Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 148


__ADS_3

pria tinggi putih sudah berdiri di depan mereka Yang membuat mereka berlima tersenyum dan membungkuk hormat


" Pagi pa , Ah bukan apa apa pa, ini Tri lagi pedekate sama staf akuntan " kata Anton keceplosan .


" Hah..... oh ya siapa ? " kata pa Antony menatap Tri


" Itu mba Yuni pa " kata Sandi yang membuat Tri mendelikkan matanya pada Sandi karna membocorkan privasinya


" Oh ya sudah bisa ? Kalo bisa kamu hebat Tri Tuh anak kan tomboy " kata pa Antony menepuk bahu Tri


" Hehehe....... baru mau pa " kata Tri tersenyum Sambil mengaruk kepalanya Yang tak gatal . Karna merasa canggung


" Bagus lanjutkan, tapi ingat tetap belajar yang rajin buat pekerjaan mu Karna percuma kau mengejar cinta dengan dompet kosong . Karna cinta itu ngak butuh gombalan Tapi isi perut juga " Kata pa Antony menasehati


" Ya pa siap " kata Tri


" Ya sudah masuk sana !! Oh ya ingat Tri Jangan bikin perempuan menangis " kata Pa Antony Yang menatapnya tajam Lalu berbalik melangkah pergi


" Siap pa " kata Tri


" Siap pa siap pa , emang kita mau perang " kata Anton protes


" Iya lah perang otak " kata Rusli menyahuti Anton lalu mereka pun masuk ke ruangan untuk training .


Sedangkan Tri hanya tersenyum


Di sisi lain Yuni sedang di kost an Ketika seseorang mengetuk pintu kamar nya Yang membuat Yuni bergegas membuka pintu


 Ceklek ...


" Yun di cari tuh , cowoknya ganteng oey dapat dimana ?" kata Amel


" Aish kau ini mel, ngak bisa lihat bening dikit pengen tahu aja. Dapat di jalan noh " kata Yuni manyun Lalu bergegas keluar


" Hahaha ....ya siapa tahu dia demen sama gue, kalo lho ngak mau kasih gue ya Yun " kata Amel


" Kemaruk lho mel , emang Iwan mau dikemanakan hah......" kata Yuni menutup pintu kamar dan keluar


"' Hahaha ... Simpan di kantong Yun , biar bisa buka cabang " teriak Amel tertawa mengoda Yuni


" Sono terserah lho deh " kata Yuni cuek Karna ada saja banyolan teman nya itu .

__ADS_1


Diluar terlihat Tommy duduk tenang dikursi Menunggu Yuni Dan Tommy tersenyum Ketika Yuni melangkah menghampirinya


" Ada apa Tom , lho ngak kerja " kata Yuni duduk di depan pria tampan itu


" Kerja, ini mau berangkat tapi mampir kesini dulu , Tommy pengen lihat Yuni " kata Tommy


" Astaga Tom , kan sudah ketemu tadi malam " kata Yuni menatap Tommy Yang terlihat sedih


" Ya sudah mau bicara apa ?" kata Yuni


" Kita kabur yuk , pergi dari sini ke kalimatan jawa atau keluar negri " kata Tommy


" Hah...... kabur !!! Maksudnya apa Tom ?" kata Yuni menatap Tommy


" Kawin lari " kata Tommy


" Astagfirullah aladzim Tom, kawin tidur aja susah masa kawin lari lari " kata Yuni tergelak Yang membuat Tommy berwajah masam .


" Tommy serius Yun " kata Tommy


" Yuni juga serius Tom kawin kaya hewan aja Nikah kali Tom " kata Yuni masih terkekeh


" Ya Allah Tom , Yuni baru cuti kenapa harus lari dari masalah. Harus nya Tommy menghadapinya Tom, kabur bukan menyelesai kan masalah Tapi malah menambah Kasihan mamah malu juga Anita .Bicara saja baik baik pasti ada jalan keluarnya " kata Yuni


" Tapi Yun Tommy ngak bisa " kata Tommy


" Kamu bisa Tom , kematangan intelektual lho kan tingkat S2 masa lho ngak bisa berpikir dewasa Tom " Kata Yuni menatap Tommy


" Memang kematangan intelektual seseorang tidak menjamin kematangan pribadi seseorang Kadang karna terlalu berat bisa menjadi bodoh " kata Tommy cemberut


" Hahaha....... bisa aja lho Tom , Tapi ngak gitu juga kali Tom . Berpikir lah tenang dulu Dan baru cari solusi nya Kalo kita berjodoh ngak akan kemana Tom . Yuni ngak akan lari dari masalah


Tapi selesaikan masalah itu dengan baik Karna setiap masalah punya jalan keluar nya sendiri Dan setiap pertanyaan pasti ada jawaban Tergantung kita menyikapi nya " kata Yuni tersenyum


Yuni bisa saja mengiyakan Tommy akan mudah baginya untuk kabur Tapi kebencian keluarga Tommy pasti akan jadi kutukan karma baginya Karna doa seorang ibu yang sakit hati tak ada penawarnya Dan itu pasti akan menghancurkan rumah tangga nya Yang akan menyalahkan nya tanpa restu keluargga Dan itu yang tak diinginkan Yuni Karna ia tak ingin keluargga nya disalahkan Atas kelakuan nya yang gegabah dan sembrono


" Tapi Yun " kata Tommy


" Tom.....hadapi kenyataan aku slalu menunggu mu .Apa pun keputusan mu Tak masalah bagi ku " kata Yuni Yang mendekati Tommy dan lalu mengengam tangan Tommy Dan Tommy pun mengengam tangan Yuni erat dan memeluk nya .


" Ya baiklah " kata Tommy lega Yang tersenyum Karna Yuni membuat nya tenang .Walau itu berat bagi Yuni Tapi Tommy tahu Yuni menyembunyikan kesedihan nya

__ADS_1


" Ya sudah kerja sana !! Nanti lho terlambat " kata Yuni tersenyum


" Ya Tommy kerja ya, besok Tommy kesini lagi " kata Tommy yang beranjak dari tempat duduk nya


" Ya " kata Yuni mengiyakan Lalu Tommy pun keluar dari teras Dan masuk mobilnya Yang diantar Yuni sampai pintu mobilnya Dan Tommy pun masuk lalu pergi .


Yuni hanya mengelengkan kepala ketika melihat mobil Tommy menghilang dari pandangan Yang menyeret langkahnya masuk kembali ke kost an


" Mau ngapain dia Yun kok mukanya pake di tekuk segala pake mau mewek Dan peluk peluk mesra " kata Amel yang memperhatikan keduanya sedari tadi


" Mau ngajak kawin lari " kata Yuni


" Apa.......!!! Waduh ..... kawin lari . !! Enak noh bisa kumpul kebo " kata Amel


" Dasar otak kurang satu ons , mana ada enak nya .Mau kumpul kebo ngak perlu lari Tinggal pergi ke hotel noh Kalo di grebek petugas baru nikah " kata Yuni manyun


" Oh ... Iya ya betul juga , sana lho ke hotel aja berdua Lagian ganteng gitu yun Kaya nya anak orang tajir Kalo gue mah ho oh aja " kata Amel


" Peletak ......... "


" Auw ..... sakit oey " kata Amel mengaduh Karna Yuni menyentil keningnya


" Dasar gila lho mel , lho aja sana sama Iwan gue biar dikasih duit juga ogah Emang enak berzina di tangkap hansip Iya kalo pas langsung di nikahi Pas diarak sekeliling komplek bisa gawat " kata Yuni


" Hahaha.......iya juga ya tapi enak Yun Kalo bikin dosa kalo lagi ngak sadar " kata Amel yang membuat Yuni mengeleng


" Dasar otak mesum , pasti lho sama Iwan begitu kan " kata Yuni


" Ngak salah Yun Tapi kan kita sudah nikah sirih kok " kata Amel


" What ....... Allahuakbar gila lho mel , trus gimana orang tua lho " kata Yuni kaget


" Kan kita hilap , jadi nikah aja sekalian buat nikah benarannya bulan depan kan Iwan sudah lamaran minggu kemaren " kata Amel tersenyum


" Hadeh.... hancur mina gue berteman sama lho , untung ya si Iwan jomblo Kalo laki orang bisa di amuk lho .mel ." kata Yuni yang lalu masuk kamar Yang mengeleng karna kenekatan Amel


" Astagfirullah aladzim ......Aish...... apa aku juga ikut berdosa Bila sudah ciuman sama Tri " kata Yuni memukul mukul kepalanya


" Bodoh.....bodoh......lho Yun " batin Yuni ingat Waktu kerokan dan kejadian malam saat kehujanan Tapi Tri saat itu tak mengambil kesempatan .


" Akh.......gila gila gue....... Untung Tri ngak macam macam mampus gue kalo hamil " kata Yuni Yang menghempaskan badannya di tempat tidur nya

__ADS_1


__ADS_2