Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 263


__ADS_3

Hujan masih lebat ketika Tri dan Yusuf di bawa pulang Yuni bergegas menganti pakaian suaminya itu Sedangkan hantu bocil dan hantu lain menganti baju Yusuf .


" Aduh itu apa nya " kata hantu kunti menunjuk sesuatu


" Kunti...... Keluar ini area laki laki " kata hantu bocil


" Ya ini bajunya maaf bila aku tak sengaja melihatnya "kata kunti menjauh


" Kau ini cepat keluar ,jangan melihat barang orang lain punya kekasih mu saja yang di lihat " kata si hantu rumah mbok terkekeh


Kik.....kik.......kik


" Maaf " kata Kunti yang lalu menghilang karna tadi ia melihat Yang sepantas nya tak harus kunti itu lihat .


Kunti pun lalu ke kamar Yuni Yang sudah selesai menganti baju Tri Lalu membalik badanya untuk menggosokkan minyak hangat .


" Ini berikan pada mereka Dan suruh bocil menggosok di punggung nya biar badan nya hangat " kata Yuni


" Ya mba , tapi tadi mereka menyuruhku keluar Ketika mereka memasang pakaian nya Ketika pria itu telanjang bulat " kata kunti merenggut


" Taruh saja dan cepat kembali kesini " kata Yuni Yang membuang nafas kasar nya Sambil melihat Akhtar yang tidur pulas di samping Tri


" Untung tidak terjadi apa apa mas, Tadi ade sangat khawatir " kata Yuni Lalu memasang baju Tri Dan menyelimutinya Dengan selimut hangat Lalu Yuni juga berganti pakaian Karna ia juga basah kuyup


Setelah itu Yuni keluar melihat Yusuf di kamar sebelah .Yang di tunggu hantu bocil Dan hantu rumah mbok


" Kalian istirahat lah ini sudah malam. Terimakasih sudah menolong nya " kata Yuni menatap dua hantu itu


" Cil pergi lah aku tidur di pojok sini saja untuk menunggunya " Kata hantu rumah mbok berbaring di pojok


" Ya , ya sudah mba bocil mau tidur " Kata hantu bocil .


"' Ya mba juga mau istirahat kok " kata Yuni keluar dari kamar sebelah Dan masuk kembali ke kamarnya .


Yuni berbaring menatap Tri sebentar Sambil memeluk suaminya Yang sempat melihat pengait besi penahan itu roboh Dan membayangkan suaminya dan Yusuf tertimpa besi itu


" Astagfirullah " Kata Yuni beristigfar berkali kali menggelengkan kepalanya Membayangkan sesuatu terjadi pada kedua pria itu


*************


Pagi buta Ferdi dan Adi menuju camp Sandi Sedangkan Tikno yang merasa bersalah bangun lebih pagi bersama Vian dan Rendi Untuk mencari Tri dan Yusuf


" Mereka tak ada pasti hanyut di sungai bagaimana ini ?" kata Rendi panik Karna sudah berapa kali ia mencari mayat kedua temannya itu Tapi belum juga tampak


" Itu ngak mungkin , mereka pasti remuk Tak mungkin hanyut " kata Sandi

__ADS_1


" Kau melewati batas San , apa begitu culas nya dirimu menyakiti teman hah Mereka juga teman kita " Teriak Tikno


" Lalu aku harus apa lagi, ini resiko kerja di proyek bro Itu mungkin takdir mereka harus seperti itu " kata Sandi


" Tapi harusnya kau tak menaruh mereka di bawah kan Kita juga sudah menarik alat keatas " Kata Rendi


" Sudah cari saja mayat mereka Kalo tak ketemu berarti di makan hewan. Yang penting kita sudah selamat " Kata Sandi


" Apa kau bilang San " Kata Ferdi Yang datang menarik krah baju Sandi


" Ferdi " kata Sandi kaget


" Bangsat kau San Tri dan Yusuf juga mekanik bukan sampah " kata Ferdi meninju wajah Sandi karna marah


Bug ..........bug....


" Kurang ajar kau Fer, brani sekali kau " kata Sandi balik emosi Dan membalas menampar Ferdi Hingga kedua nya bergulat di lumpur


" Sudah..... sudah....berhenti cukup . Apa kalian akan terus berkelahi hah ..... Kita mencari Tri dan Yusuf bukan untuk berkelahi " Kata Rendi berteriak.


" Ayo angkat besinya Adi bangun kan para karyawan " Kata Tikno


" Ya bang " Kata Adi bergegas pergi


" Tri ngak mungkin kan dia mati " kata Ferdi berlutut si depan lubang bekas cetakan alat besar terjatuh


" Fer, apa kita cari hulu kesungai Mereka pasti hanyut Ketika menyelamatkan diri " Kata Rusdi


" Ya ayo " kata Ferdi dengan mata berkaca kaca takut kehilangan dua temannya itu . Begitu juga Adi dan Kentung yang ikut memeriksa aliran sungai yang terlihat sangat deras


Sampai siang Tri dan Yusuf belum juga di temukan sampai pa Fauzi dan pa Karno pengganti site manager lama ikut turun mencari mereka .Namun hasil nya nihil mereka hilang tanpa jejak Dan tak ada tanda tanda mereka masih hidup .


" Kasihan istrinya Tri , untung anaknya tidak ikut kesini kemaren" kata Rudi


" Ya Yusuf juga " kata Rendi sedih Walau pun mereka suka saling debat Tri sangat baik pada semua teman temannya


" Aku tak percaya dia mati " kata Ferdi menangis Mengingat perkelahian mereka Dan juga persaingan mereka slama ini Yang menjadi penyesalan bagi Ferdi. Karna Tri memang orang yang baik Yang ia kenal selama ini


" Ini semua gara gara kamu San " kata Tikno kesal


" Sudah kalian ngak usah ribut Ayo kita pulang Kita laporan ke pusat " kata pa Karno Yang datang mengawasi mereka Mencari Tri dan Yusuf sedari tadi


Sedangkan pa Fauzi meneteskan air matanya Mengingat para mekanik terbaiknya itu Karna dari awal bekerja Tri paling rajin bekerja bersama Yusuf


**********

__ADS_1


Dikamar Yuni Tri baru saja membuka matanya .Dan melihat sekelilingnya Seakan ia sedang ada di dalam mimpi


" Aku di mana ?" kata Tri


" Bunda ..... ayah sudah bangun " Teriak Akhtar Yang menjaga Tri sedari tadi Membuat Tri berbalik badan Melihat Akhtar yang tersenyum sambil bermain ponsel di sampingnya Lalu memeluk putranya itu dan juga mencium nya seakan tak percaya ia masih hidup


" Mas ......" kata Yuni yang masuk kamar membawa nampan makanan


" Mas makan ya, mas baru sadar " kata Yuni menaruh nampan


" Mana Yusuf ? kenapa mas ada di sini .." kata Tri bingung Karna tadi malam Ia masih di hutan dekat sungai


" Yusuf di kamar sebelah Dia belum bangun " Kata Yuni tersenyum .


" Alhamdulilah " Kata Tri yang mengingat besi besi baja penyangga tiang itu roboh menimpa mereka


" Sekarang makan dulu ya " Kata Yuni Menyuapi Tri .Tri pun membuka mulut nya makan dengan lahap Lalu Yuni . menceritakan apa yang terjadi Dengan mereka tadi malam Yang membuat Tri menatap lekat wajah istrinya itu Dan langsung memeluk nya erat .Sedangkan Akhtar berlari ke ruang tengah Untuk bermain game


Dikamar sebelah Yusuf bangun ketika merasakan kakinya terjuntai ke bawah Karna ia berbalik badan di tempat tidur


" Apa aku masih hidup ?" kata Yusuf Yang memegang wajah tangan dan kakinya Lalu duduk sambil melihat sekeliling kamar


" Ini kan ...... ?? " kata Yusuf beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar Lalu ...


Brak .......


" Tri ......" kata Yusuf


" Yang membuat Yuni dan Tri yang berpelukan kaget


" Maaf ...aku ...." Kata Yusuf mengaruk kepala nya Yang tak gatal Malu sendiri menganggu adegan romantis itu


" Ngak apa apa suf , sini duduk atau kita makan di luar " Kata Tri


" Kita di luar saja Tri , maaf ya mba menganggu kemesraan kalian" kata Yusuf


" Ngak apa apa , sana mas di ajak makan pasti Yusuf lapar " Kata Yuni Keluar lebih dulu membawa nampan kedapur .Sedang kan Tri dan Yusuf saling tatap Lalu berpelukan erat satu sama lain


" Tri aku kira kita mati, kenapa ada disini ?" kata Yusuf tak percaya


"Apa Kau akan percaya bila kita selamat karna para hantu ?" kata Tri menatap Yusuf


" Allahu alam, tapi atas izin Allah tak ada yang mustahil " kata Yusuf percaya Karna pasti ada campur Allah di dalam nya


" Ya ayo kita makan . Kita bisa sambil cerita " kata Tri keluar kamar Sedangkan Yuni dan mbok sedang asyik di teras bermain bersama Akhtar

__ADS_1


__ADS_2