Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 139


__ADS_3

Yusuf melongo melihat kelakuan temannya itu Karna tak biasa nya Tri emosi dan melampiaskan nya untuk merusak barang


" Mhem...... mhem " Dehem Yusuf Yang membuat Tri berhenti dan membuang nafas kasarnya Lalu memunguti kapuk kapuk bantal yang berhamburan


" Kenapa Tri .....galau ?" kata Yusuf tersenyum


" Tidak " kata Tri menyugar rambut nya kasar Lalu cepat cepat mengambil sapu Dan membersihkan kapuk kapuk yang berserakan Yang masih tersisa di lantai


" Hahaha .......apa rasanya sudah sampai ubun ubun " kata Yusuf berbisik pelan


" Suf. ..." kata Tri menatap manik mata Yusuf dalam


" Hahaha........Tri ....Tri cih ....kau ini terlalu baik .Nikmati saja kalo kau mau .Kan ibarat kucing di kasih daging harus nya kau santap Tri . Jangan hanya di lihat makanya kau stres ." kata Yusuf tertawa


" Apa kau gila suf ?" kata Tri .Menatap Yusuf Karna tahu teman nya itu pasti sudah meraba pikiran nya


" Gila dikit ngak apa apa Tri, lagian mana kuat di tahan tahan Makanya kau jadi stres bro. itu bisa menganggu pikiran mu


" Aku tak bisa suf " kata Tri jujur


" Ya sudah tahan saja , kau menyiksa diri mu sendiri .Kalo itu pilihan mu Jangan salahkan orang lain bila ada Yang lain cari kesempatan ." kata Yusuf


"' Apa kau pernah tahu tentang sebuah kesabaran " kata Tri


" Ya ajar kan 10 orang anak untuk berpuasa setengah hari dan hadiah nya 1 batang coklat Tapi bila ia bisa menahan diri sampai sore maka dia akan mendapat 2 batang coklat .Tapi anak yang tergoda. Yang tak sabar pasti memilih memakan nya Dan pada akhirnya hanya ada satu orang yang bisa bertahan dan teguh pada pendirian nya Dan ia bisa bertahan sampai sore Dan ia senang karna mendapat kan 2 batang coklat Tapi teman teman nya iri padanya Dan dia bilang ia pantas mendapatkannya Karna dia bersabar dan menahan diri sampai sore Sampai ia bisa mendapatkan dua batang coklat Dan akhirnya dia menang .Bukan hanya menahan diri Tapi juga belajar untuk jadi orang sabar " kata Yusuf bercerita


" Itu kau tahu , kenapa kau bertanya ?" kata Tri Sambil kembali menggantung sapu di dinding


" Hahaha ..... apa kau mengujiku Tri " tawa Yusuf


" Hanya kau yang tahu kau di uji atau tidak Selama akal sehat mu bersih Allah pasti memberimu ujian yang terbaik ." kata Tri


" Baiklah Tri kau menang , tapi bagaimana rasa nya saat kau tergoda Apa lagi saat nafsu sudah di ubun ubun " Kata Yusuf menatap Tri serius .Bicara pelan takut orang lain mendengarnya


" Ingat saja pada Allah, pasti semuanya aman " kata Tri mengambil handuk Dan keluar untuk mandi .


" Hah........gila.....emang lho kuat " Teriak Yusuf ketika Tri keluar kamar


" Ya sekuat kamu menahan nya " jawab Tri yang membuat Yusuf tersenyum


" Tri ...Tri ....godaan mu terlalu besar Mungkin kalo aku bisa hilap .Kepala boleh pake sorban Tapi yang di bawah kan ngak " kata Yusuf mengeleng


" Siapa yang hilap suf " kata Ferdi nongol di pintu kamar


" Gue lah tuh batal bocor kapuk nya berhamburan karna gue hilap " kata Yusuf cuek


" Ck .....aku pikir apa ?" kata Ferdi berdecak kesal Karna Yusuf slalu pintar menyimpan rahasia teman nya Padahal tadi jelas sekali Tri dan Yusuf sedang berdebat Entah apa yang mereka perdebatkan Yang membuat Ferdi penasaran .

__ADS_1


**********


Sedangkan Yuni sudah kembali kekamar Ia bersiap siap ingin ikut kedalam hutan


Karna sudah berjanji pada hantu tadi malam Kalo ia akan membantu orang itu Dan Yuni membawa tas uang yang diberikan hantu itu pada nya tadi malam


" Hantu saja bisa menolong orang dan berbuat baik , kenapa manusia ngak ?" kata Yuni memasang mandau di pinggangnya Dan keluar ketika sudah siap untuk pergi


" Lah mba Yuni mau kemana ?" kata Aris


" Mau kehutan yuk ikut " kata Yuni


" Nanti siang mba, sama mas Moko mba Yuni mau ngapain?" kata Aris menatap Yuni seperti orang yang seperti ingin berpergian .


" Ada urusan sama orang .Sudah ya ris tuh Pardi mau berangkat " kata Yuni Yang lalu keluar mendekati traktor dan naik keatas nya


" Ikut ya di sampai dalam " kata Yuni duduk sebelum yang lain naik


" Lah mau kemana emang mba ?" kata Pardi dan Febri menatap Yuni


" Ada urusan " kata Yuni Yang duduk tenang Ketika traktor membawa para karyawan 5 orang termasuk Adi mekanik baru anak buah Tri


" Emang staf keuangan ke hutan juga kerja nya yan " bisik Adi


" Mantau kali ngawasin kita Atau nagih hutang karyawan di hutan " bisik Sofyan


" O gitu tapi kan belum gajian " kata Adi bingung


Dan traktor pun berjalan cepat kehutan Dan Yuni melihat pondok pa Burhan yang sudah di beri tahu oleh hantu tadi malam Karna dia bilang di wilayah itu lah pria itu bersembunyi .


" Par , aku turun di situ saja ya trimakasih " kata Yuni


" Ya mba butuh makan ke pondok pa Burhan saja " kata Pardi yang berhenti membiarkan Yuni turun Karna mereka masih harus masuk lagi kedalam nya


"' Ya trimakasih " kata Yuni


" Hati hati mba , banyak ular " kata Febri


" Ya Feb " kata Yuni yang lalu menuju pondok pa Burhan Terlihat para anak buahnya belum berangkat .


" Assalamualaikum " kata Yuni Yang membuat semua orang kaget termasuk bi Narsih yang sedang memasak


" Walaikum salam " jawab semua orang


" Lho tumben mbak kesini , kok ngak sama yang lain " kata pa Burhan penuh selidik Apalagi melihat Yuni membawa ransel dan mandau di pinggang nya Itu bukan hal yang biasa


" Ada urusan pa sama bang Ucok .Dia kemana ?" kata Yuni

__ADS_1


" Saya disini mba ada apa ya ?" kata Ucok yang baru selesai mandi


" Aku mau nanya teman abang Yang sembunyi itu tinggal dimana bang ?" kata Yuni tanpa basa basi


" Hah.....maksud mba Yuni apa ? Teman yang mana sih . ya semua sudah ada disini " Kata Ucok menatap Yuni curiga


Yuni tersenyum lalu menatap Ucok tajam . Yang membuat Ucok terdiam dan melihat pa Burhan Seakan minta di bela


" Mba Yuni cari siapa Ucok tanggung jawab saya " kata pa Burhan ..


" Teman main judinya itu pa, yang pake tato di bahu sini gambar naga. Ini fotonya Apa pa Burhan kenal " kata Yuni memberikan pa Burhan foto seorang pria Lalu menatap Ucok


" Ada urusan apa mba sama orang ini Apa dia membuat masalah " kata pa Burhan penuh selidik Karna tahu Yuni tak bermain main dalam urusan serius


" Aku ada urusan dengan nya.Tapi bersifat pribadi " kata Yuni menatap Ucok yang gemetaran .Karna dia tahu temannya itu membunuh orang di kampung


" Ucok antar dia , selesai kan urusan nya Jangan sampai jadi masalah bagi kita " kata pa Burhan Yang tahu pria itu teman Ucok sesama orang batak


" Tapi mba , masalah apa ini ?" kata Ucok bingung


" Tak perlu tahu , Ayo antar aku !! " Kata Yuni yang memegang mandaunya .


" Tapi mba saya jangan di bawa bawa ya mba . Saya ngak tahu apa apa kok mba " Kata Ucok takut


" Malah kau akan dapat masalah bila kau menyembunyikan nya .Ayo antar aku ,aku mau bertemu dengan nya " kata Yuni


" Ya mba Tapi saya sarapan dulu ya Masalah nya agak jauh kedalam Kita berangkat nya pake excavator " kata Ucok gugup


" Ok aku tunggu " kata Yuni yang lalu duduk kedalam pondok Yang membuat semua orang terdiam


************


Sedangkan di mess karyawan Aris masuk ke dapur untuk sarapan pagi Dan duduk di sebelah Tri dan Yusuf .


" Tumben sendiri ris, yang lain mana ?" kata Tri


" Lagi dikamar , apa mba Yuni sudah sarapan " kata Aris


" Kaya nya sudah kenapa ?" kata Tri


" Kali aja belum, tadi pagi pagi banget sudah ikut pergi kehutan Tri " kata Aris


" Hah...... mau ngapain ?" kata Tri kaget Khawatir dengan gadis itu


" Mana Aku tahu " kata Aris mengangkat dua bahu nya


" Apa dia membawa Paijo ?" kata Tri

__ADS_1


" Ngak " kata Aris


" Astagfirullah " kata Tri dengan perasaan ngak enak Karna tadi pagi ia membuat Yuni hampir menangis .


__ADS_2