
Suasana pagi terlihat cerah hari ini Yuni sudah menyiapkan bekal untuk Akhtar dan Tri sebelum berangkat
" De ngak ikut bunda saja kepasar kan bisa sambil belajar " kata Yuni
" Ndak bun , Al mau kerja dulu sama ayah Kan Al bisa belajar nanti malam " jawab Akhtar pada sang bunda
" Emang ade bisa cari duit , kok ikut kerja " kata Yuni
" Iya dong kan uang nya sama ayah Iya kan yah " kata Akhtar Yang menatap Tri sambil mengedipkan matanya .
Tri hanya tersenyum Karna putranya itu sudah bisa membantah sang bunda dengan alasan bekerja
" Sini sama ayah " Kata Tri membenahi baju Akhtar Sambil tersenyum dan mengusap kepala putranya
" Kok ayah senyum sih " kata Akhtar menatap Tri
"' Ngak boleh membantah bunda , kan Akhtar anak sholeh Kalo bunda ngomel biarkan saja " kata Tri berbisik pelan
" Hehehe ......ya yah " kata Akhtar tersenyum Lalu memeluk Ayah nya dan mencium pipi Tri
" Ngapain bisik bisik " kata Yuni
" Kenapa bunda pagi ini cerewet ya Perasaan Akhtar ngak salah deh " kata Akhtar pelan Yang membuat Yuni mendelik kan mata nya pada Tri
" Mas , anak mu ....." kata Yuni
" Hahaha......ade kenapa ?" kata Tri Mendekati Yuni Lalu memeluk Istrinya itu dan mencium dengan rasa sayang
" Ade ngak kenapa napa kok, Trus kenapa di bilang cerewet " kata Yuni .
" Kalo ade capek istirahat saja dirumah Kalo ngomel ngak baik untuk kesehatan Juga yang dengar pasti ikut jadi kesal " kata Tri tersenyum mengecup bibir Yuni
" Bawaan bayi kali Tri , coba periksa ke dokter Ngak biasa nya dia gomel panjang gitu " Kata Sani Yang tahu Yuni bukan tipe orang cerewet .
" Hah........ jangan bercanda San gue masih haid kok kemaren " kata Yuni
" Ya kan kemaren mungkin membersihkan rahim Trus tuh telur langsung jadi anak kecebong sekarang " kata Sani Yang sedang memberi kan dot untuk bayi Devano .
Membuat Tri menatap Yuni Rendi yang mendengar itu ikut menatap Tri Yang serius menatap Yuni
" Mas kok lihatnya gitu amat sih " Kata Yuni cemberut
" Ade ngak KB kan?" kata Tri lembut
__ADS_1
" Ngak " geleng Yuni menatap Tri
" Nanti malam kita kedokter ya " kata Tri Yang tak mau kecolongan Dan ingin bisa menemani Yuni kedokter Sebagai penebus rasa bersalah nya Saat dulu ia meninggalkan Yuni
" Ya mas " kata Yuni
Membuat Sani tersenyum mengendong bayi Devano mendekati Akhtar Yang lagi nonton film kartun
" Lihat de , mas Akhtar mau punya dede bayi " goda Sani
" Iya ini dede juga " kata Akhtar mencium bayi Devano
" Sayang ya mas " kata Rendi
" Iya dong " Kata Akhtar tersenyum mengusap bayi Devano sambil melirik sang bunda dan ayahnya yang sedang berangkulan mesra
" Ayah kita ngak jadi kerja ?" Kata Akhtar
" Ini mau berangkat de , Tapi sarapan dulu ya " Kata Tri merangkul Yuni kedapur
" Ade mau di suapi bunda ?" kata Yuni Yang ingin melangkah ke dapur
" Ndak bun suap sendiri saja kan Ade sudah besar " kata Akhtar
" Ya sudah bunda ambilkan ya " kata Yuni Yang lalu menyusul Tri ke meja makan bersama Rendi dan Sani Sedangkan bayi Devano di gendong mbok Sum Karna Sani akan berangkat kekantor juga
Malam nya di pinggiran hutan Para hantu sedang berpesta Terlihat hantu bocil sibuk membagikan makanan bersama kunti mereka berbaris rapi dan senang bisa mendapat makanan gratis di tambah hidangan di meja gulai kambing dan sate kambing Yang di pesan Yuni 400 porsi Yang membuat emak kunti puas Karna para hantu bisa membawa bekal pulang setelah makan bersama bersama snack
" Wow ....enak banget ya cil " kata hantu wajah besar senang menghabiskan dua piring gulai dengan mangkuk plastik.
" Hehehe...... pesta kita sukses Mba Yuni sayang sama kita sampe capek ngurusi semuanya " kata Kunti
" Ya aku ingin kasih hadiah nanti Kalo mba Yuni pulang kita ngak jadi ikut Biar om jon yang jaga mba Yuni Kan kita di suruh jaga mba Sani sama mas Rendi " kata hantu bocil
" Ya seperti mba Raya dulu " kata hantu tanpa kepala
" Iya ngak masalah yang penting mereka baik dan ngak pelit Tapi kunti tetap sedih cil Mba Yuni pergi " Kata kunti
" Kami juga " kata hantu tanpa kepala Yang ikut bingung Yuni akan pulang ke jawa mengikuti suaminya
" Iya kenapa pindah padahal tinggal di sini lebih enak " Kata hantu om jon
" Emang om ngak mau pulang " kata hantu bocil
__ADS_1
" Masalah aku disana ngak di kasih makan seperti kalian disini Di biarkan saja nyari makan sendiri " kata om Jon sedih Tapi nanti kan mba Yuni bakal ngasih akan om di sana " kata kunti
" Iya , tapi aku sedih ngak punya banyak teman seperti kalian Yang hidup rukun " kata hantu jawa itu Yang membuat hantu wajah besar ikut bersedih Lalu memeluk hantu om Jon karna terharu
" Aku juga sedih bila om Jawa pulang Kami ingin berteman lebih lama Ya ngak teman teman " Kata hantu wajah besar
" Ya .. ...kita sangat sedih mba Yuni pulang Kita ngak bisa lagi minta tolong Dan dapat makanan Karna dia pergi jauh .
Apalagi ngak balik kesini " kata Ketua hantu tanpa kepala lirih
Membuat semua hantu diam Begitu juga dengan emak kunti Yang mengingat Yuni dua kali membidani nya Saat melahirkan bayi nya Tanpa kesulitan Dan bisa melahirkan dengan lancar Tanpa perlu lama mengejan Dan susah payah merengek Semuanya lebih mudah Dan juga ia cepat kembali pulih seperti semula .
" Apa kita harus biar acara perpisahan " kata " kata hantu lain
" Ngak usah malah mba Yuni bingung Kan mba Yuni ngak mau kita repot Dan membuat takut orang lain" kata kunti
" Ya santai saja kok , kita pakai perwakilan dari para hantu saja ya " kata hantu bocil
" Ya kami setuju " kata para hantu kompak Yang terdengar nyaring dan mengerikan bagi manusia Tapi merdu bagi para hantu Yang membuat mereka tertawa bersama dan pesta sebelum pulang Karna sudah kenyang menyantap hidangan . Yang membuat emak Kunti senang dan bahagia bisa syukuran Dan punya banyak tamu dan kenalan para hantu berkat hantu bocil .
Sedangkan Yuni baru saja menghitung nota milik emak kunti Belian yang ia jual habis sekitar 800 juta Dan sisanya masih 500 juta di tangan Yuni .
" Aku harus bilang apa sama bocil , atau sisanya buat pesta lagi "Kata Yuni Yang tadi dapat kiriman gulai kambing dan sate dari emak kunti Sebelum .pesta di mulai di rumah emak kunti
" Astaga ....kenapa aku lupa tuh gulai di kulkas belum di panaskan " kata Yuni Yang memesan kambing 5 ekor jelas pestanya mewah Apa lagi seenaknya dengan isi 10 macam dan nasi kotak lauknya lengkap dari ikan ayam dan telur juga ada buah nya lengkap jeruk apel dan pisang dan anggur
" Duitnya taruh di mana ya ?" kata Yuni bingung
" Duit apa de?" kata Tri mengangetkan kan Yuni
" Lho mas , kapan pulang nya ?" kata Yuni kaget
" Baru saja nyampe , tuh ada Ariesta dan Yusuf sama pardi dan Febri kesini mereka mau nginap dan main kata nya " kata Tri
" Hah .....main ?" kata Yuni
" Bukain main kuda yang , Main biasa cuma mau ngobrol " kata Ariesta nimbrung berdiri di depan pintu kamar
" Kasih ...!!!" kata Yuni tersenyum
" Sini peluk " kata Ariesta
" No .. .ojo wani yo ta, aku hajar lho nyentuh bini gue " kata Tri melotot
__ADS_1
" Hahaha.... cemburu nih ye " ledek Ariesta
" Siapa yang cemburu yah ?" kata Akhtar berkacak pinggang Yang membuat ketiga nya saling pandang .