Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 51


__ADS_3

Ketika sampai di kantor Mereka berlima pun langsung masuk kamar Dan kembali bekerja seperti biasa Sedangkan Yuni membantu Rani di ruang tengah


" Yun makasih ya buat hari ini " kata Rena berbisik pelan Karna biasa nya dia slalu iri dengan teman nya itu .


" Sama sama Ren santai aja " kata yuni Yang tak pernah mendendam pada Rena .


" Iya yun terimakasih ya buat hari ini .Dan juga traktirannya " bisik Rani juga ikutan


" Eh ada yang datang tuh " bisik Rani pelan melihat Ferdi datang dengan motor Dan Yuni yang melihat nya pun Bergegas buru buru masuk ke kamar Raya .


" Lah kok dia kabur " kata Rani heran


Melihat Yuni langsung masuk kamar


" Dia lagi musuhan sama Ferdi " kata Rena .Yang tahu kalo Yuni dan Ferdi sering berdebat.. Entah karna apa Rena ngak tahu Tapi yang ia tahu Ferdi sekarang menyukai Yuni.


." Kok bisa padahal tuh cowok ganteng Dan cool Keren lagi " kata Rani mengintip Ferdi yang datang menemui kepala mekanik di bengkel .


" Hai Fer.... keluar juga lho " kata Rendy


" Iya masa di camp melulu , sekali kali perlu cari angin " kata Ferdi sambil mencari sosok Yuni


" Cari siapa bro ....." kata Wawan yang ikut bergabung .


" Ngak cuma lihat lihat saja " kata Ferdi Yang lalu memberikan laporan dari camp untuk kepala mekanik


" Kok..... kurang ini Fer, besok lengkapi lagi Karna kemaren pas setor ada yang kurang .Kenapa ngak sama Tri. " kata kepala mekanik menatap Ferdi


" Maaf bang, aku kesini ngak izin Tri , aku keluar karna sumpek .Bosan di camp lagian ngak ada yang mau nemani kesini Jadi aku bawa kesini sendiri " kata Ferdi duduk di bengkel


" Kau ini kebiasaan Fer, jangan ngeyel kalo kerja " kata Kepala mekanik


" Ya bang untuk lain kali " kata Ferdi tersenyum Sambil melihat kantor yang terlihat sepi .


" Sudah sana masuk kamar diatas tuh pulang nya minggu saja Biar bareng Tri saja Aku sudah menyuruh Tri turun besok " kata kepala mekanik


" Ya bang " kata Ferdi senang lalu membawa tas ranselnya keatas .


Sedangkan kepala mekanik nya Hanya mengeleng Karna dia tahu anak buah nya itu cukup pembangkang . Juga memang luar biasa ngeyel dan sedikit bandel. Tapi cukup rajin dalam bekerja


***********


Malam nya Yuni tak mau keluar kamar Untungnya tadi siang ia membeli banyak roti untuk mereka bertiga . Dan Yuni hanya di dalam kamar Sambil membuat data . Karna malas bertemu Ferdi .


Sedangkan di luar Ferdi nongkrong bersama para pria di teras Sambil sesekali mencari sosok Yuni Tapi ia hanya bertemu Rena dan Rani di teras


" Hai Fer cuma sendiri kesini .Tri mana ?" kata Rena .

__ADS_1


" Dia dikamar lagi sibuk kali telponan sama pacarnya " kata Rena bercerita


" Emang Yuni punya pacar Ren " kata Rendy .


" Lah kan aku sudah bilang tadi Ren kalo hari ini Yuni itu dapat bingkisan dari dua cowok pagi tadi satu bungai setangkai Tapi kadonya besar Trus pas sarapan tadi pagi dapat buket bunga Tapi kadonya lumayan besar " jelas Wawan .


" Hah ..... yang pagi tadi itu " kata Rendy kaget tak percaya


" Iya lah , kata mba Nugrah isinya perhiasan bro satu set . Dan yang satunya uang. Tadi buat beli beli baju Tuh Rena sama Rani aja kecipratan . Ya kan Ran " kata Wawan


" Iya.... tuh anak manis kaya gula, Makanya laris manis " kata Rena .


Yang membuat kuping Ferdi panas mendengar nya Sambil mengisap rokok nya dalam Dan membuang asapnya cepat Lalu menghisapnya lagi .


" Keluar yuk Wan " kata Ferdi


" Kemana bro " kata Rendy


" Buang rasa lelah dan kesal mencari hiburan biar ngak bad mood " kata Ferdi menatap Rena sekilas


" Ck...... keluyuran buat Ferdi itu sudah biasa iya kan Fer " sindir Rena berdecak pelan meremehkan Ferdi


" Hahaha..... itu lebih baik Ren ketimbang kencan sama suami orang Mending beli Karna ngak tak punya beban " kata Ferdi berbisik pelan dekat telinga Rena


" Kalian berdua ngomong apa sih , ngak paham aku " kata Rani


" Masa .... wah jodoh tuh " kata Rani


" Ck..... ngak demen gue sama perempuan jorok " kata Ferdi


" Cih .... kamu saja jorok Fer, coba lihat tuh baju jorok Sampai warna kaya gitu Tampang boleh keren Tapi ngak level buat sekelas Yuni .Lho suka kan sama dia Tapi jangan mimpi " sindir Rena .


" Hah ....lho naksir mba Yuni Fer " kata Rendy menatap Ferdi


" Rena ngawur , aku hanya ingin berteman " kata Ferdi santai Sambil membuang asap rokoknya


" Ngak masalah kalo kau suka lumayan cantik sih ngak malu maluin di bawa kemana mana " kata Rendy


" Hahaha........ iya Ren tahu , tapi posisi . kita masih di bawah dia Apa lagi gue sama Ferdi cuma mekanik bro " kata


Wawan tertawa kecil sambil menyulut rokok Dan menatap Rena dan Rani


" Emang cinta perlu status " kata Rani


" Ya begitulah " kata Rendy


" Tapi tak berlaku kalo memang sama sama cinta kan ..Karna cinta tanpa syarat " kata Rani

__ADS_1


" Iya itu bagi yang tak pilih pilih " kata Wawan .Sambil melihat kearah samping kantor Sambil mengisap rokoknya


Ferdi yang duduk di sebelah Rendy


Hanya diam Dan melihat pintu kamar Raya dari pantulan kaca jendela Karna


Sudah sampa jam segini .Ia masih belum melihat Yuni.


Sedangkan Yuni sedang membaca buku di sebelah Raya Yang berbaring di atas ranjang menghitung Dana yang sedang berjalan .Untuk laporan besok


" Ada apa " kata Raya melihat Yuni berpikir Sedangkan Nugrah sedang ngemil sambil menelpon orang tuanya


" Nothing cuma berpikir ada ya cowok Yang mau mengirim bunga Hanya untuk ucapan trimakasih " kata Yuni


" Ya kurasa itu wajar karna setiap pria


punya cara berbeda mengekpresikan cinta nya pada tiap wanita ." kata Raya


" Ya kau benar Ray " kata Yuni lalu kembali membaca bukunya. Sambil memakan makanan ringan


Di luar Ferdi yang sedang ingin masuk kamar melihat sosok Yuni berdiri menatap teras .


" Yuni " kata Ferdi mendekati gadis itu Yang berbalik tersenyum padanya .


" Hai .... ngapain kesini " kata Yuni


" Aku mau minta maaf padamu tentang masalah kita. Aku hilap yun .Mau kan kau memaafkan ku ..Aku janji tak akan menganggu mu " kata Ferdi bersikap lembut .


" Bagus lah sudah ku maaf kan " kata Yuni tersenyum. Dan ketika hendak pergi .Ferdi menarik tangan Yuni


" Ada apa " kata Yuni .


" Akh tidak ....aku " kata Ferdi yang saling bertatapan Dan lalu meraih tubuh Yuni dalam dekapan nya . Sejenak kedua berhadapan cukup dekat dan Ferdi .pun mencium bibir mungil itu Dan ketika bibir mereka menyatu sambil memejamkan mata nya


" Hoek ........" kata Ferdi merasakan bau busuk dan membuka mata .


" Aaaa ........**** ....." maki Ferdi melihat hantu berdiri didepan nya .


" Hahahaha ........ hantu tanpa kepala itu pun hilang begitu saja Dan Ferdi muntahkan semua isi perutnya


" Akh sial ...... hantu sialan " maki Ferdi kesal Karna dua kali ini sudah ia di kerjai hantu tanpa kepala . Lalu bergegas naik ke kamar atas Dan masuk kamar mandi .Untuk membasuh mulut nya .


" Kenapa Fer " kata Wawan yang baru masuk


" Ngak ada , cuma tadi aku melihat hantu " kata Ferdi dengan wajah kesal


Dan membaringkan tubuhnya di ranjang .

__ADS_1


Wawan yang melihatnya hanya keheranan Karna Ferdi terlihat seperti orang marah . Tapi entah dengan siapa Namun Wawan tak perduli Dan ia pun akhirnya ikut berbaring di sebelah Ferdi .


__ADS_2