Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit

Hantu Tanpa Kepala Tragedi Sampit
Bab 225


__ADS_3

Disisi lain Yuni baru saja selesai memasak Ketika seorang anak kecil berlari kearah nya .


" Bunda ada paman hantu nakal " kata bocah mungil itu datang mengadu Membuat Yuni tersenyum mengangkat Dan mengendong nya lalu mencium nya .


" Masa sih , kan ade ngak nakal Kenapa nakal om sama ade sih " kata Yuni melirik hantu bocil melipat tangan nya di dada


" Dia main cacing tuh di depan menyiksa binatang itu ngak boleh ." kata hantu bocil manyun


" Ndak bun kan akhtar mau mancing di sungai di dekat sana " kata bocah itu manyun Yang membuat Yuni tersenyum ulah bocah mengemaskan itu .


" Ya mancing nya sama bunda ya jangan sendiri " kata Yuni


" Ya " kata bocah itu tersenyum Karna sekarang Yuni sudah membuka usaha toko sembako dan pakaian yang ia pesan dari yogya Karna ada seorang teman yang menawarkan nya Hingga ia tak perlu meniggalkan buah hatinya itu bekerja Dan Yuni sudah bisa membayar gaji karyawati tiap bulan dengan lancar


" Ok , main lagi sana kita akan ke yogya minggu depan Untuk lihat pakaian pesanan Ade jangan capek capek ya " kata Yuni


" Ya bun " Kata bocah mungil itu tersenyum mencium Yuni


" Kapan ayah pulang bun ?" kata bocah itu bertanya


Deg .....


" Belum ada kabar ade sabar ya " kata Yuni Yang tak bisa memastikan kapan ia akan bertemu Tri Tapi ia akan menunggu saat itu tiba Karna ia yakin Tri pasti akau kembali bertugas di sampit


" Ya kok lama .... Akhtar kangen " kata bocah itu merengek


" Kan ade anak pintar, kuat jadi harus sabar " kata Yuni mencium pipi putranya


" Ya " jawab akhtar manyun .


Yuni hanya bisa membuang nafas kasarnya tiap kali putranya bertanya tentang dimana ayah nya Yang tak bisa Yuni jawab Namun ia tahu pasti Tri akan kembali ke sampit suatu hari nanti Dan saat itu Tri akan tahu kebenaran nya Kalo ia masih hidup Dan Yuni akan sabar menunggu waktu itu


***********"


Seminggu berlalu Tri baru saja turun dari mobil ketika mbok menyambutnya dengan rasa terharu melihat nya pulang di depan rumah besar bercat putih yang ia bangun dua tahun ini


" Mbok " Kata Tri memeluk wanita tua itu dengan erat


" Alhamdulilah le, sehat kan ndi Yuni kok ra melu " kata mbok Yang membuat Tri terdiam .


" Dia ........." kata Tri

__ADS_1


" Sudah ayo masuk mau magrib Ki lho yang punya rumah sudah datang sar " Kata mas Arga pada sepupu Asih yang di bayar untuk mengurus rumah Tri juga menemani mbok Karna kakak dan mas nya juga sudah punya rumah sendiri .


" Slamat datang mas, wah mas Tri rupanya ganteng yo cuma kaya kereta api nih banyak yang menanti " kata Sari mengoda Tri


" Hust ... kamu ini Sar , ngak usah genit deh " Kata mba Asih menegur sepupunya itu Karna belum ada panggilan kerja Jadi untuk sementara Sari mengurus rumah Tri yang di gaji Tri tiap bulan lewat mbok


" Mhem .... kata Tri tersenyum .


" Ayo masuk tuh lihat sendiri isi rumah mu sesuai permintaan " kata Mas Arga


" Ya trimakasih mas sudah membantu Tri " Kata Tri Melihat lihat rumah nya Yang cukup besar dengan tiga kamar di bawah tiga diatas Yang di bangun bertingkat Dan satu kamar besar untuk nya Yang lengkap dengan spring bed king size dan bufet Namun Tri terlihat sedih Karna rumah impiannya itu masih kosong. Dan minggu depan ia akan kembali lagi ke sampit untuk pindah tugas Dan sekalian melihat makan Yuni


" Ya sudah le, istirahat dulu pasti capek toh tuh teh hangat nya sudah Sari buat kan " Kata mbok Yang melihat raut wajah kesedihan di wajah putra bungsunya itu Yang membuat mbok bingung Karna belum brani menanyakan nya Bahkan setiap Tri menghubungi nya Bila mbok bertanya tentang Yuni Tri slalu saja mengalihkan pembicaraan nya Seakan ada sesuatu yang ia sembunyikan


**********


Malam minggu di kota malioboro Yuni berjalan santai bersama Akhtar dan hantu bocil mencari oleh oleh untuk pulang besok pagi Yang membuat Akhtar berlari lari di antara para pengunjung .


" De jangan jauh jauh ya bunda mau beli oleh oleh dulu , duduk anteng disitu " Kata Yuni


" Ya bun " kata Akhtar Yang tak sengaja melihat hantu.... Yang membuatnya memaling kan wajah dan berlari kearah sang bunda Namun kaki seorang pria menyenggol kaki mungilnya yang membuatnya jatuh tersungkur


" Auw ..... sakit " pikir bocah itu membuat Tri yang melihat nya langsung meraih tubuh mungilnya


" Ndak apa apa om " Kata Akhtar meringis


." Sakit ya " Kata Tri Yang memang mencari oleh oleh untuk kepulangannya besok siang .


" Sedikit " kata bocah tersenyum pada Tri lalu mengusap pipi Tri dengan tangan mungilnya


" Kok om mirip ayah " kata bocah itu lalu mencium pipi Tri lalu pergi berjalan menuju toko oleh oleh .


" Ada ada saja " kata Tri tersenyum Namun ia merasa desiran aneh dalam dadanya. Mengingat kan nya pada Yuni Andai masih hidup mungkin sebesar itu lah anak mereka .


" Kenapa Tri " kata mas Arga menepuk pundak Tri


" Akh bukan apa apa mas, cuma ada anak kecil yang bilang Tri mirip ayahnya " kata Tri terkekeh


" Ya harusnya kau sudah punya anak , masa Yuni KB terus Ayo nanti keburu malam " kata Arga


Deg......

__ADS_1


Tri terdiam sesat " Ayo mas kesana " kata Tri melangkah kearah toko oleh oleh di depan mereka


Sedangkan Yuni mencari Akhtar di sekeliling nya Dan melihat tempat duduk putranya kosong


" Astaga kemana dia ?" kata Yuni panik


" Bunda ...." Teriak suara mungil


" Astagfirullah de, ade bikin bunda jantungan sih " kata Yuni langsung memeluk putranya .


" Sakit ......" Rengek Akhtar


" Kenapa , astaga ade jatuh , jatuh dimana " kata Yuni kaget


" Tadi ada hantu seram di sana melihat Akhtar Trus Akhtar mau sembunyi eh jatuh " kata Akhtar bercerita .


" Ya sudah ayo pulang Mana lagi tuh om bocil hilang main melulu Bukan nya jagain ade Malah nyari gebetan bisa bunda pecat juga tuh jadi hantu " dumel Yuni pelan


" Hahaha ...., ya omelin aja bun , Nakal tuh om " kata Akhtar tertawa senang


Lalu mereka pulang menuju penginapan Untuk istirahat karena sudah seharian ini mereka sibuk berkeliling .


****************


Seminggu berlalu dengan cepat ketika Tri mulai sibuk di bengkel nya kantor sampit untuk menyesuaikan pekerjaan nya Membuat Rendi tersenyum dengan teman lama nya itu Yang masih rajin bekerja tanpa berpikir ingin menikah lagi


" Bro ..... sudah istirahat yuk ke masjid dulu Habis itu kita makan " kata Rendi


" Ya ... " kata Tri yang mendengar suara Adzan Dan bergegas masuk kamarnya untuk berwudhu dan berganti pakaian . Lalu kembali keluar untuk pergi ke masjd .


Dan mereka berjalan kaki menuju masjid yang berada di lingkungan jalan Yang tak sampai lima belas menit Bersamaan dengan seorang bocah mungil lewat dan hampir menabrak Rendi Yang membuat Tri kaget


" Eh....eh... hei bocah nakal awas ya " kata Rendi Yang membuah bocah itu tertawa Karna sengaja mengusili Rendi Dan lari masuk masjid Setelah itu duduk anteng dekat imam masjid


" Dasar tuh bocah ya " kata Rendi mengeleng


" Hehehe.... dia hanya anak kecil Ren jangan diambil hati " kata Tri terkekeh


" Tapi usil Tri, mesti gitu tiap ketemu bikin gedek gue " kata Rendi


" Cari perhatian kali " kata Tri

__ADS_1


" Iya biasa gue ganteng sih kan ibunya janda tuh maka nya tuh anak pengen punya bapa kaya gue " kata Rendi


" Hah ..... " kata Tri Yang maju ke shaf depan Karna kosong Dan bersebelahan dengan Akhtar Karna sholat akan di mulai


__ADS_2