
Cukup lama Tri menatap wajah putra nya Sambil memeluk Yuni Yang tak ingin Tri lepaskan Karna rasa bersalah nya pada istrinya itu Yang membuatnya tak ingin kehilangan Yuni lagi
" Mas makan dulu ya , mas pasti lapar " kata Yuni
" Mas sudah kenyang Cukup dengan memeluk ade " Kata Tri Masih erat memeluk Yuni Yang membuat Yuni tersenyum Lalu menangkup wajah Tri dan mengecup bibir Tri
" Mas makan dulu , nanti sakit . Habis itu baru kita cerita ya mas ." Kata Yuni mengusap dada Tri
" Jangan pernah pergi lagi " kata Tri mengecup bibir Yuni
" Ya tidak akan , kita sudah melewati nya Mas tunggu disini .Ade ambilkan makan dulu Biar mas makan disini " Kata Yuni Yang tak ingin sakit .
Tri pun berbaring di sebelah Akhtar Sedangkan Yuni kedapur Mengambil makanan untuk Tri terlihat sekilas dari kaca jendela hujan masih lebat Dan hantu bocil sedang bermain di teras bersama kunti Yang mengerjai mbok Sumi magrib tadi .
Yuni kembali kekamar Melihat Tri tertidur bibir nya bergumam lirih dan pelan sambil memeluk Akhtar
"'Jangan pergi de jangan pergi lagi de Mas tak bisa hidup tanpa mu " kata Tri yang mengigau
" Mas bangun makan dulu ya " kata Yuni yang menepuk pipi Tri pelan hingga Tri terbangun .Yang membuat serasa ada panah menusuk hati Yuni Melihat penderitaan Tri .Trauma atas kehilangan nya Yang membuat Tri terlihat begitu menyedihkan
" Mas bersandar saja biar Ade yang suapi " kata Yuni Yang tak ingin suami nya itu kelaparan .Sedangkan Yuni sebelum magrib sudah makan .
"' Apa ade sudah lama tinggal disini" kata Tri
"' Ya ....." kata Yuni singkat Lalu menceritakan tentang kepulangan nya kejakarta Yang ber pas pasan dengan Tri di bandara
Flash back ..............
Yuni bergegas naik taxi setelah melihat Tri menghilang di kejauhan Dan menuju kantor nya Untuk berbicara pada Dian
" Sore Mik ....apa pa Ali belum pulang " kata Yuni menghampiri meja Mika
" Wah ..... rupanya kau sudah pulang " kata Mika tersenyum .
__ADS_1
" Ayo kami menunggu mu " kata Mika menuju ruangan pa Ali karna sudah ada Dian disana
Yuni memakai kemeja longgar untuk menyamarkan perutnya yang sedikit gendut Karna tak mungkin ia memberi tahukan para atasan nya Kalo ia hamil Karna ia belum ada kerja setahun
" Sore pa Ali , pa Dian senang bertemu kalian " kata Yuni tersenyum
" Yuni kapan datang ?" kata Dian senang melihat Yuni pulang
"' Baru saja , Ini juga baru saja dari bandara " Kata Yuni
" Syukur lah kau kembali Kami bersyukur kau pulang dengan selamat v Karna akan ada tugas baru menanti " kata pa Ali
" Oh ya , kemana pagi ?" kata Yuni santai
" Banjar masin Untuk enam bulan " kata pa Ali .
" Pa kali ini bukan tugas Yuni Tapi Mika yang harus kesana " kata Dian
"' Yuni saja tak menolak , kenapa kamu yang protes Di " Kata Mika terlihat tak senang
"Tapi kan Di, Yuni sudah ahli nya tugas keluar pulau Dan kau harus percaya pada nya " kata Mika Yang tak betah dan belum ter biasa tinggal di daerah
" Ya ngak masalah Asal uang tugas dan uang gaji ku lancar " Kata Yuni tersenyum lalu duduk di sofa
"' Tapi Yun ,Ini jatah Mika Bukan tugas mu Bila untuk masalah di lapangan Mika yang mengurus nya Harus nya kau menolaknya " Kata Dian menatap lekat karna ia tak mau kehilangan Yuni setelah 3 bulan lebih mereka tak bertemu Membuat Dian rindu pada Yuni
Namun pa Ali tetap meminta Yuni Kesana dan akan menambah biaya operasional nya Membuat pa Ali dan Dian saling berdebat Namun Yuni hanya cuek Karna tak mau menambah keributan .
Yuni memang menjauhi Dian setelah tahu Dian menyukainya Karna tak mungkin ia menyakiti Ana yang dalam kondisi sakit sakitan . Yang membuat Yuni menghindari Dian
Enam bulan di banjarmasin Yuni pulang ke sampit bersama hantu bocil Karna tak mungkin ia bekerja di saat hamil tua Dan Yuni mengajak ibu dan adiknya ke Sampit selama Yuni tinggal di sampit Karna adiknya juga sedang libur sekolah.
Yuni berhenti Setelah pulang dari jakarta Dan menetap di sampit dengan hantu bocil Karna masih ada kontrak rumah yang harus ia tempati Dan uang pesangon nya cukup banyak untuk bersantai sampai kelahiran si jabang bayi
__ADS_1
Dan suatu hari ketika Yuni merasa kan perutnya ngak enak Yuni gelisah karena merasa perutnya semakin mulas seperti orang mau lahiran
" Bun.... Yuni sakit perut " kata Yuni
" Hah ........ ngak boleh hari ini Yun besok saja Ini hari senin masa anak mu ikut lahir sekarang Ngak boleh besok saja" kata ibu tak setuju
" Sayang lahirnya besok ya, kasihan ibu mu jangan bikin ia menderita " kata bunda Yuni mengusap pelan perut Yuni meminta kelahiran cucu nya besok Karna tak ingin saling berlawanan .Yang membuat Yuni hanya diam menatap ibunya Uang mengusap perutnya itu Dengan kasih sayang
Malamnya Yuni kembali sakit perut membuat para hantu kaget Karna Yuni tak bisa tidur dari jam 9 malam menahan rasa mulas nya Karna kontraksi
" Ah......" kata Yuni yang tak berani membangun kan sang ibu Karna baru membuat hantu bocil mondar mandir ikut bingung karna Yuni gelisah
Yuni sengaja mondar mandir karna ingin proses pembukaan lebih cepat sambil minum jahe dan gula merah sebagai penganti induksi nya
Hihihi..........tawa kunti yang ikut bingung Karna Yuni memanggil bidan untuk melahirkan malam ini
" Mba kenapa harus manggil bu bidan kan kunti juga bisa " Kata Kunti itu ikut gelisah melihat Yuni mondar mandir di ruang tengah sedari tadi
" Tapi aku takut kau bisa memakan bayiku " kata Yuni melirik Kunti Sambil tersenyum menangis
Kik kik kik...... mana ada mba , ih mba biar jelek begini Aku ngak suka makan daging manusia juga kali Aku sukanya makan ayam goreng " kata Kunti cemberut
" Iya betul tuh kun , kan kita ngak makan bangkai makan makanan biasa Lagi pula aku dan kamu sudah janjian mau senam nanti mba " Kata kunti lain yang lebih gendut .
" Astaga kok malah bahas diet sih " kata hantu lain terkekeh Melihat Yuni yang semakin merasa mulas
" Aaa.........." Teriak kunti kaget ketika ada lampu senter lewat depan rumah Yuni Yang membuat para hantu melongo
" Itu para penjaga Yang lagi ronda bul Karna mereka memang jaga lingkungan sini " kata hantu bocil
," Akh ........." kata Yuni yang semakin merasakan kan mulas yang mendera di pinggangnya Namun setelah bukaan Lima Yuni mulai berbaring Karna sudah tak kuat Lagi mondar mandir karna semakin mulas Yang sudah di siapkan mbok Sumi kasur tipis di lantai Agar nyaman melahirkan
Dan para hantu tanpa kepala juga ikut menunggui Yuni sambil bermain di teras depan Karna senang ingin melihat bayi ajaib Yang lahir tanpa di tungguin suaminya Karna Yuni hanya di temani mbok Sumi ibu dan adiknya Yang masih tidur di kamar Karna Yuni hanya mengirim pesan pada bidannya agar datang di waktu subuh
__ADS_1
.