Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 298


__ADS_3

Yang membuat Yuni dan Sani ikut kaget melihat para suami mereka sudah pulang


" Ayah lihat Akhtar beli susu banyak bunda dapat uang banyak dari Ayah katanya " kata Akhtar senang Lalu mengulurkan tangan nya minta di gendong Tri


" Hah.....? Kapan mas kasih duit " Kata Tri kaget Karna memang ia belum gajian Yang membuat Sani kaget Karna tadi Yuni bilang kalo ia dapat duit dari Tri


Sani menatap Yuni yang tersenyum santai Karna itu juga membuat Rendi juga bertanya tanya .


************"


Sedangkan hantu bocil duduk santai di atas pohon melamun sendiri karna bingung hantu kunti minta ingin menikah cepat dengannya Tapi sekarang ia lagi tak punya modal untuk kawin


" Ngak mungkin kan aku minta uang mba Yuni untuk pesta " Kata hantu bocil yang malu pada dirinya sendiri


" Cil lagi ngapain ?" Kata hantu berwajah besar ikut duduk di sebelah hantu bocil


" Aku mau nikah tapi tak punya modal untuk pesta " Kata hantu berwajah besar


" Ini aku punya kalung Kau bisa minta tuan mu Untuk menjual nya buat modal menikah Karna aku tak mungkin memakainya " Kata hantu berwajah besar itu yang senang berteman dengan hantu bocil .


" Apa kau serius ?" kata hantu bocil


" Ya kau bisa mengambil nya buat kita pesta aku hanya ingin mengudang teman teman hantu tanpa kepala di ujung sana mereka pernah mem bully ku Mereka bilang aku ini hantu jelek Tapi sejak berteman dengan kalian Mereka tak berani lagi mem bullly ku " kata hantu menyeramkan itu


" Ok ... terimakasih teman , kita akan undang teman teman mu kesini Besok aku akan suruh jual kalung ini buat pernikahan ku dan kita bisa pesta " kata hantu bocil senang


" Ya kau janji kan tidak bohong kan " kata hantu wajah besar


" Ya aku janji " Kata hantu bocil tersenyum


" Ok kau tunggu dulu di sini ya biar aku bawa kalungnya " Kata hantu bocil melihat kalung bertahta berlian milik hantu wajah besar Yang membuat hantu bocil langsung menghilang cepat pulang kerumah .


" Mba ........" kata hantu bocil " ketika Yuni sedang merapikan bahan makanan kering di lemari dapur


" Apa cil " kata Yuni melirik hantu bocil


" Aku mau nikah , bikin kan pesta ya mba di gedung " Kata hantu bocil


" Hah...... pesta di gedung !!!" Kata Yuni


" Iya mba , mba jual kalung ini buat modalnya " Kata hantu bocil memamer kan kalung berlian itu

__ADS_1


" Astagfirullah "kata Yuni kaget Karna kalung itu bertahta berlian


" Astaga cil berapa duit cil ?" Kata Yuni


" Terserah mba Yuni , Yang penting bisa di jual buat pesta mba. Itu dari hantu berwajah besar Dia ngasih modal buat bocil nikah mba " curhat hantu bocil


" Oh gitu , ya sudah besok mba tanyain dulu ya Apa ini laku apa ngak Kalo di jual di sana " kata Yuni menaruh kalung itu di dalam kotak perhiasan


" Ya mba mudahan laku " kata hantu bocil membuang nafas kasar Takut kalung itu tidak laku di jual di pasar


Dan setelah itu hantu bocil menghilang kembali ke pohon Dimana hantu wajah besar duduk santai .


" Ting......


" Hai cil gimana ?" Kata hantu itu bertanya


" Ya lihat besok bro, kata mba Yuni lihat dulu laku atau tidak " kata hantu bocil


" Dari mana kau dapat kalung itu " kata hantu bocil


" Aku di beri hantu belanda yang sudah tenang di alam kubur Ketika aku menolong nya dulu , itu sudah lama 20 tahun yang lalu " Kata hantu wajah besar bercerita Karna dia menolong arwah gentayangan kembali ke raganya Untuk bisa meninggal dengan tenang


" Oh begitu , berarti dia orang baik " kata hantu bocil


" Ya aku juga , tapi aku masih belum bisa mati masih gentayangan begini andai aku bisa hidup lagi Aku ingin jadi anak mba Yuni Karna dia orang baik Dulu ibu ku tak seperti itu Dia hanya sibuk dengan bergosip pada tetangga " kata hantu bocil curhat


" Ya kau benar Tapi kenapa dia bisa berteman dengan hantu" kata hantu itu menatap bocil


" Mana aku tahu " kata hantu bocil yang tak pernah bertanya masalah itu


************


Malam nya Yuni asyik duduk santai di ruang tengah bersama Sani mbok dan Akhtar dan bayi Devano yang sudah mulai bisa tertawa


" Wah .....ade sudah bisa tertawa bun " kata Akhtar


" Ya kan tiap hari di kasih susu jelas tumbuh besar " kata Yuni terkekeh Melihat bayi Devano melihat kearah nya untuk mengenali tiap orang yang dekat dengan nya.


" Untung ngak rewel Yun" kata Sani


" Ya dia kan ngak mau merepotkan lho berdua San" Kata Yuni

__ADS_1


" Ya mungkin dia tahu ibu nya ngak ada jadi dia prihatin pada ibu ibu angkatnya Anak pintar " kata Sani mencium pipi bayi Devano


" Iya karna tahu ikut orang baik ya de, kalo ikut orang jahat pasti rewel San Kan bayi juga bisa ngerti " Kata Yuni


" Iya benar lho Yun " kata Sani sambil mencium pipi Akhtar juga Yang sedang bergelayut mesra di pangkuan Yuni Sambil mengusap pungung putranya


" Ngantuk bun " kata Akhtar


" Ya tidur sini biar bunda tepuk tepuk bokong " kata Yuni mengambil bantal sofa untuk Akhtar


" Tumben ngantuk , biasa main dulu le sebelum tidur " kata mbok Sumi


" Kenyang mbok " jawab Akhtar Yang membuat Yuni tersenyum pada mbok Karna putranya itu Tadi kekenyangan makan ayam kentucky.


Setelah puas ngobrol Yuni membawa Akhtar kekamar bersamaan Tri yang masuk menutup pintu kamar Dan menguncinya rapat rapat Sedangkan Yuni menyelimuti Akhtar .


" Sudah nyenyak " Kata Tri yang menurunkan kasur busa untuk tidur di bawah


" Lah mas , kok di bawah ?" kata Yuni kaget


" Kan biasa nya juga di bawah Diatas takut berisik " Kata memainkan Alisnya Membuat Yuni hanya tersenyum Dan Tri langsung menarik tubuh istrinya itu dalam pelukanya .


" Mas pengen bikin anak yang cantik " kata Tri membuka kancing piyama Yuni


" Mas ...... " kata Yuni


" Mhem " kata Tri sambil tangan nya beraksi


" Kalo ade buka usaha disana nanti ngak masalah kan " Kata Yuni menatap lekat wajah Tri


" Ya , terserah ade " Kata Tri Yang mulai mencium bibir Yuni pelan . Dan mencium semua kulit putih mulus itu sampai memberinya tanda kepemilikan


" Ah..... mas " kata Yuni mendesah


" Mendesah lah , mas senang mendengarnya " kata Tri Yang makin tak bisa menahan diri Karna ia slalu betah berlama lama bercinta pada pemilik hatinya itu .


Setelah pelepasan Tri masih betah di atas tubuh Yuni Yang membiarkan suaminya itu asyik dengan kesenangan nya sendiri


" Mas ingin sekali tiap hari seperti ini " Kata Tri tersenyum


" Terus apa mas ngak kerja " Kata Yuni mencium bibir Tri

__ADS_1


" Kan kerja juga ngerjain ade" kata Tri tersenyum membuat Yuni langsung memejam kan matanya dan merebahkan kepalanya di dada bidang Tri Tak ingin membahasnya Karna malu bila Tri menceritakan masalah itu


__ADS_2