
Setibanya di bandara Tri Yuni dan Akhtar Langung berpamitan pada pak le . Setelah mereka turun dari mobil Karna pak le langsung kembali kerja
" Pak le ini sekedar buat bensin ya " bisik Tri pelan menaruh uang di saku celana Pak le nya
" Astaga kau ini le, kaya sama siapa saja ya sudah terimakasih . Hati hati di jalan ya " kata pak le memeluk keponakan nya itu
" Ya pa le trimakasih juga sudah mengantar kami " kata Tri Menepuk bahu pak le nya Lalu melambaikan tangan nya pada pak le Begitu juga Yuni dan Akhtar .
Setelah mobil menjauh Tri pun membawa Yuni dan Akhtar untuk ceking tiket . Setelah itu mereka menunggu di ruang tunggu
" Ade tunggu sini dulu ya , mas sholat dulu bersama Akhtar " kata Tri
" Ya mas "' kata Yuni duduk tenang Sambil melihat orang yang lalu lalang .
Tak lama menunggu Yuni pun sholat setelah Tri datang bersama Akhtar dari mushola
Jam 01 45 mereka terbang dengan transit di jakarta memakai pesawat garuda Yang menunggu satu jam sambil makan siang di cafetaria yang ada di bandara
Dan mata Yuni menangkap sosok wanita yang ia kenal Yang sedang makan tak jauh dari meja mereka Saat wanita ingin berdiri
" Mba Raya " kata Yuni memanggil nya Membuat Raya menoleh ke arah Yuni
" Siapa ya " kata Raya bingung
" Aku Yuni " kata Yuni berdiri Ketika Raya menghampiri mejanya
" Astaga ....... Yuni apa kabar " kata Yuni berpelukan dengan Raya
" Ya tuhan kenapa sampai di bungkus kaya lemper begini Wah .... Tri pantas Yuni ngak mau kerja sama aku Rupa nya kau jadikan tahanan rumah " kata Raya membolak balikan tubuh Yuni yang memakai gamis Yang membuat Tri tersenyum kecut Mendengar perkataan Raya pada nya
" Itu namanya Istri sholehah mba masa di bilang kaya lemper " kata Tri
" Hahaha...... dih tuh muka suamimu yun kaya singa lapar kalo cemberut Dulu aja pas kamu di kira mati wajah nya di tekuk 50 lipatan yun " kata Raya tertawa meledek Tri
" Masa sih...... Sayang aku ngak lihat bisa Ray , sehat kan nih buntut ku De .... salim dulu sama tante teman bunda" kata Yuni Membuat Akhtar tersenyum Lalu menyalami Raya
" Hai ..... ganteng , Ya ampun kok kamu ganteng dan imut sih Aku pikir kaya zebra hitam putih " Kata Raya
" Aish produk buatan Tri mba masa di bilang zebra cross " kata Tri
" Hahaha....... cuma bercanda mas kan mba Raya sekarang sudah sukses Apa baru pulang " kata Yuni
" Ya cuti ini mau pulang ke medan . Trus kalian dari mana Bukan nya kamu sudah ngak disana Yun " kata Raya
__ADS_1
" Tuh masih , aku ngak kerja lagi cuma masih setengah tahun lagi disana Setelah itu berhenti " kata Yuni
" Yuk ikut keluar negri aja " Tawar Raya
" Tuh yang berdua gimana ?" kata Yuni
" Gampang jadikan sopir " kata Raya Yang membuat Tri mendelik kan matanya menatap Raya .
" Hahaha ..... wah Yun suami mu rupanya kelihatan aslinya setelah menikah berubah garang " Kata Yuni
" Iya Ray , malah bisa cemburu sama hantu juga " Kata Yuni Sambil melirik Tri Namun yang di lirik hanya diam dan cuek melahap makanan nya
" Hahaha......masa sih oh ya hantu bocil gimana kabarnya ?" kata Raya
" Alhamdulilah sudah nikah sama si kunti " kata Yuni
" Hah ...... hantu nikah sama kunti .." Kata Tri kaget
" Hahaha..... maklum Tri kan cewek nya jarang jarang kecuali istri mu mau di bawa jadi pengantin " kata Raya tertawa mengoda Tri
" Astaga mba Raya ngak benar , masa Istri ku mau di poliandri " kata Tri
" Hahaha......... becanda mas tapi di luar negri hantu nya lebih menyeramkan Yun
" Apa tante berteman hantu juga ?" kata Akhtar
" Ya nih gara gara bunda mu Tante bisa merasakan ada hawa hantu " kata Raya Yang cukup lama ngobrol Dan ketika panggilan pesawat ke medan sudah memanggil Raya pun pamit Sambil memberikan Akhtar uang 2 lembar uang ratusan
" Trimakasih tante " kata Akhtar
"' Ya sayang " kata Raya tersenyum
" Yun kalo lho berubah pikiran hubungi aku nya Apa lagi kalo si Tri macam macam Tinggalin aja dia " Kata Raya memainkan alisnya
" Wah .... pelanggaran mba , masa mba Raya menghasut istri Tri " kata Tri protes kesal dengan candaan Raya
" Kan aku bilang Kalo macam macam Tri . Jangan sampai lho sia sia kan nih teman gue ya Bakal aku culik dia Dan aku bawa ke luar negeri kalo lho brani macam macam " Kata Raya
" Waduh...... jauh amat , mana mungkin aku tega menyakiti istri sendiri mba Mungkin mba raya tuh makanya ngak nikah nikah " Kata Tri sewot
" Sudah sana pulang nanti ketinggalan .pesawat lho Ray Kan lho ngak bisa terbangkan " kata Yuni terkekeh
" Hahaha ... iyalah eh besok kalo sudah nyampe telponan ya aku mau curhat" kata Raya
__ADS_1
" Siap Ray " kata Yuni Yang melambai kan tangan nya Ketika Raya pergi
Yang membuat Tri menatap Yuni lekat Karna mendengar perkataan Raya tadi
Seakan mengingatkan sikapnya .
" Apa ade marah sama mas " kata Tri
" Hah , marah kenapa ? kan mba Raya cuma bercanda mas. Jangan di masukan kehati " kata Yuni
Membuat Tri diam Sedangkan .Akhtar masih sibuk mengunyah ayam .gorengnya dan memberinya saus tomat
" Eh......" kata Akhtar teringat sesuatu
" Apa " kata Yuni melihat Akhtar menyisakan ayam nya sedikit
" Habiskan de " kata Yuni
" Ya bun sebentar " Kata Akhtar teringat pada hantu yang ikut dengan nya di dalam botol
Membuat Yuni heran Begitu juga Tri Yang menatap Akhtar Karna tak biasanya putranya itu menyisakan makanan
" Bun Akhtar mau pipis " kata Akhtar turun dari kursinya Sambil mencomot Ayam itu Ketika Tri dan Yuni lengah
" Ya ayo bunda antar" Kata Yuni Merasa ada yang janggal pada putranya itu
"' Aku seperti curiga dengan Akhtar Tapi apa ya " kata Yuni dalam hati Merasa ada yang Akhtar sembunyikan darinya
Namun Yuni berusaha tenang Dan mengantar Akhtar ke toilet Setelah selesai mereka kembali Keruang tunggu Karna Tri sedang membayar makanan.
Akhtar pun cepat cepat memberikan ayam itu ke botol dan
Lep .........
Ayam itu pun seketika menghilang Dan Akhtar kembali duduk tenang tanpa suara Sambil meminjam ponsel Yuni untuk bermain game
Tri yang selesai membayar makanan Langsung duduk menghampiri keduanya Dan Tri meraih tangan Yuni lalu menggenggam nya .
" Apa ade ingin kerja lagi ? Seperti mba Raya " kata Tri
" Ngak mas , ade hanya ingin fokus pada Akhtar Selama kita masih berusaha pasti rezeki itu akan datang ngak perlu jauh di depan mata juga banyak . Yang penting niat kerja dan berusaha " kata Yuni Yang tak muluk muluk untuk bermimpi .Yang penting mereka sudah punya rumah sendiri Dan Yuni juga sudah punya rumah sendiri Bila terjadi apa apa dengan di jawa Ia masih punya rumah dekat sang ibu Hasil tabungannya selama bekerja Dan Tri belum tahu sama sekali tentang hal itu
" Ya " kata Tri merangkul Yuni
__ADS_1