yang merasa kasihan pun membuat kan keduanya susu jahe.
" Mba Yuni tidur disini saja sama mbok ya ini sudah malam " kata mbok
" Ya mbok " kata Yuni menurut yang meminjam pakaian mbok . Dan berbaring di ranjang mbok .Sedang kan Tri kembali tidur dikamarnya Setelah mbok mengunci pintu kamar nya. Mereka tidur bersama . Yang membuat Yuni merasa hangat tidur memeluk mbok
***Maaf updatenya satu satu karna sibuk ngurus cari sekolah anak ***"
__ADS_1