Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 24 Menyindir Ferdi


__ADS_3

Yusuf pun berteriak meminta tolong


Dan beberapa orang temannya berlarian untuk memberikan pertolongan


Lalu mereka membawa Ferdi masuk ke mess dan membawanya kekamar Ferdi


Yuni yang berada di kantor hanya diam Mendengarkan keributan para pria di luar


" Ada apa sih ?" kata Andre


" Ferdi jatuh dari motor " kata Moko


" Hah .. Kenapa?" kata Yuni


" Ngak tahu makanya ini juga baru mau lihat " kata Moko


" Ya sudah sana mas di tengok !!" kata Yuni yang juga ingin tahu Ferdi kenapa


" Ayo ,mau ikut ngak ?' kata Moko


" Ngak " kata Yuni yang merasa ngak aneh Bila ada sesuatu terjadi dengan pria itu


Moko pun lalu pergi . Andre dan pa Tyiur hanya diam . Karna sibuk membuat laporan . Sedang kan Yuni mengecek laporannya tadi siang


Tak lama Moko pun kembali .Dan bilang Ferdi hanya mendapatkan luka ringan . Karna Ferdi ketakutan melihat hantu tanpa kepala


Yuni yang mendengarnya hanya diam


Tak ada komentar dari mulutnya .Ia hanya fokus pada layar komputer nya


" Yun sana di obati , bantu mbok gih !! " kata pa Tyiur .Karna Yuni satu satunya wanita di kantor Pasti lebih telaten dalam membalut luka


" Bentar pa " kata Yuni santai


Setelah mematikan komputer nya . Yuni keluar dari kantor Dan menuju mess karyawan Lalu menuju kamar Ferdi


Terlihat mbok sedang membalut luka pria itu Yang terlihat banyak kulit tergores Karna motornya menindih tubuh Ferdi


Saat Ferdi terjatuh .


" Cari Penyakit sendiri . Siapa suruh berkeliaran malam malam " omel Yuni


Sambil memangku dua tangan nya. Berdiri


didepan pintu kamar Ferdi


" Astaga tega kamu Yun, aku dapat musibah " jawab Ferdi tanpa dosa


" Masa iya , atau itu buah dari dosa " sindir Yuni


" Dosa apa , aku ngak macam macam di luar sana . Cuma beli rokok " kata Ferdi


Sedangkan mbok dan bi Narsih . Yang mengobati pria muda 20 tahun itu Hanya diam tak bicara . Karna mereka memang tak tahu apa apa.


" Satu dosa berbohong . Dua dosa ke dukun Tiga di kejar hantu " kata Yuni

__ADS_1


Jleb .......


Ferdi pun terdiam.Tak bisa berkata apa apa lagi . Karna Yuni tahu ia pergi kemana ke dukun


" Hah ....ke dukun !!" kata mbok kaget


" Benar itu Fer, ngapain ?" kata mbok lagi merasa curiga


" Ada mbah dukun ngobatin pasiennya Konon kata nya ia mau mengguna guna. Mbah dukun akhirnya sibuk duduk membaca mantra ......" kata Yuni Yang bernyanyi menyindir Ferdi membuat mbok dan bi Narsih tertawa kecil


Karna mengira Yuni hanya bercanda


Sedangkan Ferdi hanya diam Melirik Yuni dengan ujung ekor mata nya


" Sial kenapa dia tahu, pantasan bapak tua itu bilang dia bukan gadis biasa " kata Ferdi dalam hati


Yuni yang masih berdiri di depan pintu masih melipat tangan di dada .Dan Tri datang membawa obat dari klinik perkebunan .


" Ngak di bantu Yun " kata Tri


" Ogah dia jahat sama gue Tri " kata Yuni santai


" Hah..... kok bisa " kata Tri kaget


" Maka nya dia kualat sampai di kejar hantu " kata Yuni ketus


" Astaga mana ada gitu Yun, Dia ngawur Tri jangan percaya " kata Ferdi


" Ck..... Apa perlu aku bawakan saksi nya kesini Fer " kata Yuni dengan nada penekanan


Tri mbok dan bi Narsih saling pandang Karna tak tahu apa masalah nya Sehingga Yuni bersikap sangat ketus pada Ferdi


Dan itu membuat Tri kaget Karna seperti ada masalah antara Yuni dan Ferdi Yang tak Tri tidak tahu sebelumnya


" Akhirnya ngaku juga , ingat ada karma bagi orang jahat " kata Yuni Yang lalu pergi meninggalkan kamar Ferdi


Tri yang bingung menatap Ferdi tajam


Karna setahunya Yuni tak bicara ketus


Apalagi tadi Yuni terkesan cuek .


Mbok yang sudah selesai mengobati Ferdi Langsung kembali kekamar bersama bi Narsih Dan Tri hanya diam menatap Ferdi Yang tergolek lemah


" Ada apa dengan mu , kenapa Yuni marah begitu " kata Tri


" Tidak ada apa apa, kalo kau menyukai nya dan aku juga menyukainya Apa itu salah Wajar saja dia marah Karna kita berteman " kata Ferdi


" Kau ini aneh Fer , kau bilang tak menyukainya Lalu tiba tiba menyukainya Dan tadi kau ribut masalah apa dengan nya " kata Tri


" Tidak ada, aku hanya membuatnya kesal " kata Ferdi berbohong


Tri pun terdiam Dan lalu keluar dari kamar Ferdi . Menuju kamar nya untuk istirahat Dan memikirkan apa yang terjadi .Antara Ferdi dan Yuni


" Tapi kenapa Yuni marah pada Ferdi " kata Tri bingung

__ADS_1


" Woi .....kenapa ?" kata Ariesta yang masuk kamar bersama Yusuf


" Ngak ada , cuma aneh saja lihat Ferdi dan Yuni ribut " kata Tri .


" Hah.....ribut Padahal lagi sekarat kok bisa ribut. Emang ada masalah apa " kata Yusuf penasaran ingin tahu


" Aku juga ngak tahu suf ,makanya aku lagi mikir " kata Tri


" Hahaha...... lucu kamu Tri . Ngapain mikirin Ferdi dia cuma luka ngak bakal sekarat Sudah ayo tidur " kata Ariesta ketawa


" Iya Tri , emang kenapa sih dia ribut sama mba Yuni " kata Yusuf penasaran


" Wis.....tidur cape nih ngantuk . Besok mau nyuci baju " kata Ariesta Yang tadi sempat membantu Ferdi.


" Ya tidur tidur , besok kerja " kata Tri akhir nya ikut memejamkan matanya .


Karna mereka bertiga memang sekamar


Di kamar Yuni . Yuni kembali dibuat kaget Dengan cincin yang kembali lagi ke kamar nya Membuatnya Yuni keheranan sendiri Karna cincin itu bisa kembali tiba tiba


" Ada apa sih sebenar nya " kata Yuni Menatap cincin itu tergeletak diatas batal . Sambil menghela nafas kasar


" Maaf bila kau ku buang , aku datang dari jauh Aku tak mau ada masalah dengan kalian Aku pendatang disini ." kata Yuni bicara pada cincin itu Yang memang tak ada niat apapun .Selain datang untuk bekerja .


Lalu Yuni menaruhnya di bawah bantal Dan berdoa sebelum tidur . Sambil memikirkan kejadian di kamar Ferdi


Karna tahu Ferdi mengguna guna nya


" Ah sudah lah, biar kan saja . Azabnya juga kembali padanya nanti " kata Yuni memejamkan matanya Yang lalu terlelap


**********


Disisi lain sosok tubuh tanpa kepala Berjalan sendiri di kegelapan malam Entah kemana ia berjalan Tapi langkah nya membawanya menuju ke sebuah pohon besar Lalu menghilang tak berbekas


Paginya setelah subuhan Yuni keluar dari mess menuju dapur Tadi Yuni lebih dulu mampir ke kandang kancilnya .Entah mengapa hari ini ia merasa kesal pada dirinya sendiri .Karna tahu Ferdi ingin berbuat jahat pada nya Padahal selama ini ia tak pernah jahat pada siapa pun .


Cukup lama Yuni duduk sendiri Menatap kancil yang makan dengan lahap Dan tanpa Yuni sadari Sedari tadi Tri berdiri dekat jendela Memperhatikan gerak geriknya . Yang sibuk memberi makan dua kancilnya Yang kini terlihat semakin gemuk . Karna rutin di beri makan tiga kali sehari


" Sudah ya jangan nakal Nanti siang lagi " kata Yuni bicara pada kancil


" Bruk ...." kancil itu pun mendekati Yuni


" Iya tahu, nanti kita cari makanan yang enak " kata Yuni mengelus kancil itu. Entah kenapa dua kancil itu menjadi jinak Setelah sebulan di rawat Yuni


" Yun ...... sarapan dulu sudah siang " kata Tri yang tiba tiba berdiri di samping Yuni


" Tri .... bikin kaget saja " kata Yuni


" Kok menyendiri apa kamu lagi punya masalah " kata Tri melirik Yuni


" Tidak ngak ada kenapa ? " kata Yuni


" Tapi Tadi malam kok ribut dengan Ferdi kenapa ? " kata Tri


" Kenapa tak kau tanyakan langsung saja pada nya " kata Yuni

__ADS_1


" Ya nanti aku tanya kan " kata Tri Yang bisa mengerti Yuni tak mau bercerita masalahnya pribadinya dengan Ferdi


__ADS_2